ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Tidak ingin bertemu


__ADS_3

Untuk beberapa hari ke depan Aurel memilih untuk mengambil cutinya untuk menemani anak kembarnya yang masih terlihat murung akibat melihat ayahnya digelayutin dengan wanita lain.


Namun syukurlah keadaan putra dan putrinya sudah membaik, mereka sudah bisa tertawa, bermain bahkan melakukan hal kekonyolan diusia kecil mereka.


Sedangkan disatu sisi, Axel hanya bisa marah akibat pekerjaan karyawannya yang menurutnya sangat jauh dari kata maksimal, sekaligus merasa kehilangan tidak ada sosok Aurel yang biasa dia lihat dan dijahili.


Dia sangat kesal, karena Aurel sejak kejadian itu meminta untuk mengundurkan diri dari kantornya, namun Axel tetap menahan Aurel untuk bekerja di perusahaan Cullen dan memberikan wanita itu cuti untuk beberapa hari kedepan.


Bahkan sejak cutipun seluruh pesan dari Axel sama sekali tidak baca atau telfonnyapun sudah pasti tidak diangkat, membuat Axel tidak tahan harus berjauhan dari wanita itu.


Hingga akhirnya saat pulang kerja Axel memilih untuk ke apartemen milik Aurel, untuk menemui wanita itu dan kedua anaknya.


Belpun berbunyi, hingga Aurelpun memutuskan untuk membuka pintunya dan ternyata yang datang adalah laki-laki yang tidak diharapkan untuk menginjakkan kakinya di apartemennya.


"Maaf, tempat saya tidak menerima anda"ketus Aurel yang langsung mencoba menutup pintu apartemennya namun tidak bisa karena tenaga Axel lebih besar dibandingnya.


"Saya ingin bertemu dengan anak-anak saya"ucap Axel yang membuat Aurel pasrah untuk tidak menutup pintunya kembali.


"Mommy ada siapa?"tanya Aydin yang baru saja datang dari kamar dan melihat langsung wajah Axel dengan tatapan dingin.


"Aydin, Daddy rindu sekali dengan jagoan Daddy"ucap Axel yang ingin memeluk putranya, namun Aydin memundurkan langkahnya untuk tidak ingin disentuh sama sekali.


"Maaf om, saya tidak punya Daddy"ucap Aydin dengan dingin, membuang wajahnya ke sembarang arah.


"Mommy..."ucap Alev dengan suara memelan, yang baru keluar kamar namun melihat wajah Axelpun berubah menjadi murung.


"Mom, suruh dia keluar, Alev tidak ingin melihat dia lagi"ucap Alev yang langsung berlari masuk ke kamar.


"Aydin juga mom"ucap Aydin yang berjalan masuk ke dalam kamar dan menutup rapat pintu kamarnya.


"Anda lihatkan? mereka sudah tidak butuh seorang ayah lagi"ucap Aurel yang membuat Axel mau tidak mau kembali pulang ke rumahnya dengan langkah gontai.

__ADS_1


...•...


Sudah beberapa hari Axel datang ke apartemen yang dihuni milik Aurel, namun pintu apartemen sama sekali tidak dibuka sang pemilik karena Aurel sudah mengganti kata sandi pintu masuk apartemen miliknya.


Kesal, itulah yang dirasakan Axel saat Aurel mengacuhkannya yang sudah beberapa kali menggedor pintu apartemen milik wanita itu, karena dia rindu dengan kedua anaknya yang sangat manis.


"Aurel, biarkan saya bertemu dengan kedua anak saya!"teriak Axel yang mencoba mengetuk-ngetuk pintu apartemen.


Satya yang berniat ingin mengunjungi kakak serta keponakannyapun terlihat miris dengan keadaan Axel yang mencoba setiap harinya untuk menemui kakaknya dan keponakannya.


Satyapun mencoba mengacuhkan keberadaan Axel yang sudah melihatnya datang, Satyapun mengetuk pintu masuk Aurel.


"Kak, aku datang"ucap Satya dengan santai.


"Masuklah"ucap Aurel dari dalam apartemen, karena Satya tau kata sandi pintu apartemen miliknya.


Tidak butuh waktu lama, pintu apartemen terbuka, terlihat Satya dan Axel dengan pakaian lengkap datang masuk kedalam apartemennya dengan begitu saja.


