ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Lepaskan aku


__ADS_3

Matahari sudah mulai bersinar, membuat Axel membuka matanya dengan malas dan segera berjalan keluar untuk membasahi tenggorokannya yang kering dengan air putih.


namun dirinya justru melihat pemandangan dipagi hari yang dimana aurel sedang sibuk didapur dengan beberapa sayuran yang dipotongnya dengan begitu telaten.


"Ehem"ucap Axel yang membuat Aurel tersadar bahwa pria itu sudah bangun dan sedang minum segelas air putih.


"Pagi pak, bagaimana Aydin dan Alev apa merepotkan anda?"tanya Aurel dengan formal seperti dikantor.


"Tidak merepotkan, mereka anak-anakku jadi tidak merepotkanku dan jangan panggil aku pak disini, kita sedang tidak dikantor"ucap Axel yang sama sekali tidak dipedulikan dengan Aurel yang masih sibuk dengan beberapa jenis makanan.


"Mommy aku haus"ucap Aydin yang datang ke dapur sambil mengucek-ucek matanya karena masih mengantuk.


Dengan begitu sigap, Axel segera menuangkan air putih biasa digelas yang kosong untuk putranya dan memberikan ke Aydin.


"Ini minumlah"ucap Axel yang membuat Aydin langsung meminum air putih tersebut sambil berjalan ke ruang tv.


"Sayang"ucap Aurel yang sedang sibuk membuat sup dan tidak tau bahwa Aydin sudah tidak ada didapur.


"Iyaa, ada apa sayang?"ucap Axel yang dengan sengaja dan jail segera memeluk tubuh Aurel dari belakang ingin tau reaksi wanita itu.


Aurel yang sedang masak sup, sontak terkejut dengan tangan kekar yang melingkar di pinggangnya yang ramping.


"Tuan Axel lepaskan saya"ucap Aurel yang meminta dilepaskan tapi tidak dilepaskan.


Axel yang awalnya ingin menjahili perempuan yang sudah melahirkan kedua anaknya itupun menjadi terlena dengan wangi yang begitu harum keluar dari tubuh Aurel yang membuatnya begitu candu.


"lepaskan saya tuan Axel"tegas Aurel yang tidak suka dipeluk sembarang orang apalagi oleh laki-laki yang sudah memiliki calon tunangan.


Lagi dan lagi Axel seperti pura-pura tidak mendengar apapun, bahkan Axel semakin memeluk tubuh Aurel dengan sangat kuat.


"Lepaskan aku atau akan aku bawa kedua anak-anakku pergi ke luar negeri tanpa dirimu"ketus Aurel yang membuat Axel kesal dan jengkel, segera pria itu melepaskan pelukan itu dan berjalan keluar dapur.

__ADS_1


ancaman Aurel ternyata cukup ampuh untuk Axel bisa menjaga jarak darinya, karena dia tidak ingin disebut sebagai pelakor atau apapun itu sebutannya.


Berbeda dengan Axel yang hari ini libur dari kantor justru menghilangkan kepenatannya dari pekerjaan dan juga sikap Aurel yang susah didekati dengan bermain game dengan putranya Aydin.


"Ayoo Aydin dan tuan Axel kita sarapan"ucap Aurel yang sudah menyiapkan beberapa jenis makanan yang tertata rapih diatas meja makanan dengan Alev yang sedang meminum susunya seperti tidak ingin diganggu.


"Mommy kenapa memanggil Daddy dengan tuan?"tanya Aydin saat dimeja makan.


"Karena mommy itu bawahan Daddy kalian"ucap Aurel seadanya.


"Berarti Daddy itu bos ya diperusahaan"ucap Alev yang begitu bahagia mendengar penuturan mommy nya.


"Iyaa sayang, kenapa?"tanya Daddy.


"Berarti mommy ga perlu capek-capek kerja, sudah ada Daddy yang akan menghidupkan kita, mommy bisa dirumah sama kita, terus Daddy pulang kerja bisa disambut mommy setiap hari"ucap Alev dengan bahagia.


"Tidak bisa"ucap Aurel dengan spontan.


"Kenapa tidak bisa?"tanya Alev yang kecewa.


