Our Dandelions Destiny

Our Dandelions Destiny
13.Ide Gila


__ADS_3

^^^"Hai.. Liv.." sapa Mikaela melambaikan tangan khasnya yang terlihat centil.. Gadis itu cantik dan terlihat dingin tapi bisa sangat manis dan centil bersamaan..^^^


..."Jangan-jangan kamu.." ucap Olivia menunjuk sahabatnya sudah menduga-duga sedang apa gadis itu disini.....


...Mikaela tersenyum jahil dengan anggukan kepalanya membenarkan.. Seperti sudah tau apa yang ada dalam pikiran Olivia.. "Kamu benar.. Aku datang sebagai perencana honeymoon kalian." jawabnya dengan santai.....


..."Honeymoon?" tanya Sultan tak habis pikir.. Pernikahan yang dipaksakan ini akan memiliki acara honeymoon.. Dia bingung, akan jadi apa honeymoon mereka.....


..."Hmm.. Honeymoon.. Aku yang akan mengatur jadwal penerbangan kalian.." jawab Mikaela dengan senyuman dan anggukan mantap.....


..."Sebaiknya terima saja.. Hadiah pernikahan untuk kalian.. Papa ingin kalian lebih dekat dan membangun hubungan suami istri yang lebih baik lagi.." ucap Anwar.....


...Sultan merasa ini adalah konspirasi.. Padahal dengan jelas dia mengatakan jika takkan ada cinta dipernikahan mereka dan mereka merencanakan honeymoon?...


..."Ide sempurna.." timpal Mikaela dengan jentikan jari.....


..."Kamu saja menikahlah dan pergilah honeymoon.." kesal Olivia.. Dia bahkan sudah bersusah payah menghindari Sultan.. Dan mereka akan berangkat bersama untuk honeymoon dengan pasangan mereka.. Tidakkah itu terasa konyol?...


..."Aku bisa saja menikah sekarang juga jika aku mau.. Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan tentangku.. Aku sedang membahas tentang sahabat dan adikku yang cantik ini.." ucap Mikaela memeluk Felicia yang masih berdiri disampingnya.....


..."Oke.. Fel.. Kamu setuju dengan rencana ini?" tanya Olivia.. Tentu dia merasa tidak nyaman.. Menerima pasangannya saja sudah sulit,ditambah honeymoon bersamaan dengan mantan pacar,oh ini ide gila baginya.....


..."Aku setuju jika Mas Sultan setuju.." jawab Felicia.....


...Demi apa Sultan mendengar panggilan yang dirasanya tak mengenakan hati dan telinganya itu.. Merasa jika Felicia adalah gadis keras kepala yang tak bisa diberi sekedar peringatan.....


...Olivia bisa melihat perubahan ekspresi Sultan saat Felicia mengatakan itu.. Memahami ketidaknyamannya namun hanya mengabaikan.. Itu bukan lagi urusannya.....


..."Ar.." panggil Olivia dan Shaka menoleh menjawab dengan gumaman pelan.....


..."Ar?" tanya Mikaela bingung.....


..."Arshaka.." jawab Olivia yang membuat Mikaela tertawa seperti mengejek panggilan sahabatnya untuk sang suami, adiknya sendiri.. Sementara Sultan menatap dengan raut cemburu yang sangat kentara.....


..."Tak ada alasan.. Semua harus setuju.." ucap Indah.....


..."Kalian pilihlah.. Swiss? Kanada? California? Finland? Hawai? Maldives? Monaco?" tanya Mikaela namun semua hanya diam tanpa jawaban.....


..."Menurutmu mana yang terbaik?" tanya Indah bertanya pada Mikaela.....


..."Jika itu aku,sepertinya Eropa akan bagus.. Swiss sepertinya pilihan bagus.. Benar kan Liv?" tanya Mikaela.. Olivia hanya mengangkat bahu sebagai jawaban.. Sementara yang lain hanya diam.. "Tapi hampir semua yang kusebut pernah kudatangi bersama Olivia.." lanjutnya.....

__ADS_1


..."Sudah.. Putuskan saja salah satu.. Kalian juga masih libur.. Ini waktu yang tepat untuk pergi.." ucap Indah.....


..."Kak.. Kamu sudah pernah pergi ke Swiss bukan?" tanya Felicia.....


