Om-om Itu Suamiku

Om-om Itu Suamiku
Titik Terang


__ADS_3

Om-om Itu Suamiku: Bab 20


.


.


.


_Happy Reading_


-


" Riana balik ke indonesia yuk!". Gita tak henti-hentinya membujuk Riana untuk kembali ke indonesia, namun Riana seakan tuli dan tak mau mendengarkan perkataan Gita. Perempuan berusia 21 tahun itu bingung harus membujuk Riana dengan cara apa lagi.


" Riana dengerin gue! Lo udah baca berita pagi ini gak?!". Riana menoleh nampak tertarik dengan ucapan Gita.


Gita mengambil ponselnya yang tergeletak di sofa lalu menunjukkannya kepada Riana.


" Lo liat! Kakak lo, Diana si ratu iblis itu kedapatan lagi ngerayu CEO NineNow Company—Demian Adiputra di sebuah club berkelas di ibukota".


Riana melotot melihat breaking news pagi ini, sialan! Dasar Diana si b*tch ternyata dia merayu Demian karena dia tau laki-laki itu kaya raya. Ini tidak bisa di biarkan bagaimanapun Diana tidak boleh mendapat dukungan dari orang manapun karena Riana memang berniat menghancurkan Diana sehancur-hancurnya seperti keluarganya yang sudah di hancurkan Diana.


Tidak bisa, apalagi Demian terlihat polos dan apa adanya, cukup yang menjadi korban adalah dirinya jangan orang lain ataupun Demian dan keluarganya.


" Gita kemasi barang-barang lo, kita pulang ke indonesia sekarang!".


" Hah? Beneran?". Gita tampak shock dengan keputusan Diana, ternyata hanya dengan hal yang berkaitan dengan Diana wanita itu cepat sekali bereaksi.


" Yaudah kalau lo gak mau, lo tinggi disini aja!".


" Eh jangan dong, Riana tunggu!!!".


****


" Kau sudah mendapat berita tentang Riana?". Demian nampak sibuk dengan laptop yang ada di depannya, kaca mata yang bertenger di hidung mancungnya menambah kesan maskulin dari pria itu.

__ADS_1


" belum boss, tapi salah satu orang suruhan kita mendapat data tentang pemesanan tiket pesawat atas nama Nona Riana Polka dan Gita Sanjaya dengan tujuan penerbangan ke Malaysia".


" Yasudah tunggu apalagi?! Kirim anak buahmu ke Malaysia dan bawa Riana dalam keadaan baik-baik saja!".


Leri tampak berkeringat dingin menatap Demian, beberapa bulan ini Demian benar-benar berubah menjadi singa galak yang salah dikit bacok, sebiasa mungkin Leri tak mau mencari masalah dengan bossnya.


Leri hendak berbalik meninggalkan ruangan bossnya sebelum ponselnya berdering membuat laki-laki itu berhenti melangkah.


" Hallo?".


"………!".


" Apa?! Kau tidak bohong kan?!!".


"…………..".


" Baiklah terus awasi dia!".


Demian tampak penasaran dengan siapa Leri saling menelpon hingga membuat laki-laki itu kaget setengah mati.


" boss!! Nona Riana ditemukan!!!".


Brakkk…


Tangan Demian bergetar, air mata sudah menggenang di pelupuk matanya, " R-riana…". Lirih Demian.


Laki-laki itu langsung berlari keluar meninggalkan seluruh pekerjaannya yang sudah menggunung demi menemui Riana. Persetan dengan penolakan Riana, dia akan menikahi perempuan itu sekarang juga agar dia tidak bisa lari lagi dari Demian.


" Dimana dia sekarang?".


" Nona Riana ada di bandara tuan, menurut orang suruhan kita, mungkin nona Riana habis melakukan penerbangan dari Malaysia ke Indonesia.


Demian mengepalkan tangannya, jadi benar Riana pergi ke Malaysia hanya untuk menghindarinya? Tapi kenapa? Setakut itukah Riana kepadanya? Demian hanya ingin bersama Riana dan menghabiskan sisa hidupnya bersama wanita itu sampai badan mereka bau balsem, duduk di kursi goyang sambil menikmati secangkir teh dan saling mengejek ketika rambut mereka sudah tidak berwarna hitam lagi.


Itu hanya impian kecil Demian, berharap wanita itu mau mengabulkannya karena Demian bukanlah pria brengsek yang mengambil keperawanan seorang perempuan tanpa bertanggung jawab.

__ADS_1


****


" Tuan sudah sampai". Demian keluar dari mobil nya lalu berlari kecil memasuki area bandara.


Setelah itu orang suruhan Demian melambaikan tangannya lalu menunjuk salah satu kursi tunggu bandara yang dimana disitu telah duduk sosok wanita cantik memakai celana jeans tengah memainkan ponselnya dengan serius.


" RIANA!!!!!". Demian berteriak sangat kuat memanggil nama wanita itu, semua orang menegok kearah Demian dengan pandangan aneh.


Seketika Riana terlonjak kaget mendengar namanya di teriaki sangat keras, bahkan ponselnya tanpa sengaja jatuh saking kagetnya, begitupin dengan Gita yang langsung menegok keasal teriakan itu.


Mata Riana membulat sedangkan Gita tersenyum mengejek.


" Ri… pangeran berjas sudah menjemputmu dengan teriakannya". Ucap Gita mengejek.


Riana hanya mampu berteriak dalam diam ketika melihat Demian memberinya kiss jauh layaknya anak kecil.


Ya lord! Ini memalukan!!! Siapapun tolong keluarkan Riana dari situasi memalukan ini!


.


.


.


.


**TO BE CONTINUED


-


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA~


THANKS.


Sayang kalian❤️**

__ADS_1


__ADS_2