
Kini Aurel tidak berkutik dan hanya mampu diam seranjang sambil memeluk Aydin yang tertidur disebelah Alev yang sangat rewel sejak tadi ingin tidur berdekatan dengan abangnya dan dalam keadaan dipeluk oleh Axel yang bersyukurnya gadis kecil itu kini tertidur lelap dalam mimpinya.
Sedangkan Aurel dengan pelan-pelan melepaskan Aydin yang memeluk dirinya, menggantikan dengan guling agar putra kecilnya tidak jatuh dari kasur atau bangun dari tidurnya.
"Mau kemana?"tanya Axel yang membuat wanita itu menatap wajahnya sekilas.
"Ke depan dulu, mau cuci piring"ucap Aurel sambil keluar dari kamarnya sambil menguncir rambut panjangnya.
Sudah seperti biasanya Aurel akan membersihkan rumahnya setelah putra putrinya tertidur lelap, walaupun setiap pulang kerja dua anak kembarnya yang selalu membantunya membersihkan rumah dan juga semua terlihat rapih serta bersih.
Kini Aurel dengan sigap membersihkan tiap piring yang kotor setelah mereka makan malam untuk selalu menjaga kebersihan rumah, apalagi kedua anaknya yang masih sangat kecil dan daya tubuh mereka masih sangatlah rentan oleh virus atau kuman.
Setelah beberapa menit membersihkan piring, ibu dari dua anak itu meletakkan piring-piring itu ditempat biasa dia meletakkan piring dan gelas dengan telaten dan rapih.
"Fiiiuuuhh! Selesai juga akhirnya!"ucap Aurel merentangkan kedua tangannya karena sangat lelah.
"Ehem!"deheman itu membuat wanita itu memutarkan tubuhnya dan ternyata terdapat Axel yang sedang berdiri tidak jauh darinya.
__ADS_1
"Kamu mau pulang? Yaudah pulang aja, mumpung Alev sudah tidur"ucap Aurel dengan santainya, membuat Axel semakin kesal dengan semua sikap dan sifat perempuan itu.
"Apa kamu tidak ingin menjelaskan mengenai Alev dan Aydin?"tanya Axel membuat Aurel terdiam sejenak, karena dia juga bingung harus menjelaskan darimana tentang kedua anak yang dilahirkannya pada malam itu dan bertemu kembali oleh laki-laki yang dianggap bayarannya itu disini, bahkan berdiri dihadapannya.
"Mau sampai berapa lama kamu akan menyembunyikan mereka dari saya?"tanya Axel dengan dingin.
"A-aku tidak bermaksud gitu"ucap Aurel.
"Lalu? Apa ini semua rencanamu ingin mendekatiku dengan hasil dua anak dari hubungan kita dan meminta pertanggung jawaban dariku?!"bentak Axel tertahan karena dia tidak ingin membangunkan kedua anak kembarnya yang tertidur didalam kamar.
"Aku tidak akan meminta pertanggung jawaban dari anda, karena saya bisa menghidupi kedua anak saya sendiri"ucap Aurel yang sangat sesak mendengar kata-kata yang cukup menyakitkan dari Axel.
"Lebih baik pak Axel pulang, lupakan semuanya dan lupakan juga anda memiliki anak dari saya. lagipula anda akan memiliki anak dari calon istri anda itu"ucap Aurel yang ingin berjalan keluar dapur namun pergelangan tangannya ditahan oleh genggaman tangan Axel yang kuat.
"Kamu gila! Mereka berdua anakku, darah dagingku dan kamu seenaknya menyuruhku melupakan mereka, dimana pikiranmu Aurel?!"ucap Axel.
"Mereka memang anakmu, darah dagingmu, tapi saat itu hubungan kita hanyalah sebatas cinta satu malam tanpa perasaan apapun. Jadi kamu tenang saja, aku akan menyembunyikan mereka dari calon istrimu atau membawa mereka kembali ke Eropa, jika itu yang membuatmu takut akan retaknya hubunganmu dengan tunanganmu"ucap Aurel.
__ADS_1
Axel melepaskan tangan Aurel dari genggamannya membuat wanita itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, sedangkan Axel mengusap wajahnya karena kesal dengan jalan pikiran Aurel.