..."Aku pernah berkunjung beberapa kali bersama teman kuliahku.. Tak butuh waktu lama dari London.." jawab Olivia.....


..."Kupikir lebih baik tak terlalu jauh.." ucap Felicia.....


..."Sejujurnya,aku masih cukup lelah dengan perjalanan dari Inggris ke Kanada dan disambung Kanada Indonesia.. Jadi aku tak ingin pergi.. Kalian berdua saja yang pergi.." jawab Olivia.....


..."Kita harus pergi bersama.. Tak perlu jauh.. Bali saja.." ucap Felicia.....


..."Terserah saja.." jawab Olivia bangkit dari duduknya dan pergi menuju kamar.. Shaka memilih tinggal karna diminta menemani sang ayah mertua bermain catur.....


...Semantara Sultan berbincang dengan Mikaela berdua saja setelah meminta ijin dari Felicia.. Sebenarnya dia merasa kesal karna Mikaela seakan membiarkan kesalahpahaman itu terjadi tanpa membantu keduanya mencari solusi.....


..."Maaf.. Aku bertindak seakan lebih memihak adikku dibanding kamu.. Tapi,asal kamu tau saja.. Gadis yang jadi istrimu saat ini,sudah menyukaimu sejak lama.. Jangan menyakiti hati wanita yang mencintaimu.. Oke.. Hanya itu yang ingin kukatakan.." ucap Mikaela .....


..."Tetap saja,itu salah.. Tidak peduli dia mencintaiku atau tidak.. Tapi aku dan Olivia saling mencintai.. Kamu tau itu.. Kamu sudah ambil bagian memisahkan dua orang yang saling mencintai.." kesal Sultan.....


..."Aku tau.. Aku hanya diam dan menutup kenyataan jika kalian berkencan dan saling mencintai.. Aku tak memberi kesaksian.. Karna itu aku minta maaf.. Perlakukan dia dengan baik dan kamu akan jatuh cinta padanya.. Dia juga gadis yang baik.." ucap Mikaela.....


..."Kamu akan baru tau jika kamu hidup bersama seseorang yang tidak kamu cintai.." jawab Sultan lalu meninggalkan Mikaela.. Mikaela tentu tau seberapa besar cinta Sultan untuk Olivia.. Tapi cinta mereka bukan lagi hal yang tepat sekarang.....


..."Ini milik Shaka.. Aku menemukannya dilaci kamarnya pagi hari sebelum kevilla dan dia menghilang bersamamu.." ucap Mikaela .....


..."Kau menyuruhku membaca diary milik orang lain?" tanya Olivia heran.. Baginya mencuri tau urusan pribadi orang lain itu tidak benar.. Meski itu adalah milik keluarga sendiri.....


..."Dia bukan orang lain.. Dia adikku.. Dan sekarang suamimu.. Bacalah dan perhatikan baik-baik.." ucap Mikaela masih berusaha meyakinkan.....


...Olivia akhirnya hanya pasrah dan mulai membuka satu persatu halaman dan membaca setiap halaman.....


..."Tak ada masalah apapun.. Kemungkinan terbesar adalah dia punya pacar.." ucap Olivia.. Meski sebelumnya Shaka sudah mengatakan tentang perasaannya.. Tapi Olivia masih bersikap seolah tak tau.....


..."Bodoh.. Pertama, ini bahkan dimulai tujuh tahun lalu saat pertama kali dia pergi kursus musik.. Menurutmu siapa gadis disana? Kamu.. Kalian memiliki guru yang sama.. Kamu pergi saat dia datang.. Itu jadwalnya.." ucap Mikaela.. "Semua tanda itu adalah saat kamu memposting pembaruan di media sosialmu dan pameran yang kamu adakan.. Dan yang terakhir,hari saat kamu kembali ke Jakarta.. Aku tak menyangka si bodoh itu memendam perasaannya begitu lama.." lanjut Mikaela.....


...Olivia mulai membaca ulang jurnal ditangannya dengan seksama.. Meski dia cukup memahami isinya.....


...'Kursus musik pertama.. Gadis itu dengan musiknya yang indah.. Dia pergi saat aku datang..'...


...'Gadis yang sama.. Aku tak bisa melupakannya..'...

