
Om-om Itu Suamiku: Bab 13
.
.
.
_Happy Reading_
-
" Rin pokoknya gue minta 1 milyar!". Rini melotot hingga hampir tersedak minumannya sendiri. " what? 1 milyar?!!". Pekiknya tak percaya.
" Iya! Lo gak tau perjuangan gue yang mati-matian batalin perjodohan ini dan sekarang dia malah minta gue ketemuan lagi! Gue gak mau seharusnya lo yang ada diposisi gue sekarang!!".
Rini menggeram tak terima, " lo lupa siapa yang nawarin diri buat bantuin gue? Lo sendiri kan?! Jadi terima resikonya!".
" iya gue tau itu gue! Makanya sekarang kasih gue uang! Gue bakal pergi jauh dari sini biar dia gak nemuin gue! Lo tau gak dia itu berbahaya!".
Rini memejamkan matanya berusaha mengerti situasi Riana sekarang, " oke gue kasih 10jt dulu sisanya nanti kalau papah gue udah pulang dari dinas".
Riana menghela nafas lega, ia harus pergi dari sini sebelum pria itu menemukannya, masa bodoh tentang kuliah. Riana bisa melanjutkan kuliahnya di kampus yang baru.
" Tapi dengan syarat…."
Riana mendongkak menghadap Rini, " apa?".
" Temuin dia sekali ini aja, setelah itu gue bakal omongin masalah ini ke orangtuanya". Rini yakin orangtua Demian akan menerima keputusan ini karena dari awal Demian memang sudah menolak dirinya bahkan sebelum dia melihat wajah Rini.
Riana menghela nafasnya, " ini yang terakhir yah!".
" iya".
****
Maka disinilah Riana berada, di restaurant tempat mereka bertemu kedua kali dan ini yang ketiga dan juga yang terakhir. Pikir Riana.
__ADS_1
Riana sedikit menarik dressnya kebawah karena dress yang dia kenakan sekarang benar-benar pendek, bahkan dijamin kalau Riana membungkuk sedikit saja maka dalamannya akan terlihat. Untung saja restaurant ini sedang tidak ramai pengunjung jadi Riana bisa lega sedikit.
Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya pria itu datang juga. Tak ada yang berbeda, ia masih memakai setelah jas kantornya hanya saja rambutnya sedikit ditata rapih. Entahlah Riana tidak peduli dia hanya ingin pertemuan ini cepat-cepat berakhir.
" sudah menunggu lama yah calon istri?". Riana mendengus kesal mendengar kata 'calon istri' yang keluar dari mulut Demian, dia benci dua kata itu sedangkan Demian hanya terkekeh geli melihat reaksinya.
" sudahlah langsung saja, kenapa kau ingin bertemu denganku?". Demian tersenyum menanggapi kata ketus Riana. Sangat berbeda ketika dia pertama kali bertemu dengan Riana yang memohon-mohon kepadanya.
" kita pesan makanan dulu yah". Demian tersenyum lembut menatap Riana, bibirnya tak henti-hentinya tersenyum sehingga lesung pipinya terus tercetak dipipi mulusnya.
Riana hanya ber 'oh' ria saja menanggapi ucapan Demian. Setelah beberapa menit kemudian baru lah Demian angkat bicara.
" Aku ingin pertunangan kita di percepat menjadi bulan depan".
Riana melotot hingga tanpa sadar sendok yang dipegangnya jatuh saking shocknya. " a-apa? Bulan depan??". Demian mengangguk membenarkan perkataan Riana.
Riana menggeleng cepat, tak setuju dengan keputusan Demian, " tidak mau! Aku tidak mau itu terlalu cepat!!". Protes Riana tak terima.
Demian terkekeh geli menatap wajah Riana yang menggemaskan. " apanya yang terlalu cepat sayang? Lebih cepat lebih baik sebelum kau hamil diluar nikah".
" apa kau lupa dimalam penuh gairah itu aku tanpa sengaja mengeluarkanya di dalam jadi kemungkinan anakku sekarang sedang tumbuh diperutmu". Demian menatap Riana dengan kepalanya bertumpu pada kedua tangannya.
Riana menggeleng cepat, " Tidak mungkin! Kita baru melakukannya sekali!".
" Dan itu selama 7 jam Rini, apa kau lupa sudah berapa banyak benih yang ku keluarkan didalam rahimmu".
Riana memejamkan matanya menahan emosi, situasi sudah tak berpihak padanya lagi, tak ada jalan lain selain lari dari semua ini. Dia sekarang terjepit!
" ok fine!". Riana mengangkat tangannya pasrah. Demian tersenyum melihat reaksi Riana yang seakan-akan sudah pasrah akan semuanya.
" Kalau sudah selesai, aku pergi dulu". Riana berdiri dari duduknya diikuti oleh Demian.
Ketika ia hendak beranjak pergi Demian mencekal tangannya membuat Riana menatapnya heran.
" Apa yang kau—". Namun belum sempat Riana menyelesaikan kalimatnya, bibirnya sudah di bungkam dengan mulut Demian yang tanpa rasa malu mencium dirinya!
Damn! Si brengse* ini! Riana berusaha berontak tapi Demian makin menghimpit tubuhnya dengan dirnya hingga nyaris tak ada jarak diantara mereka.
__ADS_1
Sungguh benar-benar ide gila Demian menciumnya didepan orang-orang. Oh ayolah…ini bukan di luar negeri ketika kau berciuman dimana saja tak akan ada yang menegur atau melarangmu tapi ini indonesia bisa saja mereka di laporkan kepada polisi karena berbuat mesum di tempat umum.
" lepashhh". Riana berusaha mendorong dada bidang Demian yang beradu dengan dadanya. Bibirnya di tutup rapat sehingga tak memberikan Demian akses untuk menjelajahi rongga mulutnya.
Sialan! Tidak disangka pria itu mengelus lembut leher Riana sehingga membuat wanita itu tanpa sadar membuka mulutnya. Tak butuh waktu lama lidah Demian sudah berhasil masuk melalui celah kecil dari bibir Riana.
Riana mencengkram kuat baju yang dipakai Demian, lelaki itu dengan kurang ajarnya bermain-main didalam mulut Riana, lidahnya berputar-putar menyentuh setiap titik dari dalam mulut wanita itu.
Suara erangan itu tanpa sadar keluar dari mulut Riana. Sialan! Dasar suara sialan.
Riana menepuk kasar dada bidang Demian ketika pria itu mulai kehilangan kendali. Lihat saja, tubuh Demian sudah condong kedepan membuat tubuh Riana terhimpit antara meja makan dan tubuh kekar itu. Kaki Riana kram karena tubuhnya hanya bertumpu pada meja makan agar tidak jatuh.
Riana menatap sekitar restaurant dan ternyata para pengunjung sudah mengambil foto mereka daritadi. Riana benar-benar dibuat geram oleh Demian.
"Aakkkhhh…!!".
Demian memekik ketika Riana mengigit kuat bibirnya. " Kenapa kau mengigitku?".
Riana mendelik kesal, " Rasakan!!". Lalu setelahnya Riana mengambil langkah seribu meninggalkan restaurant dengan perasaan malu bercampur kesal. Semoga orang-orang itu tak menyebarkan kejadian itu di internet. Kalau iya Riana akan benar-benar pergi jauh dari negara ini.
Benar-benar hari yang buruk
.
.
.
.
**TO BE CONTINUED
-
Jangan lupa Like dan komen sebanyak-banyaknya yah~~
Sayang kalian❤️**
__ADS_1