
" dari mana saja kamu, tanya izhul dengan melihat tajam ke arah zahrana."
zahrana sempat diam ketika di tanya sama izhul, ia pun bingun dengan tatapan izhul yang sangat marah kepadanya.
dari mana ya aku harus kasih ke izhul, kelihatannya dia sangat marah, semarah apapun dia aku harus bilang ke dia alasannya supaya dia ga semakin marah lagi sama aku, batin zahrana.
" ditanya ko malah diam kamu, jawab dong dari mana aja kamu, kamu lupa ya sama janji kamu apa ke aku, tanya izhul dengan nada tingginya."
" maaf ya, aku ga bisa ngantar kamu pulang soalnya, aku lagi urusan dinas keluar, jadi aku suru dokter Bayu yang gantiin aku untuk maastiin kamu pulang hari ini dari rumah sakit. kata zahrana dengan tenang."
" hala bilang aja, kalau kamu tu lagi ketemu sama cowo lain, ga perlu alasan yang ga masuk akal kaya gitu, aku tau kamu sengaja kan melakukan semua itu ke aku, make suru dokter lain lagi, dasar ga bertanggung jawab, kata izhul dengan lantang."
kata-kata izhul pun membuat emosi zahrana pun meningkat, ia tak suka kalu ditudu yang bukan-bukan apalagi ga ada buktinya sama sekali, dan karena memang betul kalau zahrana memang ada dinas dadakan yang harus dilakukan karena ini berkaitan sama karirnya sebagai dokter.
" aku ga suka ya kamu nuduh aku yang ga aku lakukan, dan siapa bilang aku lepas dari tanggung jawab, bukti aku kan suru asisten aku yang gantiin aku, ko kamu nyolot sih, kata zahrana dengan geramnya dia terhadap izhul."
__ADS_1
" ya kalau emang kaya gitu kenapa kamu ga ngasih tau ke aku kalau kamu lagi ada urusan kan beres jadinya, aku ini kan tunangan kamu setidanya kamu hargai dikit, bukan mala pergi secara diam-diam, izhul pun balik marah dan kesal pada zahrana."
" gimana aku mau kasih tau kamu, lagiyan kan aku ga punya no hp kamu, gimana sih terangkan dokter Rana."
ia juga ya, kan dia ga punya no kontak ku, aku pun sama, batin izhul.
" tapi kamu kan bisa hubungin momi, masa kamu ga bisa, kamu kan punya no kontak nya momi, kata izhul."
zahrana pun akhirnya terdiam karena ada benarnya juga, kenapa juga dia ga hubungin mominya izhul.
" baru segitu aja Uda lupa, gimana sih kamu bilang aja kamu mau lari dari tanggung jawab kamu, kata izhul ketus."
" malas ya aku berdebat sama kamu, ga bakalan ada habis-habisnya, lagiyan aku mau kesini karena aku ngaku aku udah ingkar janji sama kamu dan juga mau minta maaf sama kamu, eh tapi malah kamu hanya menyudutkan aku saja dan nuduh aku yang bukan lagi, cape ngomong sama kamu mending aku pulang saja, dari pada disini entar emosi ku ga turun-turun, kata zahrana karena kesal sama izhul."
dan Zahrana pun berniat meninggalkan izhul dan pulang kerumah nya, dan ketika zahrana ingin pergi, dia pun dihentikan oleh izhul.
__ADS_1
" kamu tega ninggalin aku, secara kamu udah ninggalin aku tadi, sekarang mau pergi juga, kata izhul dengan nada yang lembut."
" males tau ga, kamu tu ngomong juga ga jelas, percuma ngejalis sama kamu karena kamu ga pernah percaya dari pada aku disini dan buat kamu emosi mending aku pulang cape tau ga."
dan ketika zahrana pun berjalan, tangannya digenggam sama izhul, ahirnya langkahnya terhenti ketika mendengar apa yang dikatakan izhul barusan.
" aku sangat merindukanmu....aku mohon sama kamu jangan pernah pergi lagi, kata izhul dengan malu-malu."
zahrana pun terdiam sejenak ketika dengar apa yang dikatakan izhul barusan, dan itu tak tahu kenapa membuat dia sangat senang dan tenang ketika dengar apa yang dikatakan izhul , zahrana pun menoleh ke arah izhul yang tak mau melepaskan tangannya.
*aku ga salah dengar kan atas apa yang dia katakan barusan, dia sangat merindukan aku, apa dia uda mulai jatuh cinta kepadaku, batin zahrana.
🌼🌼🌼
jangan lupa dilike sama komen ya, dan beri votenya dong biar dukung karia nya author*.
__ADS_1