Our Dandelions Destiny

Our Dandelions Destiny
17.Topless


__ADS_3

...Olivia dengan cepat memberikan sepatu milik Shaka.. "Pakai sepatumu.. Aku duluan.." ucapnya lalu melangkah meninggalkan Shaka yang sempat tertegun menatap kepergian Olivia yang menjauh darinya.. Pemuda itu berpikir jika Olivia marah padanya.. Dengan cepat dia tersadar dari lamunan dan segera memakai sepatunya agar bisa segera menyusul setelah berpesan pada Sultan dan Felicia agar kali ini pergi terpisah lebih dulu.....


..."Sedang apa? Kamu marah padaku? Menghindariku? Merajuk?" tanya Shaka.....


..."Sepatuku basah dan kotor.. Sangat tidak nyaman.. Aku mau menggantinya.. Aku bukan anak kecil sepertimu yang suka merajuk.." omel Olivia.....


...Shaka memperhatikan sepatu Olivia yang sepertinya memang basah dan kotor.. Tapi juga kesal dikatai anak kecil oleh istrinya,dia langsung mengangkat tubuh Olivia dipundaknya.. "Apa anak kecil bisa sekuat ini?" tanyanya.....


..."Turunkan.." ucap Olivia seolah memerintah.. Shaka hanya diam dan masih berjalan membawa Olivia masuk kedalam villa lalu masuk kekamar dan menurunkannya disana.....


..."Anak kecil? Apa aku masih terlihat seperti anak kecil?" tanyanya pelan sembari mendekati Olivia.. Dia bahkan sudah melepaskan kemeja dan kaosnya.....


..."Apa yang kamu lakukan?" tanya Olivia yang lalu menutup matanya.. Ini pertama kalinya dia dihadapkan pada tubuh lelaki secara langsung tanpa baju.. Ya meskipun bagian atas saja yang terbuka.....


..."Apa ini terlihat seperti anak kecil? Kenapa kamu menutup mata? Padahal beberapa hari lalu,kamu juga memeluk tubuh ini bukan? Tanpa baju?" tanyanya lagi.....


...Ingatan Olivia seketika kembali mengingat moment saat keduanya terjebak digubuk dihutan.. Melihat pakaian Olivia yang basah kuyup,Shaka akhirnya memberikan kaos miliknya yang setidaknya masih lebih baik karna dia memakai pakaian berlapis dan jaket tebal.. "Pakai bajuku saja.. Gantilah.. Kamu tenang saja.. Aku takkan melihat.." ucapnya melepas bajunya dan memberikan pada Olivia.....


..."Tidak perlu.. Aku begini saja.." jawab Olivia menolak.....


..."Sudahlah.. Pakai saja.. Kamu bisa sakit nanti.. Aku baik-baik saja.." jawab Shaka memaksa lalu pergi kesudut dan melihat kearah lain.. "Cepatlah.. Atau aku yang harus membantumu menggantinya?" tanyanya dari kejauhan sana.. Tentu Olivia tidak gila membiarkan itu terjadi dan segera menggantinya.....


..."Sudah.. Terimakasih.." ucap Olivia setelah selesai yang membuat Shaka tersenyum lebar.....


..."Aku menemukan ini, pakailah.. Kamu terlihat kedinginan.. Aku tak mau kamu sakit.." ucap Shaka memberikan selimut.....


...Samar Olivia menatap wajah Shaka.. "Kamu juga terlihat sama.. Kamu bahkan memberikan bajumu untuk kupakai.. Aku tak mau memakainya.. Tidak masalah dingin.. Ini tidak terlalu buruk.." ucapnya.. Setelah berdebat siapa yang akan memakainya, mereka akhirnya memakai selimutnya bersama.. Tanpa ada niat apapun dalam keadaan darurat.. Namun keduanya tertidur dan saling memeluk.....


...Olivia mengingat betapa perhatiannya pemuda dihadapannya itu yang selalu berusaha menjaga dan membuatnya nyaman.....


..."Jangan samakan keadaan yang jelas berbeda.. Saat itu aku tidak sengaja.." ucap Olivia setengah berteriak dan sedikit mundur.....


