
..."Apa yang kamu pikirkan?" tanya Olivia namun Shaka hanya diam tanpa jawaban.. Matanya menatap lurus mata Olivia yang menatap tajam kearahnya.. "Apa menurutmu aku akan berlari kesana untuk mengganggu mereka? Kamu ingin aku melakukannya? Kamu akan membiarkannya?" tanyanya lagi.....
...Shaka menggelengkan kepalanya.. Mencoba menepis pikiran buruknya.. Juga mencoba mengatakan jika dia takkan melakukan itu dengan isyarat itu.....
..."Kamu tidak melihat seberapa keras aku berusaha? Wanita seperti apa aku dimatamu?" tanya Olivia lagi.....
..."Liv.." panggil Shaka pelan.. Dia merasa bersalah melihat mata Olivia mulai basah.....
..."Aku sudah berusaha keras melawan hatiku.. Aku berusaha keras menerima pernikahan yang bahkan sama sekali tak pernah kupikirkan.. Apa menurutmu ini mudah bagiku? Aku sungguh ingin melarikan diri sejauh yang aku bisa.. Tapi aku tau itu tidak benar.. Bisakah kamu berdiri didepanku dan membuatku hanya melihatmu.. Jangan pernah mengingatkanku tentang yang ada dibelakangku dan membuatku ingin menoleh dan berlari kembali.." ucap Olivia lagi.. Suaranya terdengar parau menahan tangis.....
..."Liv.. Maaf.." ucap Shaka mencoba meraih lengan Olivia tapi gadis itu menghindar membuat Shaka merasakan nyeri dihatinya.. Ditolak rasanya sangat menyakitkan.....
..."Jika kamu tidak percaya diri,harusnya kamu tidak mengambil jalan ini.. Kamu memilih wanita yang memiliki kekasih untuk kamu nikahi.. Seharusnya kamu membiarkanku pergi dan tidak menarikku masuk.. Jika saat itu kamu menolaknya.. Maka kamu akan baik saja.. Dan aku bisa berjuang sendiri dan tak perlu melihat mereka.." ucap Olivia lagi lalu membalikkan badannya dan melangkah kembali menuju villa.....
...Shaka dengan cepat memeluk Olivia dari belakang.. "Maaf.." ucapnya pelan.. "Maafkan aku.." ucapnya lagi..Olivia hanya diam.. Dia tau pria yang memeluknya itu bahkan juga meneteskan airmatanya.....
..."Maaf.. Untuk semuanya.. Beri aku kesempatan dan maaf atas rasa cemburuku.. Aku takkan mengulanginya lagi.. Aku akan berusaha lebih dewasa dan tolong jangan menyesali pernikahan kita.." ucap Shaka lagi.. "Kamu mungkin bisa pergi dan hidup tanpamu.. Tapi aku tak bisa melakukannya.. Liv.. Kamu segalanya bagiku.." lanjutnya.....
...Olivia tau jika Shaka sangat mencintainya,tapi dia bahkan masih berpikir jika pernikahan ini tidaklah benar.. Rasanya masih sangat sulit baginya.. Seperti Tuhan mengarahkan mereka pada jodoh yang salah.....
...Mereka tidak menyadari jika Sultan melihat dan mendengar percakapan mereka karna mereka masih belum jauh dari villa.....
...Sultan tau benar.. Jalan mereka sudah berbeda.. Olivia sudah mengambil jalan yang dia pilih sedang dia masih diam ditempat menolak kenyataan.. Olivia mendapatkan pria yang mencintainya lebih darinya.. Dan Felicia mungkin juga mencintainya lebih dari Olivia.. Tapi dia merasa sangat sulit menerimanya.....
...Sultan bahkan masih berpikir tentang ucapan Felicia.. Gadis itu melakukan kesalahan yang bahkan Olivia pasti akan kecewa jika melihat dan mendengarnya.. Sultan yang sudah terbiasa dengan Olivia yang sangat berbeda dari sang adik.. Olivia yang selalu menariknya masuk dan membuatnya tak ingin berpaling membuat ego seorang Sultan membara.. Dirinya inginOlivia kembali padanya.. Karna Sultan juga memahami dengan baik jalan pikiran Olivia.. Gadis itu menutupi rasa sakitnya dengan senyum dan tawanya.. Sikap cerahnya yang membuat orang disekitarnya bahagia.. Olivia tidak bahagia.....
..."Inilah yang akan terjadi.. Tak ada satupun diantara kita akan bahagia.." ucap Sultan pelan dengan dirinya sendiri.....
