Pacarku Sangat Egois

Pacarku Sangat Egois
Kecemburuan Dari Teman-Temannya, Masuk Kampus Dan Menjelaskan Isi Powerpoint


__ADS_3

"Cie yang selalu di apelin sama pacarnya." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Iyah dong dan ayo kita ke kampus." Ucap Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo Tingkat Satu.


"Ayo." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Oke." Ucap Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo Tingkat Satu.


"Sudah janjian kok sama dosen kita." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Oke deh sip dan ayo." Ucap Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo Tingkat Satu.


"Ayo." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu Memasuki Ruangan Kelas Dan Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo Menyuruh Cika Untuk Memanggil Dosennya.


"Cika." Ucap Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo Tingkat Satu.


"Iyah Ani?." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Tolong dong panggilkan dosen." Ucap Ani Tingkat Satu.


"Oh oke dan tapi kan dosennya akan kesini." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Jangan melawan dong ih dan mereka pengennya di panggil sama kita." Ucap Ani Tingkat Satu.


"Oh oke deh siap." Ucap Cika Tingkat Satu.


Cika Bergegas Masuk Ke Ruangan Prodi Kebidanan Dan Mengucapkan Salam.


"Assalamualaikum WR WB ibu dan pak?." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Waalaikum Salam WR WB mau cari siapa Cika?." Ucap Bapak Dan Ibu Dosen Di Prodi Kebidanan.


"Ada Ibu Wayan Yuniarti nya tidak Pak Dan Ibu?." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Emangnya tidak ada informasi nya ke WhatsApp grup kebidanan tingkat satu nya?." Ucap Bapak Dan Ibu Dosen Di Prodi Kebidanan.


"Sudah pak dan ibu." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Tungguin aja mungkin lagi di jalan ibu Wayan Yuniarti Nya." Ucap Bapak Dan Ibu Dosen Di Prodi Kebidanan.


"Oh Iyah pak dan ibu." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Ini pasti kerjaan Nona Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo." Ucap Bapak Dan Ibu Dosen Di Prodi Kebidanan.


"Hee Iyah pak dan ibu maaf ya mengganggu waktunya." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Iyah enggak apa-apa emang Nona Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo itu suka mengerjai semua orang." Ucap Bapak Dan Ibu Dosen Di Prodi Kebidanan.


"Oh baiklah dan saya ke ruangan kelas lagi ya Assalamualaikum WR WB." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Waalaikum Salam WR WB dan emang dasar Nona Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo orangnya mengerjai orang." Ucap Bapak Dan Ibu Dosen Di Prodi Kebidanan.


"Iyah harus sabar." Ucap Yang Lainnya.


Cika Tidak Bisa Marah Dengan Sikapnya Nona Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo.


"Kenapa memerah wajahnya Cika?." Ucap Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo Tingkat Satu.


"Gara-gara kamu saya bikin malu." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Iyah sorry soalnya aku gabut." Ucap Nona Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo Tingkat Satu.


"Iyah enggak apa-apa kok Ani." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Jangan marah kan aku sudah membuatkan powerpoint." Ucap Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo Tingkat Satu.


"Iyah maaf." Ucap Cika Tingkat Satu.


"Iyah aku juga minta maaf ya." Ucap Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo Tingkat Satu.


"Oke siap." Ucap Cika Tingkat Satu.


Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK Memasuki Kelas Dan Mengucapkan Salam.


"Salam semuanya, semoga sehat-sehat ya kalian dan bagaimana sudah mengerjakan powerpoint nya?." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Sudah ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Oke bagiannya di acak aja ya." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Iyah ibu siap." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Oke siap dan bagian Nita." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Oke ibu baik." Ucap Nita Tingkat Satu.


"Eh nanti Nita dan kita akan berkelompok ya." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Oke siap ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Secara acak juga ya." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Oke ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Nita, Oktara, Pina, Rani Dan Ririn." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Oke siap ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara Dan Tina." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Oke ibu enggak apa-apa." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Oke, Ulfah, Willy, Wulan, Ani, Bella Dan Bianca." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Oke ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani Dan Gita." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Oke ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Hena, Hamidah, Indah Dan Marsya sisanya ya." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Oke ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.


