ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Datangnya Axel


__ADS_3

Ting..Tong..


Bel apartemen Aurel berbunyi cukup kencang dan beberapa kali berbunyi, membuat Aurel kesal setengah mati karena sangat berisik dan juga mengganggu waktunya dipagi hari yang sedang membujuk putri kecilnya untuk makan.


Dengan terpaksa Aurel harus mengangkat tubuhnya turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar dan membukakan pintu apartemen dengan sangat jengkel dan kesal jika orang itu adalah Satya.


Namun, orang yang datang justru adalah laki-laki yang sama sekali tidak diharapkannya untuk datang berkunjung ke apartemen kecil miliknya yaitu Axel Putra Cullen.


"Mommy kenapa lama sekali sih?"ucap Aydin yang muncul dari belakang tubuh Aurel dan terkejut melihat laki-laki yang datang ke apartemennya.


"Daddy!"ucap Aydin terkejut melihat laki-laki dewasa yang memiliki wajah hampir mirip dengannya 90% dari atas hingga bawah.


Alev yang mendengar penuturan kakaknyapun segera berlari keluar dari kamarnya dan melihat sosok laki-laki dewasa berdiri didepan pintu apartemen mereka.


"Daddy! Akhirnya Daddy pulang juga!"teriak Alev yang segera merentangkan tangannya meminta sambutan hangat dengan pelukan dari Axel yang sangat terkejut dengan kedatangan 2 bocah yang mirip sekali dengannya.


Hingga akhirnya Axel lebih memilih memeluk tubuh bocah perempuan yang sangat cantik dan menggemaskan itu dan menggendongnya.


"Sayang, turun yuk. Kasian omnya yang baru dateng ke apartemen kita"ucap Aurel yang berpura-pura untuk menutupi jati diri kedua anaknya yang tidak ingin direbut oleh Axel.


"Mommy jangan bohongin aku, dalam sekali lihat juga aku tau ini Daddyku!"ucap Alev. "Ayo Daddy, kita masuk ke dalam"ucapnya yang membuat Axel melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen yang berukuran kecil namun sangat muat untuk menampung mereka dan juga bersih.


Sebenarnya saat dirapat tadi, hati Axel gelisah saat mengetahui Aurel tidak masuk karena sakit. Dia sangat ingin bertemu dan mengunjungi sekretarisnya hingga harus membatalkan pertemuan penting dihari ini dan tanpa pikir panjang datang ke apartemen terdekat dari kantornya untuk menjenguk Aurel.


Namun saat tiba, Axel dikejutkan dengan 2 bocah lucu dan imut yang sangat persis dengan wajahnya saat masih kecil tinggal diapartemen kecil itu.


"Daddy, aku mau disuapin Daddy!"pinta Alev yang sangat manja dengan laki-laki yang sudah duduk diruang tamu sederhana itu.

__ADS_1


"Sama Mommy aja ya"ucap Aurel yang membawa semangkuk bubur ditangannya.


"Ga mau"ucap Alev yang membuat Axel mengambil mangkuk itu dari tangan Aurel begitu saja.


"Yaudah sini makan yang banyak putri cantiknya Daddy"ucap Axel yang tersenyum pada putri kecilnya.


Axel menyuapi Alev dengan perlahan ke mulut kecil milik putrinya dengan tubuh putrinya yang duduk dalam pangkuannya dan menerima setiap suapan bubur.


Sedangkan Aydin hanya melihat sosok Daddy yang selama ini dia juga inginkan, namun entah kenapa dirinya tidak bisa langsung akrab dengan ayah kandungnya secara langsung dan lebih memilih duduk disamping laki-laki itu dengan ponsel ditangannya memainkan game kesukaan miliknya.


Game, lagi-lagi game yang membuat putranya terlihat cuek dan lebih asik dengan mainan yang berada diponsel milik bocah kecil itu yang membuat Aurel jengah.


"Aydin, Mommy sudah katakan berapa kali mengatakan, stop bermain game! Kamu lebih baik belajar, karena akan masuk sekolah"omel Aurel sambil memijat pelipisnya karena melihat Aydin yang langsung meletakkan ponsel itu di atas meja.


