ONE NIGHT LOVE CEO

ONE NIGHT LOVE CEO
Ke Mall


__ADS_3

Alev dan Aydin sangat senang karena saat mereka membuka mata, terdapat tangan kekar yang memeluk tubuh kecil mereka dengan hangat dengan mata yang terpejam begitu lelap.


"Daddy sangat tampan ya"ucap Alev dengan kagum menatap wajah sang ayah yang sangat sempurna sedang tertidur disampingnya.


Aydinpun setuju dengan perkataan saudari kembarnya bahwa nyatanya ayah mereka sangatlah tampan dan juga sukses diusianya yang masih muda, karena Aydin sangatlah ahli dalam komputer, dia mampu mencari tau latar belakang seseorang melalui internet.


"Sayang, udah pada bangun? Mommy udah masak buat kalian, buruan mandi"ucap Aurel yang masuk ke dalam kamar mengenakan celemek, melihat kedua anaknya sudah bangun.


"Mommy bisa pelan sedikit ga sih? Daddy sedang tidur"omel Alev yang membuat Aurel tersenyum, karena putrinya sangat menyayangi Axel.


Axelpun mendengar suara kedua wanita dalam satu ruangan itupun mengucekkan matanya dan merentangkan tangannya layaknya habis bangun tidur.


"Daddy sudah bangun?"tanya Alev dengan polosnya karena tidak enak hati merasa ayahnya terbangun karena ulahnya.


"Iya sayang"ucap Axel yang mencium pipi tembem milik Alev dan juga pipi milik Aydin.


"Kamu mandilah lebih dulu, karenakan harus kerja"ucap Aurel dengan canggung karena pertengkaran semalam.


"Alev, kamu mandi duluan. Daddy tidak ada baju ganti soalnya"ucap Axel yang membuat putri kecilnya masuk ke kamar mandi seorang diri.


Melihat Aydin yang mau turun dari kasurpun, membuat Axel mengikutinya dan ternyata bocah kecilnya itu membantu Aurel yang sedang beberes rumah.


"Aydin, kok bantuin Mommy? Alev mana?"tanya Aurel yang bingung tidak melihat putri kecilnya.


"Dia sedang mandi, karena saya tidak bawa baju ganti, jadi saya suruh dia duluan mandi"ucap Axel.


"APA?!"ucap Aurel tercengang mendengar ucapan dari laki-laki dewasa itu yang membuatnya segera berlari ke kamar mandi, dan benar saja putrinya sedang berusaha naik ke atas meja yang lumayan tinggi untuk mengambil shampo.


"Sayang, besok-besok minta tolong Mommy oke untuk mengambil apapun, nanti kamu jatuh"ucap Aurel menasehati putrinya, yang dibalas anggukan oleh Alev.


"Mau Mommy mandikan?"tanya Aurel menawarkan diri, karena putri kecilnya itu sangat mau melakukan apapun sendiri tapi sangat ceroboh itu yang membuat Aurel sangat takut.

__ADS_1


Axel yang melihat Aurel yang begitu sigap dengan putri kecil merasakan desiran darah yang hebat pada jantungnya yang membuat jantungnya berdetak dengan cepat. Tapi laki-laki itu lebih memilih ke ruang depan untuk menemui Aydin, putranya.


Melihat Aydin yang duduk dimeja makan seorang diri, membuat Axel duduk dihadapan bocah kecilnya dan tersenyum melihat kemiripan wajahnya yang sama persis dengan Axel yang dulu masih kecil, dibanding Alev.


"Hy jagoan Daddy, kamu sangat tampan seperti Daddy"ucap Axel mengusap pucuk kepala Aydin dengan sayang.


"Aku lebih tampan dibanding Daddy"ucap Aydin dengan percaya diri penuh membuat Axel tersenyum tipis mendengar itu.


Setelah 1 jam lebih bergantian mandi antara Alev, Aydin dan Axel. Kini mereka makan satu meja dengan Rendy, asisten pribadi Axel yang membawakan laki-laki itu baju ganti untuk pergi ke kantor.