"Silahkan Nita jelaskan powerpoint yang kamu buat." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Oke baik ibu


...BAB 1...


...PENDAHULUAN...



LATAR BELAKANG


Eliminasi Adalah Proses Pembuangan Sisa Metabolisme Tubuh Baik Berupa Urine Atau Bowel (Feses). Miksi Adalah Proses Pengosongan Kandung Kemih Bila Kandung Kemih Terisi. Sistem Tubuh Yang Berperan Dalam Terjadinya Proses Eliminasi Urine Adalah Ginjal, Ureter, Kandung Kemih Dan Uretra.



...Proses Ini Terjadi Dua Langkah Utama Yaitu:...


...^^^Kandung Kemih Secara Progresif Terisi Sampai Ketegangan Di Dindingnya Meningkat Atas Nilai Ambang, Yang Kemudian Mencetuskan Langkah Kedua Yaitu Timbul Refleks Saraf Yang Disebut Refleks Miksi (Refleks Berkemih) Yang Berusaha Mengosongkan Kandung Kemih Atau Jika Ini Gagal, Setidak-Tidaknya Menimbulkan Kesadaran Akan Keinginan Untuk Berkemih. ^^^...


...2. Rumusan Masalah:...



Sistem Tubuh Apa Yang Berperan Dalam Proses Eliminasi Urine?


Bagaimana Proses Berkemih?


Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Eliminasi Urine Dan Eliminasi Alvi?


Apa Saja Gangguan Eliminasi Urine Dan Fekal?


Apa Saja Tanda Dan Gejala Gangguan Pada Sistem Eliminasi?



...3. Tujuan:...



Mengetahui Sistem Tubuh Yang Berperan Dalam Eliminasi Urine


Mengetahui Proses Berkemih


Mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Eliminasi Urine Dan Eliminasi Alvi


Mengetahui Gangguan Eliminasi Urine Dan Fekal


Mengetahui Tanda Dan Gejala Gangguan Pada Sistem Eliminasi


...Bab II...


...Isi...


Organ Yang Berperan Dalam Eliminasi Urine


Organ Yang Berperan Dalam Terjadinya Eliminasi Urine Adalah Ginjal, Ureter, Kandung Kemih Dan Uretra.


...A. Ginjal:...


Ginjal Merupakan Organ Retro Peritoneal Yang Terdiri Atas Ginjal Sebelah Kanan Dan Kiri Tulang Punggung. Ginjal Berperan Sebagai Pengatur Komposisi Dan Volume Cairan Dalam Tubuh. Ginjal Juga Menyaring Bagian Dari Darah Untuk Dibuang Dalam Bentuk Urine Sebagai Zat Sisa Yang Tidak Diperlukan Oleh Tubuh. Bagian Ginjal Terdiri Atas Nefron, Yang Merupakan Unit Dari Struktur Ginjal Yang Berjumlah Kurang Lebih Satu Juta Nefron.


...B. Kandung kemih (bladder, buli-buli):...

__ADS_1


Merupakan sebuah kantong yang terdiri dari otot halus yang berfungsi sebagai penampung urine. Dalam kandung kemih, terdapat lapisan jaringan otot yang memanjang ditengah dan melingkar disebut sebagai detrusor dan berfungsi untuk mengeluarkan urine. Penyaluran rangsangan ke kandung kemih dan rangsangan motoris ke otot lingkar bagian dalam diatur oleh sistem simpatis.


...C . Uretra:...


Merupakan organ yang berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar. Pada pria dan wanita fungsinya berbeda yaitu pada pria sebagai tempat pengaliran urine dan sekaligus sebagai sistem reproduksi tetapi pada wanita hanya menyalurkan urine ke bagian luar tubuh.


...3. Proses Berkemih:...


Berkemih merupakan proses pengosongan vesika urinaria. Vesika urinaria dapat menimbulkan rangsangan saraf bila urinaria berisi kurang lebih 250-450 cc (pada orang dewasa) dan 200-250 cc pada anak-anak.


