ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Virus


__ADS_3

Aydin dan Alev sudah diperbolehkan pulang hari ini, membuat sepasang anak kembar itu tersenyum senang.


"Akhirnya aku bisa pulang! Aku sudah sembuh dan aku mau makan kue cokelat!" ucap Alev dengan penuh semangat dan ceria.


"Apa diotakmu hanya ada makanan?" ucap Aydin dengan datar.


"Jangan minta ya jika ada kue cokelat!" ketus Alev membuat Axel tersenyum melihat kedua anak kembarnya yang sedang ribut.


Sedangkan disatu sisi, terdapat Aurel yang kesal setengah mati dengan kelakuan Axel semalam hingga tubuhnya saat ini sangat pegal-pegal tak karuan.


"Baiklah Daddy akan anter kalian balik ke apartemen" ucap Axel yang memecahkan keributan pagi hari.


"Mommy, kenapa diam saja?" tanya Aydin yang tersadar bahwa mommynya sejak tadi hanya terdiam dan tidak berbicara sedikitpun.


"Mommy tidak apa-apa sayang, mungkin karena saking bahagianya kalian keluar dari rumah sakit, membuat mommy tidak bisa berkata-kata lagi" ucap Aurel dengan senyum manisnya.


"Mommy, terimakasih ya sudah menjaga dan merawat aku dan abang sejak kecil" ucap Alev yang membuat Aurel berjalan mendekat putri kecilnya dan memeluk tubuh mungil itu.


"Itu sudah kewajiban Mommy sayang. Mommy pokoknya sayang sama Alev dan Aydin selama-lamanya" ucap Aurel mengecup pucuk kepala putri kecilnya.


"Mommy Alev pokoknya paling hebat! Besar nanti Alev mau sehebat mommy!" ucap Alev penuh dengan semangat.


"Kalau begitu besar nanti aku mau menjadi Daddy, memiliki perusahaan besar. Dan kau menjadi sekretaris ku" ucap Aydin meledek Alev.


"Aku juga akan mendirikan perusahaanku sendiri! aku pasti yang lebih hebat dibanding abang!" ketus Alev yang diledekin dengan Aydin.


"Kamukan mau menjadi Mommy, sedangkan Mommy menjadi sekretaris Daddy, dan Daddy pemilik perusahaannya. Berarti jika besar nanti aku jadi bosnya dan kamu jadi sekretarisku!" ucap Aydin dengan penuh semangat meledek adiknya.


"Huaaaa.... Mommy... Aku tidak mau punya abang! Huaaa.... Aku mau punya adik saja! huaa..." pecah tangis suara Alev yang diledekin dengan Aydin.


"Sini sayang, Daddy gendong" ucap Axel yang langsung menggendong putri kecilnya yang masih dalam dekapan Aurel.


"Aydin sudah, jangan ngeledek adikmu terus" ucap Aurel yang membuat Aydin memasang wajah datar yang menjengkelkan seperti Axel.


"Benar-benar buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" batin Aurel.


"Ayo kita pulang" ucap Axel yang masih menggendong Alev sedangkan Aydin tidak mau digendong, dia hanya dituntun dengan Aurel sampai menaiki mobil.


Sepanjang perjalanan, Axel hanya fokus mengerjakan pekerjaannya di tablet ukuran besar dengan posisi Alev yang masih duduk dipangkuannya.

__ADS_1


Kemacetan kota, sudah menjadi hal biasa di kota-kota besar. Kini mobil mereka berhenti persis taman kota dikarenakan lampu merah.


Mata Alev tertuju pada 1 keluarga, dimana terdapat kedua orangtua dengan 3 anaknya yang sedang asik piknik dan bermain di tengah kesibukan ibukota.


"Daddy, aku mau piknik seperti itu" ucap Alev menunjuk satu keluarga yang sedang asik makan sambil bercanda, membuat mata Axel tertuju pada luar jendela mobil.


"Iya nanti ya kalo Daddy ga sibuk, kita pergi piknik" ucap Axel yang membuat Alev terdiam.


Ditengah kemacetan tersebut, Axel harus menerima panggilan telfon dari asisten pribadinya Rendy.


"Halo, Kenapa?" tanya Axel dengan datar.


"Apa?!" ucap Axel terkejut setengah mati membuat Aurel dan kedua anaknya juga kaget mendengar pekikan dari Axel.


