
setibahnya zahrana dirumah, tanpa salam ia pun langsung menaiki anak tangga untuk memasuki kamarnya dan tanpa ia sadari kalau bundanya yang sedang ngobrol sama calon mertuanya yang tak lain adalah Riyana.
halo Rana, panggil Tante Riyana
tapi zahrana sedikit pun tidak menggubris panggilan dari Tante Riyana tadi, ia berlari dengan cepat untuk masuk kekamarnya karena ia tak sanggup lagi dengan air matanya yang terus keluar, ia tak sanggup kalau harus ngomong sama bundanya dalam keadaan sekarang.
setelah sampai dikamarnya, zahrana menghempaskan tubuhnya di ranjang, dan matanya yang terus menangis karena patah hati dengan keputusan yang harus dia ambil demi bahagia bundanya ia harus rela berkorban.
ya Allah kenapa ini sakit sekali rasanya, aku tak perna merasakan sesakit ini, hiks..hiks.... dia tak henti-hentinya menangis karena menahan rasa sakit ini.
Rana kenapa fit, tanya Riyana sahabatnya
ga kenapa-kenapa ko, paling dia cuman cape sampe-sampe dia tidak dengar panggil kamu barusan, terangkan Fitri, padahal bundanya tau kalau zahrana sangat sedih, tapi ia berusaha menenangkan sahabatnya ini agar dia tidak curiga dengan keadaan Rana sekarang.
ya udah fit kalau gitu aku balik ya, kebetulan aku juga ada urusan lain setelah ini, nanti aku kabari lagi ya tentang lamarannya, aku harus bincang dulu sama mas khalik sama izhul, terangkan Riyana.
__ADS_1
oh iya, kamu yang hati-hati ya kalau bawa mobil, salam aku sama suami kamu, sama calon mantu ku yang ganteng itu, by ri
ok nanti aku sampein ke mereka, by fit.
dan Riyana pun pergi dari rumahnya sahabatnya itu.
dan setelah kepergian Riyana, Fitri pun menyusul ke kamar anaknya itu, karena merasa hawatir dengan keadaan yang tidak baik hari ini, zahrana kenapa ya batin bundanya.
tok..tok..tok..
dan tak lama kemudian zahrana pun membuka kan pintu kamarnya.
kamu kenapa sayang, kenapa mata mu bengkak, tanya bundanya, sambil memeluk anak gadisnya itu, dia tak tega melihat anak bungsunya itu bersedih, kamu kenapa sayang, kamu ga mau cerita sama bunda? sambung bunda fitri.
tak lama tangis zahrana pun pecah diperlukan bundanya, karena sekarang zahrana butuh sosok bundanya untuk menenagkan pikirannya dengan menceritakan semua yang terjadi barusan.
__ADS_1
hiks..hiks..hiks bunda sakit bangat bunda rasanya, air matanya terus mengalir di pipi.
apa yang terjadi sayang, kamu sakit karena apa, kalau kamu tidak bisa menerima perjodohan, dan kalau memang perjodohan ini yang buat kamu kaya gini batalkan saja sayang, bunda ga mau kamu sedih, bunda akan ngomong sama Tante Riyana untuk batalkan lamaran kamu sayang.
ya Allah, hamba termasuk orang egois hanya mementingkan diri sendiri, sampe-sampe bunda juga ikut sedih, batin zahrana.
ga ko bunda, bukan masalah itu, dan Rana tetap akan nikah sama izhul, bunda ga perlu risau, Rana ga apa-apa ko Bun, sambung zahrana karena tidak ingin bundanya merasa sedih.
kamu yakin sayang ? tanya bunda kembali.
yakin ko bunda, yang penting bunda bahagia Rana lebih bahagia, terangkan anaknya
ya uda kamu istrahat ya, bunda juga mau istrahat, besok baru kita lanjut lagi ya sayang.
ia bunda, makasi bunda sudah temani Rana ngobrol, kata zahrana.
__ADS_1
makasi yeah setia membaca noveku, semoga di like dan komen ya, serta beri vote biar lebih suami saya.