"Pak Axel, mari kita ke kantor karena banyak rapat yang harus dihadirkan hari ini"ucap Rendy dengan professional membahas pekerjaan.


"Apa Daddy tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama kita?"ceplos Alev dengan tatapan polosnya menatap wajah ayahnya.


"Tidak bisa Alev, Daddy harus kerja karena pekerjaan Daddy sangat banyak sekali"ucap Aurel yang memberikan pengertian pada putri kecilnya.


Alev yang mendengar ucapan dari Aurel itu hanya mampu menundukkan kepalanya, karena dia masih merasakan rindu dengan kasih sayang yang selama ini ingin sekali dia rasakan untuk bersama ayahnya.


Lagi dan lagi Rendy harus menghembuskan nafasnya dengan berat hati, sedangkan Alev dan Aydin yang mendengar itu tersenyum bahagia karena ayahnya lebih memilih menghabiskan waktu bersama mereka.


"Setelah selesai makan, kita ke Mall. Mau?"tanya Axel menatap kedua anaknya secara bergantian.


"Mauuu!!!"ucap Aydin dan Alev dengan kompak.


Padahal pada hari ini ada banyak sekali projek yang harus dibahas oleh Axel dan membutuhkan persetujuan bos dari perusahaan Cullen itu yang bernilaian milyaran rupiah. Dan Aurelpun sangat tau itu, tapi perempuan itu lebih memilih diam karena malas harus membuka perdebatan baru dengan Axel.


Setelah sarapan pagi, Axel benar-benar membawa kedua anak-anaknya ke Mall yang dimilikinya, bahkan Mall itu sendiri ditutup untuk semua orang dan hanya dibuka hari ini khusus kedua anak-anaknya.


Sesampainya di Mall, Aydin dan Alev langsung memilih bermain di playground yang besar dan memainkan semua permainan satu persatu dengan begitu ceria, sedangkan Axel dan Aurel duduk berhadapan sambil menatap wajah riang kedua anak mereka yang sangat bahagia.


Setelah memainkan perosotan, Alev berlari ke arah ke dua orangtuanya dan menggenggam tangan Axel dan Aurel dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


"Daddy, Mommy makasih ya"ucap Alev yang membuat Aydin juga ikut menghampiri adiknya yang sedang bersama Axel dan Aurel.


"Iya sayang"ucap Axel sedangkan Aurel hanya membalas senyuman manis diwajahnya.


"Kalian ga lanjutkan main lagi?"tanya Aurel yang melihat kedua anaknya yang memilih keluar dari arena bermain.


"Aku lelah Mommy bermain permainan ini"ucap Aydin yang duduk dipangkuan Aurel.


"Tuan, nyonya anak kalian sangat menggemaskan ya, rencananya mau nambah adik lagi ga buat mereka?"tanya seorang pelayan yang membawakan dua ice cream untuk Aydin dan Alev.


"Adik?"tanya Aydin mengerutkan dahinya dan menatap Alev.


"Tidak"tegas Aydin.


"Aku mau!!!"ucap Alev dengan berseru riang.


"Kenapa adik tampan tidak mau?"tanya pelayan itu.


"Dia aja udah cukup merepotkanku"ketus Aydin yang menatap Alev kalo mengingat kelakuan adiknya yang sering mengerjainya dan juga sangat ceroboh.


"Tapi aku ini cantik dan juga cerdas tau!"ketus Alev mendengar Aydin yang menjawabnya dengan menyebalkan.


"Yaudah saya permisi dulu Tuan dan Nyonya"ucap Pelayan itu pergi setelah meletakkan ice cream dimeja.


"Pokonya Mommy aku tidak mau punya adik"ucap Aydin.


"Tidak! Aku mau punya adik Mommy Daddy!"ketus Alev.


Sedangkan Aurel dan Axel menjadi canggung dengan pembahasan kedua anaknya yang sama sekali tidak mengerti dengan posisi mereka.


"Kalian mau belanja ga?"tanya Axel yang mencoba mengalihkan pembicaraan antara kedua anaknya.

__ADS_1


"Mau!! Aku mau belanja baju yang banyak!"ucap Alev dengan riang. "Ayo Daddy!!"


__ADS_2