
setelah selesai makan, zahrana dan keluarganya berniat menjenguk calon suaminya yang tak lain adalah izhul dirumah sakit.
" ran, panggil bunda, ayo cepat papah udah tungguh kita dimobil."
" ia bun, ni juga udah siap ko, kata zahrana."
" ran, ko muka kamu pucat gitu sih sayang, tanya bunda khawatir, mending kamu istirahat de biar bunda sama papah aja yang kerumah sakit, sambung bunda fitri."
" Rana bisa ko bun, lagiyan rana ga cape juga, ga apa-apa bunda ga usah khawatir ya, ayo kita pergi."
saat mereka mau pergi tak lama kemudian kakak ranapun pulang dari urusan bisnisnya, dan bertegur sapa dengan adik dan ibundanya.
" kalian mau kemana, kata kakanya rana."
" e kak, udah pulang toh, kapan sampainya?? tanya zahrana."
" baru aja ran, kalian mau kemana, tanya kaka Rana kembali."
" itu kak, kita mau jenguk calonnya adik kamu. dirumah sakit, terangkan bunda fitri, kakanya mau ikut ga, sambung bunda fitri."
" ga bunda, aku mau istirahat aja, cape soalnya, kata anak sulungnya."
" oh ya uda, kamu jaga rumah ya bunda sama Rana pergi dulu."
" ia bunda hati-hati dijalan."
lalu mereka pun pergi naik ke mobil yang sudah ditunggui papanya, dan tanpa basa-basi lagi, sopir papa wijaya langsung melajukan mobil.
" ran, muka kamu ko lesuh gitu sayang, kenapa kamu sakit ya sayang?? tanya papa Wijaya."
__ADS_1
" hmmm, rana ga apa-apa ko pah, rana mungkin hanya cape doang, lagiyan rana uda minum vitamin tadi pah, entar juga Kemabli fit tubuh rana."
" kalau kamu cape kenapa ga istirahat saja dirumah sayang, terangkan papa wijaya."
" sudah bunda kasih tahu pah, tapi kamu kan tahu sendiri anak kamu ni keras kepala nya minta ampun, ledek bunda."
" apaan sih bunda, rana ga apa-apa ko pah, beneran."
" ya sudah kalau gitu, tapi kalau kamu rasa sakit atau gimana kamu bilang ya jangan diam aja, takutnya ada apa-apa soalnya muka kamu pucat bangat, kata papa."
" ia papah ku sayang, makasi uda perhatian sama Rana selama ini."
" harus dong sayang, kamu kan anak perempuan papah yang paling papa sayang, walaupun kamu uda gede, tapi kamu tu masih putri kecil papa."
" hmmm, papah sama anak mulai drama deh, ledek bunda fitri."
" hehehehe, biarin, kata bunda fitri."
berselang 15 menit mereka pun sampai dirumah sakit, tempat zahrana bekerja, setelah turun dari mobil mereka pun langsung masuk dalam rumah sakit.
" assalamualaikum,,,sapa bunda fitri dan suami, ketika masuk diruangan izhul, yang didalam sana ada riyana sama suaminya."
" walaikumsalam fit, kamu datang juga, kata riyana, serta halik sama wijaya saling bersalaman."
" ia dong, kan rindu juga sama calon mantu aku, lalu fitri pun melihat ke arah izhul, gimana keadaan kamu sayang, tanya bunda fitri ke izhul."
" udah mendingan tante, jawab izhul sambil mencari-cari wajah seseorang yang ia harapkan."
" hmmm,, kamu nyari rana ya, kata bunda Fitri."
__ADS_1
izhul pun malu karena ketahuan.
" Rana juga ikut kesini ko, tapi dia nya masih diluar, kebetulan tadi dia lagi ngobrol sama sala satu temannya, terangkan bunda fitri."
izhul pun tersenyum mendengar nya.
disisih lain...
zahrana sedang berjalan ke arah rungan izhul, lalu dia pun berpapasan dengan dokter Lukman.
" Dokter Lukman, gumam zahrana."
" Rana aku ingin bicara sama kamu."
lalu dokter Lukman pun menarik tangan dokter Rana dengan kasar.
" dok lepasin tangan saya, teriak dokter Rana."
tapi dokter Lukman sama sekali tidak menggubris apa yang dikatakan dokter zahrana, ia pun terus berjalan kaluar dari rumah sakit sambil memegang tangan zahrana dengan erat.
" dokter Lukman lepaskan saya, teriak zahrana sekali lagi, ya Allah tolong aku, apa yang ada didalam pikiran dokter Lukman ini, mau bawa kemana saya, batin zahrana."
lalu dokter lukman pun berhenti di salah satu taman yang tak jauh dari rumah sakit, dan melepaskan tangan dokter zahrana.
" awust... zahrana menjerit kesakitan dipergelangan tangannya."
💮💮💮💮
jangan lupa di like dan komen ya, serta beri votenya biar tambah semangat lagi thoor menulis novel ini..
__ADS_1