Our Dandelions Destiny

Our Dandelions Destiny
22.Iri hati


__ADS_3

...Olivia merenungkan apa saja yang dia alami selama ini.. Seakan takdir seringkali tak berpihak padanya.. Dan anehnya, takdir berjalan begitu mudah saat dia berada jauh dinegri asing.. Itu jauh membuatnya merasa nyaman.....


...Cukup lama Olivia didalam kamar mandi dan membuat Shaka menunggu.. Gadis itu keluar setelah mengganti pakaiannya.. Tadinya memakai kemeja dan celana jeans.. Kini berganti dengan crop top dan short pants.. Sampai Shaka terkejut melihatnya.. Ini kali pertama Shaka melihat Olivia memakai pakaian terbuka seperti itu.....


...Olivia sama sekali tak mengucap sepatah katapun sejak kembali ke villa setelah pertemuannya dengan Evan dan Arbani membuat Shaka sedikit khawatir tentang istrinya itu.. Dia bahkan tak menyapa Shaka yang duduk ditepian ranjang saat dirinya meraih ponselnya yang tergeletak diatas nakas.. Gadis itu malah terlihat sibuk memainkan ponselnya.....


..."Liv.." panggil Shaka yang hanya mendapatkan jawaban berupa deheman oleh sang istri.. "Soal.." ucapan Shaka terpotong yang membuat Olivia menoleh sesaat lalu kembali menatap ponselnya karna Shaka tak melanjutkan ucapannya.. Jujur saja, Shaka semakin dibuat khawatir dengan sikap Olivia yang terkesan acuh.. Padahal sebelumnya meski tanpa cinta, setidaknya Olivia bersikap baik dan manis padanya.. Khawatir jika pertemuannya dengan Arbani akan membuat hubungan keduanya semakin jauh.....


..."Tanpa kamu mengatakan apapun, aku paham apa yang sedang kamu khawatirkan.." ucap Olivia meski tanpa menoleh dan masih sibuk melakukan sesuatu dengan ponselnya.. "Jangan khawatir.. Bahkan Sultan yang baru beberapa hari lalu masih menjadi pacarku saja tak mempengaruhiku.. Apalagi yang berlalu sekian tahun.. Aku tahu posisiku dan apa statusku.." ucap Olivia yang kemudian meletakkan kembali ponselnya dan kini berjalan menuju lemari.....


...Entah kenapa ucapan Olivia tak membuat Shaka merasa lega.. Karna gadis itu bahkan tak menoleh padanya saat berbicara.. Shaka kemudian mendekat kearah Olivia.. "Terimakasih karna memihakku tadi.. Kamu membuatku merasa berharga.."...


..."Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan.. Jangan berterimakasih.. Sudah kukatakan, kita harus pagari rumah tangga kita agar tak jadi sasaran orang asing untuk tertarik masuk.. Melihat rumput tetangga lebih hijau saja, orang akan berpikir masuk.. Belum lagi kalau tau didalam rumahnya begitu indah.. Mending kalau masuk cuma buat tanya apa resep yang membuat rumah itu indah.. Kalau mau merusak, kita yang rugi.. Meski mungkin rumah tangga kita masih belum terisi dengan baik, aku akan berusaha.." ucap Olivia.....


...Shaka tersenyum lalu memeluk Olivia dari belakang.. Tak ada perlawanan dari Olivia.. Dia sadar benar, bahkan semua yang ada pada dirinya adalah milik Shaka.....


..."Aku akan bersyukur memilikimu.." ucap Shaka.....


..."Kamu belum tau seperti apa keburukanku.. Aku punya banyak sikap buruk yang belum kamu tau.." timpal Olivia.....

__ADS_1


..."Akan kuterima apapun itu.. Mari kita saling belajar memahami karakter masing-masing.. Kalau ada jeleknya jangan ragu saling mengingatkan dan berusaha memperbaiki diri.. Dan maafkan sikapku yang kadang kekanakan.." ucap Shaka.....


...Olivia melepas pelukan Shaka dan membalik badannya.. "Kamu tuh masih suka labil.. Kadang dewasa.. Kadang kayak anak kecil.."...


...Shaka melebarkan mata mendengar ucapan Olivia dengan helaan nafas panjang.. Lalu kembali memeluk Olivia.. "Aku anak kecil tapi jangan meremehkanku sayang.." bisiknya ditelinga dan bahkan menyentuh bagian punggung Olivia yang terbuka.....


...Olivia tentu terkejut dengan sentuhan Shaka yang tiba-tiba dan suara ditelinganya hingga dia seakan berhenti bernafas.. "Bernafas Oliv.. Jangan meninggalkanku.. Belum juga ku nikmati madu cintamu.." ucap Shaka ditelinga Olivia.. "Bernafas.." ucap Shaka tersenyum melihat kegugupan sang istri yang bisa dirasakan debar jantungnya kian berpacu.....


