Om-om Itu Suamiku

Om-om Itu Suamiku
Pertengkaran (Part2)


__ADS_3

Om-om Itu Suamiku: Bab 26


.


.


.


_Happy Reading_


-


Riana berjalan terburu-buru kepada Demian lalu membuang botol alkohol yang di pegang laki-laki itu dengan kuat.


Pecahan-pecahan botol berserakan di ruang tamu minimalis itu. Nafas Riana memburu sementara wajah Demian semakin memerah dikarenakan emosi yang sudah meluap-luap.


" Apa yang kau lakukan Riana Polka?!". Pekik Demian marah.


Riana mencengkram erat kerah baju Demian, manik mata mereka bedua saling beradu bagaikan pisau tajam yang siap menebas lawannya.


" Sebaiknya sebelum kau menuduh seseorang lebih baik kau selidiki lebih dulu Mr. Adiputra, jangan sampai kau menyesal".


Demian dapat merasakan nafas Riana menyentuh kulit wajahnya, laki-laki itu memejamkan matanya menikmati aroma tubuh Riana yang memabukkan.


Pria itu merengkuh pinggang Riana dengan possessive, menarik tubuh Riana agar lebih berdekatan dengannya.


Riana menatap wajah bak pahatan luar biasa itu didepannya, sepertinya ini kesempatan yang tepat untuk meredakan amarah Demian.


Wanita itu mengelus pipi Demian lembut lalu turun ke lehernya dan kemudian ke dada bidang milik Demian. Jari-jari lentik itu bermain disana membentuk pola abstrak yang dapat membuat Demian mengerang geli.


" Kau suka, hmm?". Tanya Riana serak.

__ADS_1


" Kiss me, please…".


Riana langsung menarik tengkuk Demian kuat. Bibir mereka saling menempel bagaikan lem yang sulit dilepaskan, Demian semakin mempererat pangutan mereka dibalas dengan Riana tak kalah kuat melahap bibir tipis milik Demian.


Demian mendorong tubuh Riana agar berbaring di sofa, sedikit mengangkat tubuh Riana agar bisa membuka baju yang dia kenakan.


Demian mengusap lembut punggung Riana, lalu tangannya berhenti guna melepas pengait bra yang dipakai perempuan itu.


" Dian…jangan disini". Ucap Riana hampir tidak terdengar karena ulah Demian yang terus mempermainkannya.


" Baiklah kita pindah kekamar".


Riana memeluk erat tubuh Demian bak koala yang bergantung diranting pohon, sesekali Riana menlengguh ketika merasakan kejantanan Demian yang masih terbungkus celana panjang tanpa sengaja menyentuh miliknya.


Dan kedua sejoli itu melakukannya untuk kedua kalinya setelah malam itu. Demian benar-benar menanti malam itu terulang kembali. Pria itu benar-benar sudah jatuh kedalam pesona seorang Riana Polka yang memabukkan.


****


Riana menatap prihatin tubuhnya yang dipenuhi kissmark disepanjang leher, dada, perut, bahu, bahkan paha Riana. Beberapa dari mereka bahkan sudah membiru nyaris menyamai warna hitam. Dia tidak habis pikir dengan Demian yang berperilaku layaknya anak kecil tapi ketika urusan ranjang pria itu berubah menjadi singa liar yang tak terkendali.


Riana memungut kameja putih milik Demian lalu turun kebawah untuk membuat sarapan. Bau khas percintaannya dengan Demian masih menempel di tubuhnya tapi ia tak peduli, toh…ini semua ulah Demian! Bagaimana dia mau mandi jika tak punya baju ganti.


Riana mengikat cepol rambutnya asal lalu mulai berkutat dengan alat dapur milik Demian. Lebih baik Demian sarapan dirumah saja daripada dia harus repot-repot mengantar makanan pria itu ke kantornya yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.


Lagipula Riana akan memperhitungkan masalahnya dengan Kevin pagi ini, pria itu nyaris merusak hubungannya dengan Demian, jika Demian benar-benar berpisah dengannya maka Diana tak akan segan-segan untuk mengambil laki-laki itu darinya. Demian tak akan Riana lepaskan sebelum Diana si j*lang kurang ajar itu menghilang dari hidupnya dan juga keluarganya.


****


Riana membuka pintu kamar Demian, terlihat laki-laki itu masih setia memejamkan matanya. Selalu saja seperti ini, ketika Riana dekat dengannya maka beban Demian seakan sirna sehingga membuat laki-laki tertidur pulas tanpa banyak pikiran.


" Dian bangun...!! Ini sudah pagi sayang, nanti kau telat ke kantor". Riana menyingkap gorden yang menutupi cahaya matahari dikamar Demian, pria itu mengerang merasa tidurnya diganggu.

__ADS_1


" Wake up! Bayi besar!!". Ujar Riana sambil menepuk pelan pipi Demian.


Demian tak menjawab, tangan kekarnya lebih memilih melingkar di pinggang Riana, kepalanya dengan cepat berpindah ke paha Riana yang nampak sudah tidak mulus lagi karena banyaknya Kissmark disana.


.


.


.


.


TO BE CONTINUED


-


Sebelumnya Eon minta maaf krna gk upload dua eps. Sekaligus dalam satu hari. Gmna yah:(


Eon tuh akhir-akhir ini lebih fokus buka youtube pantengin video bts:'(


Klo udh ngeliat mereka rasanya gk mau berhenti><


Lagian...


Capek nulisnya jubaedah🌚


Otakku ini sudah malas berpikir🙄


Meskipun udah bisa ngebayanyin endingnya kyk gmna wkwk...


Pokoknya ikutin terus kisah Derina

__ADS_1


Insyaallah semangat nulisnya sampe end😍😂


__ADS_2