ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Cuti


__ADS_3

Setelah mengantarkan Aurel sampai apartemen milik wanita itu, Axel tidak berkata-kata apapun ataupun turun dari mobilnya, Karena Axel tau bahwa Aurel masih sangat marah padanya dan butuh waktu untuk memaafkannya.


...***...


Beberapa hari setelah kejadian itu, Aurel masih sangat rajin untuk bekerja secara profesional di perusahaan milik Axel, meskipun dia harus selalu berinteraksi dengan laki-laki yang sama sekali tidak ingin dia temui lagi.


Hingga akhirnya ada undangan pertemuan teman satu angkatan kampusnya yang berlibur dikotanya.


"Pak Rendy"ucap Aurel dengan senyum manis.


"Ada apa?"tanya Rendy secara tiba-tiba wanita itu menyapanya duluan.


"Besok saya mau cuti ya"ucap Aurel dengan santainya.


"Boleh, ada urusan apa? kenapa mendadak?"tanya Rendy takut terjadi sesuatu hal yang menimpa Aurel.


"Hanya ingin ketemu teman lama"ucap Aurel dengan tersenyum. "Jadwal pak Axel semuanya sudah saya kirim ke Pak Rendy, terima kasih"


Aurel segera pergi masuk ke ruangannya dengan tersenyum karena sudah lama tidak bertemu dengan teman satu kampusnya.


...***...


Aurelpun berdadan dengan make up natural dengan dress sederhana yang membuatnya terlihat cukup cantik dengan tubuhnya yang mungil.


"Sayang, hari ini Mommy titip kalian ke paman Satya ya"ucap Aurel dengan santainya.


"Iyaa Mommy, hati-hati dijalan"ucap Aydin dan Alev.


...***...


Libur kerja akhirnya bisa dinikmati dengan bertemu teman-teman kampusnya yang sekarang berlibur dinegara asalnya.


Bahagia, tentu. Apalagi Aurel cukup terkenal supel dan baik dikampusnya, meskipun hal ga enak dia rasakan.


Sesampainya di acara Aurel benar-benar berbaur dengan teman-teman kampusnya, mengenang masa lalu di kampus, dan bercerita tentang pekerjaan atau bisnis masing-masing.


Tak terasa waktu begitu cepat baginya berlalu, dan akhirnya bertemu dengan teman-temannya yang sudah sangat sukses dimasa sekarang.


Tidak lama Aurel mengobrol dengan beberapa temannya asal Eropa, 2 makhluk yang sangat tidak ingin dilihat olehnya juga datang ke acara pertemuan reuni kampus yang diadakan secara dadakan.

__ADS_1


"Aurel, bukankah Alex itu kekasihmu?"tanya salah satu teman Aurel yang berasal dari Rusia menggunakan bahasa inggris.


"Bukan lagi setelah dia selingkuh dengan teman baikku"ucap Aurel dengan senyum yang manis.


Vanka yang mendengar Aurel berkata seperti itupun, membuat wajah Vanka menjadi memerah karena kesal bercampur malu, apalagi Alex yang sangat cuek padanya.


Alex yang mendengar ucapan Aurelpun hanya diam, tidak berkata apapun dan sebenarnya Alex sangat menyesal meninggalkan Aurel wanita yang sangat dicintainya, tapi sikap Aurel berubah 180 derajat sama dirinya, bahkan sangat dingin jika bertemu.


seperti saat ini Aurel berjalan melewati Alex begitu saja, tanpa menyapa atau tersenyum pada dirinya seperti dulu lagi saat masih berpacaran dengannya.


...***...


Sedangkan dikantor, Axel marah karena Aurel tidak izin meminta cuti secara langsung padanya, tapi malah melalui Rendy untuk mengurus keperluannya.


Amarah Axelpun diluapkan begitu saja ke para petinggi perusahaan yang tidak becus mengurus dokumen penting atau tidak bisa mendapatkan tender.


Dan Rendy paham bahwa peredam amarah Axel hanya dengan adanya Aurel disisinya. Rendy selalu berdoa agar rapat bersama pihak petinggi cepat selesai, karena sudah sangat tidak kuat dengan omelan dari Axel.


