Pacarku Sangat Egois

Pacarku Sangat Egois
Aa Jajang Video Call, Ke Kantor Perusahaan Dan Ke Mall


__ADS_3

"Ibu apakah sudah semuanya?." Ucap Nona Ani.


"Kayaknya belum deh, soalnya ini kan untuk Ibu Tiana dan anak-anak." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Hmm oke deh siap ibu." Ucap Nona Ani.


"Kabarin dulu ke kakekmu dan mamimu takutnya mencari kamu." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Baik ibu, saya masuk dulu ke mobil ya takutnya enggak kedengaran dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Nona Ani.


"Iyah Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


Nona Ani Bergegas Menghampiri Mobil Dan Membuka Pintu Mobil Sendirian Karena Tidak Enak Dengan Supir Pribadinya Pak Andrianto.


Nona Ani Membuka Tas, Membuka Kunci Handphone Dan Membuka Aplikasi Whatsapp Ternyata Ada Pesan Whatsapp Dari Kakek Haji Dan Yang Lainnya Juga.


Tetapi Aku Memfokuskan Untuk Membalas Pesan Whatsapp Yang Lebih Tua Dulu Yaitu Kakek Hajiku Yang Super Duper Baik Kepadaku.


"Assalamualaikum WR WB cucuku kamu lagi dimana? Nanti sore jadi kan kita pertemuan? Dan jangan pernah menolak ya karena ini project yang sangat-sangat berharga." Isi Pesan Whatsapp Dari Kakek Haji.


"Waalaikum Salam WR WB kakek maafkan cucumu ini, saya lagi di Tasikmalaya, mengantar ibu asrama dan kayaknya pulangnya agak sorean kakek." Balasan Whatsapp Dari Ani.


"Ibu asramanya bernama siapa?." Balasan Whatsapp Dari Kakek Haji.


"Ibu Tania Astriania Kakek." Balasan Whatsapp Dari Ani.


"Oalah itu istrinya partner bisnis perusahaan kita, bagus dan kakek akan mengirimkan berkas-berkas untukmu ya." Balasan Whatsapp Dari Kakek Haji.


"Oke siap kakek dan kakaknya Ibu Tania pulang dari rumah sakit jiwa karena kepergian suaminya yang kembarannya dari pak Andrianto yang dulu aku pernah menjadi saksi kalau suaminya di b*n*h." Balasan Whatsapp Dari Ani.


"Iyah jadi kejadian ini tertunda karena kakaknya membenci adiknya untuk menyakiti ibu Tiana." Ucap Balasan Whatsapp Dari Kakek Haji.


"Sudah dulu ya kakek dan saya mau menemani ibu Tania dulu terimakasih." Balasan Whatsapp Dari Ani.


"Oke sama-sama, semoga berjalan dengan lancar ya cucuku dan Assalamualaikum WR WB." Balasan Whatsapp Dari Kakek Haji.


"Aamiin yra, terimakasih juga ya kakek sudah mempercayai saya dan Waalaikum Salam WR WB." Balasan Whatsapp Dari Ani.


Papi Nelepon Dan Aku Telepon Balik Ah.


Papiku Mengangkat Telepon Dariku.


"Assalamualaikum WR WB anakku?." Ucap Papi Ditempat Kerjanya.


"Waalaikum Salam WR WB papi ada apa?." Ucapku Santai.


"Kamu sekarang dimana? Lagi ngapain? Dan sudah makan?." Ucap Papi.


"Hmm saya lagi mengantar Ibu asrama ke Tasikmalaya, beli buah-buahan, bunga dan entah apalah." Ucapku.


"Oke, sudah kamu beli bunga kesukaan mamimu? Dan jangan lupa belikan buah-buahan juga." Ucap Papi.


"Sudah papi, aku juga suka jadi beli sepuluh dan oke akan aku pilihkan buah-buahannya untuk mami." Ucapku.


"Udah papi kirim ya uangnya 14 miliar." Ucap Papi.


"Papi besar banget." Ucapku.


"Enggak suka dan ya udah kirimkan 2 miliar ke papi." Ucap Papi.


"Hehe jangan dong papi dan ya udah nanti aku belikan buah-buahan untuk mami." Ucapku.


"Ya sip dan jangan pakai main-main ya nak." Ucap papi.


"Iyah enggaklah papi dan mening untuk membayar biaya kuliah." Ucapku.


"Ya ampun spp nunggak berapa?." Ucap Papi.


