
...Mereka pergi untuk melihat pemandangan sunset sembari menikmati pertunjukan tari kecak.....
..."Kamu tidak menutup matamu? Mereka semua tak memakai baju.." bisik Shaka mengejek Olivia karna sebelumnya gadis itu menutup mata saat melihat dirinya tak memakai atasan.....
..."Sepertinya mereka lebih menarik darimu.." jawab Olivia yang membuat Shaka memanyunkan bibirnya karna kesal.....
..."Pemandangan favoritmu.. Pria tanpa baju.." ejek Sultan setengah berisik namun tak mendapat jawaban dari Felicia.. Gadis itu hanya diam.....
...Shaka bahkan menutup mata Olivia dengan tangannya karna kesal.. Berkali-kali Olivia menepis tangan pria itu karna mengganggunya.....
..."Diam Ar.." ucap Olivia sudah menggenggam tangan Shaka agar tak lagi mengganggunya.. Dia menggenggam kuat tangannya dipangkuannya.. Tentu sukses membuat Shaka diam.. Dia menikmati tangannya ada dalam genggaman istrinya itu.. Bahkan bibirnya menyunggingkan senyuman.....
..."Pemandangan yang bagus.." ucap Sultan.....
..."Kamu menyindirku? Cemburu?" tanya Felicia.....
..."Kenapa aku cemburu? Tidak mungkin.. Aku hanya memuji pemandangan sunset disini.. Memangnya apa yang kamu pikirkan?" tanya Sultan.....
..."Kamu cemburu aku melihat pria tanpa baju?" tanya Felicia.....
..."Tidak mungkin.. Itu mustahil saat ini.." jawab Sultan terlihat sangat yakin.. Pria itu masih belum bisa melupakan Olivia begitu saja......
..."Jangan berisik.. Kalian mengganggu pengunjung lain.." ucap Olivia memberi peringatan setelah seorang pengunjung dibelakang mereka berdeham seperti memberi peringatan pada mereka.....
...Mereka bungkam dan hanya menikmati pertunjukan hingga selesai.. Mereka lantas bergegas pergi setelah acara selesai.. Olivia dan Shaka berjalan lebih dulu dibanding Felicia dan Sultan.....
..."Jaga mata.. Kamu sedang bersama suamimu sekarang.." ucap Shka saat melihat Olivia memperhatikan sekitarnya.....
..."Melihat pria bule sama sekali bukan hal aneh bagiku.. Kau yang harus jaga mata.. Para gadis bule sangat senang dengan pakaian sexy kehabisan bahan.." omel Olivia.. Bukan cemburu, tapi hanya membalas ucapan Shaka.....
...Shaka berpikir jika Olivia merasa cemburu.. "Kamu akan cemburu jika aku melihat mereka?" tanya Shaka.....
..."Jangan terlalu percaya diri.. Tapi,asal kau tau saja.. Aku tak suka pria mata keranjang.." jawab Olivia.....
...Shaka hanya diam saja tanpa komentar apapun.. Memilih bungkam akan jadi pilihan yang bagus.. Dia khawatir Olivia akan menjauhinya jika dia terlalu mendebatnya.....
...Mereka hanya berjalan-jalan menikmati pemandangan malam.. Mereka masih berjalan tak jauh dari villa saat hujan turun dan berlari..Hujan semakin lebat saat mereka sampai divilla.. Merekapun segera masuk kekamar masing-masing karna kebasahan.....
__ADS_1
...Hujan dan pakaiannya yang basah membuat Olivia mengingat saat dia tersesat dihutan bersama Shaka.. Diluar suara petir menggelegar yang membuat Olivia terkejut hingga berjingkat dan terlihat sedikit takut.....
..."Kamu oke?" tanya Shaka memegang lengan Olivia dan menatap wajahnya.....
..."Hmm.. Setidaknya aku didalam rumah sekarang.. Bukan ditengah hutan.." ucap Olivia.....
...Sekarang Shaka memahami jika Olivia takut pada petir.. Dia tak bisa membayangkan betapa takutnya istrinya itu jika dia tersesat sendirian didalam hutan.. Dia bersyukur saat itu mereka bersama.....
...Sedangkan Olivia memikirkan saat mereka didalam hutan.. Berkali-kali Shaka berusaha menenangkan dirinya dan mengatakan jika semua akan baik-baik saja.. ...
