
flashback on
dokter Rana boleh bicara sebentar, panggil dokter Lukman.
maaf dokter saya tidak mau bicara sama siapa-siapa dulu, saya ingin sendiri, terangkan Rana.
dan Rana pun kembali pulang ke rumah karena waktu menunjukan sudah sore dan waktunya juga harus pulang.
ya Allah sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku ini, batin Rana, kenapa juga ya aku bisa tolak ajakan dokter Lukman, padahal aku juga mau bicara kalau memang aku juga punya perasaan yang sama terhadap nya.
Rana kamu haru Jujur sama dokter Lukman kalau kamu juga sangat mencintainya, dan kamu harus menolak perjodohan ini, batin rana.
dan Rana pun memasuki kamar mandi untuk mandi yang pastinya ya, lalu dia bersiap untuk menunggu selesai azaan barui ia melaksanakan solat magrib.
Dengan segerah Rana menuruni anak tangga setalah dia sholat Maghrib.
bunda..bunda..panggil zahrana.
ia kenapa sayang, ayo makan bunda sudah siapkan kamu soop ayam.
ia bunda, ada yang hal penting yang mau aku bicarakan sama bunda dan papa tentang perjodohan itu, kata Rana.
__ADS_1
oh ya Uda kita makan dulu ya, yang itu nanti aja kita bahas, terang bundanya.
Rana mengikuti kata-kata bundanya, dan mereka makan malam bersama.
setelah salesai, dengan biasanya, Rana membersihin Meja makan, dan dia pun menyusul bunda dan papa nya yang berada diruang tamu.
ya Uda sayang apa yang pengen kamu bicarakan sama bundah dan papa sayang..
maaf bunda Rana sudah putuskan kalau Rana tidak akan menika denga izhu, karena tidak sama sekali mancintainya . terangkan zahrana.
tapi kamu ga bisa mutusin gitu saja, terangkan bundanya
rana, kamu ga boleh gitu bunda sama papa ga setuju, pokonya kamu harus terima nak izhul.
ga mau bunda, sahut zahrana dengan nada yang kesal. ini kan masalah pernikahan jadi biar Rana yang tentuin sendiri pilihan rana bunda, dengan sontak Rana pun beranjak dari kedua orangtuanya.
Rana kamu mau jadi anak durhaka ya setiap kata-kata bunda kamu selalu banta, pokonya kamu harus Nika sama izhul titik.
tapi aku ga mau bunda, dan setalah itu Rana pun hendak pergi meninggalkan ke dua oRang tuanya.
zahrana maharani, teriak papanya sontak menghentikan langkah kakinya,
__ADS_1
begini caramu bicara sama orang tua yang telah membesarkan mu, kata Wijaya dengan nada dan sorot mata yang tajam terhadap zahrana.
bruuuuuk..
bundaaaaa, teriak zahrana berlari ke arah bundanya, dan papanya yang melihat hal itu langsung segerah ia membopong istrinya itu, dengan nada yang ngos ngosan karna hawatir takut terjadi sesuatu sama istrinya.
bunda bangun bunda, maafin Rana bunda, menangis zahrana takut terjadi apa-apa sama ibundanya..bunda bangun bunda.
tenangkan dirimu Rana, ayo kita bawa bunda ke rumah sakit sayang, kata papah.
dan tak lama kemudian mereka pun sampai dirumah sakit, dan sudah dijemput oleh dokter Lukman, karena sewaktu dalam perjalanan dokter Lukman ditelpon sama dokter Rana dan menceritakan kondisi ibunya sekarang, dan segerah ibunya diantar ke ruang UGD untuk ditindak lanjuti sama dokter.
kamu yang sabar ya rana, doa kamu perlua Biar ibu kamu ga kenapa-kenapa, kata dokter lukamn.
aku mohon Dokter Lukman selamatkan bunda saya, mohon zahrana ia merasa terpukul dengan apa yang terjadi pada bundanya sekarang atas keegeoisannya dia.
bunda maafin Rana bunda.
kemudian papahnya mendekati dan memeluk anak gadisnya itu, kamu yang sabar ya sayang, bunda pasti baik-baik saja kamu tidak usah hawatir ya sayang. pah maafin Rana pasti semua gara-gara Rana sampe bunda jadi kaya gini pah, Rana terus menangis merasa bersalah...
jangan lupa di like dan komen ya, biar lebih semangat lagi 😍😍😘😘
__ADS_1