ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Pertemuan dengan Alex


__ADS_3

Aurelpun kembali melakukan aktivitasnya pergi ke kantor dan sudah banyak sekali dokumen yang harus diurusnya selama dia tidak masuk ke kantor, serta banyak juga jadwal rapat yang di cancel oleh Axel selama dia tidak masuk.


"Aaahhhh"lenguh Aurel sambil menopang kepalanya ditangan kanannya.


"Sangat banyak yaa, sampai pusing gitu calon ibu CEO kita"ucap Rendy yang berjalan ke arah meja Aurel untuk mengambil beberapa dokumen.


"Eh pak Rendy? Pagi pak, perlu dokumen apa?"ucap Aurel yang langsung membetulkan posisi duduknya dan tersenyum kecil pada laki-laki itu.


"Tidak perlu terlalu formal dengan saya kok, calon ibu CEO kita ini"goda Rendy pada Aurel.


"Jangan seperti itu, bos kita udah punya calon tunangannya, takut saya nanti digigit sama tunangannya"ucap Aurel diselingi dengan tawa.


"Ohh iyaa saya butuh jadwal rapat bos kita untuk seminggu ini, sudah dirapihkan?"tanya Rendy.


"Sudah pak, saya sudah kirim dan beberapa dokumennya juga sudah siap kok pak yang ini"ucap Aurel memegang beberapa map tebal diberikan ke Rendy.


"Terima kasih ya"ucap Rendy.


"Iya pak sama-sama"ucap Aurel.


"Saya mau tanya sama kamu"


"Tanya saja pak"ucap Aurel dengan santainya.


"Kamu tidak ada niatan menikah dengan Axel? Apalagi kalian sudah punya anak"ucap Rendy.


"Oh ga ada pak, fokus saya hanya mengurus anak-anak saja, lagipula pak Axelkan sudah punya tunangan, sebentar lagi juga mereka akan menikah lalu punya anak. Lagipula mana bisa saya menikah tanpa ada dasar saling mencintai pak"ucap Aurel yang diselingi dengan tawanya yang receh.


Dibalik percakapan mereka berdua, ada Axel yang mendengar itu, kata-kata wanita itu cukup membuat Axel kesal dan marah karena seperti tidak menginginkan dirinya untuk menjadi ayah dari anak-anaknya.


Rendy yang keluar dari ruangan pun cukup terkejut melihat Axel terdiam didepan ruangan dengan wajah dinginnya.


"Sudah selesai pak"ucap Rendy memecahkan keheningan diantara mereka berdua.


Sepanjang perjalanan ke perusahaan lain, Axel hanya terdiam dan termenung dengan kata-kata Aurel yang sangat tidak berperasaan sama sekali.


...⭐...

__ADS_1


Disatu sisi, Aurel sedang menghabiskan makan siangnya di kantin namun sialnya, dia malah bertemu dengan sang mantan kekasih yang duduk dihadapannya, Alex. Satu-satunya pria dimuka bumi yang sangat dan ingin untuk tidak ditemui lagi.


"Rellia, apa kabar?"ucap Alex dengan senyum tampan diwajahnya.


"Apa kamu bekerja disini Rellia?"tanya Alex yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Aurel.


"Rellia, aku merindukanmu"ucap Alex.


Aurel yang muak dengan pria dihadapannya pun terpaksa menghentikan makannya dan bangun dari duduknya.


"Tunggu, Kamu mau kemana Rellia?"tanya Alex menggenggam pergelangan tangan Aurel untuk berhenti.


"Permisi tuan, saya ingin kembali bekerja, waktu istirahat saya sudah habis"ucap Aurel dengan santainya dan Alexpun melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Aurel.


Aurel berjalan ke arah lift, tanpa menengok ke belakang untuk melihat Alex. Aurel sangat ingat betul bahwa pria brengsek itulah yang telah selingkuh dengan wanita lain darinya.


Bahkan wanita lain itu adalah sahabatnya sendiri, semua perbuatan manisnya hanyalah untuk menutupi kelakuannya yang sangat menyakitinya itu.