..."Ar.. Terimakasih.." ucap Olivia dengan tatapan sendu yang membuat Shaka heran dengan perubahan diwajah istrinya itu.....
..."Untuk apa?" tanya Shaka.....
..."Kamu ada bersamaku saat itu.. Mungkin aku sudah mati ditengah hutan jika aku sendirian disana saat itu.." ucap Olivia.....
..."Apa yang kamu katakan? Jangan membicarakan yang tidak terjadi.. Kita baik-baik saja sekarang.." ucap Shaka.....
..."Aku melupakan harus berterimakasih padamu karna situasinya sedikit kacau.. Maaf.." ucap Olivia.. "Aku bersyukur ada kamu bersamaku saat itu.. Jika tidak,entah apa yang terjadi.." ucap Olivia.. Kata-kata Olivia ini membuat Shaka sedikit lega karna keberadaannya berarti bagi Olivia.....
..."Akan kubuktikan jika aku bersungguh-sungguh dengan perasaan ini.. Aku siap menghadapi lika-liku kehidupan ini bersamamu kedepannya.. Mari kita bersama melewati semua bersama.. Saat kamu menjadi rumah bagiku yang selalu ingin kudatangi.. Dan jadikan dada ini tempatmu bersandar.." ucap Shaka lagi.....
...Olivia sempat tertegun sejenak.. Menatap wajah pemuda dihadapannya yang terlihat begitu dewasa.. Juga merasa heran dengan ucapannya yang begitu dalam memaknai dirinya.. Lalu kemudian melangkah mendekatinya.. "Bersandar?" tanyanya lalu menyandarkan kepalanya didada bidang Shaka.. " Seperti ini?" tanyanya lagi.....
...Shaka sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Olivia.. Sebelumnya tak terpikir dia akan diperlakukan seperti itu begitu cepat.. Terdengar sangat jelas suara detak jantungnya berpacu dan itu membuat Olivia tersenyum.. Olivia menjauhkan dirinya dan menatap wajah terkejut Shaka.. "Ar.. Kamu Oke?" tanyanya.....
..."Kamu menggodaku sekarang?" tanya Shaka dengan suara gugup.....
..."Tidak.. Aku melakukan apa yang kamu minta.. Tak boleh? Haruskah kita tetap menjadi kakak-adik saja? Kamu gugup?" tanya Olivia.....
..."Tidak mungkin.. Sejak awal kita bukanlah kakak adik" jawab Shaka begitu tegas.. "Dan sekarang kita suami istri.. Jangan meragukanku.." lanjutnya.....
...Olivia mengangguk.. "Pelan-pelan.. Oke.." ucap Olivia.....
..."Oke.. Pelan-pelan saja.." jawab Shaka terlihat sangat senang.. Pria itu mendekati Olivia dan memeluknya.. "Aku tak bisa mengendalikan ritme jantungku didekatmu.." ucapnya.....
..."Siapa yang mengijinkanmu memelukku?" tanya Olivia tegas yang membuat Shaka langsung melepaskan pelukannya yang membuat Olivia menahan tawanya karna hal itu.....
__ADS_1
..."Seharusnya aku punya hak memelukmu bukan? Kita kan sudah menikah.. Jangan lupa jika aku suamimu dan kamu istriku.." ucap Shaka.. "Tapi aku takkan mengambil hakku sebagai suami sekarang juga.. Aku tau aku belum sepenuhnya memberikanmu hak sebagai istri selain mahar yang tak seberapa.. Kita lakukan perlahan.. Aku akan segera menuntaskan kewajibanku setelah kita kembali ke jakarta.." ucapnya.. "Sudah.. Kamu basah.. Bersihkan diri dan ganti pakaian.. Aku tak mau kamu sakit.." ucap Shaka lagi.....
...Olivia hanya melihat Shaka dengan tatapan heran.. Kadang dia sangat berani tapi kadang juga lucu dan kadang dia terlihat sangat dewasa.....
...Keduanya bergantian kekamar mandi dan berganti pakaian sebelun berbaring diranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.. Masih dengan posisi berjauhan seperti sebelumnya.....
