Our Dandelions Destiny

Our Dandelions Destiny
16.Mencoba berdamai dengan keadaan


__ADS_3

...Pagi ini semuanya pergi bersama.. Menyusuri tepian pantai dipagi hari yang cerah.. Mereka mencoba memulai hari dan mencoba berdamai dengan keadaan.....


..."Ar.. Mau kenalan dengan gadis bule?" bisik Olivia asal saat melihat dua gadis bule berjalan melewati mereka yang terlihat menyapa dan tersenyum.....


...Shaka hanya diam tak menjawab.. Sebenarnya dia kesal dengan ucapan Olivia yang seolah tidak percaya padanya dan seakan berpikir jika dirinya masih ingin bermain-main.....


..."Kalian berdua.. Kenapa diam saja?"tanya Olivia memperhatikan Sultan dan Felicia.. "Kalian sudah seperti kutub utara dan selatan.. Aku tau ini sulit.. Tapi setidaknya mulailah berteman lebih dulu.." ucap Olivia mencoba mencairkan suasana canggung ini.. Namun keduanya hanya diam saja.. Entah apa yang mereka pikirkan.....


...Olivia meraih tangan Shaka.. "Lakukan seperti ini.. Bisa tidak?" ucap Olivia seperti mengajari anak kecil bergandengan tangan.. Shaka terkejut dengan tindakan istrinya tapi juga senang.. Jantungnya sudah serasa akan melompat saja.....


...Lagi,keduanya hanya diam.. Hanya berjalan pelan bedampingan.....


..."Oh my god.. Bahkan anak kecil lebih mudah diajari soal ini.." ucap Olivia.....


..."Kamu menyebutku anak kecil?" tanya Shaka yang membuat Olivia menghentikan langkahnya menatap pria yang tangannya tertaut dengan tangannya.....


...Hampir saja Sultan menyemburkan tawa.. Namun dia tahan dan masih nampak ekspresi dingin diwajahnya.. Entah kenapa dia merasa senang melihat kekesalan Shaka.. Dalam hatinya membenarkan jika Shaka adalah anak kecil.. Secara usia mereka memang tertaut enam tahun.. Sultan bahkan dua tahun lebih tua dari Olivia.....


..."Aku tak mengatakan itu.. Aku hanya membahas anak kecil pada umumnya yang bahkan tidak ragu melakukan ini.." jawab Olivia menunjukkan tangan mereka yang membuat hati Sultan sejujurnya masih menggerutu dan tak terima karna cemburu.. "Lihatlah mereka.." ucap Olivia lagi menunjukkan dua anak kecil berjalan bergandengan.. Jawaban Olivia membuat Shaka tersenyum.....


...Mereka kembali melangkah bersama Sultan dan Felicia.. Akhirnya Sultan mulai menggandeng tangan Felicia meski sebenarnya yang ada dalam hatinya adalah ingin melihat reaksi cemburu dari Olivia.. Namun malah membuat Olivia tersenyum melihatnya.. Ini adalah keputusan yang sudah diambil.. Menerima kenyataan.. Sementara Felicia tentu senang,bibirnya menyunggingkan senyuman.....


..."Ar.. Kamu bisa berkuda tidak?" tanya Olivia saat melihat kuda dikejauhan.....


..."Bisa.. Tapi tidak mahir.." jawab Shaka.. Tiba-tiba saja dia teringat ucapan Julian jika Olivia pernah mengalami kecelakaan kuda yang menyebabkan dia kehilangan impiannya.....


..."Aku ingin naik kuda.." ucap Olivia yang dijawab anggukan oleh Shaka meski ada kekhawatiran disana.. Tapi sepertinya Olivia tak mengalami trauma karna kecelakaan itu.. "Ar.. Kita balapan,siapa yang sampai disana lebih dulu boleh meminta hadiah dari yang kalah.."ucapnya lagi.....


..."Oke.." jawab Shaka setuju.....


..."1-2-3.. Go.." ucap Olivia sudah berlari lebih dulu.. Keduanya berlari mendekat kearah kuda yang masih cukup jauh.....


