
Sepulang dari kantor, Axel tidak lupa langsung pergi ke rumah sakit untuk menengok keadaan 2 buah hatinya yang sedang sakit.
Tidak lupa juga Axel membelikan makanan untuk Aurel makan dan beberapa cemilan untuk kedua anaknya yang suka makan. intinya hari ini dia harus bisa berbaikan dengan kedua anak kecil yang super menggemaskan.
Saat sampai di rumah sakit, yang dia lihat kedua anaknya sedang asik berbicara dan bercanda dengan calon adik iparnya, Satya.
"Halo anak tampan dan cantiknya Papa" ucap Axel memasuki kamar VVIP anaknya.
Namun kedua anaknya langsung diam saat mengetahui kedatangan dirinya, dan Axel sangat tau kedua anak kembarnya sedang marah pada dirinya bahkan jatuh sakit karenanya.
"Pak Axel, ada perlu apa kesini?" tanya Satya yang menahan dirinya agar tidak memberi pukulan maut diwajah laki-laki brengsek yang meninggalkan kakaknya saat hamil, dan sekarang membuat kedua ponakannya jatuh sakit.
"Saya ingin ketemu Aydin dan Alev, Aurel kemana?" tanya Axel yang mengedarkan pandangannya diruang itu.
"Saya suruh pulang dulu untuk ganti pakaian" ketus Satya.
"Bisa saya berbicara dengan kedua anak saya aja?" tanya Axel.
"Tidak, bicara saja jika ingin berbicara. Anggap saja saya tidak ada" ketus Satya.
Axel hanya bisa menahan dirinya dan menahan nafasnya lalu menghelakan nafasnya dengan panjang.
Axel berjalan dan duduk di bangku yang terletak diantara 2 kasur anaknya.
"Aydin dan Alev masih marah sama Daddy?" ucap Axel yang menggenggam tangan kedua anaknya. tangan kanannya memegang tangan mungil Aydin dan tangan kirinya memegang tangan Alev.
"Iya" ucap Alev, namun Aydin masih diam.
"Apa Alev dan Aydin sudah tidak sayang Daddy?" tanya Axel.
"Tidak" ucap Alev dan Aydin dengan kompak.
"Daddy minta maaf sama Aydin dan Alev, maafin Daddy ya?" ucap Axel.
"Tidak, Aku tidak mau punya mommy seperti tante jahat itu. Mommy Alev hanya mommy Aurellia!" ketus Alev.
"Baiklah, Daddy janji tidak ada mommy lain selain mommy Aurellia" ucap Axel dengan santainya.
"Kau berbicara seperti itu jangan membohongi mereka?!" ketus Satya yang mendengar penuturan kata dari Axel.
__ADS_1
"Saya tidak membohongi mereka. Saya berjanji sebagai seorang ayah dan juga laki-laki sejati" ucap Axel yang membuat Satya terdiam.
"Tapi Daddy akan menikah dengan tante itu! Daddy berbohong pada aku dan Alev! Daddy tidak mencintai mommy!" ketus Aydin pada Axel.
"Daddy tidak berbohong sama kalian, jadi kalian maunya Daddy melakukan apa untuk kalian percaya dan sayang sama Daddy?" tanya Axel pada kedua anaknya.
"Aku mau Daddy menikah dengan Mommy!" ucap kedua anak kembar itu berbarengan.
"Baiklah, Daddy akan menikah dengan Mommy, jadi kalian harus cepat sembuh dan sehat kembali" ucap Axel dengan senyum diwajahnya. Walaupun Axel tau sangat sulit untuk hati kedua orangtuanya luluh dan menerima wanita lain untuk jadi calon pendamping hidupnya.
Tapi disisi lain, Satya hanya bisa terdiam karena selama ini kata-kata dan janji-janji yang diucapkan Axel akan dilakukan apalagi jika sudah membuat perjanjian dua anak kecil yang super jenius ini.
"Janji ya?" ucap Aydin.
"Iya janji, janji laki-laki sejati" ucap Axel yang membuat kedua anaknya tersenyum.
"Horeeeee!!!! Akhirnya aku bisa keluarga lengkap, ada Daddy, Mommy, abang dan aku nanti bisa punya adik" ucap Alev begitu semangat.