...Lagi-lagi suara petir mengagetkan Olivia hingga berjingkat.. Gadis itu menutup wajahnya dengan bantal dan bersembunyi.. Shaka tak diam saja.. Dia mendekati Okivia dan membuka bantal yang menutupi wajahnya.....
..."Sudah kubilang kan,jadikan aku tempat bersandar.. Jangan takut.. Ada aku disini.." ucap Shaka lantas menarik Olivia dan membuatnya berada dipelukannya..Olivia menarik tubuhnya sudah akan kembali ke posisinya sebelumnya.....
..."Sudah.. Diam saja.. Jangan sok pemberani.. Aku takkan memakanmu.. Jadi jangan khawatir.. Tidurlah dengan nyenyak.. Aku disini bersamamu.. Ingat jika menolak suami itu dosa.." ucap Shaka yang membuat Olivia tak melawan.. Toh jika melawan,Shaka takkan diam saja.. Dia tentu saja lebih kuat darinya.. Dan dosa, itu tak bisa dielakkan.....
...Melihat Olivia hanya diam dipelukannya membuat Shaka senang dan tersenyum.. Dia berpikir untuk memulai kehidupan normal sebagai suami istri.. Dia memutuskan untuk memulai dengan hal yang paling sederhana.....
...Sementara diakamarnya,Sultan duduk ditepian ranjangnya.. Dia sedang berusaha memulai membuka diri dan setidaknya tidak tidur disofa seperti sebelumnya.. Dia ingin perlahan mengikis jarak dan menerima pasangannya.....
...Sedang Felicia baru saja keluar dari kamar mandi.. Entah apa yang dipikirkan gadis itu.. Dia cenderung lebih berani dibanding Olivia soal penampilan.. Dia tampil dengan mini dress.. Sepertinya gadis itu juga melupakan ucapan sang kakak jika slSultan tak menyukai seorang yang berpenampilan terbuka.....
..."Fel.. Tolong.. Pakailah pakaian yang pantas.. Itu tidak sesuai dengan wajah polosmu yang terlihat lugu.." tegur Sultan yang risih melihat penampilan istrinya itu.....
..."Kenapa? Kamu takut hilang kendali saat didekatku?" tanya Felicia.. Entah apa yang dipikirkannya.. Tapi gadis itu sungguh melupakan ucapan Olivia yang dengan jelas mengatakan jika Sultan tak menyukai gadis yang agresif.....
...Sultan mendengus dengan senyumnya yang aneh seperti mengejek dan meremehkan.. "Kamu pikir begitu?" tanyanya.....
..."Mungkin saja.. Jika kamu pria normal.." ucap Felicia terdengar menantang.....
...Mendengar ucapan Felicia,Sultan menjadi kesal.. Dirinya merasa dihina dan disebut tidak normal.. Dia diragukan sebagai seorang pria dan itu membuatnya tersinggung.. "Apa? Kamu mengataiku tidak normal?" tanyanya.....
..."Aku tidak tau.. Kamu menutupi tubuhmu seperti seorang gadis.. Dan kamu bahkan tak bergairah didepan seorang wanita yang adalah istrimu? Bahkan jika ini pernikahan terpaksa dan kamu mencintai wanita lain,aku tidak percaya seorang pria akan tahan melihat istrinya berpenampilan sexy.. Kecuali dia tidak normal.." ucap Felicia yang benar-benar kehilangan akal sehatnya.. Tentu dengan ucapan seperti itu membuat seorang pria merasa terhina.....
...Mendengar itu Sultan jadi emosi.. Dia menarik tubuh Felicia dan menjatuhkannya diatas ranjang.. Mengekang tubuhnya dan mendekatkan wajahnya kedekat wajah gadis itu.. "Jangan menyesali kata-katamu dan apapun yang terjadi malam ini.." ucapnya.....
...Sultan mulai mencium kasar bibir Felicia.. Bukan sebuah ciuman hangat nan romantis dengan rasa yang manis.. Tapi sebuah ciuman tak ubah pembalasan dendam.....
^^^Dan bagi Felicia, dia memang sudah menyiapkan diri untuk menghadapi semuanya.. Tanpa sadar jika dia baru saja masuk kedalam lembah hitam yang mungkin akan menjerumuskan hubungan mereka kedepannya..^^^
...Apa yang akan terjadi selanjutnya? Kedua pasangan itu seperti mengambil jalan berlawanan.....
__ADS_1