
"Alhamdulillah ya kita jajan yuk." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Iyah ayo." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Jajan apa ya?." Ucap Ani.
"Makan aja yuk ke kantin kampus." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Ayo." Ucap Ani Tingkat Satu.
Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu Bergegas Ke Kantin Dan Memesan Makanan Kepada Ibu Kantin.
"Assalamualaikum WR WB ibu masak apa?." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Waalaikum Salam WR WB eh anak-anak tingkat satu baru kesini ya?." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Heee Iyah ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Ada daging ayam goreng, ikan mujair goreng, bacem tempe, tempe goreng, tahu goreng, orek tempe, sambal lalapan dan nasi." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Orek tempe, ikan mujair goreng, nasi dan sambal lalapannya Bu jangan lupa air teh panas ya bu." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Oke baik dan tapi bayar ya." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Baik Bu jadi berapa?." Ucap Ani Tingkat Satu.
"jadi Rp 40.000." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Oke ini uangnya ibu." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Ini kembaliannya Rp 10.000" Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Oke ibu dan terimakasih." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Ikan Mujair goreng 2, bacem tempe 2, tahu goreng 2, Sambal lalapan, nasi putih dan air teh panas 2." Ucap Bella Dan Cika.
"Jadi Rp 74.000 ya neng." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Ini Bu uangnya Rp 100.000." Ucap Bella Dan Cika.
"Kembaliannya Rp 26.000 ya neng." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Oke baik Bu." Ucap Bella Dan Cika.
"Daging ayam goreng 7, Nasi putih 7, sambal lalapan 7, air teh panas 7, tempe goreng 7 dan orek tempe 7." Ucap Deva, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena Dan Hamidah.
"Oke baik jadi Rp 238.000." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Oke ibu ini uangnya." Ucap Deva, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena Dan Hamidah.
"Oke baiklah dan kembaliannya Rp 12.000." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Ikan Mujair goreng 10, Nasi putih 10, sambal lalapannya 10, air teh panas 10, bacem tempe 10 dan tahu 10 ya Bu." Ucap Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Ririn, Rani, Shinta, Talitha Dan Ulfah.
"Oke baik jadi Rp 366.000." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Ini Bu uangnya Rp 400.000." Ucap Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Ririn, Rani, Shinta, Talitha Dan Ulfah.
"Ini kembaliannya ya neng Rp 34.000." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Oke terimakasih Bu." Ucap Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Ririn, Rani, Shinta, Talitha Dan Ulfah.
Ani Menghampiri Teman-Temannya.
"Sudah makannya belum?." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Sudah." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke yuk kita ke kelas." Ucap Ani Tingkat Satu.
__ADS_1
"Oke yuk." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus Berterimakasih Kepada Anak-Anak Tingkat Satu.
"Terimakasih ya neng sudah makan disini kalau istirahat mampir ya kesini." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Sama-sama Ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
Ani Bertanya Kembali Kepada Teman-Temannya.
"Sahabat?." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Iyah apa?." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Kalian enggak marah kalau aku ngajak makan di kantin?." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Enggak kok dan yuk kita shalat Dzuhur." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke yuk." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Alhamdulillah yuk kita ke kelas." Ucap Bella.
"Ayo." Ucap Ani, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu
Kakak Yasinta dosen psikologi Memasuki Kelas.
"Selamat siang adik-adikku." Ucap Kakak Yasinta dosen psikologi.
"Selamat siang kakak." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Kakak akan menjelaskan tentang psikologi ya dan sudah paham belum?." Ucap Kakak Yasinta dosen psikologi.
"Sudah kakak." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke kalau sudah akhiri saja ya." Ucap Kakak Yasinta dosen psikologi.
Ibu Wina dosen Kesehatan Reproduksi Memasuki Kelas.
"Assalamualaikum WR WB anak-anak." Ucap Ibu Wina dosen Kesehatan Reproduksi.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Ibu akan membahas Kesehatan Reproduksi ya
Kebidanan Dan Kesehatan Reproduksi
Kesehatan Ibu Dan Anak
Masalah Kesehatan Ibu Dan Anak Di Indonesia
Sebanyak 20 provinsi masih memiliki masalah besar untuk kesehatan ibu dan anak sehingga Indonesia diperkirakan tidak dapat memenuhi target MDG untuk penurunan angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (AKB) jika tidak dilakukan intervensi. Provinsi-provinsi itu menjadi prioritas dalam pembinaan kesehatan ibu dan anak. Untuk daerah yang menyumbangkan jumlah kematian ibu dan bayi paling besar akan dilakukan intervensi melalui program EMAS.