Setelah berjam-jam rapat, akhirnya selesai begitu saja rapat, dan kini Axel memilih untuk bersandar dibangku besarnya dengan memejamkan matanya sambil memijit pelan pelipisnya yang terasa pusing.


Rendy yang ingin menyerahkan dokumenpun jadi takut kena semprot dari Axel, dan lebih memilih masuk saja keruangan Axel dengan jantung yang berdebar kencang, takut akan omelan Axel.


"Kembar?"tanya Axel ulang.


"Iya anak lu, Aydin dan Alev. Kangen nih sama keponakan gua, lu kaga kangen apa sama anak-anak lu? mereka kan masih marah sama lu"ucap Rendy.


"Terus kerjaan gimana?"tanya Axel yang sangat suka kerja.


"Kan bisa dilanjut besok"ucap Rendy cepat.


Axelpun segera bangkit dari kursi dan mengambil jasnya berjalan keluar ruangan yang diikuti Rendy dari belakang.


Hati Rendy bersorak riang, akhirnya bisa bebas dari pekerjaan disaat hati Axel sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja seperti saat ini.


Sebelum ke apartemen milik Aurel, Axel memilih untuk pergi ke toko mainan untuk membelikan beberapa mainan untuk anak kembarnya yang lucu dan menggemaskan.


"Lu tau kembar suka mainan apa?"tanya Rendy yang kebingungan dengan Axel yang begitu saja masuk ke toko mainan.


"Kata Aurel, apapun yang dikasih dari gua buat si kembar, mereka pasti akan suka-suka aja"ucap Axel dengan santainya

__ADS_1


Setelah membeli mainan untuk anak-anaknya, Axel langsung kembali menancapkan gas mobilnya ke apartemen milik Aurel.


"Mommynya si kembar lu ga beliin apa gitu?"tanya Rendy.


"Ngga. Dan gua belum buat perhitungan sama lu, mengizinkan Aurel untuk cuti hari ini"ucap Axel dengan dingin, yang membuat Rendy menutup mulutnya rapat-rapat.


Sesampainya di lift dimana ruang apartemen milik Aurel, Axel berjalan ke arah pintu kamar milik Aurel tapi yang dia lihat Aurel sedang bersama seorang pria yang sangat dia kenali, bahkan adik kandungnya sendiri, Alex.


Axel hanya terdiam melihat Aurel yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alex.


"Rellia, aku masih sangat mencintaimu! Entah itu dulu, sekarang ataupun masa depan!"ucap Alex dengan penuh penekanan.


"Lepasin aku! Kita sudah lama berakhir, jadi jangan ganggu hidup aku lagi!"bentak Aurel pada Alex.


Axel yang mendengar penuturan cinta adiknya pada Aurelpun seperti tersambar petir disiang bolong.


Dia bingung dengan kondisinya yang seperti saat ini sekarang, benar-benar sangat membingungkannya dengan kondisi saat ini.


"KITA SUDAH PUTUS! Seharusnya kamu mengerti itu!"Bentak Aurel yang sangat marah dengan sikap Alex, airmatanya serasa sudah kering jika hanya untuk menangisi pria brengs*k dihadapannya saat ini.


"Aurellia.."ucap Alex terpotong.


"Alex jauhkan tangan kamu sekarang"ucap Axel dengan datar berbicara pada adiknya.


"Tapi.."


"Lepaskan! Sekarang!"ucap Axel dengan penuh penekanan, membuat Alex melepaskan lengan Aurel yang sejak tadi digenggamnya.


"Abang, ada perlu apa kesini?"ucap Alex pada Abang kandungnya sendiri.


"A..apa? Abang? Jadi dia abangmu?"tanya Aurel yang melihat wajah Axel seketika.


"Iya Rellia, dia abangku, namanya.."ucap Alex terpotong.


"Pergi kalian dari sini! Jangan pernah kesini lagi!"bentak Aurel pada kedua laki-laki dihadapannya itu.


"Pergi!"bentaknya lagi, membuat ketiga laki-laki itu pergi dari sisinya.


Sungguh sial kehidupan Aurel, berpisah diselingkuhin adiknya, lalu dihamilkan abangnya hingga diusir oleh keluarganya sendiri.

__ADS_1


Aurel memilih masuk kamar, menangis sejadi-jadinya dikamar itu.


__ADS_2