"Morning Alev, Aydin"sapa Axel pada kedua anaknya yang menatapnya dengan acuh, dan masih melanjutkan permainannya.


Axelpun berjalan mendekati kedua bocah yang sedang asik bermain di atas karpet berbulu dengan mengacuhkannya.


Axelpun memeluk tubuh mungil putri kesayangannya itu yang sedang asik bermain dengan begitu lembut.


"Lepasin aku! aku ga punya Daddy!"ketus Alev meronta minta dilepaskan dari pelukan ayahnya, namun Axel terus memeluk tubuh mungil itu.


"Alev, Daddy kangen banget sama kamu"ucap Axel sambil mencium pipi putrinya hingga Alev tenang, "Maafkan Daddy"lanjutnya sambil mencium tangan mungil kecil milik putrinya.


"Hy jagoan Daddy, Aydin"ucap Axel yang mulai menyadari putra kecilnya menatapnya dengan tajam, membuat laki-laki datang mendekat dan memeluk tubuh mungil putranya. "Daddy kangen sama Aydin"lanjutnya sambil mencium dahi milik Aydin.


"Maafkan Daddy ya"ucap Axel sambil memeluk kedua anak kembarnya dengan lembut dan penuh kehangatan.

__ADS_1


"Aku tidak suka Daddy dekat dengan wanita lain selain Mommy"ketus Aydin yang berterus terang dengan keinginannya.


"Iya, aku hanya mau Mommy yang jadi Mommyku, bukan Tante jahat itu"ketus Alev yang memperingati ayahnya.


"Aydin, Alev.."ucapan Aurel terputus dengan ucapan dari Axel.


"Kamu diamlah, biarkan kedua anak berbicara untuk mengeluarkan keluh kesah dihatinya, jangan memarahinya"ucap Axel yang membuat Aurel terdiam dan tertegun mendengar itu.


Satyapun yang melihat kakaknya terdiam hanya bisa menahan tawanya, karena seperti suami yang marah kepada istrinya dan sang istri hanya bisa diam.


"Oh iyaa Daddy punya kue untuk kalian berdua"ucap Axel yang memberitahukan bingkisan besar dihadapan kedua anaknya.


Mata kedua bocah itu tersenyum dan seketika langsung luntur saat melihat raut wajah mommynya yang tidak memperbolehkan mereka makan makanan yang manis.


Axel yang sadar dengan tatapan kedua bocah itu yang menuju ke ibunyapun seperti meminta persetujuan.


"Aurel biarkan mereka makan ini sesekali ya"ucap Axel yang membuat Aurel menghembuskan nafasnya.


"Baiklah, kalian boleh makan kue itu, sini biarkan saya yang bantu untuk sajikan"ucap Aurel mengambil bingkisan besar berupa kue itu dari tangan Axel.


"Terima kasih mommy cantik"ucap Axel menggoda Aurel.


"Hmm"jawab Aurel yang langsung meletakkan kue itu dan menyiapkan beberapa piring kecil dan sendok serta 1 pisau untuk memotong kue itu.


Disaat lagi asik-asiknya makan kue, Axel menatap Aurel yang terlihat polos tanpa make up diwajahnya, wanita itu seperti sangat kelelahan mengurus kedua anak mereka.


"Aurel, besok kamu harus mulai bekerja, cuti kamu sudah habis"ucap Axel dengan sikap layaknya bos, karena dalam hati kecil pria itu juga ingin bertemu Aurel di kantor setiap harinya.


"Baiklah"ucap Aurel yang sebenarnya sangat berat untuk datang dan masuk kembali ke dalam kehidupan Axel yang sangat rumit.


Dalam hati Aurel, dia tidak ingin menjadi orang ketiga dalam kehidupan pribadi Axel, apalagi laki-laki itu akan segera menikah dengan calon tunangannya yang sangat berkelas itu.

__ADS_1


Kemungkinan juga mereka akan mempunyai anak kelak, entahlah saat ini Aurel sangat bingung dengan perasaannya sendiri, dia ingin sekali menjauh dari kehidupan laki-laki yang menjadi bosnya kini. Tapi apalah daya, Axel adalah ayah dari anak-anaknya, dan anak-anaknya juga sangat membutuh kasih sayang dari sang ayah.


__ADS_2