Program EMAS atau expandong maternal and neonatal survival bertujuan untuk menurunkan 25% jumlah kematian ibu dan anak melalui penguatan pada kualitas pelayanan kesehatan yang akan dijalankan di enam provinsi yang menyumbangkan jumlah kematian ibu dan anak terbesar yaitu sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur dan Sulawesi Selatan.
Sedangkan 20 Provinsi yang memiliki masalah kesehatan ibu dan anak tinggi adalah sumatera Utara, Lampung, sumatera selatan, Riau, sumatera barat, Jawa barat, Nusa tenggara timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi tengah, Sulawesi tenggara, Gorontalo, Maluku, Papua dan Papua barat.
Kematian Ibu Dan Anak Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan negara tetangga. Diperkirakan tak kurang dari 9.500 ibu meninggal saat melahirkan serta 157.000 bayi dan 200.000 anak balita meninggal setiap tahun.
Mestinya, penurunan angka kematian dijadikan tolok ukur keberhasilan kinerja kepala daerah
Pemerintah memang berupaya menurunkan AKI, AKB dan angka kematian balita (AKBA) lewat berbagai program, tetapi penurunannya lambat. Tanpa perhatian khusus, diperkirakan penurunan AKI tidak bisa mencapai target tujuan pembangunan milenium. Terkait AKB dan AKBA secara nasional menunjukkan penurunan signifikan. Namun, di wilayah Indonesia bagian timur, yakni Nusa tenggara, Maluku dan Papua kematian anak justru meningkat dan catat ya anak-anak." Ucap Ibu Wina dosen Kesehatan Reproduksi.
"Iyah ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Ada yang mau ditanyakan?." Ucap Ibu Wina dosen Kesehatan Reproduksi.
"Tidak Bu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Masalah Kesehatan Anak Indonesia
__ADS_1
Kesehatan adalah satu masalah yang harus diperhatikan dengan serius dan memang selama ini pemerintah tidak pernah main-main dengan segala kebijakan yang berhubungan dengan kesehatan anak. Beberapa kasus kesehatan anak yang akhirnya menjadi kasus luar biasa (KLB) hingga akhirnya pemerintah mengeluarkan keputusan untuk wajib mendapatkan imunisasi tertentu di wilayah tersebut, itu merupakan satu sebagian kecil dari banyak kasus masalah kesehatan anak Indonesia yang langsung ditangani oleh pemerintah.
Berikut beberapa masalah kesehatan anak Indonesia:
Gizi Buruk
ASI
Imunisasi
Kekurangan Zat Besi
Kekurangan Vitamin A
Kekurangan Yodium
Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Semakin Nyata
Pengawalan Departemen Kesehatan mengenai permasalahan kesehatan ibu dan anak tampaknya mulai menampakkan hasil.
Kesehatan Ibu Dan Anak sangatlah penting, Mengingat ibu dan anak adalah dua faktor utama yang menentukan masa depan bangsa.
Seperti dilansir media nasional beberapa waktu yang lalu, Departemen Kesehatan RI berhasil meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui beberapa indikator:
Indikator 1: adalah mengenai Penanganan tenaga medis pada proses persalinan.
Indikator 2: adalah meningkatkan angka imunisasi di Indonesia, bagaimana sudah paham kalian?." Ucap Ibu Wina dosen Kesehatan Reproduksi.
"Sudah bu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Apa ada yang ditanyakan?." Ucap Ibu Wina dosen Kesehatan Reproduksi.
"Tidak Bu sudah mengerti." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke baiklah akhiri saja mata kuliah hari ini dan Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap Ibu Wina dosen Kesehatan Reproduksi.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
Ibu Riri Dosen Hukum Memasuki Kelas Dan Mengucapkan Salam.
"Assalamualaikum WR WB anak-anak ibu akan menjelaskan tentang Etika profesi dan hukum kesehatan ya." Ucap Ibu Riri Dosen Hukum.
"Waalaikum Salam WR WB Iyah ibu baik." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Catat ya." Ucap Ibu Riri Dosen Hukum.
"Iyah ibu baik." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"sama-sama merupakan alat untuk mengatur tertibnya hidup bermasyarakat dalam bidang kesehatan.
Sebagai objeknya adalah sama yakni masyarakat baik yang sakit maupun yang tidak sakit ( sehat )." Ucap Ibu Riri Dosen Hukum.
"Saling menjaga ya ibu privasi pasiennya?." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Iyah betul anak-anak, ada pertanyaan lain lagi tentang etika profesi dan hukum kesehatan?." Ucap Ibu Riri Dosen Hukum.
"Tidak ada ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Kalian boleh ke asrama ya." Ucap Ibu Riri Dosen Hukum.
"Baik Bu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Akhiri saja pertemuan kita hari ini dan Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap Ibu Riri Dosen Hukum.
"Waalaikum salam WR WB." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
__ADS_1