
pah, dokter Lukman ko lama sekali sih keluarnya pah, Rana takut terjadi apa-apa sama bunda pah.
hiks..hiks..hiks.. tangisan zahrana pecah dia takut akan terjadi sesuatu sama bundanya.
kamu yang sabar ndo, jangan terlalu difikirkan bunda pasti baik-baik saja sayang, kita do'a kan bunda ya biar bunda bisa melewati masa kritis sayang, tenangkan dirimu ya sayang. Wijaya berusaha tenangkan anaknya.
tak lama kemudian Riyana sahabat Fitri pun datang keruma sakit setelah dengar kabar dari ayahnya rana, dan Zahrana yang melihat kedatangan sahabat mamanya itu, dia dengan langsung memeluk sahabat mamanya itu, dengan bercucuran air mata.
Tante, bunda Tante aku takut terjadi sesuatu sama bunda Tante, zahrana terus menangis.
kamu jangan hawatir ya sayang, bunda pasti baik-baik saja kita banyak-banyak berdoa ya, Biar tidak terjadi sesuatu sama bunda sayang,
Riyana pun sedih lihat kesedihan calon mantunya itu.
dan tak lama pun kknya zahrana juga datang ketika ia dengar kabar tentang bundanya dari papanya.
__ADS_1
pah gimana keadaan bunda pah, kemudian dia melihat adiknya yang tak lain adalah zahrana adik kesayangannya itu sangat bersedih dan kk nya langsung memeluk adiknya itu.
ka bunda ka, ini semua salahnya Rana ka, Rana menyesal Uda buat bunda kaya gini ka, maafin Rana, Rana takut ka.
sudahlah de jangan selalu menyalakan dirimu sendiri, kita doakan sama-sama biar bunda ga kenapa-kenapa ya, kamu yang sabar ya.
dan tak lama dokter Lukman pun keluar dari ruang UGD, dan dia memberitahukan keadaan dari bundanya zahrana.
dokter gimana keadaan istri saya dok, tanya wijaya, ia dok gimana keadaan bunda saya dokter Lukman sambung zahrana.
jadi apa bisa saya jenguk bunda saya dok, tanya zahrana.
oh silahkan kebetulan bunda kamu sudah sadar dari pingsan, kata dokter Lukman.
dan Zahrana pun memasuki ruangan tersebut, dan dia langsung memeluk bundanya, dengan berderian air matanya.
__ADS_1
bunda maafin Rana bunda, Rana Uda buat bunda kaya gini Rana menyesal bunda, bunda sekarang ma bisa marah atau pukul sama Rana juga ga apa-apa karena Rana Uda bikin bunda jadi kaya gini, Rana anak yang durhaka, anak yang tidak tau di untung, hiks..hiks..hiks.
ey..ey..ey..ni anak ngomong nya ngaur aja, kamu kenapa sayang ga usalah nangis kaya gitu, bunda juga ga apa-apa ko, kamu ga salah ko sayang, bunda minta maaf ya sayang, bunda sayang sama kamu, sudah jangan nagis ah kan malu dilihat pasien lain, nanti dibilang kamu dokter yang cengeng lagi, ledek bunda Fitri.
ia tu Bun, udah dibilangin sama kk tapi dia mala nangis terus dari tadi sampe matanya bengkak tu, kata kaka nya Rana.
dan Wijaya pun masuk, kamu ga apa-apa kan sayang ga ada sakit kan, kata dokter kamu sudah bisa pulang hari ini, tapi kalau kamu merasakan sakit atau apa biar dirumah sakit dulu, terangkan Wijaya.
ga ko pah, bunda udah juga sembuh ko mendingan bunda pulang terus istrahat dirumah saja, kata Fitri.
ya Uda kalau itu mau kamu, tapi kamu yakin kan, ga apa-apa ni kita pulang? tanya wijaya
ga apa-apa ko pah, kata Fitri.
jangan lupa like dan komen serta beri vote ya teman, akan di up dengan cerita yang lebih menarik lagi.😍😘😘😘
__ADS_1