"Yaudah menikah aja, biar kita sama-sama kaya gini terus"ucap Alev yang tetap ingin keluarga utuh seperti saat ini.


"Tidak bisa, karena Daddy sama mommy sudah tidak saling mencintai"ucap Aurel dengan cepat berkilah.


"Kalian habiskan makanannya, mommy sudah selesai dna mau bereskan kamar dulu"ucap Aurel yang terbawa emosi dengan sikap putri kecil satu-satunya itu dipagi hari.


Axel segera masuk ke kamar setelah sarapan dan melihat Aurel sedang sibuk membereskan kamar milik mereka.


"Aurel, saya ingin berbicara"ucap Axel yang tau saat ini Aurel sedang kesal dengan ucapan putri mereka, tapi sikap Aurel itu sungguh sangat keterlaluan.


"Bicaralah"ucap Aurel dengan santainya.

__ADS_1


"Kamu sudah cukup keterlaluan dengan Alev, dia hanya anak kecil tidak perlu sampai harus berdebat seperti itu"ucap Axel begitu dingin pada Aurel.


"Lalu tuan Axel ingin saya berbicara apa kepada mereka? saya juga manusia dan tau bagaimana caranya membesarkan dan mendidik mereka"ucap Aurel.


"Alev itu putriku, apa kamu perlu bersikap begitu pada putri kandungmu sendiri? saya ingin membawa mereka ke tempat bermain, sebaiknya kamu dirumah saja"ucap Axel dengan ketus dan keluar dari kamar.


Dan benar saja, Axel membawa kedua anaknya entah pergi kemana meninggalkan dirinya sendiri dirumah.


Disatu sisi Axel tidak tau bagaimana cara berpikir Aurel pada anak-anaknya, membuat Axel kesal dengan perlakuan Aurel pada Alev.


"Daddy"panggil Aydin yang membuat Axel tersenyum melihat putranya.


"Ada apa jagoan Daddy?"tanya Axel dengan senyum manis diwajahnya.


"Apa benar yang dikatakan mommy, bahwa kalian tidak saling mencintai?"tanya Aydin yang membuat hati Axel berdesir hebat sekaligus tertegun dengan pertanyaan seperti itu.


"kenapa Aydin bertanya seperti itu?"tanya Axel yang bingung untuk memberikan jawaban yang pas untuk putranya.


"Karena aku tidak ingin mommy yang lain selain mommy Aurel, karena dari kecil aku dan Adik selalu dengan mommy, dia menjaga dan merawatku"ucap Aydin.


"Tapi Daddy juga bisa menjaga dan merawat kalian"ucap Axel yang dibalas gelengan kepala oleh Aydin.


"Daddy bisa mendapatkan istri yang lebih baik dari mommy, dan bisa juga mendapatkan anak yang lebih cerdas dari aku dan juga Alev. tapi mommy hanya punya aku dan Alev"ucap Aydin, sontak membuat Axel memeluk tubuh bocah laki-laki kecil yang duduk disebelahnya dengan sangat erat.


Entahlah melihat kedua buah hatinya membuat perasaan dan sikap Axel begitu tenang dan tidak tega untuk melepaskan mereka kembali, apalagi harus jauh dari mereka itu sangatlah sulit untuk dibayangkan oleh Axel.


Sepulang dari Playground, Axel mengendarai mobil kembali ke apartemen milik Aurel yang disana sangat sepi namun tempat itu sudah sangat rapih dan bersih setelah ditinggalkan begitu saja tadi pagi.


"Mommy kemana nak?"tanya Axel yang mencari-cari disetiap sudut ruangan apartemen kecil itu tidak sama sekali melihat sosok wanita itu.


"Sedang pergi mencari Daddy baru mungkin buat kita"ucap Aydin dengan santainya yang membuat Axel merasa jengkel didalam hati dengan wanita itu yang tidak sama sekali memberikannya kabar dan menghilang begitu saja.

__ADS_1


"Alev kamu tau dimana mommy?"tanya Axel pada putri kecilnya.


"Tidak tau, mungkin ada benarnya yang dikatakan Aydin"ucap Alev dengan polosnya membuat sekujur darah Axel mendidih mendengar itu.


__ADS_2