
...Mereka sampai di Bali sekitar jam sepuluh malam dan langsung pergi ke penginapan.. Sebuah villa tepi pantai sudah disiapkan untuk mereka tinggali selama beberapa hari kedepan.. Mereka memilih villa yang berada ditebing yang terhubung dengan pantai....
..."Kami pakai kamar dilantai bawah saja.." ucap Felicia.....
..."Hmm.. Istirahatlah lebih dulu.." jawab Olivia lantas pergi kelantai atas bersama Shaka.. Dan Felicia bersama Sultan pergi kekamar mereka.....
...Olivia membaringkan dirinya diranjang setelah membersihkan diri.. Begitupun Shaka yang kemudian berbaring disamping Olivia.. Keduanya kemudian memejamkan mata.....
...Sultan duduk disofa sedang Felicia duduk diranjang.....
..."Mas! Aku takkan memaksamu untuk bisa mencintaiku secepat mungkin.. Tapi,beri aku sedikit saja ruang.. Tolong buka sedikit saja dan biarkan aku masuk perlahan.." ucap Felicia mrmberanikan diri.....
..."Aku sudah berusaha.. Tapi masih sulit bagiku.." jawab Sultan.....
..."Aku tidak akan memintamu bersikap manis seperti saat kamu bersama kak Oliv.. Tapi,setidaknya jangan terlalu dingin padaku.." ucap Felicia lagi.....
..."Aku masih berusaha menata hatiku.. Aku bukan pria berkepribadian hangat.. Aku memang seperti ini.. Aku akan berusaha bersikap lebih baik meski sulit.." jawab Sultan.....
...Felicia hanya diam setelahnya.. Setidaknya dia sudah mencoba memulai,pikirnya.....
...Sementara Sultan memikirkan perkataan Mikaela.. Sebelumnya dia juga diberitahu jika Mikaela nyatanya sudah menyukainya sejak lama.. Dia juga memikirkan tentang nasehat para orangtua dipernikahan mereka.. Tapi dia juga memikirkan tentang janjinya pada Olivia yang akan tetap menjaga hati dan cintanya meski Olivia sangat jauh darinya.....
...Pria itu melihat Felicia yang sepertinya tertidur nyenyak meski mereka tak tidur diranjang yang sama.. Akhirnya dia pergi keluar.....
...Sebenarnya Felicia tidak tidur.. Gadis itu penasaran kemana Sultan pergi dan mengikutinya.. Namun langkahnya terhenti saat melihat Olivia juga keluar.. Sama seperti Felicia.. Shaka juga menyadari saat Olivia pergi dan mengikutinya.....
...Dibelakang villa yang tak jauh dari pantai.. Olivia berdiri ditepian seorang diri saat Sultan datang.. Olivia hanya diam karna tak menyadari kedatangan Sultan dan ada dua orang yang mengawasi mereka dari kejauhan.. Mereka menatap jauh kepantai.. Awalnya mereka hanya ingin menyegarkan diri dan berniat mencari udara segar.....
..."Kenapa kamu disini?" tanya Sultan menoleh menatap Olivia.....
__ADS_1
...Olivia yang baru menyadari Sultan disana, hanya menoleh sesaat.. "Hanya ingin mencari udara segar.." jawabnya .. "Kamu sendiri sedang apa disini?" tanyanya.....
..."Entah.. Semuanya terasa tidak nyaman.. Ada jutaan pertanyaan dalam kepalaku.. Aku masih menunggu kamu mengatakan sesuatu padaku.." jawab Sultan.....
..."Sejak aku datang,aku tak memiliki kesempatan berbicara denganmu.. Aku tak memahami takdir macam apa yang sedang terjadi.. Tapi,kuharap kamu menjaga adikku dengan baik dan segera melupakan perasaanmu padaku.." ucap Olivia membuka suaranya setelah terdiam.....
...Sultan mendengus mendengar perkataan Olivia.. "Semudah itukah bagimu? Sungguh itu yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Sultan.....
..."Mungkin tidak semudah yang kukatakan.. Tapi aku akan mencoba menerima semuanya.. Tolong terima dan jaga dia.." ucap Olivia.....
..."Aku masih ingin menjaga janjiku padamu.. Jika aku akan menjaga hati dan cintaku untukmu apapun yang terjadi.." ucap Sultan masih bersikeras.....
..."Aku akan berterimakasih karna kamu menjaga janjimu selama ini.. Tapi.. Tolong lupakan janji itu.. Aku akan membebaskanmu dari janji itu.. Tolong tepati janjimu pada Tuhan dihari pernikahan.. Janjimu padaku bukanlah apa-apa dibanding dengan janji pernikahan.. Ada tanggung jawab dan kewajiban yang harus kamu lakukan saat kamu mengucapkan ikrar dihadapan penghulu.." ucap Olivia .....