"Aku tidak mau punya adik lagi, punya kamu aja aku pusing" ketus Aydin.
"Dasar menyebalkan!" ketus Alev saat melihat wajah kembarannya.
"Iyaa nanti Alev jadi kakak. Tapi janji ini kita rahasiakan dulu sama mommy, oke?" tanya Alex.
"oke Daddy" ucap Alev dengan semangat dan Aydin dengan datar. karena Aydin benar-benar tidak suka memiliki adik lagi.
...****************...
Tidak lama Aurel datang melihat kedua anaknya sedang asik bercanda dengan Axel, dan tidak melihat adanya wajah sang adik.
"Aydin, Om Satya kemana sayang?" tanya Aurel.
"Pulang mommy karena ada urusan penting, lagipula sekarang ada Daddy" ucap Aydin.
"Sudah jam 9 malam, Aydin dan Alev sudah waktunya tidur, tidurlah" ucap Aurel yang mengecup dahi Aydin dan Alev sebelum mereka merebahkan dirinya ke kasur.
"Baik Mommy" ucap Aydin dan Alev yang mulai merebahkan dirinya diatas ranjang rumah sakit dan memeramkan kedua matanya.
"Pak Axel juga bisa langsung pulang karena sudah malam" ucap Aurel yang berniat mengusir Axel.
__ADS_1
"Karena sudah malam, menyetir jadi berbahaya, saya lebih baik disini menjaga anak saya dan saya bisa tidur disini" ucap Axel yang langsung berjalan ke arah sofa besar.
"Sofa itu hanya 1, lalu saya tidur dimana?!" ketus Aurel yang jengkel dengan sikap Axel.
Entah bagaimana tiba-tiba Axel mengubah sofa besar itu menjadi kasur ukuran lumayan besar yang muat untuk berdua.
"Kemari dan tidurlah" ucap Axel.
Aurel yang sudah lelah berdebat dengan Axel, dia hanya bisa berjalan dan merebahkan tubuhnya ke sofa yang menjadi kasur tersebut dengan arah membelakangi Axel dalam keadaan lampu ruangan itu dimatikan.
Saat suasana hening, mata Aurel tidak bisa tertidur karena disebelahnya terdapat laki-laki yang seharusnya dia benci. Namun Aurel memilih untuk memajamkan matanya.
"Aku tidak menyangka sudah memiliki anak kembar laki-laki dan perempuan yang sehat dan pintar. Maafkan aku ya saat kamu hamil mereka, aku tidak berada di sisimu, menjagamu, membantu merawat mereka. maaf Aurel" ucap Axel pelan namun dapat didengar oleh Aurel.
Axel yang mengucapkan kata-kata itu, sontak memeluk tubuh Aurel dari belakang karena Axel merasa wanita yang berada di sebelahnya sudah tertidur.
Aurel yang mendengar kata-kata itu langsung tertidur pulas dalam keadaan dipeluk Axel.
Axel merasa malam itu sangat menginginkan Aurel, hingga akhirnya tangannya Axel mulai nakal menerobos masuk ke dalam baju Aurel, lalu memainkan dua gundukan yang dirasanya besar.
Engh.
Eluhan yang keluar dari mulut manis Aurel. membuat Axel membaringkan tubuh Aurel dan mencium bibir wanitanya dengan penuh kasih sayang.
Tidak lupa juga satu tangannya Axel memainkan sesuatu yang sensitif dibawah sana milik wanitanya, hingga Aurel sudah basah.
Axel mulai melancarkan aksinya membuka celana milik Aurel, dan bersiap diatas tubuh wanitanya.
"Bersiaplah sayang, aku menginginkanmu dan sangat mencintaimu" ucap Axel yang langsung menancapkan miliknya ke Aurel. hingga membuat wanitanya terbangun dalam mimpi.
"Hmm hmm" ucap Aurel yang ingin melepaskan dirinya dari Axel.
"Diamlah sayang jika tidak ingin kedua anak kita terbangun" ucap Axel.
Hingga mau tidak mau membuat Aurel menuruti keinginan Axel yang bermain berkali-kali hingga seluruh tubuhnya terasa lemas.
...****************...
Untuk pembaca jangan pelit like sama komen ya. biar saya semangat untuk menulisnya. makasih
__ADS_1