..."Kamu juga mau naik kuda?" tanya Sultan.....


..."Tentu.." jawab Felicia tersenyum.....


...Keduanya akhirnya berlari pelan menyusul Shaka dan Olivia yang sudah sampai lebih dulu.. Sepertinya Shaka sengaja mengalah untuk menyenangkan Olivia.....


..."Aku kalah.. Kamu ingin hadiah apa?" tanya Shaka mencoba mengatur nafasnya.....


...Sementara Olivia masih berpikir.. Gadis itu terlihat seperti memikirkan sesuatu sebagai hadiahnya.. Dia melihat Sultan dan Felicia yang semakin mendekat dan nampak memiliki ide untuk mendekatkan mereka juga.. "Ar.. Berjongkok.." ucap Olivia seperti memerintah.....


..."Berjongkok?" tanya Shaka heran.. Dalam pikirannya dia akan dihukum oleh istrinya itu.....


..."Ayo.. Kamu kalah.. Aku tau kamu sengaja mengalah.. Aku akan memberimu hukuman.. Kubilang berjongkok.." ucap Olivia.. "Kamu juga.." perintahnya pada Sultan.....


..."Kenapa aku juga?" tanya Sultan heran.....


..."Diam saja.. Jangan membantah.. Kamu juga kalah dariku.. Jadi menurutlah.." ketus Olivia.....


..."Aku tidak setuju berlomba denganmu.." jawab Sultan tak terima.. Untuk pertama kalinya Sultan menolak ucapan Olivia.....


...Olivia terlihat sangat kesal.. "Sultan djayabrata.. Jangan membuatku kesal padamu.. Ini hukuman untukmu.." ucapnya.....

__ADS_1


...Shaka dan Sultan semakin tidak mengerti dengan maksud Olivia.. Dan Sultan kemudian menghela nafasnya sebelum menuruti perintah gadis kesayangannya yang kini jadi istri orang lain.. Sultan menarik kesimpulan jika ini bagian dari kekesalan Olivia tentang kejadian di villa dan ingin menghukumnya.. Membuat dia merasa seperti seorang pengkhianat.....


...Sultan dan Shaka akhirnya menurut.. Keduanya kini berjongkok.. Olivia naik kepunggung Shaka sementara Felicia hanya diam saja.. "Naik.." teriaknya pada adiknya.. "Ar.. Kedai sebelah sana.. Aku mau makan.." ucapnya.. Olivia berpikir ini akan lebih mudah bagi mereka untuk memulai dan menerima kenyataan.. Dan tujuan Olivia kini bisa dibaca oleh Shaka.....


...Shaka langsung membawa Olivia berlari dipunggungnya.. Pria ini terlihat senang.. Sementara Sultan dan Felicia menyusul lebih pelan.. Pria itu mengerti maksud Olivia tapi masih belum bisa menerima sepenuh hati.....


..."Aku bahkan lupa jika kita belum sarapan.. Maafkan aku.." ucap Felicia.....


..."Hmm.." jawab Sultan singkat dan dingin.....


...Olivia turun dari punggung Shaka.. Pria itu terlihat lelah dan menumpukan kedua tangannya dilututnya.....


..."Ar.. Kamu lelah?" tanya Olivia menepuk punggung Shaka dan memukul-mukul ringan.....


..."Aku bisa menggendongmu sejauh apapun yang kamu minta.. Agar kamu percaya jika aku ada untukmu.." jawab Shaka.....


..."Diam Ar! Aku tak suka pria yang hobi menggombal.." ucap Olivia lalu masuk kekedai.....


..."Aku tidak sedang menggombal.." ucap Shaka menyusul Olivia.. "Sayang.." tambahnya diakhir kalimat dengan setengah berbisik.....


..."Sudah.. Kita makan lebih dulu.." ucap Olivia lantas mengambil duduk.....


..."Mas.. Maafkan aku.. Pasti berat.." ucap Felicia tak enak hati.....