...Shaka malah meraih tangan Olivia dan meletakkannya didadanya.. Olivia akan menariknya tapi Shaka memegangnya lebih kuat.. "Rasakan yang berdetak didalam sini.. Kamu membuatnya berdetak lebih cepat saat berada didekatmu.. Meski begitu,aku menyukainya.. Seperti mendengar musikmu yang indah.. Tapi,rasanya sangat sakit saat kamu menyebutku anak kecil.." ucapnya.....


...Mata Olivia menatap lurus mata Shaka.. " Maaf.." ucapnya.....


..."Aku tau aku lebih muda.. Tapi sekarang aku adalah suamimu.. Jadi perlakukan aku layaknya suami.. Aku tak ingin kamu menghormatiku.. Tapi hargai aku sedikit saja.." ucap Shaka.. Olivia hanya diam memandangi wajah pria dihadapannya.. Sejujurnya dia memiliki kombinasi wajah tampan yang manis dengan tubuh yang sexy.. Tapi tentu cinta tak bisa hadir hanya karna itu semua.....


...Shaka melepaskan tangan Olivia namun tangan itu masih bertengger manis didada bidang seorang Shaka.. Hingga gadis itu menariknya dan sedikit mundur.. Entah kenapa, Olivia begitu gugup dan bahkan hampir terjatuh karna tersandung kaki sendiri.. Beruntung Shaka sigap menahan pinggangnya.. Sebagian tubuh mereka menempel membuat Olivia semakin gugup.....


..."Tenanglah.. Aku takkan melakukan apapun tanpa ijinmu.." ucap Shaka perlahan melepas tangannya dari pinggang sang istri.....


..."Pakai bajumu.. Aku lapar.. Aku ingin pergi makan.." ucap Olivia sedikit gelagapan.. Itu membuat Shaka tersenyum lebar melihat tingkahnya yang terlihat gugup dan menggemaskan.....


..."Hmm.. Kamu juga.. Sejujurnya, kamu berbeda dengan biasanya.. Aku tak ingin tubuh istriku terekspos dan dilihat orang.." ucap Shaka mengancingkan kemeja Olivia yang sebelumnya terbuka hingga mengekspos bahunya yang mulus.. Itu bahkan membuat Olivia terkejut dan membuat nafasnya tercekat.....


..."Kamu tak paham? Ini fashion.." Setelahnya Olivia bergegas keluar kamar disusul Shaka yang sudah memakai kausnya dan membawa kemejanya keluar.. Pria itu tersenyum mengikuti istrinya keluar.....


..."Kenapa kak? Kok buru-buru gitu?" tanya Felicia yang melihat Olivia seperti berjalan terburu-buru dari atas.. Sementara Sultan hanya menatapnya heran.....


..."Tak ada.. Ayo pergi makan siang.." ucap Olivia masih belum bisa menghilangkan sepenuhnya kegugupannya.....


..."Kamu bilang mau mengganti sepatumu? Kenapa buru-buru turun?" tanya Shaka setengah menggoda.....


..."Ah.. Aku lupa.. Tunggu disini.." ucap Olivia lalu kembali naik dan meninggalkan semua masih dilantai dasar.. Shaka tak henti tersenyum melihat tingkah gugup sang istri.. Tak lama Olivia kembali untuk makan siang bersama.. Merekapun pergi makan bersama dan kembali ke villa setelahnya.....


..."Sepertinya berenang akan bagus.. Cuaca sangat cerah.." ucap Felicia memberi ide.....


..."Kalian duluan.. Aku akan menyusul nanti.." jawab Olivia sibuk memainkan ponselnya.....


..."Oke.. Jangan berbohong.. Aku akan ganti baju dulu.." ucap Felicia yang kemudian masuk kedalam kamar.....


...Semua sudah berganti dengan pakaian renang.. Kecuali Olivia yang masih sibuk dengan ponselnya.....


..."Kenapa kamu masih disana? Ayo.." ajak Felicia.....

__ADS_1


..."Itu hanya lima meter dari sini.. Pergilah lebih dulu.. Aku takkan kabur.." jawab Olivia yang melirik adiknya yang sudah memakai one piece swimsuit berwarna soft blue yang menurutnya terlalu berani.. Dan disana bukan hanya ada Sultan tapi juga Shaka.....


