ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Kembar menangis


__ADS_3

Setelah kejadian dimana Aydin dan Alev terlihat memakan makanan sembarangan diruangan Axel, Aurel melarang keras agar mereka berdua tidak bermain ke perusahaan Cullen tempat dimana dirinya juga mencari nafkah.


Sebab Aydin dan Alev mengalami sakit perut yang parah karena terlalu banyak makanan yang tidak sehat masuk kedalam perut mereka berdua, tapi Axel selalu dan tetap menemui kedua bocah cilik itu diapartemen milik Aurel.


Namun beberapa hari ini Aydin dan Alev tidak melihat sosok laki-laki yang sudah biasa mereka panggil dengan sebutan Daddy untuk menengok dirinya.


Aurel selalu ditanyai dengan Alev dan Aydin mengenai Daddy mereka yang sudah tidak pernah melihat mereka lagi, dan Aurel selalu bilang bahwa Axel sedang keluar kota untuk mengurus perusahaan.


Hingga akhirnya Aydin dan Alev memutuskan untuk ke perusahaan milik Axel secara diam-diam tanpa ketahuan dengan sang Mommy.


"Mommy berangkat dulu ya sayang"ucap Aurel mencium pipi kedua anaknya secara bergantian seperti biasanya.


Setelah kepergian Mommynya untuk bekerja, Alev dan Aydin segera mengganti pakaian mereka untuk segera bergegas ke kantor milik Axel, karena sejak Daddy mereka tidak menemui mereka, Mommy mereka juga menjadi sedikit pendiam.


Setelah mengumpat-ngumpat, Aydin dan Alev segera berjalan ke perusahaan milik Axel yang tidak jauh dari apartemen milik mereka.


"Kak, Bagaimana jika memang Daddy sedang diluar kota?"tanya Alev dengan polosnya.


"Kita memang anak kecil, tapi jangan mudah dibohongi sama orangtua"ucap Aydin yang jengkel dengan adiknya, karena adiknyalah yang selalu merengek kangen dengan Daddy.


Alev yang mendengar itupun menganggukkan kepalanya, untuk mengikuti rencana Aydin yang berjanji akan mempertemukan dirinya dengan Daddy.


...•...


Namun sesampainya di depan perusahaan besar dan menjulang tinggi, mata Alev berbinar menemukan sosok laki-laki tampan, gagah dan berwibawa yang sedang berjalan keluar dengan jas hitamnya.


"Daddy!!!"teriak Alev yang segera berlari kearah Axel, namun berhenti seketika karena wanita yang sedang bergelayut dengan ayahnya bukanlah ibu kandungnya melainkan wanita jahat yang membuat dirinya terluka.


"Hey anak kecil jangan sembarangan memanggil Daddy! ini calon suamiku!"bentak wanita yang masih bergelayut manja disamping Axel.


"Huaaaa!!!"pecah tangisan Alev dihadapan Axel, Alevpun langsung digendong dengan Aurel yang berdiri tidak terlalu jauh dibelakanh Axel.


"Huaaa!"tangis Aydinpun menyusul membuat Aurel segera menggendong kedua bocah itu tanpa pikir panjang apapun berjalan keluar situasi yang membuat kedua anak itu sulit.

__ADS_1


Alev dan Aydin masih menangis karena kecewa dengan Axel yang memiliki wanita lain selain mommy mereka, apalagi wanita itu adalah wanita jahat yang membuat Alev sampai terluka dan harus kerumah sakit.


Aurelpun mencoba menenangkan kedua anaknya yang masih terus menangis melihat kejadian itu, bahkan Aurel sudah tidak berfikir bagaimana cap dirinya dikantor lagi, yang dia fikirkan saat ini adalah kebahagiaan kedua anaknya.


"Jangan menangis lagi nak, kalau kalian menangis, mommy juga ingin menangis. Mommy sayang kalian, bagaimana kalau kita kembali tinggal diluar negeri?"ucap Aurel yang tidak ingin melihat kedua anaknya menangis terus menerus.


"Tidak.. hikss.. mau my"ucap Aydin sambil sesegukan.


"Wanita jahat itu.. hikss... yang buat aku...hikss.. terluka..hikss..kenapa... hikss.. Daddy mau dengan wanita jahat itu? huaaaa..."tangis Alev pecah.