...Shaka sedikit memberi ruang pada pelukannya agar bisa menatap wajah sang istri yang terlihat gugup.. Tangannya yang masih berada dipinggang Olivia bergerak lembut yang membuat Olivia sampai memejamkan mata.. Dia begitu takut sekarang karna merasa belum siap.. Sentuhan asing itu entah kenapa membuatnya berdebat.....


..."Aku belum siap untuk itu.. Ar.." ucap Olivia yang membuat Shaka menghentikan ulahnya.. Sekarang dia tak menyukai panggilan itu.....


..."Bukan soal itu.. Aku hanya merasa tak nyaman dengan panggilan kamu itu untukku.. Itu mengingatkanku dengan pria yang tadi.. Arbani.. Mantan pacarmu.. Aku tak ingin dipanggil dengan cara yang sama meski nama kami sepintas mirip.."...


..."Aku sama sekali tidak berpikir sampai sana.. Aku bahkan sudah lama lupa jika hari ini tak bertemu.." ucap Olivia.. "Jadi kamu mau dipanggil seperti apa? Hon Hon? Boo?" tanya Olivia.....


...Shaka menatap heran.. "Itu sama seperti panggilan yang pernah kamu usulkan untukku.. Hon Hon.. Artinya honey.. Dan Boo itu bahasa Perancis artinya pacar.." lanjut Olivia.....


..."Oke.. Boo.." ucap Shaka setuju.. "Aku akan panggil kamu Bee.. Gimana?" tanyanya.....

__ADS_1


...Olivia hanya mengangguk.. Setuju saja apa yang membuat Shaka nyaman.. Setaunya, membahagiakan pasangan adalah kewajiban.. Dia akan mengusahakannya.. Dia akan memulai semuanya dari awal.. "Tapi untuk saat ini.. Hanya saat kita berdua saja ya Ar.. Eh Boo.." ucap Olivia yang membuat Shaka tersenyum lebar dengan anggukan mantap.....


...Shaka dengan sengaja kembali membuat pergerakan dipinggang Olivia.. "Aku tau itu adalah hak kamu.. Tapi belum siap untuk itu.. Tolong tunggu.. Beri aku waktu.." ucap Olivia mencoba menolak dengan cara halus.....


...Shaka sedikit kecewa tapi dia tak menginginkan hubungan yang hambar sebatas hak dan kewajiban.. Shaka akhirnya pasrah dengan anggukan pelan.....


..."Boo.. Apa kamu akan tetap disini jika seandainya aku cacat?" tanya Olivia tiba-tiba.....


..."Aku akan tetap disini bersamamu apapun yang terjadi.." jawab Shaka tanpa ragu yang membuat Olivia tersentuh.. "Aku akan menjagamu sebisa ku.."...


..."Mungkin saja dimasa depan itu akan terjadi.. Dimasa lalu aku sempat mengalaminya.. Memakai kursi roda.." ucap Olivia.. Pertemuannya dengan Arbani membuatnya mengingat luka lama, dia sempat berpikir Arbani menghilang karna dirinya yang saat itu tak bisa berjalan.....


..."Jika itu terjadi, aku rela menjadi kakimu dan membawamu kemanapun yang kamu inginkan.. Tapi sebelum itu, aku akan melindingimu dan takkan membiarkan hal buruk terjadi.." ucap Shaka sedang Olivia menatap lurus netra suaminya yang terlihat begitu tulus.. Sesaat Olivia menyandarkan kepalanya didada bidang Shaka dan tangan melingkar sempurna dipinggangnya yang membuat suami mudanya itu merasa sangat senang.. Dan entah kenapa Olivia merasa begitu damai meski hatinya masih mempertanyakan apakah dirinya harus mempercayainya?...


...Tanpa keduanya sadari jika diluar pintu, Felicia mendengar pembicaraan mereka.. Rasanya sangat iri mendengar sang kakak mendapatkan cinta dari begitu banyak orang.. Shaka yang kini menjadi suaminya, Sultan yang bahkan tak sedikitpun bisa Felicia miliki.. Bahkan Arbani yang masih memiliki cinta yang utuh untuk Olivia meski Bertahun-tahun sudah berlalu?...


...Dalam hati, Felicia bertanya-tanya tentang apa yang Olivia lakukan hingga mendapatkan begitu banyak cinta? Apa yang kakaknya itu miliki hingga bisa mendapatkan perhatian dari banyak pria? Apa salahnya hingga dia ditolak? Apa salahnya yang membuat Sultan enggan padanya? Hingga terbesit perasaan jika harusnya Olivia tak kembali lagi agar dirinya memiliki kesempatan.....


...Gadis cantik itu mulai memikirkan rencana agar sang kakak menjauh darinya.....

__ADS_1


__ADS_2