...Sementara Felicia masih terdiam didalam kamar dengan penyesalan dihatinya.. Tak ada hati yang tak terluka diantara mereka semua.. Semua menanggung luka.. Mereka tidak bahagia.....
Keesokan harinya..
...Saat Olivia dan Shaka turun dari lantai atas,mereka melihat Sultan bersandar disofa ruang tamu.. Pria itu sepertinya tertidur.. Keduanya saling pandang dengan tatapan heran.. Semalam saat mereka kembali ke villa mereka tak melihat ada Sultan disana.....
...Olivia berjalan kearah dapur dan mengambil gelas dengan hati-hati agar tidak mengganggu lalu menuang air perlahan.. Saat itu Felicia keluar dari kamarnya dan membuat Sultan bangun karna suara pintu terbuka.. Felicia hanya melewati Sultan dan Sultan malah masuk kedalam kamar.....
...Semakin aneh bagi Olivia.. Dia memperhatikan adiknya sampai melupakan air yang dituangnya hingga tumpah.....
..."Kak.. Airmu tumpah.." ucap Felicia mengingatkan sang kakak yang malah melamun.....
...Olivia terkejut.. "Hmm.. Ee.. Eoh.." ucapnya terbata-bata lalu segera membersihkan tumpahan airnya masih dengan tatapan melihat adiknya yang terlihat aneh.. Sedang Felicia berjalan menjauh kemudian duduk disofa tempat Sultan duduk sebelumnya.....
..."Kenapa? Kenapa kamu melamun? Hampir saja kamu menjatuhkan gelasnya.." ucap Shaka yang sudah berdiri disamping Olivia.. Keduanya sudah bersikap biasa seolah tak ada sesuatu yang terjadi dengan kecemburuan Shaka semalam.....
..."Kenapa aneh sekali?" tanya Olivia pelan dengan mata masih menatap sang adik dan bahkan memirigkan kepalanya.....
..."Hanya perasaanmu saja.. Sudah.. Jangan dipikirkan.. Itu urusan mereka.. Lebih baik fokus pada kita saja.. Fokus saja pada suamimu yang tampan ini.." ucap Shaka mengedipkan sebelah matanya.....
__ADS_1
..."Hmm.. Kuharap semua baik-baik saja.." jawab Olivia.....
..."Jadi setuju jika aku tampan? Tidakkah itu berarti kamu beruntung memilikiku yang muda dan tampan ini?" tanya Shaka percaya diri dengan kembali mengedipkan sebelah matanya.....
..."Oke.. Muda.. Tampan.. Tapi aku masih mengharap suami yang pintar.. Jadi belajarlah dengan benar.." ucap Oliv.. "Dan ya.. Aku penasaran berapa banyak wanita yang mendengar gombalanmu ini dan kedipan mata itu?" tanyanya.....
...Shaka menggeleng.. "Tak ada.. Aku berani bersumpah.. Aku takkan selamat jika aku mengkhianatimu.." ucapnya.....
..."Bagus.. Selalu ingat itu.." ucap Olivia.. Bagi Olivia pernikahan terpaksanya itu tetaplah pernikahan.. Bahkan pemuda cemburuan dihadapannya itu adalah suaminya.. Yang perlu dilakukan hanyalah belajar mencintainya dan berusaha menghiasi rumah tangga mereka dengan kebahagiaan.....
...Shaka tersenyum melihat Olivia.. Dia senang memiliki seorang istri seperti Olivia yang peduli pada orang lain dan memiliki sikap positif.....
...Olivia menoleh dan akan mengambil airnya tapi Shaka sudah meminumnya dan hanya tersisa setengah.. "Kenapa kamu meminumnya dan tidak mengambil sendiri?" tanyanya kesal.....
..."Pelit sekali pada suami sendiri.. Ini kan hanya air.." ucap Shaka memberikan sisa airnya pada Olivia dan tangannya usil mencubit pelan hidungnya.. Olivia menerimanya dengan tatapan heran dan menggosok hidungnya sebelum meminum airnya.. "Ciuman tidak langsung.." ucapnya lagi yang membuat Olivia sampai hampir tersedak.....
..."Apa itu?" tanya Olivia.....
..."Minum dari gelas yang sama.. Bekasku.. Ciuman tidak langsung.." ucap Shaka menjelaskan.....
..."Aneh sekali.." timpal Olivia.....
...Shaka mengangkat bahunya dengan cengiran tipis kemudian berbisik.. "Aku juga bisa memberikan ciuman langsung jika kamu mau.."...
