Pacarku Sangat Egois

Pacarku Sangat Egois
Makan Di Acara Tunangan Lita, Pulang, Mengantarkan Mas Budi Dan Pulang Kerumah


__ADS_3

Mas Budi Dan Ani Bergegas Duduk Di Kursi Yang Disediakan Oleh Keluarganya Lita.


Lalu Mas Budi Menikmati Makanan Dengan Lahapnya.


Malahan Dia Bertanya Kepadaku.


"Ani kok bengong dan enggak dimakan makanannya?." Ucap Mas Budi Kesal.


"Hee ini mau dan soalnya tadi kenyang mas aku udah makan bakso ojolali." Ucap Ani Manja.


"Kalau kekenyangan biar mas yang menghabiskan makananmu." Ucap Mas Budi.


"Mas." Ucap Ani.


"Apa enggak boleh ya?." Ucap Mas Budi.


"Iyah boleh dan alhamdulillah selesai juga mas yuk." Ucap Ani.


"Ayo Ani dan kita ke depan menemui Lita." Ucap Mas Budi.


"Iyah mas ayo." Ucap Ani.


Mamah Lily Dan Papah Jaya Bergegas Menghampiriku Dan Juga Mas Budi.


"Ani dan Pak Budi." Ucap Mamah Lily Dan Papah Jaya.


"Iyah pak dan ibu." Ucap Mas Budi.


"Samain aja panggilnya mamah dan papah tidak usah memanggil sebegitunya." Ucap Mamah Lily Dan Papah Jaya.


"Iyah pah dan mamah." Ucap Mas Budi.


"Ayo mas dan teh kita foto." Ajak Lukman Dan Lita.


"Iyah Lukman dan Lita ayo." Ucap Mas Budi Dan Teh Ani.


Setelah Selesai Sesi Foto Mas Budi Dan Ani Berpamitan Kepada Keluarga Lita.


"Lukman jagain adikku ya jangan sampai kamu menyakiti hatinya." Ucap Mas Budi.


"Iyah Lukman jangan sampai kami menyakiti Lita ya dan awas aja." Ancam Ani.


"Baik mas dan teh Lukman akan menjaga Lita dengan baik." Ucap Lukman.


Lita Hanya Tersenyum.


Ani Malah Tenang Melihat Sepasang Kekasih Yang Bahagia.


"Oh iyah ini mas ada sedikit hadiah untuk kalian." Ucap Mas Budi.


"Jangan diterima." Ucap Mamah Lily Dan Papah Jaya.


"Iyah mas keterlaluan banget dan enggak usah deh mas." Ucap Lukman.


"Mbak please deh jangan seperti ini dan enggak usah berlebihan kami aja tidak menjamu kalian dengan baik loh." Ucap Lita.


"Buat tabunganmu aja ini, sudah dari cukup jamuanmu ini Lita dan oh iyah mbak pulang ya." Ucap Ani.


"Mas juga pulang ya Lukman Dan Lita Assalamualaikum WR WB." Ucap Mas Budi Pamit.


"Tapi mas dan mbak keterlaluan banget sih kalian ini." Ucap Lukman Dan Lita.


"Enggak terima aja Lukman dan Lita." Ucap Mas Budi Dan Ani.


"Baiklah mas, mbak terimakasih ya, terimakasih sudah datang, memberikan kado terindah pastinya ini, semoga keluarga kalian sehat, panjang umur, dimudahkan rezekinya dan selalu ada dalam lindungan Allah SWT aamiin aamiin aamiin yra." Ucap Lukman Dan Lita.


"Iyah sama-sama, aamiin aamiin aamiin yra, terimakasih juga doanya, kami doakan juga semoga kalian sehat selalu, dipanjangkan umurnya, dimudahkan rezekinya, lancar sampai hari H dan selalu ada dalam lindungan Allah SWT aamiin aamiin aamiin yra." Ucap Mas Budi Dan Ani.


"Iyah sama-sama dan Aamiin aamiin aamiin yra." Ucap Lukman Dan Lita.


"Maaf ya Lukman, Lita, semuanya dan kami pamit dulu Assalamualaikum WR WB." Ucap Mas Budi Dan Ani.


Mas Budi Dan Ani Bergegas Ke Tempat Parkir Mobil Dan Tetapi Ua Leni Dan Ua Joni Bergegas Menghampiri Mobilku.


"Neng ini ada makanan khas kampung kami." Ucap Ua Leni Dan Ua Joni Memberikan Karung-Karung Yang Isinya Beras, daun singkong, singkongnya dan Ubi Ungu Kesukaanku.


Mas Budi Membukakan Pintu Bagasi Untuk Menaruh Makanan Itu.


Ua Joni Menggotong Karung-Karung Tersebut Kedalam Mobil.


Tidak Lupa Mas Budi Selalu Berbaik Hati Walaupun Tidak Bersama Denganku Lagi.