"Aku sudah bisa membaca Mom, bahkan aku sangat cerdas diantara anak seusia aku"ucap Aydin menatap wajah ibunya dengan datar.


Aydin lebih memilih turun dari sofa yang kink dia duduki dengan santai.


"Ke kamar, mau belajar"ucap Aydin yang berjalan dengan santainya masuk ke dalam kamarnya dengan wajah datarnya, tanpa memperdulikan Axel yang sejak tadi memperhatikan Aurel dan bocah kecil laki-laki itu.


"Dad, kenapa melihat kak Aydin?"tanya Alev yang membuat Axel tersadar bahwa dia sejak tadi memperhatikan sikap bocah laki-laki yang memasang wajah datar persis sepertinya yang sedang kesal jika diganggu karena sibuk.


"Gapapa, Kamu sudah lama tinggal disini?"tanya Axel yang ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya dari putri kecilnya yang sedang didalam pangkuannya.


"Belum, kita baru pindah beberapa bulan lalu"ucap Alev, "Kenapa Daddy tidak menjemputku, Kak Aydin dan Mommy saat dibandara?"tanyanya dengan polos yang tidak mengerti situasi antara Aurel dan Axel.


"Tentu saja Daddy sibuk"ceplos Aurel menyela ucapan Axel.

__ADS_1


"Aku tanya Daddy, bukan Mommy"ucap Alev dengan wajah datar yang hampir sebelas dua belas dengan wajah Aydin dan Axel yang membuatnya sebal.


"Baiklah, karena Alev ingin dengan Daddy, Mommy ke kamar dulu lihat kak Aydin"ucap Aurel yang kabur dari tatapan wajah milik Axel.


Ngga berasa seharian Axel menemani putri kecilnya, Alev untuk bermain dan juga mengobrol dengan putranya yang menjawab pertanyaannya dengan seadanya dan masih dingin padanya.


Hari sudah semakin malam, kini mereka makan malam bersama dengan Aurel yang canggung dengan tatapan Axel yang seperti orang mengulitinya hidup-hidup, sedangkan Aydin makan dengan tenang dan Alev makan dengan Axel yang menyuapinya.


"Alev, kamu sudah besar bisa makan sendiri, jadi makanlah sendiri. Daddymu juga mau makan"ucap Aurel yang membuat Alev menundukkan wajahnya.


"Tapi mom.."ucap Alev yang masih sangat ingin diperhatikan oleh Axel, yang sudah sangat lama dia inginkan kasih sayang dari sang Ayah dan berkumpul layaknya keluarga.


"Kalau kamu begitu Mommy ga akan memperbolehkan Daddymu kemari lagi"ancam Aurel.


"Baiklah, Alev bisa makan sendiri"ucap Alev yang mengambil sendoknya dari tangan Axel dan mengambil nasi dipiringnya yang sudah terdapat nasi dan lauk pauk.


Mereka makan malam dengan begitu tenang layaknya keluarga kecil yang sempurna, membuat Aydin juga merasakan senang bisa berkumpul layaknya keluarga seperti anak seusianya, namun bocah laki-laki itu lebih memilih untuk tidak mengekspresikan kebahagiaannya bertemu dengan sang Ayah.


Hari semakin larut, Axel menggendong Alev ke tempat tidur yang berukuran King Size, dan juga Aydin yang ikut merebahkan tubuhnya didalam kasur.


"Daddy mau kemana?"tanya Alev yang memegang lengan kekar milik Axel, agar sang ayah tidak pergi kemana-mana lagi.


"Sudah larut, Daddy harus pulang sayang"ucap Aurel dengan lembut pada putri kecilnya yang sejak tadi menempel pada Axel seperti prangko.


"Tidak boleh, Daddy tinggal disini aja sama Alev ya! Jagain Alev! Alev masih sakit, Dad!"rengek Alev yang membuat Aurel tidak bisa berkutik dengan rengekan putrinya yang selalu ingin dituruti.


"Ga bisa sayang, Daddy besok sibuk dikantor"ucap Aurel.

__ADS_1


"Daddy! Daddy!"rengek Alev yang meminta jawaban dari Axel yang diam.


"Baiklah Daddy akan menginap disini"ucap Axel membuat Aurel terdiam.


__ADS_2