Om-om Itu Suamiku

Om-om Itu Suamiku
Karma Dibalas Karma


__ADS_3

Om-om Itu Suamiku: Bab 05


.


.


.


_Happy Reading_


-


Wajah Riana tampak berseri-seri. Bagaimana tidak, video yang baru dikirim oleh orang bayarannya tadi pagi tampak memuaskan, semua yang dilakukan Diana terekam jelas di dalam video berdurasi 12 menit itu.


Tapi dibagian akhir ketika Diana sadar dan menangis histeris dipotong Riana, karena disitu dapat dilihat dengan jelas bahwa Diana nampak kebingungan dan menderita. Karena itulah Riana memotongnya karena video itu bisa saja menjadi bukti kalau Diana tak bersalah dan Riana tak mau itu terjadi.


Riana bergegas pulang ke rumahnya, apapun resiko yang akan ia hadapi tak membuat Riana gentar untuk berhenti.


***


Riana berdiri di depan gerbang tinggi kediaman Kenedy, gadis itu menoleh kanan kiri mencari orang. " Pak Ruslan buka pintunya, ini saya Riana".


Orang yang dipanggil pak Ruslan itu buru-buru membuka gerbang untuk anak majikannya yang cukup lama belum berkunjung ke sini karena memilih untuk tinggal sendiri disebuah apartemen dekat kampusnya.


" Nona apa kabar?". Riana tersenyum tulus, " Baik pak, bapak sendiri gimana kabarnya, anak bapak udah sehat?".


" Alhamdulilah, berkat nona anak saya bisa sembuh, sekali lagi terima kasih nona".

__ADS_1


" Eyy~ gak papa kok, Riana ikhlas bantuin keluarga bapak, saya juga ikut senang karena anak bapak bisa sembuh, Riana cuman minta doa-nya aja pak". Riana berjalan menuju pintu utama diantar oleh pak Ruslan.


" sekali lagi terima kasih non, saya akan selalu mendoakan kebahagiaan nona". Riana tersenyum sebelum tubuh itu menghilang dibalik pintu berwarna emas.


****


Nuansa mewah dan berkelas menyambut indra penglihatan Riana ketika memasuki kediaman orangtuanya. Terdapat satu bingkai foto besar yang terpajang di tengah-tengah ruang tamu yang luas itu, foto keluarga mereka. William Van Kenedy (Ayah), Restiana Leiya (Ibu), Diana Magnolia Kenedy, Ariana Polka Kenedy, dan anak bungsu keluarga Kenedy, Billy Kenedy.


Riana memandang foto keluarganya lamat-lamat, tampak seperti keluarga bahagia pada umumnya. Riana merasakan sakit hati ketika menyaksikan kakaknya yang terkenal polos dan baik hati itu harus terjebak di dunia hitam. Salah pergaulan adalah salah satu faktornya, ketika Diana lebih memilih bergaul dengan teman yang bukannya membawanya ke hal-hal yang lebih baik malah mengajak Diana bersenang-senang dan mengenalkan dunia yang sama sekali tak cocok dengan sifat polos Diana sehingga membuat wanita itu penasaran dan semakin tertarik untuk mencobanya.


Tanpa sadar mata Riana berkaca-kaca, ia tak menyangka jika keluarganya yang bahagia seketika hancur ketika melihat Diana tiap hari clubbing dan pulang dalam keadaan mabuk, orangtuanya sering bertengkar. Billy yang masih SMP memilih sekolah diluar negeri meninggalkan tempat kelahirannya dan belum juga kembali. Riana yang saat itu masih SMA kelas 12 yang seharusnya fokus dengan ujian kelulusannya tambah stress dan tertekan ketika menyaksikan orangtuanya bertengkar di depan mata kepalanya sendiri.


Sungguh, masa-masa itu yang paling terburuk semasa hidupnya, hanya karena satu orang, Diana! Satu kesalahan wanita itu mampu membuat kebahagian keluarga mereka sirna.


" Ana?". Riana menoleh ketika mendengar suara lembut yang familiar di telinganya. " Mamah…" lirihnya tak kuasa menahan air mata.


" Ana rindu mamah".


" Mamah juga sayang, kenapa baru datang sekarang? Mamah mohon jangan seperti adikmu dan kakakmu, hanya kau harapan kami saat ini, Ana".


Riana mengangguk, " Ana janji mah bakal bawa Billy pulang kembali ke indonesia. Dan untuk kak Diana, kita tetap bisa hidup bahagia tanpa dia mah".


Mamah melepaskan pelukannya dari Riana, " Apa maksudmu—".


" Pah! Itu Riana pah, dia yang udah jebak Diana tidur sama om-om jorok".


Riana mendongkak menatap Diana dan papahnya yang berdiri diatas tangga.

__ADS_1


Sial! Ternyata perempuan itu mengaduh duluan kepada papahnya.


Papah turun dari tangga dengan tergesa-gesa, Riana tau papahnya itu sekarang sedang marah tapi ia tak perduli hanya ini cara satu-satunya untuk menghancurkan Diana si b*tch.


Plakkk...


Satu tamparan langsung mendarat dipipi mulus Riana ketika papahnya tepat berada dihadapannya. " Pah…" lirih Riana memegang pipinya.


" Anak kurang ajar! Apa papah pernah mengajarkanmu hal seperti itu Riana?! Kenapa kau tega sekali menjebak kakakmu seperti itu?!".


" William! Dengarkan dulu penjelasan Riana, jangan langsung menamparnya seperti itu!". Mamah memeluk Riana yang terdiam karena shock. Baru kali ini papahnya menamparnya hanya karena wanita sialan itu.


" Mamah tapi dia udah jebak Diana tidur sama om-om mah! Dia pura-pura ngajak Diana makan bareng tapi dia naruh obat perangsang diminuman yang Diana minum!".


" Lalu apa kabar denganmu? Apa kau juga tidak menaruh obat perangsang di minumanku?!".


Semua orang terdiam menatap kedua saudara itu bergantian, sebenarnya apa yang sedang terjadi?


.


.


.


.


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2