
Sepulang kerja seharian dikantor, Axel memaksa Aurel untuk menunggunya menyelesaikan pekerjaan karena ingin ke apartemen milik wanita yang telah melahirkan anak-anaknya, sekaligus rasa rindu pada kedua anaknya yang sangat menggemaskan.
Aurelpun dengan sabar menunggu dan sambil mengotak atik komputer yang ada dimejanya walaupun pekerjaannya sudah kelar semua.
"Saya sudah selesai"ucap Axel dengan santainya yang membuat Aurel segera mematikan komputernya dan bergegas berdiri berjalan dibelakang Axel, layaknya atasan dan bawahannya.
Setelah sampai parkiran Axel dengan santai membukakan pintu mobil untuk Aurel, membuat wanita itu cukup terkejut dan langsung masuk ke dalam pria yang termasuk dingin padanya itu.
"Aydin dan Alev suka makan apa? biar saya pesankan"ucap Axel memecahkan keheningan dalam mobil.
"Tidak perlu merepotkan, lagipula jarak apartemen saya dengan perusahaan sangat dekat. Langsung pulang saja, saya ingin ketemu anak-anak"ucap Aurel dengan santainya.
"Tidak merepotkan untuk anak-anakku"ucap Axel yang segera memasukkan mobilnya ke dalam restoran cepat saji dan memesan 2 box pizza untuk kedua anak-anaknya.
Tidak butuh waktu lama, pesanannyapun sudah jadi membuat Axel segera melesatkan mobilnya ke basemant mobil apartemen Aurel.
Aurelpun masih cuek dan keluar dari mobil Axel terlebih dahulu serta berjalan dengan santai, membuat pria itu segera menyama ratakan langkah kakinya menuju lift.
Sesampainya di pintu, Alev langsung tersenyum dan memeluk Axel dengan sangat amat manja.
"Daddy!"teriak Alev yang langsung masuk kedalam dekapan Axel.
Axel bahagia melihat putri kecilnya begitu semangat melihat kedatangannya namun berbeda dengan putranya yang sedang asik bermain game bersama laki-laki dewasa.
"Mommy sudah pulang"ucap Aydin yang tersenyum saat melihat kehadiran sang ibu dan segera berdiri, menghampiri Aurel dan mencium kedua pipi Aurel.
"Daddy tidak dicium juga?"ucap Axel yang menyadarkan putranya sekaligus penuh penekanan dengan adanya sosok laki-laki diapartemen Aurel.
"Tidak mau"ketus Aydin.
"Padahal Daddy bawakan kalian pizza untuk dimakan loh!"ucap Axel yang menyodorkan pizza didepan Aydin.
__ADS_1
"Baiklah"ucap Aydin yang segera mencium kedua pipi milik ayahnya dengan pasrah.
"Kakak kok baru pulang kerja?"tanya pria itu pada Aurel.
"Satya jangan mulai deh, kakak memang kerja buat menghidupkan 2 bayi lucu ini"ucap Aurel.
"Ini Tuan Axel yang sudah bertu.."ucap Satya yang segera dibekap mulutnya dengan tangan Aurel karena tidak ingin kedua anaknya mendengar hal yang menyakitkan itu.
"Kenapa Mommy menutup mulut rapat om Satya?"tanya Aydin.
"Karena om kamu ini kalau bicara suka aneh, lebih baik makan pizza yuk"ucap Aurel mengalihkan pembicaraan.
Satya yang paham situasi kakaknya pun tidak berkata apapun lagi ataupun bertanya, karena dia tahu betul pilihan kakaknya selalu yang terbaik untuk dirinya dan kedua anaknya.
"Iyaa mommy mau"ucap Alev yang begitu bersemangat dengan makanan.
Alev memakan pizza dengan tenang, sedangkan Aydin dan Satya saling gantian suap-suapan dengan pizza ditangan mereka berdua, membuat Axel begitu iri melihat kedekatan mereka berdua.
"Satya bagaimana mengurus mereka berdua? apa merepotkanmu?"tanya Aurel yang tidak enak hati selalu merepotkan adik satu-satunya itu yang baru saja pulang dari dinas diluar negeri.
