
Pagi begitu cepat, kini Rendy sedang sibuk dengan mengendarai mobil milik Axel, sambil sesekali melirik ke sahabat sekaligus bosnya itu. Dia bingung ingin berbicara darimana awalnya tentang Aurel.
Sebab kini mata Axel hanya sibuk dengan ipad digenggaman tangannya sambil sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Xel, hari ini Aurel ijin ga masuk kerja" ucap Rendy pelan namun dapat didengar oleh Axel.
"Kita ke apartemen dia sekarang, ga ada alasan untuk ga masuk kerja, gua gaji dia untuk kerja, bukan untuk males-malesan"ucap Axel datar.
"Di apartemen juga ga ada, dia lagi dirumah sakit" ucap Rendy.
"Dia sakit?" ucap Axel dengan guratan wajah khawatir
"Bukan, tapi kembar"
"Sekarang jalan ke rumah sakitnya, meeting hari ini cancel semua" ucap Axel.
Dengan patuhnya Rendy mengemudikan mobil milik Axel ke rumah sakit, tempat dimana kembar dirawat dirumah sakit.
...****************...
Di rumah sakit saat ini kembar sedang tidak ingin makan dan hanya menangis terus menerus.
"Anak mommy yang cantik dan tampan makan dong, nanti mommy minta om satya untuk temani kita bermain ke taman bermain sambil makan gulali kalo sudah sembuh" bujuk Aurel agar kedua buah hatinya mau makan.
Brak!
suara pintu terbuka, menampilkan wajah khawatir dengan dahi yang cukup berkeringat karena laki-laki itu berlari mencari kamar kedua anaknya.
Axel berjalan masuk, membuat kedua anak Aurel menjadi diam seperti batu tanpa ekspresi sama sekali.
"Kalian sakit apa?" tanya Axel yang mau menyentuh dahi putranya namun ditepis oleh tangan mungil milik Aydin.
"Mommy suruh dia keluar, aku tidak ingin melihatnya" ucap Aydin dengan datar.
"aku juga" ucap Alev.
"Aurel, bagaimana bisa kamu menjaga kedua anakku hingga sakit seperti ini? ibu yang tidak becus merawat anak-anaknya!" cecar Axel menyalahkan Aurel yang tidak bisa merawat kedua anaknya.
"Om diam, jangan mengomeli mommy ku" ucap Aydin membela mommynya.
"Om?" ucap Axel yang terkejut mendengar putranya memanggilnya seperti orang asing.
__ADS_1
"Iya om, lebih baik om pulang, kan om akan menikah dengan tante jahat itu" ucap Alev
"Kalian anakku, panggil Daddy bukan om!" tegas Axel
"Tapi kamu tidak menikah dengan mommy, jadi sudah seharusnya kita panggil kamu om" tegas Aydin yang benar-benar jiplakan Axel sekali dari wajah serta watak.
"Kak ada apa?" tanya satya yang baru datang.
"Kamu jaga kembar sebentar ya, kakak mau bicara sama tuan Axel diluar" ucap Aurel yang diberi anggukan oleh adiknya.
"Aku cuma mau bilang, kita gapapa ga punya Daddy karena dari awal yang kita punya hanya mommy" tegas Aydin yang membuat Axel kesal mendengar penuturan kata dari putranya.
"Aydin, Alev jangan lupa dimakan makanannya, mommy keluar sebentar" ucap Aurel tersenyum ke kedua anak kembarnya, sambil menarik lengan jas milik Axel untuk mengikutinya keluar dari kamar.
Axel mengikuti langkah kaki Aurel hingga mereka sampai dikantin.
Axel hanya terdiam melihat Aurel memilih beberapa jenis makanan dan minuman untuk mereka berdua.
"Lebih baik anda kembali ke kantor karena seingat saya anda banyak jadwal meeting hari ini" ucap Aurel dengan santainya, meskipun hatinya rasanya nano nano mendengar pria yang duduk dihadapannya sekaligus ayah dari anak-anaknya sudah resmi bertunangan dengan wanita lain.
"Sudah saya cancel semua hari ini" ucap Axel. "Kenapa kembar bisa sakit?" tanyanya.