..."Kamu menghindariku?" tanya Shaka yang juga sudah siap pergi berenang.....


..."Tidak mungkin.." jawab Olivia lantas pergi.. Dia mengganti pakaiannya dengan swimsuit yang lebih sopan.. Dia turun dari lantai dua masih menutupinya dengan bathrobe.. Kemudian duduk ditepian kolam.. Sementara semua sudah ada didalam air.....


..."Kamu takut air? Padahal mandinya lama sekali.. Atau tak bisa berenang?" tanya Shaka mengejek.....


..."Mau berlomba menahan nafas didasar kolam bersamaku? Kamu meremehkan sekali.." tantang Olivia dengan kesal.....


..."Oke.. Siapa takut" jawab Shaka.....


...Olivia membuka bathrobenya dan masuk kedalam air.. "Oke.. Kalian yang hitung.." ucap Olivia.....


..."Siap.. 1-2-3 Mulai.." ucap Felicia.....


...Keduanya masuk kedalam air.. Dua-duanya bertahan didasar kolam cukup lama.. Shaka akhirnya keluar lebih dulu dengan nafas yang mulai terengah.....


..."Liv.. Keluar.." ucap Shaka berteriak menyuruh Olivia keluar.. Akhirnya gadis itu keluar kepermukaan.....


..."Aku baik saja.. Itu bukan apa-apa bagiku.." ucap Olivia dengan santai.....


..."Astaga.. Kamu sudah seperti putri duyung diakuarium.. Tahan sekali.." ucap Shaka.....


..."Aku putri duyung.. Kamu putri tidur.." ejek Olivia.....


..."Kamu melihatku seperti itu?" tanya Shaka tak terima dengan sebutan Olivia untuknya.. Padahal setelah menikah, dia tak pernah bangun kesiangan.....


..."Mika yang memberitahuku, katanya kamu kalau tidur seperti orang mati.." ejek Olivia menjulurkan lidah.....


..."Sudah.. Kenapa kalian terus berdebat sejak tadi?" tanya Sultan heran.. Meski dalam hatinya terbesit cemburu melihat Olivia begitu santai bersama Shaka dan terlihat bahagia.....


..."Ini lebih baik.. Dibanding kalian yang diam saja.. Aku sama sekali belum melihat kalian bicara santai.." omel Olivia yang sukses membuat Sultan bungkam.....


..."Pergi menyelam sepertinya akan menyenangkan.. Pergi kebukit.. Melihat tari tradisional dimalam hari akan bagus.. Kita lakukan semua jika bisa.." ucap Olivia.....


..."Kalian tidak pergi bersama? Setauku Olivia sudah mengunjungi banyak tempat.." ucap Sultan.....


..."Aku memiliki phobia penerbangan.. Sebelumnya kami pergi berlibur hanya dengan kendaraan darat.."jawab Felicia yang membuat Sultan heran.. Masih ada yang seperti itu saat ini.. Dijaman modern.....


..."Tapi kamu baik-baik saja pergi bersamanya sekarang.." ucap Olivia pada Felicia.. "Sebaiknya kamu mengajaknya pergi ketempat yang bagus.. Aku yakin dia akan baik saja jika pergi bersamamu.." ucapnya lagi.. Kali ini pada Sultan.....


..."Aku sepertinya lebih buruk.. Aku jarang berlibur.. Aku tidak begitu menyukainya.." jawab Sultan.....


..."Nice.. Kalian benar-benar cocok.. Anak rumahan.. Mungkin akan bagus jika Feli mengajarimu membuat kerajinan gerabah.." ucap Olivia.....


..."Kamu menyuruhnya mengajak Feli ketempat yang bagus.. Kamu tak memintaku mengajakmu ketempat bagus bersama?" tanya Shaka.. "Kemana kamu ingin pergi? Akan kuwujudkan.." lanjutnya.....


...Olivia tertawa pelan mendengar ucapan Shaka.. "Ada dua tempat yang sangat ingin kukunjungi.. Mau pergi kesana bersamaku?" tanyanya.....


..."Jangan-jangan.." ucap Shaka yang membuat semua perhatian tertuju padanya yang menatap tajam Olivia.. "Jangan katakan berenang bersama penguin diantartika dan menyelam dipalung mariana.." lanjutnya.....