Bersyukurnya Aurel memilih untuk putus dari pria itu dan berharap untuk tidak bertemu dengan pria itu, namun takdir malah berkata lain, dia malah harus bertemu dengan Alex disaat kehidupannya sudah mulai membaik.


...⭐...


Namun Axel memilih untuk diam, hingga dia tau siapa laki-laki yang telah menyukai Aurel, ibu dari anak-anaknya itu. Karena Aurelpun memilih untuk membuang bunga-bunga itu ke tong sampah dan merobek-robek setiap surat yang diberikan pria itu.


Sudah waktunya makan siang, Aurel memilih untuk ke luar ruangan dan makan di kantin, dia bersiap-siap mengangkat tubuhnya dari bangku yang nyaman itu.


"Mau kemana?"tanya Axel dengan datar.


"Makan siang di kantin"ucap Aurel.


"Makan siang disini saja"ucap Axel.


"Tidak, saya mau makan di kantin, disini sangat membosankan"ucap Aurel yang segera keluar dari ruangan besar itu.


Saat turun dari lobby, sudah dipertemukan dengan pria yang mengganggu hari-harinya dengan setumpuk bunga yang diberikan setiap harinya itu.


"Rellia, apa kabarmu?"tanya Alex yang diabaikan Aurel yang langsung berjalan ke arah kantin, namun diikuti pria itu.

__ADS_1


Aurelpun memilih mengabaikan ocehan-ocehan dari Alex dan memilih untuk mengambil makanan yang sudah tersedia dikantin.


"Rellia kamu sangat cantik"puji Alex yang benar-benar terpesona dengan kecantikan Aurel yang sangat luar biasa, karena tubuh Aurel layaknya body gitar spanyol dan wajahnya yang cukup imut dan manis.


"Bisa tidak jangan mengirimkan aku bunga setiap hari? sangat mengganggu"ketus Aurel yang jengah dengan Alex yang ada dihadapannya itu.


"Tidak bisa, Rellia maafin aku yaa atas.."


"Tidak perlu dibahas lagi, saya sudah kenyang dan akan melanjutkan pekerjaan saya, jadi saya permisi duluan ya"ucap Aurel dengan datar.


"Rellia tunggu"ucap Alex dengan berlari ke arah Aurel dan memeluk tubuh wanita itu, "Aku merindukanmu, aku sangat serius merindukanmu"


Aurel yang dipeluk dihadapan umumpun sangat malu, dan meronta ingin dilepaskan dari pelukan pria itu.


"Lepaskan aku!"ketus Aurel yang mencubit perut Alex, hingga reflex laki-laki itu melepaskan pelukannya.


"baiklah sayang kamu menang"ucap Alex, namun lagi dan lagi.


Cup.


satu ciuman mendarat di dahi milik Aurel, dan pria itu langsung segera berlari menjadi dari Aurel yang siap marah dengannya.


"Dasar menyebalkan, seenaknya saja padaku!"gerutu Aurel yang langsung memilih naik dan masuk lift karena malu akan kelakuan Alex terhadapnya yang sangat tidak tahu malu dan tidak tahu tempat.


Sedangkan disatu sisi semua itu sudah terlihat jelas dengan laki-laki yang sudah sangat kesal melihat sepasang kekasih yang seperti sedang menunjukkan cintanya dikantor miliknya.


Dan memilih untuk balik kerja ke dalam ruangan kerjanya dengan emosi yang sudah berada dipuncak.


Bahkan saat rapat internal perusahaan, emosi pria itu menggelegar, banyak para petinggi perusahaan terkena omelannya karena pekerjaan yang tidak sesuai deadline, target perusahaan yang tidak tercapai dan banyak lagi.


Membuat Aurel dan Rendy tak berdaya dibuat oleh bosnya itu.


"Aurel lebih baik kamu obrolkan baik-baik dengan pak Axel ya, kali saja dia mendengarkanmu"ucap Rendy yang menaruh harapannya penuh terhadap Aurel.


"Tapi pak.."ucap Aurel ragu masuk keruangan bosnya dan juga dirinya.


"Pasti bisa kok"ucap Rendy dengan senyumnya.

__ADS_1


__ADS_2