..."Hmm.. Sepertinya aku harus berhati-hati dengan peraturan kakakmu itu.." omel Sultan dengan gelengan kepala.. Mereka lalu memesan makanan disana bersama Olivia dan Shaka.....


..."Kemana kita setelah ini?" tanya Sultan.. Dia terbiasa menanyakan itu saat bersama Olivia.. Pria ini sesaat lupa status mereka hingga matanya menangkap Olivia menyendokkan nasi kepiring Shaka.. Ada rasa cemburu dan iri menjalari hatinya meski kini Felicia juga melakukan hal yang sama untuknya.....


..."Kita mulai dari yang paling dekat dengan lokasi kita saat ini.. Didekat sini ada penangkaran penyu.. Aku pernah datang kesana bersama Mika.. Aku sudah mencari informasi, hari ini kita bisa mengadopsinya lalu melepasnya kelaut.." jawab Olivia.....


..."Atau kamu mau naik kuda dulu?" tanya Shaka menatap Olivia.....


..."Aku sudah lama tak berlatih berkuda.. Lain kali saja.." jawab Olivia.....


...Mereka akhirnya memutuskan pergi kepenangkaran penyu.. Mereka melihat-lihat dan diberi penjelasan tentang perawatan dan semua hal yang berkaitan dengan penyu.....


...Mereka juga memutuskan untuk mengadopsi penyu.. Mereka diminta untuk mengisi formulir.. Olivia tertawa saat melihat ketiga orang disampingnya nampak berpikir saat melihat kolom pemberian nama untuk penyu yang akan mereka lepas.....


..."Kalian sungguh memikirkan nama mereka?" tanya Olivia heran disela tawanya.....


..."Kenapa?" tanya Felicia.....


..."Kenapa seserius itu? Kalian akan memberi nama seekor penyu atau anak kalian? Lucu sekali.." omel Olivia masih dengan tawanya.....


..."Kamu benar.. Jika memberi nama penyu saja sesulit ini,bagaimana menamai bayi.. Sepertinya aku harus berterimakasih pada orangtuaku karna memberiku nama yang bagus.." jawab Shaka yang membuat Olivia tertawa.....


..."Mas! Nama seperti apa yang kamu berikan?" tanya Felicia.....


..."Entah.. Ini aneh sekali.." jawab Sultan terlihat berpikir.. "Haruskah diberi nama?" tanyanya heran.. Pemandu ditempat itu bahkan terlihat menahan tawa karna ulah pengunjungnya.....


..."Kamu sudah punya nama untuknya?" tanya Shaka penasaran dengan nama yang istrinya buat.....


...Olivia menunjukkan formulir miliknya yang sudah terisi penuh.. Dia menamai penyunya dengan nama 'Ar'yang membuat Shaka tersenyum lebar karna Olivia memberikan nama panggilannya.. Hingga pemuda itu kemudian memberikan nama 'Ai' untuk penyunya.....

__ADS_1


...Sementara Felicia dan Sultan sepakat memberi nama penyu mereka dengan nama 'Raja' dan 'Ratu' karna bingung harus memberi nama seperti apa.....


...Setelah selesai memberikan data.. Mereka berempat pergi ketepian pantai dan bersiap melepas penyu mereka.. Mereka terlihat senang dan bahkan tersenyum lebar.. Olivia cukup puas,hubungan Sultan dan Felicia berangsur mencair.. Keduanya juga bisa menikmati moment ini.....


...Mereka melepas penyu mereka kelaut.. Penyu milik Olivia langsung masuk keair dan perlahan tak terlihat.. Begitu juga dengan milik Felicia.. Hingga kedua gadis itu melambaikan tangan.....


..."Berenanglah.. Berpetualang dan panjang umur.. Temukan keluarga baru dan miliki banyak anak.." ucap Olivia dengan akhiran kalimat ambigu.. Shaka yang melihatnya tersenyum.....


...Penyu milik Sultan sudah masuk ke air tapi kembali lagi kedaratan.."Hei! Kenapa kamu kembali? Pergi.." teriaknya dengan kesal.....