..."Apa?" tanya Sultan heran.....


...Olivia tertawa keras.. "Aku tidak gila.. Aku ingin panjang umur dan bahagia disisa hidupku.. Aku tidak mau mati hipotermia atau dimakan ikan dilaut terdalam.." jawabnya masih dengan tawanya.....


..."Lalu? Kemana kamu ingin pergi?" tanya Shaka lagi.....


..."Sebenarnya Mika benar.. Kami pernah mengatakan jika kami ingin menikah bersamaan.. Pergi ke Swiss bersama akan menyenangkan.. Atau melihat Aurora borealis di Alaska atau Islandia.." jawab Olivia yang membuat Shaka tersenyum akhirnya dia mendapat jawaban jujur dari istrinya itu.....


..."Lalu,kamu ingin pergi berlibur kemana?" tanya Sultan pada Felicia.....


..."Aku melihat foto liburan kak Oliv di Swiss dan Kanada.. Swiss sepertinya memang menyenangkan.. Kanada sangat cantik.." jawab Felicia.....


..."Terasa aneh, adik si Nona petualang yang sudah menjejakkan kaki dibanyak negara tak pernah berlibur bersamanya.." ucap Sultan.....

__ADS_1


..."Maaf.. Fel.." ucap Olivia.....


..."Bukan salah kak Oliv.. Kalau dipaksa pergi sama aku malah ngerepotin.." ucap Felicia.....


...Mereka kembali kekamar masing-masing.. Olivia akan kekamar mandi saat Shaka berucap.. "Kamu terlihat seperti menghindariku.."...


..."Aku tidak menghindar.." jawab Olivia.. "Kenapa? Ada yang ingin kamu katakan? Katakan apa saja yang ingin kamu katakan atau tanyakan.. Aku akan menjawabnya dengan jujur.." ucapnya.. Gadis itu kemudian duduk disofa.. Disusul Shaka yang duduk disampingnya.....


..."Kamu tak pernah berlibur dengan Kak Sultan?" tanya Shaka penasaran.....


..."Kami tak memiliki banyak waktu untuk bertemu.. Hanya sekali liburan ke Bandung dan sekali ke Jogja..Kenapa?" tanya Olivia.....


..."Hanya itu? Kalian pernah-" ucapan Shaka terpotong.. Dia menghentikan ucapannya dan Olivia menatap wajah Shaka yang terlihat sangat penasaran tapi ragu bertanya.....


..."Apa? Berpelukan? Berciuman? Tidur bersama?" tanya Olivia menebak-nebak akan kemana arah pertanyaan suami mudanya itu.....


...Shaka seketika langsung mengangkat wajahnya menatap sang istri.. Dia sangat terkejut dengan ucapannya.. "Kalian pernah melakukannya?" tanyanya.....


..."Bagaimana jika iya? Apa yang akan kamu lakukan? Menceraikanku?" tanya Olivia.....


...Deg.. Hatinya terasa nyeri.. Shaka terlihat sangat kecewa dengan ucapan sang istri.. Dia hanya diam tanpa sepatah katapun.....


..."Jika kamu tak siap dengan jawabannya, sebaiknya kamu tidak bertanya.." ucap Olivia.....


..."Aku takkan melakukan apapun.. Aku takkan menceraikanmu.. Tidak akan pernah.. Bahkan jika kamu memintaku menyerah.. Kamu sungguh pernah melakukannya?" tanyanya masih terdengar ragu.....


..."Kamu sangat penasaran? Kamu sungguh mau tau jawabannya?" tanya Olivia dan dijawab anggukan mantap.....


..."Kamu tau kadang seseorang bisa tak percaya pada apa yang diucapkan orang lain.. Tapi kupikir kamu bisa menyimpulkannya sendiri.. Aku takkan pergi jauh hanya berdua saja.. Kami pergi bersama Nimas.." jawab Olivia.....


...Shaka menghela nafasnya.. Dia tau Olivia tidaklah seperti itu.. "Bagaimana jika dengan suamimu setelah menikah?" tanyanya.....


...Olivia sungguh terkejut dengan keberanian Shaka.. Dia memahami mereka sudah menikah tapi pertanyaannya itu sedikit mengganggunya.. "Anak kecil tau apa memangnya.. Belajar saja yang benar.. Aku tak suka pria bodoh.." omelnya.....


