Our Dandelions Destiny

Our Dandelions Destiny
19.Keraguan


__ADS_3

...Sultan segera sadar dan menghentikan tindakannya.. Pria itu melepas ciumannya dengan kasar dan segera menarik tubuhnya.. Pria itu mendengus kasar.....


..."Kenapa? Aku tidak keberatan jika kamu melakukannya padaku.. Jadikan aku milikmu.." ucap Felicia seperti sudah kehilangan akal sehat dan bahkan rasa malu.....


..."Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu pikir aku akan terjebak dalam kalimat gilamu tadi? Kamu menginginkan hakmu sebagai istri dengan cara yang salah.." ucap Sultan.. Pria itu merasa ucapan Felicia sebelumnya adalah kesengajaan untuk menjebaknya.. Sultan merasa ambisi Felicia untuk memilikinya benar-benar diluar batas akal sehat manusia.. Terlebih dia adalah seorang wanita yang biasanya lebih mengutamakan perasaan.. Bahkan sebagian wanita lebih memilih dicintai daripada mencintai.....


..."Apa yang kamu pikirkan tentangku? Kamu pikir aku pria brengsek yang tidur dengan wanita yang tidak kucintai?" tanya Sultan penuh emosi.....


..."Jadi,kamu sudah pernah melakukannya dengan gadis yang kamu cintai? Kak Oliv?" tuduh Felicia yang membuat Sultan semakin emosi.. Tak terima gadis kesayangannya itu dihina meski dia telah menjadi milik orang lain.....


..."Jangan menjelekkannya didepanku.. Kamu tau,melihatmu seperti ini membuatku semakin sadar jika dia lebih berharga.. Dia bukan gadis murahan yang akan tidur dengan pria manapun.. Dia gadis berpendidikan dan punya harga diri tinggi yang menghormati nilai dan etika.. Jadi jangan pernah kamu menghinanya.." ucap Sultan.....


...Sultan menghela nafasnya.. "Aku memimpikan akan menghabiskan malamku yang indah ketika kami menikah.. Menikmati madu kenikmatan dari gadis yang tak mengizinkan harga diri dan mahkota ya disentuh begitu saja.. Dan kamu yang membuatku kehilangan itu semua.. Sekarang, aku meragukan jika dirimu adalah gadis polos yang masih suci.. Melihatmu membuatku yakin jika kamu sudah berdebu.. Kebodohanku adalah pergi kesana terlambat hari itu.. Seharusnya aku datang lebih cepat atau tidak sama sekali.. Setidaknya aku hanya akan melihatnya bersama orang lain dan tak perlu bersama gadis sepertimu.." ucapnya panjang lebar penuh kebencian lalu meninggalkan Felicia yang terdiam membeku diatas ranjang.. Airmata mengalir pelan membasahi pipinya.....


...Seharusnya dia tak melakukan ini.. Bodoh.. Kenapa dia begitu ceroboh dan gegabah.. Bagaimana dia berpikir jika mereka melakukan hal semacam itu jika bertemu saja tidak.. Felicia sangat tau jika selama belajar di London,hanya dua kali Olivia pulang.. Mereka pun jika berlibur selalu bersama Nimas dan ibunya.. Dua wanita itu tak pernah absen mengikuti liburan mereka saat di Indonesia.. Juga sangat paham gaya kakaknya yang menganggap pendidikan adalah prioritasnya.....


...Sedangkan Sultan masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya merutuki dirinya sendiri kenapa tak menahan emosi dan begitu mudah terpancing.. Harusnya lebih baik diam daripada menanggapinya dan semakin jatuh dalam lembah kesalahan..Dinginnya air yang mengguyur seluruh tubuhnya nyatanya tak sanggup mendinginkan hati dan pikirannya.. Dia menyesali apa yang sudah dia lakukan.....

__ADS_1


...Amarahnya masih sulit dibendung terlebih saat mengingat ucapan Felicia tentang dirinya dan Olivai.. Kata-katanya sungguh melukai harga dirinya.. Selama ini dia berusaha keras menghormati wanita.. Dan Olivia adalah gadis yang mempertahankan kehormatannya dengan baik.. Dia selalu fokus pada tujuannya meraih mimpinya.. Entah apa yang akan gadis itu pikirkan dan bagaimana reaksinya jika mendengar adiknya sendiri mengatakan hal semacam itu tentang dirinya.. Tentu itu akan melukai hatinya.....


...Felicia semakin menyesal saat dia mengingat ucapan Olivia yang memberi tahu tentang apa yang Sultan suka dan tidak suka.. Dia juga mengingat semua percakapan Sultan dan Olivia setibanya mereka divilla.. Yang membuat Sultan mulai berpikir membuka hatinya.. Dia juga mengingat tindakan sang kakak yang membuat Sultan mulai terbuka padanya dan tak ragu bertanya tentangnya.....


...Dia sudah berbaik hati merelakan kekasihnya untukmu.. Dia bahkan memberitahu semua tentangnya dan membantumu dekat dengannya.. Dan apa yang dia katakan tentangnya? Tentu dia akan marah mendengar seseorang menilai buruk tentang orang yang dicintainya.. Apa yang akan kakaknya pikirkan tentangnya jika tau apa yang dia lakukan? Pikiran Felicia berputar.. Gadis itu semakin menyesal.....