...Olivia membelalakkan mata menatap Shaka yang masih berdiri disampingnya kemudian mencubit pinggangnya.. Namun itu malah membuat Shaka tertawa.. "Sebuah cubitan cinta dari istri tercinta.." bisiknya yang membuat Olivia mencubit semakin keras dikedua sisi pinggangnya.....
...Setelah itu mereka makan bersama karna makanan yang mereka pesan sudah datang.....
..."Aku ingin pergi lebih awal hari ini.. Pilihlah tujuanmu bersama suamimu.. Aku ingin pergi berkeliling.." ucap Olivia.....
..."Kita pergi bersama saja.." jawab Sultan yang baru saja keluar dari kamar.. Sultan dan Felicia terlihat aneh dan seperti saling menghindar.....
...Shaka merasakan jika ada yang salah dengan pasangan itu.. Dia yakin ada sesuatu yang terjadi.. Padahal sebelumnya keduanya baik-baik saja.. Dia juga merasa khawatir.. Jika hubungan mereka renggang,bukan tidak mungkin Sultan akan mendekati Olivia dan berusaha kembali padanya.. Dan tentu itu akan membuat Olivia mungkin kembali padanya karna dia masih memiliki perasaan untuknya.....
..."Kita tak jadi pergi menyelam?" tanya Felicia.....
..."Kalian bisa pergi berdua jika ingin.. Aku ingin menikmati berkeliling saja.. Sepertinya akan menyenangkan.." ucap Olivia.. Dia menutupi kenyataan jika saat dia ingin pergi berkeliling itu artinya dia tak memiliki hal yang ingin dia lakukan dan hanya membiarkan dirinya pergi tanpa tujuan.....
..."Kita berangkat terpisah tidak masalah.. Sepertinya kita butuh waktu pribadi untuk lebih dekat dengan pasangan kita masing-masing.." timpal Shaka.. Sungguh kali ini dia mulai merasa tak tenang dengan kehadiran Sultan.....
..."Sepertinya kita berangkat bersama saja.. Tidak masalah kemanapun tujuan kita.." ucap Felicia.. Gadis itu merasa Olivia adalah jalan keluar dari masalahnya.. Berharap sang kakak akan memberikan bantuan untuknya.....
..."Oke.. Terserah kalian saja.." ucap Olivia.. Shaka tak mungkin merawat keputusan istrinya.. Dia tak yakin dia akan mengatakan alasan kenapa tak ingin pergi bersama.. Khawatir hal semalam akan kembali terjadi.....
...Mereka akhirnya pergi berkeliling bersama setelah mendapatkan rekomendasi pantai yang bagus untuk pasangan honeymoon.. Jadi mereka mengunjunginya.. Pantai berpasir putih cantik dengan pemandangan tebing dan bebatuan cantik.. Lokasi ini sepi pengunjung.. Mungkin karna butuh tenaga untuk kesini yang harus melewati begitu banyak anak tangga.....
..."Ah.. Aku tau kenapa ini jadi rekomendasi pasangan honeymoon.." ucap Olivia.....
__ADS_1
..."Memangnya kenapa?" tanya Felicia.....
...Olivia tertawa mendengar pertanyaan polos adiknya.. "Hmm.. Entah.. Coba pikirkan sendiri.. Hanya tebakanku saja.. Kupikir itu hal umum yang dipikirkan kebanyakan orang.. Aneh sekali.." ucapnya.....
..."Suasana hangat dan romantis.." timpal Shaka.....
...Hanya Sultan yang diam.. Merasa heran dengan ucapan Felicia.. Dia berbeda dengan semalam.. Gadis itu kemarin berani sekali menantangnya dan sekarang bertanya dan seperti gadis polos.. Aneh baginya.. Dia bahkan berpikir jika Felicia sedang berakting sok polos.....
Mereka berjalan menyusuri pantai yang sepi dan cantik itu.. Terasa seperti milik pribadi.. Olivia menghentikan langkahnya ketika melihat ada sepasang pria dan wanita yang berciuman.. Terlihat sangat mesra dan intens.. Tangannya refleks menggandeng Shaka agar berbalik.. Sultan dan Felicia jadi penasaran dan mereka juga melihatnya lalu memutuskan kembali..
..."Kenapa? Itu biasa bukan.. Kamu pasti juga melihatnya didrama.. Itu bahkan bukan hal asing di Amerika atau Eropa.." ucap Shaka.....
