ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Ego yang meninggi


__ADS_3

Alev sangat ceria setelah makan steak di hotel mewah yang telah disiapkan Axel untuk kedua anaknya meski Axel dan Aurel saling mendiamkan satu sama lain.


Axel masih dengan egonya yang tinggi, dan kesal mengingat bahwa Aurel adalah mantan kekasih dari adiknya, dan wanita itu masih bertahan juga dengan egonya yang tidak sama sekali menjelaskan sedikitpun tentang masa lalunya.


"Alev senang sekali makan disini Daddy, Steaknya enaak sekaliii!!!"seru gadis kecil dengan pipi tembem yang menggemaskannya itu."Kapan-kapan kita makan disini lagi ya Daddy?"lanjutnya dengan mata berbinar pada Axel.


"Iyaa sayang"ucap Axel


"Yeeeyyyyhhh Daddynya Alev memang terbaik!!"ucap gadis kecil itu dengan riang diwajahnya.


"Apa Alev happy hari ini?"tanya Axel pada putrinya.


"Happyyyyy!!!"serunya, "Tapi, kita akan seperti ini teruskan Daddy?" tanyanya.


"Maksudnya Alev?"tanya Axel kepada putrinya.


"Iya, Ada Daddy, Mommy, Abang dan aku bersama. Daddy jangan kerja terus, biar bisa temani aku, Abang dan mommy jalan-jalan."ucap Alev yang membuat Aurel sedih mendengar harapan putrinya yang sangat ingin memiliki keluarga utuh.


"Ga bisa sayang, Daddy sibuk, pekerjaan Daddy banyak, kalo Daddy ga kerja nanti ga bisa beliin mainan untuk Alev dan Aydin"ucap Aurel yang membuat mulut putri kecilnya terdiam.


Hingga saat pulang ke apartemen tidak ada sedikitpun percakapan kecil antara Aurel dan Axel. Bahkan Axel menggendong tubuh putri kecilnya yang tertidur pulas hingga ke kamar tidur.


Axel melihat wajah pulas yang cantik, imut serta menggemaskan dari putri kecilnya yang tertidur. Sungguh Axel sangat menyayangi putri kecilnya yang sedang tertidur saat ini.


"Boy, Daddy pulang dulu ya"ucap Axel pada Aydin, tidak lupa mengecup dahi putra kecilnya yang sangat tampan dan mirip sepertinya.


Aydin hanya memberi anggukan kepalanya karena anak laki-lakinya Axel itu sudah sangat mengantuk.


Axel keluar dari kamar milik Aurel, sedangkan Aurel sedang duduk diruang tamu sambil meminum air putih.


Axel pulang begitu saja, tanpa berpamitan dengan Aurel. Karena saat ini ego mereka masih saling tinggi satu sama lain dan tidak ada yang mau mengalah.


...***...


Saat sampai dikediamannya, Alex serta kedua orangtua mereka sudah ada diruang tamu, menunggu kedatangannya.

__ADS_1


Sudah dipastikan bahwa Alex sudah mengadu tentang kejadian dikantor mereka berkelahi dengan orangtua mereka.


"Axel duduklah, mama dan papa mau berbicara denganmu"ucap Alia mama dari Axel dan Alex.


Axelpun berjalan dengan santainya dan duduk disebelah Alex untuk mendengarkan orangtuanya berbicara panjang x lebar.


"Axel, Orangtua Celine menanyakan pada mama untuk acara pertunangan kalian kapan akan diadakannya. Ayolah sayang, jangan menyulitkan mama tentang pertunanganmu dengan Celine!"omel Alia yang kesal dengan putra sulungnya.


"Dari awal, bukankah Axel sudah mengatakan pada mama dan papa, bahwa Axel tidak mencintai Celine! Jadi cukup mama dan papa, jangan paksa kehidupanku!"ketus Axel yang langsung bangkit dari duduknya.


"Axel, mamamu belum selesai bicara!"ucap Andrew, papa dari Axel dan Alex.


"Jika hanya untuk membicarakan pertunangan, saya anggap sudah selesai. dan saya sangat lelah hari ini."ucap Axel yang langsung menaiki anak tangga untuk ke dalam kamarnya yang berada dilantai 2.


