
Sayang yuk kita pulang sambil lewat kerumah." Ucap Yang Jajang.
"Iyah yang ayo." Ucap Sayang Ani.
"Kamu mau apa?." Ucap Yang Jajang.
"Hmmm enggak mau apa-apa yang dan kan udah makan tadi." Ucap Sayang Ani.
"Iyah makanan manis gitu atau apa kek." Ucap Yang Jajang.
"Hmm oke siap, kalau boleh aku mau martabak manis keju dan kismis yang ya?." Ucap Sayang Ani.
"Oke deh." Ucap Yang Jajang.
......................
Aa Jajang Bergegas Menghampiri Mobilnya Dan Meminta Maaf Kepada Supir Pribadinya.
"Assalamualaikum WR WB pak maaf ya lama?." Ucap Aden Jajang.
"Waalaikum Salam WR WB Aden enggak apa-apa kok, santai saja, Aden dan Nona silahkan masuk kedalam mobil ya." Ucap Pak Ridwan Supir Pribadinya.
"Iyah pak terimakasih." Ucap Aden Jajang Dan Nona Ani.
"Aden pak Aris sudah bayar uang bulanannya?." Ucap Pak Ridwan Supir Pribadinya.
"Iyah sudah pak." Ucap Aden Jajang.
"Kita kemana lagi Aden?." Ucap Pak Ridwan Supir Pribadinya.
"Iyah kita antar Nona Ani pulang kerumah ya." Ucap Aden Jajang.
"Baik dan kita ke arah mana ya Aden?." Ucap Pak Ridwan Supir Pribadinya.
"Yang belok kiri aja ya pak." Ucap Aden Jajang.
"Oh ke arah rumah Aden yang baru ya kalau udah punya istri?." Ucap Pak Ridwan Supir Pribadinya.
"Betul pak." Ucap Aden Jajang.
......................
Beberapa Menit Kemudian Sampailah Didepan Rumah Idamannya Aden Jajang.
"Nona Ani ini rumah Aden Jajang kalau sudah punya istri." Ucap Pak Ridwan Supir Pribadinya.
"Bagus banget ya pak." Ucap Nona Ani.
"Pastinya dong nona dan Aden kapan nikahnya sama Nona Ani?." Ucap Pak Ridwan Supir Pribadinya.
"Insyaallah tahun depan pak doain aja." Ucap Aden Jajang Dan Nona Ani.
"Iyah Aamiin aamiin aamiin yra." Ucap Pak Ridwan Supir Pribadinya.
"Pak kita ke martabak teluk bayur ya." Ucap Aden Jajang.
"Baik Aden." Ucap Pak Ridwan Supir Pribadinya.
......................
Beberapa Menit Kemudian Sampailah Didepan Martabak Teluk Bayur Dan Aa Jajang Memesan Martabak Manis.
"Mang pesan martabak asinnya 20 ya yang spesial dan yang manisnya juga 20 ya mang." Ucap Aden Jajang.
"Baik Aden tunggu ya." Ucap Mang Martabak Teluk Bayur.
"Iyah mang." Ucap Aden Jajang.
"Yang belinya banyak?." Ucap Nona Ani.
"Iyah sayang buat satpam, supir yang dan sayang juga." Ucap Aden Jajang.
"Padahal enggak usah yang." Ucap Nona Ani.
"Iyah enggak apa-apa sayang." Ucap Aden Jajang.
"Aden sudah." Ucap Mang Martabak Teluk Bayur.
"Jadi berapa mang?." Ucap Aden Jajang.
"Rp 840.000 Aden." Ucap Mang Martabak Teluk Bayur.
"Ini uangnya mang." Ucap Aden Jajang.
__ADS_1
"Uangnya kebanyakan Aden?." Ucap Mang Martabak Teluk Bayur.
"Enggak apa-apa kok buat mang aja dan temannya." Ucap Aden Jajang.
"Terimakasih ya Aden, semoga aden panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rezekinya, bersama pacarnya semoga bahagia, sampai menikah dan selalu ada dalam lindungan allah swt aamiin aamiin aamiin yra." Ucap Mang Martabak Teluk Bayur.
"Iyah mang aamiin aamiin aamiin yra terimakasih doanya ya mang dan semoga dagangan mang lancar." Ucap Aden Jajang.
"Iyah Aden sama-sama dan aamiin aamiin aamiin yra." Ucap Mang Martabak Teluk Bayur.
"Mang mari ya saya pulang dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Aden Jajang.
......................
Aden Jajang Bertanya Pada Nona Ani.
"Sayang?." Ucap Aden Jajang.
"Iyah yang?." Ucap Nona Ani.
"Oleh-oleh dari USA udah ada? Martabaknya ambil 5 yang asinnya dan yang manisnya 5 ya." Ucap Aden Jajang.
"Yang banyak banget." Ucap Nona Ani.
"Enggak banyak sayang." Ucap Aden Jajang.
"Merepotkan banget yang." Ucap Nona Ani.
"Enggak sama sekali merepotkan." Ucap Aden Jajang.
"Terimakasih yang ya." Ucap Nona Ani.
"Iyah sama-sama sayang." Ucap Aden Jajang.
......................
Beberapa Menit Kemudian Sampailah Didepan Rumah Nona Ani Dan Aden Jajang Yang Membukakan Pintu Mobil Belakang.
"Silahkan keluar sayang dari dalam mobil." Ucap Yang Jajang.
"Ya allah terimakasih ya yang dan enggak kerumah dulu?." Ucap Sayang Ani.
"Sudah malam dan bukan waktunya bertamu sayang." Ucap Yang Jajang.