Kini Aurel mengerti dengan tangisan kedua anaknya yang tidak berhenti terus menerus menangis.


Ponsel Aurelpun berdering terus menerus dan sudah dipastikan itu dari Axel, namun Aurel terus menerus mematikan panggilan itu dan segera memutuskan untuk menelfon adiknya meminta bantuan untuk menghibur kedua anaknya.


Tidak butuh waktu lama Satya sudah sampai diapartemen milik kakaknya, diapun rela meng-cancel seluruh rapat yang ada dihari ini hanya untuk menemui keponakannya.


"Mereka kenapa menangis kak?"tanya Satya yang khawatir dengan kondisi keponakannya yang terus menerus menangis tidak ada henti-hentinya.


"Hey keponakan om Satya yang ganteng dan cantik, ikut om yuk jalan-jalan, kita makan-makan sepuasnya Aydin dan Alev juga boleh"ucap Satya.


"Tidak.. hikss.. mau.."ucap Alev dengan tangisnya.


"Yaahhh om Satya sedih dah, ngga ada temen yang mau nemenin om, si cantik Alev sama si ganteng Aydin ga mau"ucap Satya dengan suara memelas.


"Baiklah.. hikss.. kita ikut"ucap Aydin yang menghapus airmata dipipinya dan juga menghapus airmata yang berada dipipi saudari kembarnya.


...•...


Di restoran besar dan mewah pun mereka hanya terdiam dan tidak menyentuh makanan apapun untuk dimakan.


Untunglah ada piano yang berada dipanggung restoran tersebut, membuat Satya memiliki ide yang cukup bagus untuk menghibur mereka.


"Aydin, kamu bantu om mainkan piano ya, om mau berdansa dengan princess Alev"pinta Satya pada keponakan kecilnya yang pandai bermain piano.

__ADS_1


"Tidak mau"ucap Aydin tidak bersemangat.


"Ayolah, om lagi ingin berdansa"rengek Satya pada keponakan kecilnya itu.


"Baiklah"ucap Aydin yang segera turun dari bangkunya dan berjalan ke arah piano.


"Alev, ayo kita berdansa"ucap Satya yang langsung menggendong keponakan perempuannya untuk naik panggung.


Piano pun mulai dimainkan dengan tangan mungil milik Aydin dengan begitu piawai, nada-nada indah bermunculan membuat seluruh pengunjung restoran terkesima dengan bocah kecil nan tampan itu.


Sedangkan Alev mulai tersenyum karena bisa berdansa dengan omnya yang sangat tampan, sekaligus melupakan rasa sedih dan kecewanya pada Axel.


Axelpun terus menelfon Aurel hingga wanita itu meminta waktu untuk Axel tidak menemui anak-anaknya dalam beberapa waktu kedepan serta dia meminta cuti untuk beberapa waktu juga.


"Horeeee anak mommy hebat!!!"ucap Aurel yang langsung memeluk putra kecilnya yang turun dari panggung dan seluruh pengunjung pun juga memberika tepuk tangan dengan permainan piano dari Aydin yang begitu indah.


"Karena aku sudah menemani om menari, maka aku akan meminta makanan yang banyak untuk perutku ini"ucap Alev dengan senyum yang mengembang.


"Silahkan pesan, om yang bayar"ucap Satya dengan santainya.


"Aydin juga mau pesan yang banyak"ucap Aydin yang tidak mau kalah dari adiknya.


Dan benar saja kedua anak milik kakaknya itu benar-benar memesan makanan yang banyak untuk tubuh mereka yang kecil.


"Kalian makannya jangan terlalu banyak, nanti ga bisa tidur"ucap Aurel memperingati kedua anak-anaknya.


"Iyaa mommy"ucap Aydin dan Alev berbarengan.


"Lucu ya mereka, kembar aja jawabnya barengan gitu"ucap Satya yang melihat kedua anak kakaknya yang sangat menggemaskan itu.


"Kelakuannya juga hampir 11 12 kok, jarang ada yang beda, entahlah aku juga kadang pusing dengan kelakuan mereka, tapi mereka anak yang cerdas loh"ucap Aurel yang bangga pada kedua anaknya.


"Iyaalah siapa dulu omnya? Om Satya"ucap Satya yang membuat Aydin dan Alev tertawa mendengar ucapan yang konyol keluar dari mulut Omnya.

__ADS_1


__ADS_2