..."Apakah jarak sudah mengikis semua cinta yang ada? Apa waktu sudah membuatmu bosan dan ingin membuangku? Aku selalu mengeluh dengan sikap egoismu.. Tapi,untuk pertama kalinya aku mengharap kamu bersikap egois untukku dan mempertahankan hubungan kita.." ucap Sultan.....
..."Aku ingin bersikap egois.. Tapi aku tak bisa melakukannya.. Dan tentang keputusan yang kuambil, aku berharap pernikahanku akan membuatku lebih mudah melupakan semuanya.. Kamu ingin aku bersikap egois dan bertahan, aku sudah berusaha melawan sebisaku.. Dan semua orang yang ada disana seakan menentangku.. Dan apa kamu tak menyadarinya? Keputusan pernikahan datang darimu lebih dulu sebelum aku menyetujuinya.." jawab Olivia mengingatkan kembali apa yang terjadi hati itu.....
..."Aku tau.. Aku juga berpikir semua yang terjadi sangat tidak adil.. Hubungan yang kita jaga bertahun-tahun lenyap dalam sekejap.. Tapi,apa semuanya akan sama? Jadi, kuharap kita akan bisa menerima semuanya.." ucap Olivia.....
..."Perlakukan istrimu dengan baik.. Jangan bersikap dingin padanya.. Kamu akan memahaminya dan mulai menerimanya.. Dan perlahan kamu mungkin akan jatuh cinta padanya.. Dia gadis yang manis,perhatian,dan penyayang.. Kamu selalu mengeluh karna aku egois dan terlalu berambisi dengan mimpi besarku.. Dia tidak sepertiku.. Akan lebih mudah bagimu untuk jatuh cinta padanya.. Dia akan selalu disisimu.. Bukan gadis yang sibuk dengan dunianya sendiri sepertiku.. Your ideal type.." ucap Olivia.....
..."Entah kenapa kata-katamu terdengar sangat mudah.. Kamu membicarakan masalah perasaan seperti memberi resep makanan kepada orang lain.. Seperti kamu merekomendasikan restoran terbaik yang akan dikunjungi.. Ah,disana lebih bagus dan enak.. Tapi kamu tidak tau selera orang yang kamu beritahu.." ucap Sultan.....
..."Aku tak ingin memiliki hidup yang rumit.. Aku juga tak ingin menyakiti hati orang lain.. Dunia ini kadang terasa lucu.. Kadang menyedihkan.. Dan juga menyenangkan.. Aku ingin lebih banyak tertawa dan tersenyum.. Aku ingin fokus mencari kebahagiaanku dan menerimanya sebagai pasanganku.. Bukan terpaku pada yang bukan milikku.. Aku ingin menemukan jalan menuju bahagia bersamanya.. Kuharap kamu juga melakukan hal yang sama.." ucap Olivia.....
..."Kamu pergi meninggalkanku dan menyuruhku melupakanmu.. Kamu sama sekali tidak memikirkan perasaanku.. Kamu berhati dingin.." keluh Sultan.....
..."Mungkin kamu benar.. Aku berhati dingin.." jawab Olivia.. Ada rasa nyeri saat dikatakan demikian.....
__ADS_1
..."Kamu tak percaya padaku? Ini hanya salah paham.." ucap Sultan masih berusaha meyakinkan.....
..."Aku tau.. Meski itu hanya salah paham,tapi kenyataannya kamu memang disana.. Kamu melukai harga dirinya secara tidak sengaja..Harusnya kamu memikirkan apa yang kamu lakukan saat itu.. Entah itu kamu pikir dia adalah aku atau bukan.. Harusnya kamu berpikir jernih dan menahan dirimu.. Kamu bertindak gegabah.. Dan kamu harus bertanggung jawab atas tindakanmu.."ucap Olivia.....
..."Lucu sekali bukan? Kamu harus menikahi seseorang hanya karna memeluknya? Sejujurnya ini diluar akal sehat.. Sekuat apapun aku berpikir, ini sangat aneh dan lucu.. Aku ingin menertawakan diriku sendiri dengan apa yang terjadi.." lanjut Olivia lagi.....
..."Dan bahkan jika kita saling memahami itu adalah kesalah pahaman, semua sudah terjadi.. Kamu harus pergi.. Dan aku juga harus pergi.. Jika kita memilih tinggal, takkan ada satupun diantara kita semua akan bahagia.." ucap Olivia.....
..."Bagaimana aku bisa pergi jika hatiku masih memilihmu.. Melihat duniaku menjadi milik orang lain seperti siksaan.. Melihatmu seperti ini membuatku ingin berlari.. Ini sungguh berat.. Aku masih bernafas tapi merasa mati.." ucap Sultan.....
