ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Main ke perusahaan Cullen


__ADS_3

Pagi telah tiba, Axel sudah siap berdiri didepan pintu apartemen milik Aurel untuk menemui kedua anaknya yang pasti sudah bangun, sekaligus ingin melihat reaksi Aurel yang masih sangat dingin sama dia atau tidak.


Belpun berbunyi beberapa kali, dan benar saja yang membukakan pintu adalah Aurel dengan baju kantor yang sudah siap dan masih menempel celemek ditubuhnya.


"Ngapain anda kesini?"tanya Aurel berterus terang.


"Bertemu kedua anakku"ucap Axel dengan santainya.


"Daddy!!!"panggil Alev yang segera berlari menuju pelukan Axel yang sudah berjongkok dan siap memeluk tubuh putri kecilnya.


"Pagi sayangnya Daddy"ucap Axel mencium kedua pipi gembul milik putrinya dan mengangkat tubuh putrinya untuk masuk ke dalam apartemen tanpa meminta persetujuan dari Aurel.


Aurelpun hanya bisa pasrah, dan ikut masuk ke dalam apartemennya.


"Jagoan sedang apa?"tanya Axel yang melihat putranya sedang mengotak atik laptop dipagi hari.


"Sedang main laptop saja"ucap Aydin seadanya.


Aurel yang sudah selesai menata makananpun di meja makan segera melepaskan celemeknya dan digantung dekat dapur.


"Aydin lepas laptop kamu, ayo makan dulu. Alev dan tuan Axel juga"ucap Aurel yang semakin mengecilkan suaranya saat menyebut nama Axel.


Aydin segera mematikan laptopnya dan segera berjalan ke tempat makan, begitupun dengan Alev yang masih berada digendongan Axel.


Di meja makan, terasa sangat hening. Namun Aurel melihat putranya meminggirkan sayuran, karena hanya putranya lah yang kurang menyukai sayur.


"Aydin makan sayurnya, Mommy tidak suka kamu tidak makan sayur seperti itu, sayur itu bagus untuk tubuh kamu"omel Aurel yang membuat Aydin menundukkan kepalanya karena takut pada dirinya.


'Persis seperti adikku, tidak sayur'batin Axel.


"Makanlah sayur biar sedikit Aydin"ucap Aurel dengan nada mulai melembut.


"Sudahlah, jangan dimarahi terus. Aydin sini Daddy suapin makannya"ucap Axel yang menyuapi Aydin dengan nasi, sayur dan beberapa lauk yang sudah disediakan oleh Aurel dengan telaten.


"Kenapa sih Mommy selalu galak denganku? berbeda dengan Daddy?"ceplos Aydin dengan polosnya membuat hati Aurel resah dan merasa bersalah pada putranya.


"Sudah jagoan Daddy jangan sedih, bagaimana kalau kalian main ke perusahaan milik Daddy hari ini?"ucap Axel dengan senyum yang begitu merekah.

__ADS_1


"Benar boleh Daddy?"tanya Alev dengan mata yang begitu berbinar.


"Iya boleh"ucap Axel dengan santainya.


"Tidak bisa, Daddy kalian banyak kerjaan"sanggah Aurel yang takut bila kedua anaknya bertemu dengan calon tunangan dari ayahnya.


"Boleh kok, kan Daddy yang punya perusahaan, kalian boleh main tapi jangan sampai buat pusing karyawan Daddy diperusahaan ya"ucap Axel dengan santainya.


"Iya janji"ucap Alev dan Aydin berbarengan dengan senyum yang mengembang.


Aurelpun bersiap mengganti pakaian kedua bocah kembarnya dengan pakaian yang santai dan masih cocok untuk dilingkungan kantor.


Setelah selesai berganti pakaian, mereka turun melalui lift dan menuju parkiran mobil untuk segera menuju perusahaan Cullen.


"Aydin, Alev jangan nakal ya nanti diperusahaan Daddy kalian"ucap Aurel.


"Iya Mommy"ucap Aydin dan Alev berbarengan.


Setelah sampai kantor, pintu mobil segera dibukakan oleh petugas yang ada dikantor, dan semua mata tertuju pada kedua bocah lucu yang cantik dan tampan yang sangat mirip seperti bos mereka, dengan Aurel yang berjalan tidak jauh dari Axel.


