ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Saling mendiamkan


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa Axel dan Alex adalah kedua bersaudara yang sudah menghadirkan hidupnya saat ini, Aurel merasa sangat sakit hati dan sedih.


Bahkan saat inipun Aurel seperti menghindari Axel mau percakapan ataupun pertemuan, hingga Axel meminta Rendy untuk Aurel langsung yang memberikan berkas pekerjaannya sendiri.


Dengan raut wajah yang dingin, Aurel masuk ke dalam ruangan Axel dan meletakkan berkas-berkas tersebut di atas meja.


"Sudah saya kerjakan berkas-berkas ini. Kalau ada yang perlu direvisi, bisa katakan nanti"ucap Aurel dengan singkat. "Saya pamit pak"ucapnya.


Sebelum kaki Aurel melangkah, Axel sudah menangkap pinggang Aurel dan mendekatkan kepadanya. Membuat Axel memeluk tubuh Aurel dengan sangat erat.


"Lepaskan saya! lepaskan!"teriak Aurel sambil memberontak dalam pelukan Axel.


Hingga akhirnya Aurel sudah tenang, Axel mengendurkan pelukan mereka, melihat wajah Aurel dari sisi dekat yang sangat cantik.


"Seharusnya saya yang marah ke kamu, bukan kamu yang marah ke saya"ucap Axel membuat kening Aurel merengut karena bingung.


"Lepaskan!"ucap Aurel sambil mendorong tubuhnya Axel agar menjauh darinya, dan berhasil, tubuh Aurel menjauh dari Axel dan langsung keluar dari Axel.


Dan belum juga sempat berbaikan dengan Aurel, calon tunangan Axel datang ke perusahaan membuat Aurel muak dengan kelakuan laki-laki itu.


"Celine aku sedang sangat sibuk, pulanglah"ucap Axel dengan begitu dingin.


Namun Celine tetap tidak menghiraukan sama sekali, wanita itu tetap berada diruangan Axel dengan laptop yang dia bawa.


"Kak Axel, temani aku pilih gaun untuk acara pertunangan kita yang akan diadakan"ucap Celine dengan manja.


"Kamu saja yang pilih, aku sibuk"ketus Axel.


Aurel yang langsung tiba-tiba nyelonong masuk ke ruangan Axel begitu saja terkejut, ternyata selama ini dia lupa akan status dirinya dan juga status Axel yang sudah memiliki tunangan.


"M..Maaf mengganggu, nanti saya akan kembali lagi"ucap Aurel yang segera keluar dari ruangan Axel begitu saja, karena tadi dia lupa akan beberapa berkas yang belum diserahkan ke Axel saking banyaknya tumpukan kertas dimejanya Aurel.

__ADS_1


"Aurel!"pekik Axel namun tidak dihiraukan. "Sial!"umpatnya pelan namun dapat didengar oleh Celine.


Akhirnya mau tidak mau Axelpun menuruti keinginan Celine karena telfon dari mamanya yang mengomeli Axel terus menerus karena tidak ada waktu untuk Celine.


Sudah beberapa hari ini Axel mengikuti kemauan mamanya untuk menghabiskan waktu bersama Celine karena dia juga masih sangat kesal dengan Aurel yang ternyata memiliki hubungan masa lalu dengan adiknya.


Hubungan Aurel dan Axel sekarang hanya sebatas rekan kerja, dan Aurel tidak pernah berkata apapun lagi selain pekerjaan. Bahkan Axel sudah tidak pernah mengunjungi apartemen yang ditinggali wanita itu beserta anak kembarnya.


Setelah selesai rapat dewan direksi selesai, semua keluar dari ruangan rapat, begitupun juga dengan Aurel yang langsung keluar tanpa diminta, meninggalkan Axel dan Rendy berdua diruangan.


"Xel, kenapa lu jadi asing gitu sih sama Aurel?"tanya Rendy yang jengah melihat hubungan Axel dan Aurel yang tidak ada sama sekali kemajuan.


"Memang kita seharusnya kaya gini kok, ga ada yang perlu dipermasalahkan"ucap Axel dengan santai.