"Belum ada pemberitahuan papi dan udah dulu ya papi aku mau temenin dulu ibu asrama." Ucapku.


"Jangan lupa kasih tau pacarmu dan enggak bulak-balik ke kantor papi kasihan dia." Ucap Papi.


"Sampai-sampainya aku lupa, tapi kan dia masih pacarku dan kenapa mesti ribet sih." Ucapku Dalam Hati.


Tetapi Papiku Bisa Menebak Fikiranku.


"Pasti kamu memikirkan aneh ya tentang kejujuran ada dimana-mananya? Dan masih pacaran iyahkan." Ucap Papi.


"Hmm salah." Ucapku Bohong.


"Alah kelihatan tahu, kamu memikirkan ribet banget sih dan padahal pacaran ya kan." Ucap Papi.


"Jangan gitu, harus jujur, kalau orangnya jujur pasti urusannya dipermudah apalagi kita lagi sama istrinya partner bisnis perusahaan keluarga kita, enggak baik juga loh bohong pada pasangan kita dan mau dibalas dengan bohongi pasangan?." Imbuh Papi.


"Benar juga yang dikatakan, nanti kalau aku berbohong pasti mau lagi melakukan hal bohong seperti itu dan apa salahnya bilang." Ucapku Dalam Hati.


"Kenapa diam? Salamnya saja untuk Ibu Tania Astriania ya! Dan cepat kamu berikan kabar untuk pasanganmu." Ucap Papi.


"Baik papi dan Assalamualaikum WR WB." Ucapku.


"Oke Waalaikum Salam WR WB." Ucap Papi.


"Nona Ani Masih Terlihat Memegang Handphonenya Berarti Masih Sibuk Dengan Handphonenya." Ucap Ivan Syam Maulana Agusta Dalam Hatinya.


"Kenapa Pak Ivan melihatku seperti itu ya? Apakah aku lama dimobil nyonyanya? Baiklah akan aku percepat takutnya ibu Tania butuh bantuanku untuk memilih buah-buahan yang masih bagus." Ucapku Dalam Hati.


"Kayaknya aku mengirimkan pesan singkat whatsapp saja deh kepada Aa Jajang." Ucapku Dalam Hati.


Aku Mengetik Sebuah Pesan Whatsapp Kepada Sang Kekasih.


"Assalamualaikum WR WB maaf ya yang aku baru ngasih kabar kalau aku belum ada waktu untuk ketemu sama kamu, ya karena ibu asramaku alias istri partner bisnis perusahaanku dan perusahaan mereka menguntungkan bagi perusahaanku." Isi Pesan Whatsappku Kepada Aa Jajang.

__ADS_1


Aku Langsung Turun Dari Dalam Mobil Dan Langsung Menemui Ibu Tania.


Ibu Tania Bertanya.


"Sudah selesai memberikan kabar pada kakekmu dan papimu?." Ucapnya.


"Sudah ibu, ibu sudah memilih buah-buahannya? Dan maaf ya ibu lama." Ucapku.


"Alhamdulillah, takutnya khawatir nanti berabe deh, sudah kok, jangan khawatir dan tenang saja." Ucapnya.


"Alhamdulillah kalau gitu ibu, terimakasih ya ibu dan maaf." Ucapku Lagi.


"Eh yang harus berterimakasih itu ibu, sudah mau menemani ibu membeli bunga dan menunjukkan tempat buah-buahan." Ucapnya.


"Iyah ibu sama-sama dan oh iyah ibu." Ucapku Lagi.


"Tenang sudah tahu ibu, barusan suami ibu memberikan pesan singkat whatsapp dan katanya disuruh ke kantor perusahaan." Ucapnya.


"Baiklah dan berarti tidak usah aku jelaskan." Ucapku Dalam Hati.


"Ya udah yuk kita masuk kedalam mobil dan takutnya ibu masuk angin." Ucapnya Lagi.


"Oke baik ibu yuk dan mas Ivan Syam Maulana Agusta bukain pintu untuk nyonya ya." Ucapku.


"Baiklah dan silahkan masuk nyonya." Ucap Mas Ivan Syam Maulana Agusta.


"Baiklah terimakasih ya Van dan kita ke kantor perusahaan bapak dulu ya." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Baiklah ibu siap." Ucap Mas Ivan Syam Maulana Agusta.


Aku Membuka Kembali Handphone Karena Suntuk Dan Jenuh Tidak Ada Suara Musik Apapun Itu.


Lalu Membuka Whatsapp Dan Balasan Dari Aa Jajang Membuatku Marah.