Ternyata dugaan Axel tentang Alex mengadu ke kedua orangtuanya itu salah, namun kedua orangtuanya masih terus memaksa dirinya untuk bertunangan dengan Celine.


...****************...


Seminggu hampir berlanjut, tidak ada pembicaraan antara Axel dan Aurel, mereka dikantor layaknya atasan dan bawahan. Berbicarapun seadanya dan hanya tentang pekerjaan-pekerjaan saja.


"Tuan Axel saya berniat untuk cuti beberapa hari ini, apa bisa?"tanya Aurel saat memberikan laporan setelah rapat hari ini.


"Saya sudah berjanji ingin mengajak dan menemani kedua anakku ke taman bermain"ucap Aurel.


"Pekerjaan banyak dan pergi ke taman bermain bisa dihari libur"ucap Axel yang mencari alasan untuk menolak alasan cuti Aurel.


"Taman bermain di hari libur itu sangat penuh dan ramai orang. Lalu apa gunanya ada cuti, jika saya tidak bisa menggunakan cuti tersebut?!"ketus Aurel.


"Bersikaplah yang sopan, saya masih atasanmu!"ketus Axel dengan sikap bosnya, membuat Aurel jengah dan keluar dari pintu ruangan tersebut.


Aurel berjalan dan menaiki lift untuk turun ke kantin, karena Aurel butuh udara segar. karena dikantor, energinya seperti cepat terkuras dikarenakan berdebat dengan Axel.


Saat Aurel berada dikantin, Aurel memilih untuk membeli es jeruk yang manis untuk menyegarkan hati, otak dan pikirannya yang stress akibat bekerja terlalu lama dengan Axel.


Sedangkan diruang Axel tidak melihat Aurel masuk kembali ke dalam ruangannya bahkan sudah 5 menit.

__ADS_1


Rendy masuk untuk memberikan dokumen-dokumen kerjasama yang telah disusunnya hingga rapih ke bosnya yang sedang sibuk dengan laptop namun pikirannya entah kemana.


"Tuan Axel, saya berikan dokumen kerjasama yang telah diajukan perusahaan Jepang yang ingin bekerjasama dengan kita"ucap Axel.


Axel melihat sosok yang memberikan dokumen itu ternyata bukan Aurel melainkan Rendy.


"Dimana wanita itu?"tanya Axel.


"Wanita siapa?"goda Rendy yang tau bahwa bosnya ini sedang mencari Aurel yang sedang berada dikantin.


"Gue sedang ga bercanda nih!"ketus Axel yang membuat tawa Rendy pecah diruang kerjanya.


"Makanya kalo lagi deket tuh jangan saling cuek-cuekan, diem-dieman. Kalo lagi ga ada orangnya aja langsung cariin."ledek Rendy pada Axel.


"Kasih tau dimana? atau gue kirim lu ke Afrika Utara?"ucap Axel yang membuat raut wajah Rendy berubah menjadi mode serius dalam sekejap.


"lagi minum es jeruk dikantin"ucap Rendy dengan tegas dan lantang karena ancaman Axel yang tidak main-main.


"Telfon dia, suruh kembali bekerja sekarang"ucap Axel dengan tegas.


"Baik tuan Axel"ucap Rendy yang segera keluar dari ruang Axel.


Hingga tidak beberapa lama kemudian, wajah Aurel kembali masuk dan duduk di kursi kerjanya dan menghadap komputer untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.


Sesekali Axel mencuri-curi pandang melihat kecantikan Aurel yang sedang fokus bekerja dengan lilitan rambut yang dicepol rapih, menampilkan leher putih miliknya.


"Sangat cantik"gumam Axel melihat kejauhan wajah sekretaris pribadinya itu.


"Aku tau, aku cantik, tidak perlu diperhatikan seperti itu juga kali!"ucap Aurel dengan percaya dirinya yang membuat Axel mati kutu karena ketahuan mencuri-curi pandangannya ke Aurel.


"Lanjutkan bekerjamu, jangan kelamaan dikantin terus, saya menggajimu bukan hanya untuk bersantai"ucap Axel dengan tegas.


Aurel memilih mengabaikan ucapan bosnya dibanding berdebat omongan diantara mereka, yang ada nantinya tidak akan ada habisnya sama sekali, dan sangat buang-buang waktu serta energinya.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Komen ya!


terima kasih


__ADS_2