..."Ar.. Aku melupakan sesuatu.." ucap Olivia lalu melepas pelukan Shaka dan mendudukkan dirinya.. "Tidakkah kita semua belum makan tadi? Aku yakin kamu lapar sekarang.." ucapnya lagi.....


..."Aku tidak lapar.. Kamu lapar?" tanya Shaka.. Olivia menggeleng.. "Ya sudah.. Kita tidur saja.." ucapnya kembali menarik Olivia dalam pelukannya.....


...Olivia tersenyum mendengar suara perut Shaka yang tak bisa berbohong.. Lalu mendongakkan wajahnya dengan memasang ekspresi kesal.. "Pembohong.. Lapar ya lapar saja.. Aku tak suka pembohong.. Perutmu bahkan tak bisa dajak berbohong.. Akui saja atau aku takkan mempercayai apapun ucapanmu.." omelnya.....


..."Eishh.. Makanya jangan berpikiran yang aneh-aneh.. Awas saja kalau kamu memikirkan yang macam-macam.. Kamu memanfaatkan suara petir untuk memelukku.. Sekarang sudah tak ada lagi.." omel Olivia lagi.. Kali ini dia sudah bangun dan turun dari ranjangnya.. "Aku akan mencari sesuatu yang bisa dimakan.. Diluar masih hujan.." ucap Olivia.....


...Olivia sudah melangkahkan kakinya keluar kamar dan menuju dapur dilantai bawah.. Mereka mungkin tak memiliki makanan utama atau sesuatu yang mengenyangkan.. Tapi ada buah-buahan disana.....


...Olivia memotong apel dan pisang.. Sementara Shaka hanya mengikutinya.. "Ar.. Makan ini dulu.. Nanti kita pergi makan jika hujan sudah reda.." ucapnya memberikan piring dengan potongan buah diatasnya.. Shaka menerimanya dan Olivia memeriksa hujan diluar yang sudah mulai reda.....

__ADS_1


..."Kamu harus makan juga.." ucap Shaka memberikan sepotong apel yang sudah tertusuk garpu.. Olivia mengambil garpu ditangannya tapi Shaka menariknya.. Dia membuka mulutnya memberi isyarat agar Olivia membuka mulutnya saja.. Gadis itu menghela nafas sebelum membuka mulut dan menerima suapannya.....


..."Mereka juga belum makan bukan? Haruskah kita mengajak mereka makan bersama?" tanya Olivia menoleh melihat pintu kamar Felicia dan Sultan yang sunyi tanpa suara.....


..."Terserah saja.." jawab Shaka.. Tak ingin berpikiran aneh apapun.. Dia hanya akan berpikir jika istrinya itu memang memiliki kepedulian yang tinggi.. Bukan berniat memperhatikan suami orang lain.. Dia akan mulai percaya jika Olivia adalah miliknya saat ini, nanti dan selamanya.. Tak ingin pikiran buruknya menjadi noda dalam pernikahan mereka.....


..."Fel.. Kami mau pergi makan malam.. Kalian ikut tidak?" tanya Olivia dengan mengetuk pintu namun tak ada respon apapun.. "Fel.. Sudah tidur?" tanyanya lagi.....


...Tak ada sahutan apapun.. Keduanya sebenarnya bisa mendengar teriakan Olivia namun sengaja tak menjawab.. Felicia masih sibuk menangis dan merutuki kesalahannya.....


...Sementara Sultan masih terdiam disofa.. Meratapi diri karna harus berdiri dalam kenyataan sulit.. Kehidupan indahnya bersama Olivia meski dengan jarak membentang berubah menjadi kebersamaan dengan gadis asing yang sama sekali tak dia inginkan.. Ada rasa ngilu menjalari hatinya.. Harusnya dia berada disana dan bukan disini.. Itulah yang dipikirkannya.....


..."Sepertinya sudah tidur.. Orang tidur takkan menjawab bukan? Kita pergi berdua saja.." sahut Shaka.. Entah kenapa Shaka merasa bahagia saat tak mendengar sahutan didalam sana.. Itu berarti mereka akan bisa menikmati malam ini berdua saja.....


...Mereka akhirnya pergi berdua saja dam berjalan menuju restoran tak jauh dari tempat mereka menginap.....


..."Aneh sekali.. Bahkan jika dia tertidur nyenyak dia biasanya akan mudah terkejut dengan suara kecil.." ucap Olivia sangat tau adiknya.....

__ADS_1


..."Siapa? Kak Sultan atau Felicia?" tanya Shaka.. Olivoa menghentikan langkahnya.. Shaka semakin penasaran karna melihat Olivia terlihat tak tenang bahkan menghentikan langkahnya.. Ada rasa sakit saat melihat Olivia seperti ini.. Dia berpikir jika istrinya memikirkan Sultan dan bukan Felicia.....


...Olivia menoleh dan menatap tajam kearah Shaka dengan wajah dan tatapan yang tak bisa diartikan.. Entah marah,kecewa atau entah apa itu.. Tapi gadis itu merasakan jika suaminya sedang meragukannya.....


__ADS_2