ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Berita di televisi


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur Aurel bekerja, dan kedua anakpun sedang asik bermain. Aydin bermain mobil terbaru yang dibelikan sang Daddy, sedangkan Alev memainkan Barbie cantik miliknya didepan telvisi.


Aurel yang telah membersihkan rumah pun, mengistirahatkan tubuhnya duduk disofa depan televisi, sekalian melihat kegiatan dua buah hatinya yang sedang asik bermain itu.


klik.


Aurel menghidupkan televisinya, dia ingin menonton acara televisi yang mungkin akan menghiburnya hari ini.


*HARI INI DIKABARKAN PENGUSAHA MUDA TERNAMA CULLEN GRUP AKAN SEGERA MELANGSUNGKAN ACARA PERTUNANGAN*


Aurelpun segera mengganti ke acara selanjutnya.


*HARI INI TUAN AXEL PUTRA CULLEN SEDANG PERGI KE BUTIK GAUN BERSAMA CALON TUNANGANNYA, APAKAH AKAN SEGERA MENIKAH?*


hingga sudah beberapa kali Aurel mengganti pun, topik terhangat ya saat ini adalah Axel. Dia sangat jengah harus berhubungan dan melihat laki-laki yang menjadi bosnya serta papa dari anak-anaknya.


"Huuuaaaaa.. Mommy itu Daddy, hikss.. kenapa Daddy mau menikah dengan Tante jahat? huaaaa..."tangis Alev pecah begitu saja melihat sosok papanya bergandengan dengan perempuan yang telah melukai gadis kecil itu.


"Huaaaa.. aku juga tidak suka dia Mommy huaaa..."tangis Aydinpun juga ikut pecah saat melihat acara televisi.


Alev dan Aydin terus menangis tanpa henti, membuat Aurel bingung harus apa untuk membuat kedua anaknya berhenti menangis saat ini.


"Sayang-sayangnya mommy jangan menangis ya, mommy tau kalian sayang sama Daddy, tapi Daddy punya kehidupannya dan kebahagiannya sendiri sayang"ucap Aurel merengkuh tubuh kedua anaknya untuk masuk ke dalam pelukannya yang hangat.


Aurelpun segera mematikan televisi itu, agar kedua anaknya tidak semakin menangis menjadi-jadi melihat berita sampah hari ini.


"Huuaaaa... aku tidak mau punya mommy selain mommy hikss.."ucap Alev ditengah tangisnya.


"Huuaaaa... aku juga tidak mau"ucap Aydin sambil menangis.


Jika kembar sudah menangis seperti ini, sangat sulit untuk diredakan. apalagi mengingat mereka baru saja bahagia memiliki seorang Daddy, namun laki-laki itu akan segera menikah dengan wanita lain.


Aurel segera mengambil handphone miliknya disaku celananya, dan segera menelfon Satya untuk segera membantunya mengurus kedua anaknya.


Namun sayangnya, adik laki-lakinya itu tidak menjawab sama sekali panggilan telfonnya.


"Kita jalan-jalan yuk ke taman bermain, mau?"tanya Aurel menenangkan kedua anaknya.


"Huaaa.... tidak mau mommy huaaa.."tangis Aydin.

__ADS_1


"Aydin, Alev berhenti dong sayang menangisnya, kalau kalian menangis, mommy juga ingin menangis"ucap Aurel. "Berhenti menangis yaa, Aydin dan Alev boleh sedih tapi jangan larut dalam kesedihan"lanjutnya.


Tapi tetap saja kedua anaknya terus menangis. Hingga akhirnya Aurel melepaskan pelukan anak-anaknya dan berjalan ke dapur untuk membuat susu hangat kesukaan mereka.


"Minum dulu yuk susunya"ucap Aurel.


"Tidak mau!"rengek Alev


"Kalau kalian ga mau minum susunya, mommy sedih banget loh"ucap Aurel yang akhirnya berhasil membuat anaknya mau meminum susu kesukaan mereka.


Dan tanpa sadar kedua anaknya langsung pergi ke kamar untuk tidur. Tidak butuh waktu lama akhirnya kedua anaknya tertidur pulas meski air mata membasahi pipi gembul milik mereka.


"Akhirnya..."ucap Aurel bernafas lega.


Aurel meninggalkan kedua anaknya untuk membereskan mainan-mainan anaknya yang berserakan di depan televisi.