__ADS_1


...'Hari ini dia datang kerumahku.. Tapi dia tidak melihatku..'...


...'Dia punya senyum yang cantik dan mata yang murni.. Matanya tersenyum saat bibirnya tersenyum.. Lesung pipi yang mengagumkan.. Hari ini guru memperkenalkan kami..'...


...'Dia datang kerumahku lagi dan kali ini dia menyapaku.. Meski hanya sebagai adik sahabatnya..'...


...'Dia selalu menarik.. Kupikir aku hanya kagum pada bakat musiknya tapi ini berbeda..'...


...'Dia sangat cantik dan manis.. Dunia seakan berhenti saat dia tersenyum.. Dia istimewa..'...


...'Jarak bukan masalah bagiku.. Meski dia jauh,dia tetap akan dekat.. Dia dihatiku.. Bahkan jika aku takkan memilikinya..'...


...Dan masih banyak lagi catatan yang ditulisnya.. Terakhir.. 'Seseorang yang selalu dihatiku.. Dia kembali dan aku akan bertemu dengannya.. Meski tanganku takkan bisa memeluknya,aku akan bahagia bertemu dengannya.. Aku merindukan senyumnya dan keceriaannya..'...


...Olivia menutup bukunya.. "Tujuh tahun lalu? Saat dia masih lima belas? Mungkinkah?" ucap Olivia.....


..."Cinta bisa datang dimanapun dan kapanpun tanpa diminta.. Dan jika dia tulus,dia takkan mengharapkan apapun darimu.. Kau bahagia saja,dia akan bahagia.." ucap Mikaela.....


..."Dia hanya kagum mungkin.. Piano.." ucap Olivia.. Entah kenapa dia masih menepis kenyataan padahal dia mengatakan akan berusaha.. Apakah dia mulai menjadi orang munafik? Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.....


..."Bukan sekedar itu.. Dia juga bicara dengan Mama.. Dia menyukaimu.. Kamu bisa tanya Mama.." ucap Mikaela.. "Bagaimanapun,kamu takkan menyesal menikah dengannya.. Aku akan menjaminnya.." ucapnya lagi.....


"Tidakkah ini berlebihan?" tanya Olivia..


..."Dia kadang ikut bersamaku saat mengunjungimu di London.. Dia ada bersamaku dan Mama saat kamu menghubungiku dan ikut berbincang bersama.. Pikirkanlah.." ucap Mikaela.....


...Olivia kembali kekamarnya saat Shaka sibuk memainkan ponselnya.. Olivia memerhatikannya sebentar sebelum duduk ditepian ranjang mereka.....


..."Sudah mau tidur?" tanya Shaka.....


..."Hmmm.." jawab Olivia lalu membaringkan dirinya dan memejamkan matanya.....


..."Selamat malam.. Semoga mimpi indah" ucap Shaka.....


..."Hmm.. Kamu juga.." jawab Olivia.. Dia merasakan Shaka membenarkan selimut yang menutupi tubuhnya.. Olivia tentu merasakan pemuda itu begitu perhatian padanya.....


...Sementara Sultan juga sama herannya mengetahui Gelicia menyukainya sejak lama.. Tapi tetap saja ini tidaklah benar,hanya karna menyukainya dia bersedia menikah tanpa cinta dan bahkan tau tentang hubungannya dengan kakaknya sendiri.. Bagi Sultan itu terlalu egois.....


..."Mas! Sudah tidur?" tanya Felicia.. Sultan berpura-pura memejamkan matanya saat mendengar suara itu.. Felicia berpikir pria itu sungguh tertidur.. "Selamat tidur.. Semoga kamu mimpi indah.. Maafkan aku.." ucapnya.....


...Tentu Sultan mendengarnya.. Tapi hanya diam tanpa suara atau pergerakan apapun.. Masih merasa risih dengan panggilan untuknya itu.. Dia bahkan tak berbincang apapun dengan istrinya itu.....

__ADS_1


...Mereka juga memikirkan apa yang akan terjadi dengan ide gila tentang honeymoon mereka esok hari.....


...Apakah cinta mereka akan tumbuh kembali seperti dandelion yang terbang lalu tumbuh dan mekar ditempat baru?...


__ADS_2