"Kamu itu selalu saja memanjakan mereka berdua"ketus Aurel pada adiknya.
"Tidak apa-apa mommy, lagipula sudah terbiasa kami dimanjakan oleh om Satya tanpa sosok Daddy disamping kita"ucap Aydin dengan polosnya dan santainya.
Axel yang mendengar penuturan kalimat dari putra kecilnya itupun merasa tidak berguna sebagai seorang ayah yang tidak bisa tau tumbuh dan kembang putra putrinya.
"Tapi sekarang Aydin dan Alev sudah punya Daddy, Daddy bisa memberikan apapun untuk kalian"ucap Axel dengan senyumnya.
"Tidak, Daddy sangat sibuk, tadi saja Daddy pulang dengan mommy jam 9 malam"protes Aydin pada ayahnya.
"Aydin selesai makannya mommy, Aydin ngantuk"ucap Aydin yang segera turun dari kursi makan dan berjalan memasuki kamar.
__ADS_1
"Kak, aku temani Aydin dulu ya"ucap Satya yang hendak beranjak dari duduknya.
"Tidak perlu, biar saya saja"ucap Axel, yang membuat Aurel menganggukkan kepalanya untuk memberitahukan Satya bahwa tidak apa-apa.
"Alev, Daddy tinggal ke kamar dulu ya"ucap Axel yang mengusap pucuk kepala putrinya yang sedang fokus pada makanan dan langsung berjalan memasuki kamar yang cukup sederhana.
"Apa Aydin sudah tidur?"tanya Axel yang membuat Aydin merebahkan tubuhnya ke kasur.
Axel yang tau bahwa putranya sedang pura-pura tertidur pun langsung berjalan menatap wajah kecil milik Aydin yang sangat mirip dengannya dan mencium pipi kanan milik putranya itu.
"Daddy sayang banget sama Aydin dan Alev, maafin Daddy belum bisa jadi ayah yang terbaik untuk kalian, maafin Daddy tidak bisa melihat kalian dilahirkan, maafin Daddy nak, tapi Daddy sangat sayang pada Aydin dan Alev. Daddy bersyukur punya anak-anak yang cantik dan tampan, sehat dan juga pintar, selamat tidur ya tampan"ucap Axel yang langsung mencium pipi kanan milik putranya kembali.
Aydin yang tersentuh pun membuka matanya dan memeluk leher tegas milik ayahnya.
"Aydin juga sayang Daddy"ucap Aydin.
Aydin yang saat itu sedang manjapun tertidur dipelukan ayahnya dengan sangat pulas, dan Axelpun mengulas senyumnya saat melihat putranya benar-benar seperti cetakan dirinya sendiri, bukan hanya wajah tapi juga sikap.
Melihat Aydin yang tertidur pulas dalam pelukannya dengan tenang membuat kebahagiaan dihatinya tersendiri dan ketenangan batin yang begitu mendalam.
Aurel yang bingung dengan Axel yang tidak keluar dari kamar sama sekalipun akhirnya masuk dan melihat bosnya dan anaknya sudah tertidur pulas dengan begitu tenang.
"Kak bagaimana?"tanya Satya yang bingung dengan kondisi kakaknya saat ini.
"Bagaimana apanya? Biarkan saja dia tertidur disini, paling nanti Alev tidur bersama mereka, aku bisa tidur disofa"ucap Aurel dengan santainya.
"Baiklah kalau seperti itu, aku pulang ya kak karena sudah terlalu malam"ucap Satya.
"Iya hati-hati dijalan dan terima kasih sudah jaga keponakanmu ya"ucap Aurel pada adiknya.
"Tidak gratis, aku minta carikan aku pacar, capek aku jomblo terus"keluh Satya.
__ADS_1
"Baiklah, tenang saja. nanti aku carikan"ucap Aurel yang menahan tawanya karena takut mengganggu kedua laki-laki yang sedang tertidur pulas dikamar.
"Om pulang dulu ya cantik"ucap Satya yang langsung mencium pipi Alev yang gembul dan langsung keluar dari pintu apartemen milik kakaknya.