Om-om Itu Suamiku

Om-om Itu Suamiku
Hampir Saja


__ADS_3

Om-om Itu Suamiku: Bab 19


.


.


.


_Happy Reading_


-


Diana berdiri tak jauh dari tempat Demian sedang minum-minum. Tangannya sekali lagi mengambil kaca lalu memeriksa pakaiannya kalau sudah cukup menarik perhatian atau belum.


Setelah berkaca cukup lama, Diana melangkah pasti mendekati Demian.


Wajah Diana terpaku pada rahang tegas dan hidung mancung milik Demian. Oh god, laki-laki ini benar-benar sempurna, wajahnya bukan main bak lukisan berjalan.


Diana tak dapat menyembunyikan tatapan memujanya dari Demian, sudah dipastikan Diana benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria berbadan atletis ini.


Diana melangkah mendekati Demian, wanita itu duduk disampingnya lalu dengan sengaja menaruh tangannya di paha keras nan berotot milik Demian.


Demian menoleh ketika merasakan seseorang menyentuhnya, laki-laki itu sudah mabuk berat sehingga tak bisa melihat dengan jelas siapa sosok di depannya.


" Riana…?".


Sial Diana mengumpat kesal, semoga saja Riana yang Demian maksud bukanlah Riana adik sialannya!


" Riana…?". Kali ini Demian menyentuh wajah Diana yang dia kira adalah Riananya.


Diana meraih tangan itu lalu menggenggamnya, " Iya ini aku…Riana". Diana berkata dengan nada selembut mungkin.

__ADS_1


" Riana…? Hiks…kenapa kau meninggalkanku?!". Demian spontak memeluk Diana dan mencurahkan seluruh isi hatinya di pelukan Diana.


Jantung Diana langsung berdetak cepat, dia belum pernah mengalami ini sebelumnya, rasanya sangat nyaman ketika dipeluk oleh Demian, wangi maskulin yang menguar di tubuh Demian membuat Diana lupa diri. Astaga pria itu lucu dan menggemaskan sekali jika sedang mabuk.


" Demian~ bagaimana kalau kita pindah ketempat yang lebih tenang, disini terlalu berisik". Demian mengangguk dan membiarkan Diana menyentuh wajah dan dada bidangnya.


Diana membantu Demian bangun lalu beranjak pergi menuju kamar khusus untuk melayani tamu VVIP dilantai tiga.


Ketika sampai dikamar Diana langsung membaringkan tubuh kekar Demian di ranjang sementara pria itu terus saja meracau memanggil nama Riana serta isakannya.


Diana membuka kameja yang dikenakan Demian pelan-pelan, ia tertegun ketika melihat dada bidang putih mulus milik Demian dengan dihiasi bulu-bulu halus membuat Diana tergugu. Oh god! Pria ini benar-benar seksi.


Diana menyentuh dada bidang itu lalu mengelusnya secara sensual membentuk pola abstrak yang membuat Demian mengerang.


" Riana…aku mencintaimu". Racau Demian sambil memeluk Diana dengan dada telanjangnya.


Diana tersenyum simpul sambil membalas pelukan Demian lalu mengusap punggung mulus itu dengan lembut, " Aku juga mencintaimu".


" Siapa kau?!". Leri berteriak marah ketika melihat bossnya sudah bertelanjang dada sedangkan wanita itu nyaris telanjang bulat.


" Keluar!!!".


Diana berdiri mematung berusaha mencerna situasi yang terjadi sekarang, " siapa kalian?!". Ucap Diana balas bertanya.


" Kubilang keluar!!l berani sekali kau menyentuh boss kami j*lang!!".


Ketika Leri hendak menarik Diana keluar, seketika sebuah tangan kekar menyentuh pundaknya. " b-boss?".


" Berani sekali kau mengusir Rianaku Leri?! Apa…apa kau sudah bosan hidup?".


Leri menggeleng lalu mengguncang tubuh Demian kuat, " Boss sadar boss! Dia bukan nona Riana! Dia cuman j*lang disini! Buka mata anda dan lihat dia bukan nona Riana!".

__ADS_1


Demian tak menghiraukan perkataan Leri, pria itu hanya berjalan kearah Diana dan menggenggam tangannya. " kau tidak apa-apa kan Riana?".


Leri dibuat geram sendiri dengan tingkah bossnya, mau tak mau Leri mengambil resiko dengan menampar wajah tampan Demian agar laki-laki itu sadar.


Demian memegang pipinya yang ditampar Leri, rasa panas dari pipinya membuat Demian mulai sadar.


Demian menggeleng-gelengkan kepalanya ketika kesadarannya mulai pulih kembali, " akhh…aku dimana?".


" Boss akhirnya anda sadar juga".


Demian tampak linglung dan memandang sekitar, " ada apa sebenarnya?".


Akhirnya Leri menceritakan semuanya tanpa kebohongan apapun, untung saja Demian menelponnya disaat laki-laki itu mulai mabuk dan ingin pulang ke apartemennya. Namun sialnya Leri terjebak macet sehingga datang sedikit terlambat dan untungnya Leri datang di timing yang pas sehingga membuat Demian bisa terhindar dari masalah besar.


Sementara Diana sudah lari terbirit-birit dengan rasa malu yang sudah sampai diubun-ubun.


.


.


.


.


**TO BE CONTINUED


-


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA YAH~


THANKS.

__ADS_1


Sayang kalian❤️**


__ADS_2