"Sebentar ada yang terlambat sayang." Ucap Yang Jajang.
"Apa itu yang?." Ucap Sayang Ani.
"Belum mengecup keningmu sayang." Ucap Yang Jajang Sembari Mengecup Kening Ani.
"Terimakasih ya yang." Ucap Sayang Ani.
......................
Tiba-Tiba Ada Satpam Mendekati Aden Jajang Dan Nona Ani.
"Aden dan Nona?." Ucap Satpam Rumah.
"Iyah kenapa?." Ucap Aden Jajang Dan Nona Ani.
"Kenapa kalian mengecup keningnya Nona saya?." Ucap Satpam Rumah.
"Iyah enggak apa-apa dong." Ucap Aden Jajang Dan Nona Ani.
"Heee maaf dan ya sudah saya permisi dulu." Ucap Satpam Rumah.
"Iyah dan saya juga mau permisi pamit kok." Ucap Aden Jajang.
"Enggak pamit ke Tuan dan Nyonya?." Ucap Satpam Rumah.
"Sudah di handphone dan ini mau kedalam tuh." Ucap Aden Jajang.
"Masukkan saja mobilnya Aden." Ucap Satpam Rumah.
"Baik pak." Ucap Aden Jajang.
......................
Aden Jajang Bergegas Masuk Kedalam Rumah, Tetapi Papi Dan Maminya Nona Ani Keluar Dari Dalam Rumah.
"Anak-anakku." Ucap Papi Dan Mami.
"Iyah papi dan mami." Ucap Aden Jajang Dan Nona Ani.
__ADS_1
"Baru pulang kalian?." Ucap Papi Dan Mami.
"Iyah papi, mami, oh iyah ini ada martabak asin dan manis untuk kalian semua." Ucap Aden Jajang.
"Iyah terimakasih ya, martabak asin 5 dan manis 5 buat papi dan mami, yang 4nya buat para supir dan satpam ya." Ucap Papi Dan Mami.
"Iyah papi dan mami." Ucap Aden Jajang.
"Oke deh kalau begitu nak papi mau pamit dulu ya mau mengerjakan kerjaan kantor dinas dan sama mami aja." Ucap Papi.
"Enggak akan lama kok papi saya juga mau permisi pulang kerumah dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Aden Jajang Sembari Menyalami Tangan Kanan Papi Dan Mami.
"Waalaikum Salam WR WB Jajang." Ucap Papi Dan Mami.
......................
Jajang Pun Pulang Dari Rumah Nona Ani Dan Nona Ani Pun Masuk Kerumah.
"Anakku sayang kamu jaga sikap dan perilaku ya jangan sampai kamu ternoda oleh laki-laki." Ucap Papi Dan Mami.
"Iyah papi dan mami enggak akan ternoda kok oleh laki-laki itu." Ucap Ani.
"Tapi dia tipe laki-laki yang baik menurut papi." Ucap Papi.
"Iyah betul papi dan semoga jangan seperti Almarhum Arlan ya yang punya penyakit dan meninggalkan Ani." Ucap Mami.
"Itu sudah takdir Allah mami dan kenapa mami membahas masalalu aku?." Ucap Ani.
"Maaf Anakku." Ucap Mami.
"Mami jahat sama aku." Ucap Ani.
"Ya allah nak maaf." Ucap Mami.
......................
Anipun Bergegas Masuk Kekamarnya Sambil Membantingkan Pintu Kamarnya.
Tetapi Tiba-Tiba Kakak Angga Keluar Dari Kamarnya Dan Memarahi Ani.
"Ani buka pintu kamarnya?." Ucap Kakak Angga.
"Buat apa sih kakak dan kakak mau ikut campur dengan masalalu aku?." Ucap Ani.
"Kamu ini sudah besar Ani kenapa kamu memarahi mami kamu? Bisa mungkin tidak berteriak kepada mami kamu? Dan dosa tau kamu seperti itu." Ucap Kakak Angga.
"Angga sudah." Ucap Papi.
"Tapi papi Ani sangat kurang ajar." Ucap Kakak Angga.
"Pantas Ani marah sama mami Angga karena membahas penyakitnya Almarhum Arlan dan tidak jadi menikah." Ucap Mami.
"Ya ampun mami, kenapa mami mengingat masalalu Ani dan kenapa?." Ucap Kakak Angga.
"Iyah takutnya Ani jadi sial." Ucap Mami.
"Iyah mami aku anak pembawa sial dan jadi mantan-mantan yang lain pada meninggalkan aku kan mami." Ucap Ani.
"Enggak gitu nak." Ucap Mami.
"Ya sudahlah itu sih semua mami yang salah dan menyalahkan ani." Ucap Kakak Angga.
"Angga?." Ucap Mami.
"Enggak tau dan enggak mau mendengarkan perkataan mami." Ucap Kakak Angga.
"Ya allah Angga." Ucap Mami.
......................
Tetapi Tiba-Tiba Ani Bergegas Keluar Dari Dalam Kamarnya Dan Ke Ruang Tamu Untuk Mengambil Makanan.
Mami Bertanya Tetapi Ani Tidak Mendengarkan Perkataan Mami.
"Anakku sayang sini makannya di ruangan keluarga." Ucap Mami.
"Enggak akan." Ucap Ani.
"Sudahlah mami, enggak usah memaksakan Ani dan besok juga biasa lagi." Ucap Papi.
"Tapi papi." Ucap Mami.
"Mungkin dia sengaja biar kita bisa berduaan dengan papi." Ucap Papi.
__ADS_1
"Maunya papi seperti itu dan mami mau tidur saja sudah enggak enak hati anak seperti itu." Ucap Mami.