..."Pahami lah.. Kita tidak hidup untuk masa lalu tapi masa depan.. Aku mungkin tak bisa membahagiakan semua orang tapi setidaknya aku berusaha membuat mereka bahagia.. Aku paham aku terluka saat ini.. Tapi tak ada luka yang tidak sembuh.. Aku yakin aku akan mampu melakukannya.. Kamu juga.. Aku percaya padamu.. Kamu adalah pria dewasa yang tau mana benar dan salah.." jawab Olivia .....
..."Kuharap kamu takkan mengatakan hubungan kita seperti Dandelion.." ucap Sultan.....
...Olivia tersenyum mendengarnya.. "Seperti dandelion yang menerima takdir apapun yang terjadi.. Tapi, dandelionku tenggelam.. Dan ternyata dia masih belum mati.. Air akan surut dan dandelionku menunggu angin yang akan menerbangkannya.. Dia akan tumbuh ditempat baru.." ucapnya pelan.....
..."Aku memahami arti jika kita harus membiarkan cinta kita perlahan menjauh dan mengikuti garis takdir.. Lalu,apa kamu akan membiarkan kehidupan pernikahanmu akan berakhir sama seperti ini jika takdir membawamu dalam situasi sulit? Apa kamu akan membiarkan dandelionmu terbang kembali?" tanya Sultan dengan teori yang sama dan kondisi yang berbeda.. Nada bicaranya mulai melembut dan tak lagi emosional.....
..."Kita tidak tau apa yang akan terjadi.. Tapi,jangan berburuk sangka pada Tuhan dan masa depan yang sudah disiapkannya untuk kita.. Berusahalah mempertahankan pernikahan ini apapun yang terjadi.. Kamu bisa berkencan dengan berapapun orang yang kamu inginkan sebelum menikah,tapi menikahlah dengan seorang saja seumur hidupmu.. Itu yang ingin kuyakini.. Takdir Tuhan tak pernah salah.. Rencana manusia yang terdengar hebat takkan menandingi rencana-Nya yang jauh lebih indah.. " jawab Olivia.....
...Keduanya hanya diam beberapa saat.. "Kumohon padamu.. Jangan mempersulit semuanya.. Terimalah jika jalan kita sudah berbeda.. Berbahagialah.. Dan aku juga akan berbahagia.. Mari jalani hidup dengan pasangan dan jalan kita masing-masing.. Terimakasih untuk delapan tahun yang kamu habiskan untuk mendukungku.. Kuharap kamu tidak menyesalinya.. Dan maaf,tidak banyak yang bisa kulakukan untukmu selama kita bersama.." ucap Olivia.....
...Sebisa mungkin dia menahan tangis.. Dia sangat tau sifat Sultan yang mungkin takkan merelakannya jika melihat airmatanya.. Tak ingin Sultan berpikir jika apa yang dia ucapkan berbeda dengan yang hatinya katakan.. Dia ingin Sultan melihat dirinya baik-baik saja agar lebih mudah baginya untuk pergi.....
..."Bisakah aku memelukmu sebentar untuk mengurangi bebanku.. Setidaknya biarkan aku memelukmu untuk ucapan perpisahan.." ucap Sultan lantas mendekati Olivia.....
..."Maaf.. Aku tak bisa melakukannya.. Saat ini tidak hanya tentang diri kita.. Kita juga memiliki seseorang yang harus kita jaga perasaannya.. Istrimu dan suamiku.." jawab Olivia mengulurkan tangannya dan meraih tangan Sultan lalu menepuknya.. Gadis itu mencoba tersenyum menatap pria dihadapannya.. Dia berusaha sekuat tenaga membendung airmata dan tangisnya.. "Saling memeluk hanya akan membuat kita berat.. Kuharap ini akan cukup.. Maaf.." ucapnya lagi.....
...Olivia melepaskan tangannya dari tangan Sultan namun pria itu masih menggenggamnya seakan enggan melepaskannya.. Hati dan tubuhnya masih menolak untuk membiarkannya pergi.. Matanya masih sibuk menatap gadis dihadapannya dengan tatapan sendu.....
__ADS_1
..."Tak ada perpisahan yang manis.. Tapi percayalah jika rencana Tuhan sangat indah untuk kita semua.. Aku percaya kamu adalah pria yang bijaksana.. Kita adalah keluarga sekarang.. Dan mari berteman seperti sebelumnya.. Mari berdamai dengan keadaan.. Aku percaya kita akan bisa melewatinya.. Jalan kita sudah mengantarkan kita pada rumah yang berbeda.. Tugas kita hanya mempercantik rumah itu dan mengisinya dengan kebahagiaan.." ucap Olivia lagi.....
...Sultan akhirnya melepaskan tangan Olivia yang lantas melangkah pergi.. Dia baru menyadari jika disana ada Felicia dan Shaka.. Begitupun Sultan yang menoleh saat melihat langkah Olivia terhenti dan menatap satu arah.. Disana ada Shaka dan Felicia yang menatap keduanya dari arah yang berbeda.....