"Waalaikum Salam WR WB sayang, kok baru ngabarin, kirain kemana? Dan ternyata sama laki-laki." Balasan Whatsapp Dari Aa Jajang.


"Ya allah yang, fikiran itu harusnya dibuang loh yang, aku bukan mantanmu Mika, aku ini Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo dan bolehlah kamu video call denganku." Balasan Whatsapp Dariku.


"Ya udah tunggu, aku telepon lagi dan jangan kamu tolak ya." Balasan Whatsapp Dari Aa Jajang.


"Astagfirulloh, aku lupa, aku enggak duduk dibelakang bersama ibu asrama dan oh iyah ada ide." Ucapku Dalam Hati.


Aa Jajang Memvideo Call Denganku.


Tetapi Ternyata Mas Ivan Syam Maulana Agusta Mengerti Dan Menyuruhku Turun.


Aku Menganggukkan Kepalaku Mengerti.


Aku Naik Kembali Ke Mobil Untuk Berpindah Tempat Duduk Ke Belakang.


Aku Mengangkat Video Call Dia.


"Assalamualaikum WR WB sayang." Ucap Aa Jajang.


"Eh Aden Jajang, maaf ya ibu pinjam dulu Ani dan enggak bilang dulu ke kamu." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Kirain kemana Nona Ani dan maaf ya ibu menganggu waktunya." Ucap Aa Jajang Malu.


"Mampus, untungnya mas Ivan Syam Maulana Agusta mengerti dan aku langsung turun wkwk." Ucapku Dalam Hati.


"Iyah enggak apa-apa aden dan harusnya saya yang minta maaf enggak izin dulu ke kamu." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Iyah ibu enggak apa-apa, harusnya ibu yang minta izinnya ke orangtuanya Nona Ani dan soalnya mereka mencari Nona Ani ke kantor perusahaan saya." Ucap Aa Jajang Bohong.


"Toh saya udah minta izin ke kakek nya loh dan kita kan ada bisnis." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Waduh aku lupa, iyah juga kan suaminya ibu Tania ini partner bisnisnya perusahaan keluarga besar Ani dan pastinya tau." Ucap Aa Jajang Dalam Hatinya.


"Kenapa diam saja Aden?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Hmm enggak apa-apa kok ibu, saya hanya memastikan saja dan karena kan besok 17 agustus." Ucap Aa Jajang Tak Karuan.


"Udah tau jadwalnya Nona Ani kok dan tidak usah khawatir ya udah ya jalan dulu soalnya udah mau nyampe juga ke kantor perusahaan suami saya." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Hmm baiklah ibu dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Aa Jajang.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


Ani Menatap Ibu Tania.


"Cowok kayak gitu itu pantas dipertahankan nak!." Ucapnya.


"Tapi lebay ibu dan baiklah aku akan terimanya." Ucapku.


"Iyah kamu harus sabar." Ucapnya.


"Iyah ibu sabar banget." Ucapku


"Padahal masih lama dan belum nyampe." Ucapnya.


"Hee ibu bisa aja." Ucapku.


"Kamu pakai baju ibu saja tuh ada?." Ucapnya.


"Tapi ibu." Ucapku.


"Enggak ada tapi-tapian sana pakai." Ucapnya.


"Baiklah ibu siap." Ucapku.


"Ibu dandanin ya biar kamu lebih terlihat berkelas dan lebih cantik lagi." Ucapnya.

__ADS_1


"Iyah ibu baik." Ucapku.


"Ivan Syam Maulana Agusta tolong bukain pintu belakang!." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


Baik nyonya." Ucap Ivan Syam Maulana Agusta.


Lalu Ivan Syam Maulana Agusta Membuka Pintu Untuk Kami Dan Aku Mengatakan Terimakasih.


"Terimakasih ya pak sudah membukakan pintu untuk saya." Ucapku Kepada Mas Ivan Syam Maulana Agusta.


"Iyah sama-sama, semangat ya, semoga saja bapak suka sama berkasnya dan mau bekerjasama dengan nona." Ucap Mas Ivan Syam Maulana Agusta.


"Iyah aamiin yra." Ucapku.


"Ivan tunggu kami disini ya dan ini list pekerjaanmu selanjutnya." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Baik ibu saya akan melaksanakan apa yang ibu perintahkan." Ucap Ivan Syam Maulana Agusta.


"Oke dan kalau sudah selesai beritahu saya." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Hmm baiklah ibu." Ucap Ivan Syam Maulana Agusta.