"Mereka akan mengerti? Aurel, mereka hanya akan menanggapmu mommy nya sedangkan tadi putra dan putriku memanggilku dengan sebutan om?" kesal Axel.
"Gapapa mereka memanggil mu om, toh anda akan menikah dan istrimu pasti akan melahirkan anak yang lucu yang bisa memanggilmu dengan Daddy" ucap Aurel dengan santai.
"Aku mau mereka memanggilku Daddy bukan anak yang lain" tegas Axel
Aurel menghembuskan nafasnya dengan panjang, dia capek dan lelah karena harus menjaga kembar semalaman, dan sekarang harus berdebat dengan Axel.
"Sayang, kamu kok ada dirumah sakit?" ucap Celine dengan santainya berjalan menuju Axel yang sedang duduk bersama Aurel dikantin rumah sakit. "Sama dia?" ucapnya sambil menunjuk Aurel.
"Iya nona, kedua anak saya sedang sakit. Pak Axel kesini untuk minta dokumen rapat hari ini, karena saya tidak bisa masuk kerja" ucap Aurel yang langsung berdiri dan berbicara seramah mungkin.
"Oh. memang suamimu kemana? tidak menemanimu dan anakmu yang sedang sakit? hingga harus tunangan saya yang kesini?!" ucap Celine dengan sinis.
"Suami saya meninggal ditabrak truk sapi nona" ucap Aurel dengan santai. "Saya permisi dulu ya pak Axel, Nona Celine"
Aurel berjalan dengan santainya keluar dari pasangan yang menyebalkan itu dengan membawa beberapa cemilan dan makanan untuk dirinya dan Satya.
Sedangkan Axel kesal karena dianggap telah meninggal tertabrak truk sapi oleh Aurel dan harus ditempeli terus menerus oleh Celine.
__ADS_1
...****************...
Di dalam mobil, terdapat Axel, Celine dan Rendy yang mengemudikan mobil.
"Sayang, aku abis konsultasi ke dokter tentang anak dan juga abis cek kesehatan aku, jadi kita bisa cepat menikah dan mempunyai anak" ucap Celine dengan raut bahagia menuturkan semua impian masa depannya bersama Axel.
"Celine, aku tidak mencintaimu, carilah laki-laki yang bisa mencintaimu lebih tulus, aku hanya menganggapmu adik" ucap Axel lembut.
"Kak, tolong jangan katakan itu, belajarlah mencintaiku, buka hatimu sedikit untuk aku, aku ga mau dianggap adik olehmu!" kesal Celine.
Saat mobil sudah tiba di basement perusahaan Cullen, Axel dan Rendy segera menaiki lift untuk menuju ke ruang rapat internal. Sedangkan Celine memilih ke toilet wanita perusahaan.
Celine menangis meratapi nasibnya yang capek dengan penolakan yang dia terima dari Axel, Axel tidak bisa mencintainya. Setelah puas menangis, Celine memilih untuk berjalan menuju kantin perusahaan calon suaminya sambil memainkan ponselnya.
"Celine belum pulang?"
Wajah wanita itu yang sedang menunduk karena asik bermain ponselnya, langsung terangkat melihat orang yang memanggil namanya.
"Iya Ren, udah selesai rapatnya?" tanya Celine
"Sudah, mau ketemu Axel diruangannya?" tanya Rendy.
Celine hanya mampu menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Rendy.
"Aku setiap masuk ke ruangannya akan berakhir diusir" ucap Celine yang membuat Rendy tertawa geli. "ish menyebalkan" ketusnya.
"Yaudah, gue temenin beli eskrim deh, sekaligus gue traktir, kasian gue liat muka lu abis nangis gini jelek kaya jemuran rumah" ledek Rendy.
"Oke, gue beli yang banyak biar duit lu abis" ucap Celine dengan tawanya.
"Jangan diabisin dong, kan gue juga pengen cepet nikah" ucap Rendy asal.
Deg.
Seketika entah kenapa hati Celine jadi tidak karuan.
"Emang lu udah mau nikah? sama siapa? kok gue ga dikenalin sama cewek lu?" cerca Celine dengan banyak pertanyaan pada Teman semasa sekolah SMAnya.
"Belum ada sih, kali aja gitu besok gue ketemu cewek yang cocok jadi istri gue" ucap Rendy dengan santai.
__ADS_1