"Saya tidak akan membiarkanmu membawa mereka pergi dan menjauh dari saya, bahkan saya akan mengambil alih mereka darimu sebisa mungkin"ucap Axel dengan santai dan kini wajah Aurel yang berubah terkejut dan takut akan kehilangan 2 anaknya yang selama ini mengisi hari-harinya.
"Apapun yang kamu mau, selain Alev dan Aydin. Aku akan lakuin itu."ucap Aurel dengan pelan, karena dia benar-benar tidak bisa hidup tanpa 2 malaikat kecilnya yang selama ini mengisi hari-harinya.
"Kamu lihat sendiri Alev! Dia sampai jatuh sakit gara-gara kamu tidak mampu menjaganya! Saya mampu menghidupi Aydin dan Alev, memberikan mereka kebahagiaan yang luar biasa dan melindungi mereka dengan yang saya miliki, tapi tidak denganmu!"ketus Axel yang terus menerus menyalahkan Aurel dan melampiaskan kemarahannya yang dipendam sejak tadi, karena Axel sangat terkejut bukan main karena wanita yang dia temui saat di Eropa ternyata melahirkan kedua anak hasil cinta satu malam yang mereka lakukan.
"Aku tau Tuan Axel Putra Cullen, aku bukanlah ibu yang baik untuk mereka, bahkan aku tidak becus menjaga anak-anakku sampai membuat putri kecilku dicelakai orang lain seperti itu. Tapi kasih sayangku sama mereka tidak pernah kurang, aku melahirkan mereka dengan taruhan nyawa sedangkan saat itu aku tidak tau ayah mereka siapa dan latar belakangnya dan aku juga membesarkan mereka dengan jerih payahku sendiri di negara orang tanpa bantuan siapapun. Hanya mereka kebahagiaan yang aku miliki dan yang aku punya. Dan kamu juga bisa punya anak dari tunanganmu itu, jadi aku mohon jangan pernah rebut anak-anakku"ucap Aurel yang sudah duduk dilantai dengan air mata yang terus turun karena tidak pernah sekalipun terbayang dibenaknya akan kehilangan kedua malaikat kecilnya.
Melihat Aurel yang terduduk lemas dilantai membuat dadak Axel merasakan sesak yang luar biasa, karena selama ini wanita itu begitu dekat dengannya namun sama sekali tidak memberitahukan apapun tentang kedua anak-anak hasil hubungan mereka saat itu. Bahkan banyak kesalahpahaman yang membuat kedua anak-anaknya salahpaham tentang dirinya, seperti Alev yang menanyakan kenapa dirinya tidak menjemput mereka saat dibandara, apakah mereka anak yang tidak diharapkan dari ayahnya sendiri, itu semua membuat Axel sangat marah bahkan kesal dengan Aurel yang membuat dinding tebal antara dirinya dan kedua anak-anaknya.
Axel yang tidak tega dengan airmata Aurel yang terus turun membasahi pipi wanita itu, memilih untuk masuk ke dalam kamar untuk tidur bersama anak-anaknya meninggalkan Aurel sendiri. Walaupun hati kecil Axel ingin sekali membantu Aurel berdiri dan memeluk tubuh kecil itu yang sudah melahirkan dua malaikat kecilnya ke dunia ini dengan selamat.
Sedangkan Aurel memilih untuk tidur disofa, dibanding harus seranjang dengan pria yang ingin merebut kedua anaknya padahal akan menikah dengan wanita lain yang akan bisa melahirkan anak-anak untuk Axel dimasa yang akan mendatang, belum lagi mendengar kata-kata yang menyakitkan keluar dari mulut pria itu. Karena selama bekerja dengan Axel, laki-laki itu walaupun dingin tapi sikap akan selalu hangat dengannya, bahkan suka menggodanya. Tidak seperti Axel yang saat ini.
"Sudahlah Aurel, mungkin pria itu cuma butuh waktu untuk menenangkan pikirannya"gumam Aurel.
__ADS_1
*HY READERS!!! TOLONG HORMATI KARYAKU YA! JANGAN LUPA LIKE DAN JUGA KOMEN! SUPAYA AKU SEMANGAT UNTUK UP NOVEL INI!! ❤*