Ibu Tania Ibu Asrama Bergegas Menggandeng Tanganku Dan Mengingatku.


"Nak apakah sudah ada berkasnya?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Sudah ibu dan bismillah." Ucapku.


Ibu Tania Dan Aku Bergegas Masuk Kedalam Kantor Perusahaan Vitasian.


Ibu Tania Dan Aku Dihormat Sama Persis Dengan Di Kantorku.


Aku Sangat Deg-Degan Saat Akan Bertemu Dengan Suaminya Ibu Tania Dan Meski Tadi Sudah Bertemu.


Ibu Tania Dan Aku Memasuki Ruangan Kerjanya Pak Andrianto.


"Assalamualaikum WR WB suamiku dan pak?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama Dan Aku.


"Waalaikum Salam WR WB, kenapa kamu enggak bilang kalau kamu ini cucunya pak haji sih? Dan kenapa juga istriku diam?." Ucap Pak Andrianto.


"Masih bete sama papa, aku lapar, didiamkan saja dan maaf." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Iyah enggak apa-apa, papa juga maaf mama enggak mengerti kemauan istri, mau uang dan papa kirimkan ya." Ucap Pak Andrianto.


"Iyah enggak apa-apa, untungnya ada Ani yang selalu menemaniku setiap harinya di asrama dan disini juga." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Ya sudah, enggak enak juga dilihat Nona Ani dan tolong jelaskan kembali ya produk-produk kalian yang diperbuat." Ucap Pak Andrianto.


"Baik pak dan sudah jelas?." Ucapku Ragu.


"Ya jelas dan mana berkasnya?." Ucap Pak Andrianto.


"Baiklah ini pak dan maaf sekali di handphone jadinya." Ucapku.


"Iyah tidak apa-apa, saya akan menandatangani berkas ini, kalau istri saya senang dan saya akan bertanya dulu ya kepada istri saya." Ucap Pak Andrianto.


"Iyah pak baik." Ucapku.


"Udahlah pak tandatangani saja berkasnya, berikan untuknya uang inves nya dan uang untuk mama." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Baiklah saya akan Acc berkasnya, ini ada modal untuk memenuhi kebutuhan produk-produk dari perusahaan kalian dan ini untuk istri saya." Ucap Pak Andrianto.


"Alhamdulillah, terimakasih ya pak dan ibu semoga lancar terus." Ucapku Senang.


"Iyah sama-sama dan buatlah istri saya senang." Ucap Pak Andrianto.


"Maksudnya umi papa." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Iyah maksudnya umi ya Nona Ani dan saya abi." Ucap Pak Andrianto.


"Baik pa eh abi." Ucapku Kembali.


"Papa, mama mau ke Asia Plaza dulu ya dan mau jalan-jalan dulu." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Jangan lupa sama kakakmu jemput dan selamat bersenang-senang ya." Ucap Pak Andrianto.


"Iyah siap papa dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Waalaikum Salam WR WB, Ivan Syam Maulana Agusta sudah didepan dan sudah siap pesanan-pesanan kamu." Ucap Pak Andrianto.


"Iyah papa." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


Ibu Tania Ibu Asrama Dan Aku Bergegas Keluar Dari Kantor Perusahaan Vitasian.


Selalu Saja Sigap Mas Ivan Syam Maulana Agusta Dan Membuka Pintu Untukku Dulu.


Tetapi Aku Tidak Enak Hati Atas Perlakuan Supir Pribadinya Ibu Tania Ibu Asrama.


Ibu Tania Melihatku Dan Menganggukkan Kepalanya Tandanya Silahkan Saja.


Aku Mengucapkan Terimakasih Kepada Mas Ivan Syam Maulana Agusta.


"Terimakasih ya mas." Ucapku.


"Iyah sama-sama nona." Ucap Mas Ivan Syam Maulana Agusta Sembari Bergegas Ke Belakang Untuk Membukakan Pintu Belakang Untuk Ibu Tania.


"Van kita ke Asia Plaza dulu ya." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Baik nyonya." Ucap Ivan Syam Maulana Agusta.


Setelah Itu Mas Ivan Syam Maulana Agusta Menyalakan Mobil Dan Bergegas Pergi Meninggalkan Parkiran Perusahaan Vitasian.

__ADS_1


Beberapa Jam Kemudian Sampailah Di Mall Asia Plaza.


Kini Dibukakan Pintunya Dan Setelah Itu Naik Masuk Kedalam Mall.


__ADS_2