"Lu ga biasanya xel seperti ini, lu ga kangen apa sama Aurel? lu ga kangen juga sama si kembar? udah lama banget lu ga tengokin si kembar di apartemen Aurel"ucap Rendy.


"Untuk Aurel, apa yang gue rindukan? dia bawahan gue, dan sudah sewajarnya sikap gue dan Aurel seperti ini. yang aneh itu lu"ucap Axel mengelak dengan perasaannya sendiri.


"Lalu dengan kembar? lu ga kangen sama kedua anak-anak lu yang tampan dan cantik itu?"tanya Rendy yang udah mulai kesal dengan jawaban yang bosnya berikan.


"stop bilang mereka anak-anak gua! karena gua juga ga tau Aurel sudah tidur dengan berapa banyak laki-laki?! Selama ini gua ga pernah tes DNA ataupun melakukan hal lainnya ke dua anak itu!"bentak Axel hingga menggebrak meja didepannya hingga membuat Rendy menutup mulutnya rapat-rapat.


Dari luar ruang rapat itu Aurel mendengar semua ucapan yang didebatkan Axel dan Rendy, tapi siapa sangka ternyata yang dia dengar begitu sangat amat menyakitkan telinga serta hatinya.


"Nona Aurel, apa ada yang tertinggal?"ucap bibi pembersih ruangan rapat yang ingin masuk.


"Oh tidak, silahkan bibi masuk"ucap Aurel yang meminggirkan tubuhnya dan berjalan masuk ke ruangannya.


Rendy dan Axel yang mengetahui Aurel berdiri diluar ruang rapatpun terkejut bukan main.


"Pergilah minta maaf padanya"ucap Rendy pelan sambil menepuk pundak Axel, lalu berjalan keluar ruang rapat.

__ADS_1


"Aurel mau kemana kamu?"tanya Axel yang baru saja keluar ruang rapat sudah melihat Aurel yang memencet tombol turun lift.


"Pulang"ucap Aurel singkat.


"Saya tidak mengijinkanmu pulang!"ketus Axel.


"Pekerjaan saya sudah selesai, jadi bisa segera pulang"ucap Aurel singkat.


Ting.


Pintu lift terbuka, Aurel segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift, dengan gerakan cepat Axel juga masuk ke dalam lift yang dinaiki Aurel.


"Aurel maafkan saya berbicara.."ucap Axel terpotong.


"Tidak perlu mengucapkan maaf, namanya juga tinggal diluar negeri seorang diri, kemungkinan juga sih tidur dengan pria sana sini, dan terima kasih setidaknya anda pernah mau mengakui kembar itu anak-anak anda. dan sekarang sepertinya tidak perlu lagi"ucap Aurel dengan tegas.


"Bukan gitu maksud saya!"ucap Axel.


"Sudah cukup Axel! Jangan ganggu kehidupan saya dan anak-anak saya lagi mulai detik ini juga! Lagipula sedikit lagi anda akan menikah dan memiliki banyak anak dengan tunangan anda! Jadi saya mohon menjauh dan jaga jarak dari saya dan anak-anak saya!"bentak Aurel.


"Tidak ada hak kamu untuk menyuruh saya menjauh dari anak-anak saya! kembar adalah anak saya juga!"tegas Axel menahan kekesalan akan ucapan Aurel.


"Benar yang anda katakan, belum tentu kembar anakmu! Mungkin aja saya sudah tidur dengan banyak laki-laki lain! Tapi wajah anak saya, kenapa harus mirip dengan lelaki bajingan sepertimu Axel?!!!"bentak Aurel yang segera keluar dari lift, yang diikuti Axel dari belakang.


"Aurel, dengarkan saya dulu!"ucap Axel menarik pergelangan tangan Aurel, membuat langkah kaki wanita terhenti.


"Lepaskan saya!"bentak Aurel.


"Tidak mau!"tegas Axel.


Hingga beberapa kali dikeramaian lobi, para karyawan balik kerja melihat pemandangan tangannya sedang dipegang oleh seorang CEO pemilik perusahaan mereka bekerja.

__ADS_1


"Apa mau anda, Tuan Axel?!"ketus Aurel yang akhirnya pasrah.


__ADS_2