Mekanisme berkemih terjadi karena vesika urinaria berisi urine yang dapat menimbulkan rangsangan pada saraf-saraf di dinding vesika urinaria. Kemudian rangsangan tersebut diteruskan melalui mesula spinalis kepusat pengontrol berkemih yang terdapat di korteks serebra. Selanjutnya, otak memberikan impuls melalui medula spinalis ke neuromotoris di daerah sakra, kemudian terjadi koneksasi otot detrusor dan relakssasi otot sphincter internal.


...KATA PENGANTAR...


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Makalah Ketrampilan Dasar Praktik Klinik ini dengan baik. Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas Ketrampilan Dasar Praktik Klinik yang telah dilaksanakan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang kami peroleh.


Penyusunan Makalah ini, penyusun banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penyusun menyampaikan terima kasih kepada :


Ketua Program Studi Sri Handayani S.Si.T,M.Keb yang telah memberi izin menyelesaikan tugas ini.


Ibu dosen Suparmi, SST yang telah memberikan mata kuliah Ketrampilan Dasar Praktik Klinik yang sangat menunjang dalam pembuatan makalah ini.


Teman-teman yang telah banyak membantu sehingga pelaksanaan tugas dan pembuatan makalah ini dapat berjalan dengan lancar.


Pada pembuatan makalah ini penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangannya, untuk itu kritik dan saran sangat penyusun harapkan dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.



Penyusun


DAFTAR ISI


Halaman


HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i


KATA PENGANTAR........................................................................................ ii


DAFTAR ISI....................................................................................................... iii


BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1



Latar Belakang............................................................................ 1


Rumusan Masalah........................................................................ 2


Tujuan.......................................................................................... 2


Tinjauan Pustaka.......................................................................... 2


BAB II ISI...................................................................................................... 3


BAB III PENUTUP.......................................................................................... 8


DAFTAR PUSTAKA



BAB 1


PENDAHULUAN




LATAR BELAKANG


Eliminasi adalah proses pembuangan sisa metabolisme tubuh baik berupa urin atau bowel (feses). Miksi adalah proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi. Sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya proses eliminasi urine adalah ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.


Proses ini terjadi dari dua langkah utama yaitu : Kandung kemih secara progresif terisi sampai ketegangan di dindingnya meningkat diatas nilai ambang, yang kemudian mencetuskan langkah kedua yaitu timbul refleks saraf yang disebut refleks miksi (refleks berkemih) yang berusaha mengosongkan kandung kemih atau jika ini gagal, setidak-tidaknya menimbulkan kesadaran akan keinginan untuk berkemih. Meskipun refleks miksi adalah refleks autonomik medula spinalis, refleks ini bisa juga dihambat atau ditimbulkan oleh pusat korteks serebri atau batang otak.


Kandung kemih dipersarafi araf saraf sakral (S-2) dan (S-3). Saraf sensori dari kandung kemih dikirim ke medula spinalis (S-2) sampai (S-4) kemudian diteruskan ke pusat miksi pada susunan saraf pusat. Pusat miksi mengirim signal pada kandung kemih untuk berkontraksi. Pada saat destrusor berkontraksi spinter interna berelaksasi dan spinter eksternal dibawah ****** kesadaran akan berperan, apakah mau miksi atau ditahan.


Pada saat miksi abdominal berkontraksi meningkatkan kontraksi otot kandung kemih, biasanya tidak lebih 10 ml urine tersisa dalam kandung kemih yang diusebut urine residu. Pada eliminasi urine normal sangat tergantung pada individu, biasanya miksi setelah bekerja, makan atau bangun tidur. Normal miksi sehari 5 kali.


Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Hal ini juga disebut bowel movement. Frekuensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari beberapa kali perhari sampai 2 atau 3 kali perminggu. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang. Ketika gelombang peristaltik mendorong feses kedalam kolon sigmoid dan rektum, saraf sensoris dalam rektum dirangsang dan individu menjadi sadar terhadap kebutuhan untuk defekasi.


Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh yang normal. Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan bagian tubuh yang lain. Karena fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor, pola eliminasi dan kebiasaan masing-masing orang berbeda.


Klien sering meminta pertolongan dari perawat untuk memelihara kebiasaan eliminasi yang normal. Keadaan sakit dapat menghindari mereka sesuai dengan program yang teratur. Mereka menjadi tidak mempunyai kemampuan fisik untuk menggunakan fasilitas toilet yang normal lingkungan rumah bisa menghadirkan hambatan untuk klien dengan perubahan mobilitas, perubahan kebutuhan peralatan kamar mandi. Untuk menangani masalah eliminasi klien, perawatan harus mengerti proses eliminasi yang normal dan faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi.




RUMUSAN MASALAH






Bagaimana proses berkemih?




Faktor apa saja yang mempengaruhi eliminasi urine dan eliminasi alvi?




Apa saja gangguan eliminasi urine dan fekal?




Apa saja tanda dan gejala gangguan pada sistem eliminasi?




TUJUAN




Mengetahui sistem tubuh yang berperan dalam eliminasi urine




Mengetahui proses berkemih




Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi urine dan eliminasi alvi




Mengetahui gangguan eliminasi urine dan feka




Mengetahui tanda dan gejala gangguan pada sistem eliminasi




TINJAUAN PUSTAKA


Dalam makalah ini kami menggunakan buku-buku dan beberapa sumber dari internet sebagai rujukan.




BAB II


ISI




Organ yang Berperan dalam Eliminasi Urine


Organ yang berperan dalam terjadinya eliminasi urine adalah ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra.


__ADS_1



Ginjal


Ginjal merupakan organ retro peritoneal yang terdiri atas ginjal sebelah kanan dan kiri tulang punggung. Ginjal berperan sebagai pengatur komposisi dan volume cairan dalam tubuh. Ginjal juga menyaring bagian dari darah untuk dibuang dalam bentuk urine sebagai zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh. Bagian ginjal terdiri atas nefron, yang merupakan unit dari struktur ginjal yang berjumlah kurang lebih satu juta nefron. Melalui nefron, urine disalurkan kedalam bagian pelvis ginjal kemudian disalurkan melalui ureter ke kandung kemih.




Kandung kemih (bladder, buli-buli)


Merupakan sebuah kantong yang terdiri dari otot halus yang berfungsi sebagai penampung urine. Dalam kandung kemih, terdapat lapisan jaringan otot yang memanjang ditengah dan melingkar disebut sebagai detrusor dan berfungsi untuk mengeluarkan urine. Penyaluran rangsangan ke kandung kemih dan rangsangan motoris ke otot lingkar bagian dalam diatur oleh sistem simpatis


c . Uretra


Merupakan organ yang berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar. Pada pria dan wanita fungsinya berbeda yaitu pada pria sebagai tempat pengaliran urine dan sekaligus sebagai sistem reproduksi tetapi pada wanita hanya menyalurkan urine ke bagian luar tubuh




Proses Berkemih


Berkemih merupakan proses pengosongan vesika urinaria. Vesika urinaria dapat menimbulkan rangsangan saraf bila urinaria berisi kurang lebih 250-450 cc (pada orang dewasa) dan 200-250 cc pada anak-anak.


Mekanisme berkemih terjadi karena vesika urinaria berisi urine yang dapat menimbulkan rangsangan pada saraf-saraf di dinding vesika urinaria. Kemudian rangsangan tersebut diteruskan melalui mesula spinalis kepusat pengontrol berkemih yang terdapat di korteks serebra. Selanjutnya, otak memberikan impuls melalui medula spinalis ke neuromotoris di daerah sakra, kemudian terjadi koneksasi otot detrusor dan relakssasi otot sphincter internal.


Urine dilepasskan dari vesika urinaria, tetapi masih tertahan spinter eksternal. Jika waktu dan tempat memungkinkan, akan menyebabkan relaksasi spinter eksternal san urine kemungkinan dikeluarkan (berkemih).




Faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi urine:


a. Pertumbuhan dan perkembangan


b. Sosial kultural


c. Psikologis


d. Kebiasaan seseorang


e. Tonus otot dan tingkat aktifitas


f. Intake cairan dan makanan


g. Kondisi penyakit


h. Pembedahan


i. Pengobatan


j. Pemeriksaan diagnostis


FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ELIMINASI ALVI


a) Usia


Pada usia bayi control defiksasi belum berkembang, sedangkan pada usia manula control defeksasi menurun.


b) Diet


Makanan berserat akan mempercepat produksi feses, banyaknya makanan yang masuk kedalam tubuh juga mempercepat proses defeksasi.


c) Intake cairan


Intake cairan yang kurang akan menyebabkan feses menjadi keras, disebabkan karena absorpsi cairan meningkat.




d) Aktivitas


Tonus otot abdomen, pelvis, dan diafragma akan sangat membantu proses defekasasi. Gerakan peristaltic akan memudahkan bahan feses bergerak sepanjang kolon.


e) Fisiologis


Keadaan cemas, takut dan marah akan meningkatkan peristaltic sehingga menyebabkan diare.


f) Posisi selama defeksasi


Posisi jongkok merupakan posisi yang normal saat melakukan defeksasi. Toilet modern di rancang untuk memfasilitasi posisi ini, sehingga memungkinkan individu untuk duduk tegak kearah depan, mengeluarkan tekanan intra abdomen dan mengeluarkan kontraksi otot – otot pahanya (Wartonah , 2004).



Gangguan Eliminasi Urine dan Fekal


A. Gangguan Eliminasi Urin


Gangguan eliminasi urin adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami disfungsi eliminasi urine. Biasanya orang yang mengalami gangguan eliminasi urin akan dilakukan kateterisasi urine, yaitu tindakan memasukan selangka teter ke dalam kandung kemih melalui uretra dengan tujuan mengeluarkan urine.


5.    Tanda dan Gejala pada Sistem Eliminasi



Tanda dan gejala


1.  Tanda Gangguan Eliminasiurin


a.  Retensi Urin


1). Ketidaknyamanandaerah pubis.


 2). Distensidanketidaksanggupanuntukberkemih.


3). Urine yang keluardengan intake tidakseimbang.


4). Meningkatnyakeinginanberkemihdanresah


5).  Ketidaksanggupanuntukberkemih


b. Inkontinensiaurin


1). Pasien tidak dapat menahan keinginan BAK sebelum sampai di WC


2). Pasien sering mengompol


     Tanda Gangguan Eliminasi Fekal


a.      Konstipasi


1). Menurunnyafrekuensi BAB


2). Pengeluaranfeses yang sulit, kerasdanmengejan


3). Nyerirektum


b.      Impaction


1). Tidak BAB


2). anoreksia


3). Kembung/kram


4). nyerirektum


c.       Diare


1). BABseringdengancairandanfeses yang tidakberbentuk


2). Isi intestinal melewatiusushalusdankolonsangatcepat


             3). Iritasi di dalam kolon merupakan factor tambahan yang menyebabkan meningkatkan sekresi mukosa.


 4). Feses menjadi encer sehingga pasien tidak dapat mengontrol dan menahan BAB.


d.      InkontinensiaFekal


1). Tidakmampumengontrol BAB danudaradari anus,


2). BAB encerdanjumlahnyabanyak


3). Gangguanfungsispingter anal, penyakitneuromuskuler, trauma spinal cord dan tumor spingter anal eksternal


e.       Flatulens


1).   Menumpuknya gas pada lumen intestinal,


2). Dinding usus meregang dan distended, merasa penuh, nyeri dan kram.


3).  Biasanya gas keluar melalui mulut (sendawa) atau anus (flatus)


f.       Hemoroid


1). Pembengkakan vena pada dinding rectum


2). Perdarahan jika dinding pembuluh darah vena meregang


3). Merasa panas dan gatal jika terjadi inflamasi


4). Nyeri." Ucap Nita Tingkat Satu.


"Oke baik, tulis informasi pentingnya ya dan ada yang ditanyakan?." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.


"Tidak ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah

__ADS_1


__ADS_2