..."Apa ini? Apa penyuku tertidur?" tanya Shaka melihat penyunya hanya diam ditempatnya.....


...Olivia dan Felicia hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol kedua pria disana yang heboh karna penyu mereka seperti takut air.....


..."Kalian menertawaiku?" kesal Sultan dan kedua gadis disana kompak menggelengkan kepala.....


..."Apa ini? Sepertinya aku salah memilih penyu.. Bagaimana penyu bisa takut air?" tanya Shaka kesal yang membuat Olivia tertawa keras.....


..."Sepertinya mereka ingin kalian mengantarnya keair.." ucap Olivia kemudian.....


..."Masuklah keair dan bawa mereka kesana.. Lepaskan mereka sedikit lebih jauh.." ucap Felicia.....


...Keduanya masih sibuk menggiring penyu ke air.. Penyu milik Sultan masih berputar-putar sementara milik Shaka lebih parah lagi dan hanya diam.. Itu membuat kedua gadis disana tak hentinya tertawa.....


..."Ar.. Sepertinya dia mirip denganmu.. Sulit dibangunkan.." ejek Olivia.....


..."Aku tidak.." elak Shaka.. "Lihatlah.. Ini adalah penyu dengan namamu.." lanjutnya yang membuat Olivia sedikit memberengut kesal.....


...Keduanya akhirnya melepas sepatu mereka dan masuk ke air untuk melepas penyu mereka.. Dan melihatnya sampai benar-benar pergi.. Saat mereka menoleh,dua gadis itu sudah menghilang entah kemana.....


..."Kemana mereka berdua menghilang?" tanya Sultan.....


..."Entah.. Mungkin mereka kembali ke penangkaran.." ucap Shaka.....


..."Sepatu kita juga menghilang.. Astaga.." kesal Sultan menyadari sepatu mereka tak lagi ada ditempatnya.....


...Kedua pria itu terlihat kesal.. Mereka berjalan kembali ke penangkaran tanpa alas kaki.....


..."Kuharap kita akan semakin akrab.. Bagaimanapun kita keluarga sekarang.." ucap Shaka membuka percakapan saat mereka berjalan.....


..."Aku sedang berusaha menerima semuanya.." jawab Sultan.. "Tidak mudah menghadapi gadis yang memiliki ambisi besar tentang impiannya seperti Oliv.. Kuharap kamu akan mendukungnya dengan baik.. Jaga dia dengan baik.. Kamu beruntung memilikinya.." ucap Sultan.....


..."Tentu.. Terimakasih.." jawab Shaka.....


..."Jika dipikir ucapan Oliv memang benar.. Sepertinya ini bukan kebetulan.." ucap Sultan meski ucapannya masih belum sepenuh hati.....


...Shaka hanya tersenyum menanggapi ucapan Sultan.. Keduanya masih melangkah kembali untuk menemukan istri mereka dan keberadaan sepatu mereka.....


..."Dua ayah penyu sudah kembali.." ejek Olivia.. "Kalian sudah seperti seorang ayah yang mengantarkan anak mereka yang akan pergi jauh.." ucapnya lagi.....


..."Katakan.. Dimana sepatuku?" tanya Shaka yang hanya dijawab dengan bahu yang diangkat tanda tak tau.....


..."Fel.." panggil Sultan.. Gadis itu hanya menurut dan langsung memberikan sepatu milik suaminya.....

__ADS_1


..."Mengaku tidak? Dimana sepatuku? Tega kamu biarin aku jalan nyeker?" tanya Shaka memasang wajah kesal lalu mendekat kearah Olivia dan berbisik.. "Kalau kau tak memberikannya sekarang,aku akan menciummu disini.. Mau?" tanyanya.....


...Olivia membolakan matanya menatap pria dihadapannya yang tersenyum dengan ancaman.. Jarak wajah keduanya bahkan sangat dekat dan kurang dari lima sentimeter.....


__ADS_2