..."Itu berbeda Ar.. Mereka akan tidak nyaman jika kalian semua melihatnya bukan.. Meski di luar negri itu wajar, tapi takkan se intens itu jika ditempat umum.. Kupikir mereka melakukannya karna berpikir disini tak ada orang lain.. Kita disini saja.. Merendam kaki diair.." ucap Olivia melepas sepatunya dan merendam kakinya diair.. Mereka bertiga juga melakukan hal yang sama.....
..."Tempat ini sangat bagus.." ucap Felicia.....
...Mereka hanya menikmati pemandangan disana.. Suasana kali ini entah kenapa sangat canggung.. Terutama Sultan dan Felicia.....
...Bukan Olivia namanya jika dia membiarkan suasana canggung ini terus terjadi.....
..."Harusnya kita membawa kamera.. Entah kenapa aku melupakan hal penting.. Liburan tanpa kamera terasa tidak lengkap.." ucap Olivia mengeluarkan ponsel dari dalam mini slingbag-nya.....
..."Aku juga lupa membawanya.. Harusnya kita punya dokumentasi.." timpal Shaka.....
..."Kalian.. Berposelah.. Aku akan mengambil foto.. Nanti akan kuhadiahkan lukisan yang cantik untuk kalian.." ucap Olivia.. "Berdirilah disebelah sana.. Pemandangannya sangat cantik dan buat pose yang manis.." ucapnya mengarahkan.. Keduanya hanya berdiri tegak berdampingan sudah seperti patung manekin.....
...Merasa kesal dan tidak puas.. Olivia memberikan ponselnya pada Shaka.. "Ar.. Ambil foto.. Aku akan jadi pengarah gaya.." ucapnya tersenyum yang membuat Shaka juga tersenyum.....
...Olivia dengan cepat berlari mendekati dua orang disana.. Sedikit membuat Shaka khawatir karna kaki Olivia baru saja pulih.. Olivia mengambil tangan Sultan yang terjuntai bebas dan meletakkannya dipundak Felicia seakan merangkul dan mengambil tangan Felicia untuk memegang tangan Sultan yang ada dipundaknya.. "Oke.. Nice.. Smile.. Kalian bukan anabele.. Jadi tersenyumlah.. Bahkan patung manekin tidak sedatar kalian.." omelnya.....
...Melihat pose mereka berubah,Olivia kembali mengomel.. "Kalian merubah posisi kalian.. Akan kusuruh kalian berpose ciuman.. Pilih saja.." omelnya.. Kini keduanya hanya menurut dan Shaka yang memotretnya.. Shaka tersenyum melihatnya namun setidaknya dia bisa melihat istrinya itu baik-baik saja.. Tak mudah mengambil peran seperti yang Olivia lakukan saat ini.. Setelah selesai Olivia melihat foto diponselnya dan tersenyum puas.....
...Shaka memberikan ponsel miliknya pada Felicia.. "Tolong ambil foto kami juga.." ucapnya.....
...Pria itu menggandeng tangan Okivia dan mengambil sudut dengan pemandangan yang berbeda.. Mereka mengambil beberapa pose.....
..."Hey.. Sudah.. Ini bukan sesi pemotretan.." protes Olivia.. Merasa tak enak hati pada Felicia dan Sultan.. Dia tak ingin mereka berpikir mereka sedang unjuk kemesraan.....
...Shaka mengambil ponselnya dan melihat hasil jepretan Felicia diponselnya.. Pria itu tersenyum lebar dan terlihat puas.. Tentu hatinya senang saat ini.....
...Mereka akhirnya memutuskan kembali dan pergi membeli oleh-oleh.. Mereka berjalan mengelilingi sebuah pasar yang menjajakan berbagai macam oleh-oleh.. Mereka membeli oleh-oleh karna mereka memustuskan kembali esok hari mengingat semua harus kekampus dua hari lagi.....
...Mereka berusaha move on dan ternyata itu bukanlah perkara yang mudah.. Masih sulit untuk melupakan masa lalu dan menghapus cinta jika mereka terus berhadapan dan bertemu setiap saat.. Seperti yang kebanyakan orang katakan.. Seseorang bisa saja dengan mudahnya jatuh cinta, tapi melupakan adalah hal yang sulit.....
...Masih terselip cemburu meski samar.. Mereka hanya berharap jika waktu akan menjadi obat dan penyembuh luka mereka.. Mereka berharap mereka akan segera terbiasa hingga lupa tentang masa lalu.. Karna,tidak ada luka yang tidak bisa sembuh.....
...Akan seperti apa kelanjutannya?...
__ADS_1