"Ua ini ada sedikit rezeki untuk kalian terimakasih ya untuk semuanya padahal tidak usah kayak kami pulang ke Jakarta aja." Ucap Mas Budi.


"Tidak apa-apa dan padahal kami ikhlas selalu nak." Ucap Ua Leni Dan Ua Joni.


"Baiklah kami pamit pulang dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Mas Budi Dan Ani.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ua Leni Dan Ua Joni.


Tiba-Tiba Ada Tante Andrianti Dan Om Bima Memanggil Kami.

__ADS_1


"Nak jangan dulu pulang dan sebentar kami mau memberikan mentahan untuk kalian berdua." Ucap Tante Andrianti Dan Om Bima.


"Iyah tante dan om." Ucap Mas Budi Dan Ani.


"Ini cuma ada mentahan." Ucap Tante Andrianti Dan Om Bima.


"Ya allah om dan tante enggak usah padahal." Ucap Mas Budi Dan Ani.


"Tidak apa-apa nak." Ucap Tante Andrianti Dan Om Bima.


"Ya allah tante dan om merepotkan tau kalau begitu mah kami jangan kesini." Ucap Mas Budi Dan Ani.


"Jangan begitu lah dan ini enggak berlebihan kok karena kalian baik banget." Ucap Tante Andrianti Dan Om Bima.


"Hmm baiklah tante dan om ini ada sedikit rezeki untuk kalian terimakasih ya ini lebih cukup jamuannya." Ucap Mas Budi Dan Ani.


"Iyah sama-sama dan terimakasih ya." Ucap Tante Andrianti Dan Om Bima.


"Oke sama-sama." Ucap Mas Budi Dan Ani.


Mas Budi Membukakan Pintu Untukku Dan Aku Tersenyum Manis.


Tetapi Aku Termenung.


"Ya allah aku sangatlah tega dan berhubungan dengan mantanku maafkan aku ya allah." Ucap Ani Dalam Hati.


Tiba-Tiba Mas Budi Mengagetkanku Dan Berkata.


"Kenapa Ani?." Ucap Mas Budi.


"Enggak apa-apa mas dan terimakasih ya udah meratukanku." Ucap Ani.


"Iyah sama-sama dan seharusnya seperti itu bukan kamu maunya." Ucap Mas Budi.


"Iyah mas dan ayo mas sudah jam set 14.30 WIB." Ucap Ani.


"Baiklah Ani siap." Ucap Mas Budi.


Ani Membuka Jendela Kaca Mobil Dan Melambaikan Tangan.


Akhirnya Mas Budi Dan Ani Pun Pulang.


Pas Begitu Ani Membuka Handphonenya Dan Ada Beberapa Pesan Whatsapp Dari Perusahaan Cabang.


Ani Pun Membalas Pesan Whatsapp Satu Persatu.


Setelah Itu Sampailah Di Rumah Kontrakannya Mas Budi.


"Mas ini kan ada 2 karung beras, buat mas saja ya, singkongnya banyak banget mas ya allah dan ubi ungunya juga." Ucap Ani.


"Iyah begitulah saudara pasti seperti itu." Ucap Mas Budi.


"Hmm iyah mas dan oh iyah mas aku pilihin ya." Ucap Ani.


"Iyah Ani." Ucap Mas Budi.


"Ini mas." Ucap Ani.


"Baik Ani dan terimakasih kalau kamu butuh dana telepon saja aku ya." Ucap Mas Budi.


"Iyah mas siap, aku pamit pulang dulu ya ke rumah untuk membagikan ini singkong, daun singkongnya, kunyitnya juga dan lain-lainnya." Ucap Ani.


"Iyah hati-hati." Ucap Mas Budi.


"Iyah mas dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Ani Sembari Mencium Punggung Tangannya Sama Seperti Dahulu Aku Pamit Dengannya.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Mas Budi Tersenyum.


Ani Bergegas Membuka Pintu Mobil Supir, Menutup Pintu Mobil Supir, Menyalakan Mesin Mobil, Membukakan Jendela Kaca Mobil Samping Dan Mengklakson Mas Budi.


Mas Budi Pun Masuk Ke Dalam Pagar Rumah Dan Membuka Pintu Masuk Rumah.


Setelah Mobil Ani Tidak Terlihat Lagi.


Ani Tersenyum Dan Merenungi Sampai Fokus Mengendarai Mobil.


"Aku jatuh cinta lagi pada Mas Budi, Mas Budi selalu perhatian dan tidak cuek seperti Aa Jajang." Ucap Ani Dalam Hati.


"Ya allah jangan fikirin itu aku sudah berjanji aku jadi adiknya mas Budi dan enggak lebih." Ucap Ani Dalam Hati.


Tiba-Tiba Ada Telepon Yang Membuyarkan Fikiranku Itu.


Ternyata Dari Mamiku.


Aku Mengangkat Telepon Dari Mami Ternyata Video Call.