..."Aku sudah dewasa meski lebih muda darimu.. Mana ada orang mengganggap pria dua puluh dua tahun sebagai anak kecil.. Kamu tidak lihat,tubuhku bahkan sempurna.. Jika aku masih anak kecil,tak mungkin ayahmu berpikiran buruk sampai menikahkan kita.. Aku sudah cukup dewasa untuk melakukan hal semacam itu.. Aku bisa menanamkan benih kedalam perutmu.." omel Shaka tak terima.....


...Olivia menatap heran dan sampai hampir tersedak ludah sendiri.. Tidak menyangka pria yang dianggapnya adik itu seberani itu.. "Kamu pernah melakukannya?" tanyanya.....


..."Tidak mungkin.. Aku bahkan tidak pernah berkencan dengan siapapun.." jawab Shaka.. "Aku hanya jatuh cinta sekali padamu dan tidak percaya diri karna aku lebih muda.. Aku khawatir kamu akan menolakku.. Jadi aku hanya menyukaimu diam-diam.." ucapnya lagi.....


..."Itu sudah jelas.. Jika semua tidak terjadi,aku mungkin takkan menikah denganmu.." jawab Olivia.....


..."Tolong jangan menyesal menikah denganku.." ucap Shaka.. "Aku mungkin tak bisa menjanjikan banyak hal, tapi aku akan mencintaimu seumur hidupku.. Hanya kamu.." lanjutnya.. Olivia hanya tersenyum dan mengangguk pelan.. Dia memutuskan menerimanya dan mempercayainya.....


..."Jangan juga khawatirkan soal nafkah.. Aku akan sanggup memberimu nafkah.. Bahkan jika kita memiliki anak.. Jadi, bagaimana? Kamu mau jadi ibu dari anak-anakku?" tanya Shaka yang kali ini sukses membuat Olivia tersedak saking terkejutnya.. Yang membuat Shaka kalang kabut sendiri melihat istrinya tersedak.. Mengambil minum dan juga menepuk-nepuk tengkuknya.. "Aku akan menunggu.. Tidak harus sekarang.. Jangan khawatir.." ucapnya.....


...Sementara Felicia dan Suktan berada dikamarnya.. Felicia sudah selesai mandi dan duduk didepan cermin.. Saat itu Sultan keluar dengan handuk menutupi setengah bagian tubuh bagian bawahnya.....


..."Jangan menoleh.. Aku lupa membawa pakaianku.." ucap Sultan sudah seperti gadis perawan yang takut dilihat orang lain dengan penampilannya saat ini.....


..."Aku meletakkan pakaianmu diatas ranjang.." ucap Felicia.....


..."Hmm.." Dia kembali kedalam kamar mandi lalu keluar lagi hanya dengan celana pendek tanpa atasan.."Kenapa kamu tersenyum seperti itu?" tanya Sultan.....


..."Tidak ada.." jawab Felicia menahan senyumnya.....


..."Kamu seperti senang sekali melihat tubuhku?" tanya Sultan.. Felicia hanya diam menahan tawanya.. "Aku tidak menyangka,kamu suka melihat hal semacam ini diusiamu dan dengan wajah polosmu itu.." omel Sultan lagi.....


..."Kamu lucu.. Seperti anak gadis yang takut ada seseorang yang mengintip.." ejek Felicia dengan tawanya.....


..."Berani sekali kamu mengejek suamimu.." ucap Suktan setengah berteriak.. Felicia merasa senang Sultan bahkan menyebut dirinya suami.....


..."Tidak mungkin tidak pernah melihat yang seperti itu.. Bahkan banyak iklan bertebaran dimana-mana.. Juga aktor difilm atau drama tak jarang membuka baju.." oeml Felicia.. "Ngomong-ngomong, tubuhmu lumayan.." ucap Felicia yang membuat mata Sultan melebar.....


..."Lumayan katanya.. Ini sempurna.." gerutu Sultan.....

__ADS_1


...Hari ini mereka mulai lebih terbuka pada pasangan mereka.. Hari mereka terasa lebih damai.. Akankah kehidupan mereka akan tetap damai setelah ini?...


__ADS_2