"Waahhhh perusahaan milik Daddy sangat besar sekali"ucap Alev dengan spontan dan melihat ke sekitarnya dalam gendongan Axel, sedangkan Aydin lebih memilih menggandeng tangan Aurel.


Saat bocah kecil perempuan itu menyebut Axel dengan Daddy seluruh staff dan karyawan cukup terkejut, karena mereka sangat tau bahwa bos mereka yang sangat tampan, tapi dingin itu sama sekali belum menikah dan baru mempunyai calon tunangan.


"Daddy, aku mau es krim"ucap Alev.


"Tidak, masih pagi"ucap Aurel yang membuat putri kecilnya itu langsung memeluk leher Daddynya karena takut.


Merekapun segera berjalan memasuki lift yang dimana langsung tertuju keruangan milik Axel.


Dan benar saja kedua bocah itu kagum melihat ruangan milik sang Daddy yang sangat besar dan juga mewah.


"Mommy kerja dulu ya sayang"ucap Aurel yang mencium pipi Aydin dan Alev satu persatu.


"Mommy sepertinya lupa sesuatu?"ucap Alev.


"Apa? sepertinya tidak ada"ungkap Aurel.

__ADS_1


"Mommy lupa mencium Daddy"ucap Alev yang membuat pipi Aurel memerah karena malu.


"Mommy banyak kerjaan ya sayang, meja mommy ada disebelah ruangan ini ya"ucap Aurel yang segera berjalan cepat keluar dari ruangan milik atasannya.


Tidak butuh waktu 30 menit Axel melihat kedua bocah kecilnya merasa sangat bosan.


"Daddy apa aku boleh pinjam laptop atau komputer untuk aku mainkan?"tanya Aydin yang mulai bersuara karena melihat sang Daddy yang sedang serius bekerja.


"Boleh, nanti ada karyawan Daddy ya yang bawa kamu, Alev juga mau?"tanya Axel.


"Tidak, aku mau es krim dan beberapa cemilan aja Daddy yang ada diseberang kantor Daddy rasanya sepertinya sangat enak."ucap Alev yang melihat dari jendela ruangan milik Axel.


Axelpun memanggil karyawannya untuk membawakan laptop untuk Aydin dan staff OB untuk membelikan makanan yang diinginkan putrinya.


Dan benar saja kedua karyawan itu segera menghampiri keruangan bosnya dengan cepat dan Aydin sangat senang bisa main laptop yang diberikan dari karyawan Daddynya bahkan laptop milik perusahaan Daddy lebih mahal dibanding miliknya.


Sedangkan OB siap mendengar ocehan dan pesanan milik Alev yang menunjuk nunjuk jendela luar ruangan milik sang Daddy.


"Baik nona kecil, saya akan belikan, kalau tuan muda ingin beli apa?"tawar OB pada Aydin yang sedang serius dengan laptopnya.


"Samakan saja dengan apa yang dipesan adikku itu"ucap Aydin sambil fokus pada laptopnya.


"Baik tuan, saya permisi dulu"ucap sang OB.


"Tunggu, ini uangnya untuk beberapa makanan yang dipesan oleh anak-anak saya"ucap Axel yang memberikan segepok uang berwarna pink untuk makanan yang diminta oleh kedua anaknya.


"Terlalu banyak tuan"ucap OB.


"Gapapa, nanti kalau mereka butuh sesuatu lagi tinggal cari kamu"ucap Axel dengan santai.


Setelah OB keluar dari ruangannya, Axel segera beranjak dari duduknya dan menghampiri kedua anaknya yang sedang duduk dengan santainya.


"Daddy rapat dulu ya sayang, jangan nakal"ucap Axel mencium pipi kedua anaknya secara bergantian.


"Baik Daddy"ucap Alev dan Aydin dengan senyum yang sangat manis.


Axelpun segera berjalan melenggang keluar ruangannya untuk mencari sekretaris dan asisten pribadinya untuk rapat yang sangat penting untuk membahas proyek bernilai milyaran dollar dengan perusahaan Jepang yang akan memerlukan dukungan dari perusahaan Cullen.

__ADS_1


__ADS_2