"Assalamualaikum WR WB Mami." Ucap Ani.


"Waalaikum Salam WR WB anakku sayang kamu sudah ke acara tunangan adikmu Lita?." Ucap Mami.


"Hmm sudah mami tapi sama mas Budi." Ucap Ani.

__ADS_1


"Iyah tau dari kakak tingkatmu dan sekarang kamu sampai mana nak?." Ucap Mami.


"Ini bentar lagi nyampe belokan kerumah kok mami." Ucap Ani.


"Oh ya udah hati-hati." Ucap Mami.


"Iyah mami siap." Ucap Ani.


"Oh iyah nanti kita kesana ya." Ucap Mami.


"Enggak usah mami soalnya mereka sudah memberikan oleh-oleh hasil panennya keluarganya Lita." Ucap Ani.


"Tapi anakku mami kangen sama Lita." Ucap Mami.


"Hmm baiklah mami dan tapi ajak Aa Jajang ya." Ucap Ani.


"Ya udah kamu kan lagi dijalan mau kerumah." Ucap Mami.


"Iyah mami dan sudah dulu ya Assalamualaikum WR WB." Ucap Ani.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Mami.


Lalu Menutup Telepon Whatsappnya Dan Tiba-Tiba Ada Telepon Dari Aa Jajang.


Aa Jajang Mengucapkan Salam Kepadaku.


"Assalamualaikum WR WB sayang." Ucap Aa Jajang.


"Waalaikum Salam WR WB yang ada apa?." Ucapku.


"Sayang kok kayak kedengaran musik mobil?." Ucap Aa Jajang Curiga.


"Oh iyah yang tadi sayang memperbaiki tape mobil yang takut rusak." Ucapku Santai.


"Hmm oke baiklah sayang, yang mau memberitahu yang baru selesai dengan kerjaan, hari-hari sangat melelahkan sayang dan Lukman temanku mengundangku ke acara tunangan ternyata sama temannu juga si Lita tukang kepo tentang keluargaku." Ucap Aa Jajang.


"Oh begitu, oh iyah mamiku juga mau kesana dan ini aku baru mau minta izin ke kakak tingkat dua." Ucapku Berbohong.


"Oke nanti barengan kesananya, sayang mau pakai mobil apa? Dan yang mau bawa gaun yang sangat bagus ya." Ucap Aa Jajang.


"Sayang maunya yang camry ya dan coba kirimkan lewat whatsapp tapi sayang lagi nyetir." Ucapku.


"Oh gantian ya sama mang Eko nyetirnya?." Ucap Aa Jajang.


"Iyah soalnya mau lancarin lagi nyetir nih yang dan sayang hampir lupa wkwk." Ucapku Berbohong Kembali.


"Oke baiklah dan akhiri dulu ya yang mau siap-siap pulang Assalamualaikum WR WB." Ucap Aa Jajang.


"Waalaikum Salam WR WB aa." Ucapku.


Sampailah Didepan Gerbang, Lalu Ani Meklakson Satpam Yang Bertugas Hari Ini Dan Mengucapkan Salam.


"Assalamualaikum WR WB." Ucapku.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Semua Para Satpam Dan Para Supir Pribadi Keluarga.


"Aku Parkirin didepan ini ya semuanya dan ini kunci mobilnya." Ucapku.


"Iyah nona." Ucap Semua Para Satpam Dan Para Supir Pribadi Keluarga.


"Oh iyah jika ada Aden Jajang Menanyakan Kemana Saja Nona Ani dan kalian cukup bilang jalan-jalan bersama teman bidan mengelilingi Kota Banjar." Perintahku.


"Baik nona laksanakan." Ucap Semua Para Satpam Dan Para Supir Pribadi Keluarga.


Mami Menyambutku Hangat.


"Anakku sayang." Ucap Mami.


"Iyah mami kangen banget." Ucapku.


"Untung saham kakek pemegang saham di kampusmu itu." Ucap Mami.


"Iyah tapi jangan gegabah loh mami dan keluarga Anggorolah pemenangnya." Ucapku.


"Kamu kok enggak mau nikah sama dia?." Ucap Mami.


"Udah ah jangan bahas nikah-nikah mami dan aku mau melaksanakan shalat asar dulu." Ucapku Pada Mami.


"Iyah deh ya." Ucap Mami.


Aku Bergegas Masuk Ke Kamar Idamanku Dan Masuk Ke Dalam Kamar Mandi.


Setelah Itu Membuka Kembali Pintu Kamar Mandi Dan Membawa Handuk.


Setelah Itu Memakai Baju Daster Andalanku Dan Mengambil Air Wudhu.


Setelah Selesai Lalu Aku Melaksanakan Shalat Asar.


Setelah Selesai Melaksanakan Shalat Asar Dan Lalu Aku Mengecek Handphoneku.


Ternyata Ada Pesan Whatsapp Dari Aa Jajang.

__ADS_1


__ADS_2