"Motornya kirim ke Taman kota sekarang!" tegas Axel yang langsung mematikan ponselnya.


"Ada apa?" tanya Aurel yang kebingungan dengan nada Axel seperti itu. Apalagi wajah Axel memerah, sudah dipastikan dia sedang menahan amarahnya.


"Komputer terkena virus sehingga membuat pihak sebelah bisa meretas komputer dan membahayakan data komputer bisa diambil oleh pihak tersebut.


" Aydin ikut Daddy ya ke kantor" pinta Aydin.


"Mommy percayakan aku anak yang jenius? Aku pintar dalam komputer Mommy" ucap Aydin.


"Baiklah, kamu ikut Daddy. Sedangkan Alev sama mommy aja ya, nanti nyusul ke perusahaan Daddy" ucap Axel berbicara setenang mungkin.


Hingga akhirnya ada salah satu suruhannya yang membawa motor kesayangannya, dan membuat Axel keluar dari mobil bersama dengan Aydin yang ikut naik motor.


"Kamu jaga mereka ya, nanti langsung ke perusahaan saja" tegas Axel.


"Baik Pak" ucap bawahan Axel.


Axelpun segera menancap gas motornya membelah kemacetan berjalan ke kantornya ditemani dengan putra kecilnya.


Saat sampai di perusahaan, Axel segera ke ruangan tim IT yang sedang kalang kabut mempertahankan agar tidak ada data ataupun informasi perusahaan yang bocor.


"Bagaimana bisa terserang virus?! Hah?!" Bentak Axel didepan para karyawan IT perusahaannya.


"Maaf Pak, kami juga sedang berusaha semaksimal mungkin" ucap Pak Tono Manager IT perusahaannya.

__ADS_1


"Saya tunggu diruang kerja saya! Hari ini jika virus itu tidak dihentikan, kalian semua yang saya berhentikan!" Tegas Axel yang membuat seluruh karyawan IT keringat dingin.


Sampailah Rendy di ruang IT dan melihat Axel sedang berada di puncak amarahnya.


"Axel, tenanglah. Kita pasti bisa kok ngelaluin masalah ini" ucap Rendy meredakan amarah bosnya.


"Lu bawa dulu nih Aydin ke ruangan gua, nanti gua ke sana" Ketus Axel.


"Sayang, kamu sama om Rendy dulu ya, kalo butuh apa-apa bilang ke om Rendy" ucap Axel dengan nada selembut mungkin.


"Baik Daddy" ucap Aydin yang menurut pada Axel.


Rendy menuntun tangan Aydin untuk menaiki lift, karena ruangan tim IT hanya berbeda 2 lantai saja dengan ruangan Axel.


"Om, pusat komputer perusahaan ini terletak dimana?" tanya Aydin dengan polosnya.


"Di ruang kerja Daddy, makanya itu sangat penting.." belum juga Rendy selesai berbicara Aydin segera berlari memasuki ruangan Axel dengan semaunya.


Saat melihat Aydin sudah berdiri di bangku besar milik Axel dan memainkan komputer milik bosnya itu, mata Rendy terkejut karena takut malah tambah masalah.


"Aydin jangan sentuh komputer Daddy mu ya" ucap Rendy menasehati pangeran mahkota dengan sangat hati-hati.


Aydin malah duduk dan turun dari bangku itu dan melihat CPU milik Daddy nya.


Ternyata benar dugaan Aydin, ada virus berbentuk flashdisk yang sengaja dipasang di CPU milik Daddy nya. Hingga akhirnya dicabut lah oleh Aydin sehingga membuat seluruh komputer menjadi normal.


Brak!


Pintu terbuka dan muncul sosok Axel.


"Daddy, virusnya sudah tidak ada" ucap Aydin yang membuat Axel berjalan cepat ke arah komputernya dan benar saja komputernya sudah kembali normal.


"Ini daddy, didalamnya terdapat virus. tadi aku melihat benda itu menempel di CPU Daddy!" ucap Aydin sambil memberikan benda kecil seperti flashdisk kepada Axel.


"Siapa yang berani menempelkan virus ini ke komputer ku!" kesal Axel tertahan dengan amarahnya, karena terdapat putranya.


"Makasih ya sayang" ucap Axel sambil mencium dahi putranya dan memeluk Aydin dengan begitu perasaan.


...****************...

__ADS_1


Jangan pelit like dan komen ya! Makasih ❤


__ADS_2