Melihat kemesraan Axel dan Celine di televisi saat memasuki butik, membuat perasaan Aurel sesak. Namun inilah kehidupan, dia tidak boleh egois untuk memiliki Axel.


Hingga akhirnya ponselnyapun berbunyi, dan tertera nama adik laki-lakinya yaitu Satya.


"Halo.."


"Aku menelfonmu karena tadi kembar menangis melihat berita Axel bersama Celine akan bertunangan" ucapnya setelah selesai membereskan mainan kedua anaknya.


Panas!


Hingga akhirnya Aurel memeriksa dahi anak gadis kecilnya yang sedang tertidur, dan benar saja suhu tubuh anaknya panas sekali. Lalu Aurelpun memeriksa tubuh putranya, Aydin yang juga panas.


"Satya sekarang bantu aku ke apartemen, kedua anakku mendadak sakit, tubuhnya panas" ucap Aurel hingga akhirnya panggilan itu terputus.


15menit kemudian, Satya sudah tiba dengan keringat yang bercucuran diwajahnya.


"Kak bagaimana keadaan kembar?"tanya Satya yang panik.


"Masih panas tinggi"ucap Aurel.


"Ayo kita bawa ke rumah sakit"ucap Satya yang segera menggendong Aydin dan kakaknya menggendong Alev berjalan menuruni apartemen.


...****************...

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, mobil Satya sudah sampai di rumah sakit ternama. Dan kedua anak kembar itu dirawat diruang VIP.


Aurel menangis melihat kedua anaknya harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari karena demamnya tidak menurun juga. Aurel terus merasa bersalah pada dirinya sendiri.


"Kak, sudahlah jangan menangis. aku yakin kembar akan segera sembuh"ucap Satya yang memeluk tubuh kakaknya yang sedang sedih dan hancur melihat buah hatinya menangis.


"Aku bodoh sekali Satya hingga membuat kedua anakku sakit seperti ini"ucap Aurel yang terus menangis melihat kedua anaknya yang harus berbaring dirumah sakit.


...****************...


Axel sangat kesal dikarenakan keluarga Celine menjebaknya hingga banyaknya beberapa wartawan menayangkan dirinya bersama Celine di televisi.


Sepulang dari butik, amarah Axel semakin memuncak dikarenakan hubungannya yang sama sekali tidak ada niatannya sedikitpun, menjadi orang lain tahu.


Brak!


bunyi pintu terbanting begitu saja.


"Axel, kamu tidak bisa menutup pintu dengan pelan?"ucap Andrew. papa dari Axel.


"Tidak bisa"sahut Axel berjalan.


"Axel, dimana Celine?"tanya Alia kepada putranya yang sama sekali tidak membawa calon menantu kesayangannya itu.


"Sudah berapa kali aku bilang ke mama, kalau aku tidak akan menikah dengan Celine! bahkan keluarga Celine menjebakku, membuat para wartawan tahu hubungan yang aku tidak pernah mau jalani dengan wanita itu!" tegas Axel dengan amarahnya yang tinggi.


"AXEL! JAGA UCAPANMU! DIA IBUMU!"tegas Andrew yang tidak suka jika putranya sangat kurang ajar dengan istrinya sendiri.


"Axel kamu mau kemana? mama belum selesai bicara denganmu!"ucap Alia pada putranya yang baru saja tiba dirumah.


Axel yang masih kesalpun segera melanjutkan jalannya masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya rapat-rapat.


"AAARRRGHHH!"Kesal Axel dengan kedua orangtuanya yang terus saja memaksa hubungannya dengan Celine.


Hingga akhirnya Rendy berhasil menarik kembali berita-berita tersebut walaupun sedikit terlambat karena satu sisi kedua anak kembar milik Axel sudah mengetahui dan jatuh sakit akibat dirinya sendiri.


...****************...


Sedangkan satu sisi Aurel dan Satya masih setia menunggu kembar untuk sadar dari tidurnya dan berharap panas pada tubuh kecil pada kedua anak itu segera menurun.

__ADS_1


"Kak, aku akan ke kantin dulu ya beli makan untukmu"ucap Satya yang hanya dijawab dengan anggukan kepala saja oleh Aurel.


Aurel kini terduduk lemas, melihat buah hatinya sakit dan tertidur diranjang rumah sakit.


__ADS_2