
Pak Chandra Supir Pribadi Kakak Angga Pulang Dari Rumahnya Tuan Agus Dan Nyonya Aprilia.
Sampailah Didepan Rumah Dan Mengucapkan Salam.
"Assalamualaikum WR WB mamah dan papah chandra pulang." Ucap Chandra.
"Waalaikum Salam WR WB anakku sayang, bagaimana kabarnya kamu di Bandung bersama Aden Angga? Dan ada oleh-oleh tidak untuk kami berdua?." Ucap Mamah Clara Dan Papah Andra.
"Alhamdulillah sangat melelahkan, tetapi kami baru saja selesai acara syukuran pernikahannya tuan agus, nyonya aprilia jadi pulang deh tapi pulang sebentar pah dan mamah." Ucap Chandra Anak Ketiga Dari Mamah Clara Dan Papah Andra.
"Oke deh enggak apa-apa kok, kamu mau ngapain dulu kesini? Dan kalau sebentar enggak usah pulang Chandra." Ucap Mamah Clara Dan Papah Andra.
"Iyah bagaimanapun aku harus memproritaskan keluarga dong sebelum aku menikah." Ucap Chandra Anak Ketiga Dari Mamah Clara Dan Papah Andra.
"Wih gaya banget kamu Chandra omongannya dan ada betulnya sih chandra." Ucap Mamah Clara Dan Papah Andra.
"Oh iyah ini aku ada sedikit makanan sisa, tapi baru kok tidak diacak-acak dan minumannya aku mau mandi dulu Assalamualaikum WR WB." Ucap Chandra Anak Ketiga Dari Mamah Clara Dan Papah Andra.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Mamah Clara Dan Papah Andra.
Mamah Clara Bergegas Kekamarnya Bik Risma Dan Mengetuk Pintu Kamarnya.
"Iyah Nyonya Clara siap dan maaf tadi saya hanya sedikit pegal jadi merebahkan dulu ke kasur." Ucap Bik Risma Sembari Membuka Pintu Kamarnya, Menghampiri Nyonya Clara Dan Menerima 2 Kantong Kresek Dari Nyonyanya.
"Iyah tidak apa-apa bibi, maaf bik ada makanan sisa tolong hangatkan dulu ya dan minumannya tolong masukkan ke kulkas ya." Ucap Nyonya Clara.
Setelah Itu Nyonya Clara Memasuki Ruangan Kamarnya Cika Anak Kedua Dari Mamah Clara Dan Papah Andra.
"Mamah?." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
"Iyah kenapa anakku sayang?." Ucap Mamah Clara.
"Mamah Hari Rabu sekolahku mengadakan studi tour ke Jakarta." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
"Terus kenapa?." Mamah Clara.
"Aku pengen kesana dan ini suratnya?." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
"Ya sudah berangkat saja dan biayanya berapa?." Ucap Mamah Clara.
"Rp 700.000 mamah." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
"Iyah udah mamah akan siapkan dulu uangnya." Ucap Mamah Clara.
Mamah Clara Ini Mempunyai Toko Baju Randra Collection Di Kota Banjar Dan Sedangkan Papah Andra Bekerja Dikantor Kecamatan Langensari.
Mamah Clara Dan Papah Andra Tidak Meminta Apapun Dari Anak-Anaknya Dan Cukup Akur saja Dengan Anak-Anak Yang Lain Termasuk Adik-Adiknya.
Budi Anak Pertama Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Dia Sudah Menikah, Mempunyai Anak Kembar Dan Bekerja Di Dinas Perpustakan Di Tasikmalaya Dan Ayu Istrinya Dinas Di Sekolah SDN 2 Tasikmalaya Menjadi Guru Kelas 5.
Caca Anak Kedua Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Kerja Di Bank BRI Di Wilayah Bandung Dan Dewa Sang Suami Yang Sama-Sama Bekerja Di Bank BRI Wilayah Bandung Posisi Yang Sama-Sama Enak.
Chandra Anak Ketiga Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Yang Kerjaannya Hanya Supir Pribadi Aden Angga.
Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
Setelah Itu Mamah Clara Bergegas Masuk Kekamarnya Dan Membawa Dompet Kedalam Tasnya Mamah Clara.
Lalu Mamah Clara Masuk Kembali Ke Kamarnya Cika Dan Bertanya Kepada Cika.
"Anakku sayang?." Ucap Mamah Clara.
"Iyah mamah kenapa?." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
"Berapa hari di Jakarta?." Ucap Mamah Clara.
"1 Minggu mamah." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
"Mamah punya uang hanya Rp 800.000 enggak apa-apa anakku sayang?." Ucap Mamah Clara.
"Iyah mamah enggak apa-apa, Cika juga ada tabungan kok di celengan ini dan aku akan buka ya mamah." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
Papah Andra Bergegas Masuk Kedalam Kamarnya Cika Dan Mendengarkan Obrolan-Obrolan Dari Anaknya.
"Tidak usah pakai uang celengan itu dan ini papah punya uang simpanan Rp 1.000.000 cukup?." Ucap Papah Andra.
"Iyah papah cukup kalau mamah mengizinkanku bawa uang ini." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
"Iyah boleh kok anakku sayang." Ucap Mamah Clara.
"Terimakasih ya mamah dan ayo kita makan." Ajak Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
"Iyah Cika Ayo." Ucap Mamah Clara Dan Papah Andra.
Bik Risma Bergegas Menghampiri Nyonya, Tuan Dan Nona Kekamarnya Nona Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar.
"Oh Bik Risma oke kami segera kesana." Ucap Nyonya Clara, Tuan Andra Dan Nona Cika.
"Oke baik dan saya permisi dulu Assalamualaikum WR WB." Ucap Bik Risma.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Nyonya Clara, Tuan Andra Dan Nona Cika.
Lalu Nyonya Clara, Tuan Andra Dan Nona Cika Menikmati Makanan Yang Dikasihkan Anaknya Chandra Anak Ketiga Dari Mamah Clara Dan Papah Andra.
Setelah Itu Chandra Anak Ketiga Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Bergegas Menghampiri Mamah Clara Dan Papah Andra.
"Mamah dan papah aku pamit kembali kerja ya Assalamualaikum WR WB." Ucap Chandra.
"Iyah chandra hati-hati dan Waalaikum Salam WR WB." Ucap Nyonya Clara, Tuan Andra Dan Nona Cika.
Setelah Itu Chandra Anak Ketiga Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Pun Pergi.
Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar Kelas 8D Itu Menghampiri Mamah Clara Dan Papah Andra Dan Bertanya.
"Papah dan mamah kakak udah pergi kok enggak pamit ke aku? Apakah aku itu beban kakak?." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar Kelas 8.
"Iyah pergi soalnya buru-buru mau mengantarkan para tamu tuan Agus dan Nyonya Aprilia Ke Hotel ternama yang ada di kota Banjar." Ucap Papah Andra Menenangkan Cika.
__ADS_1
"Enggak beban kok kamu, kamu itu anak kesayangan mamah dan papah kami berdua enggak sama sekali pilih kasih kalian sama anak mamah dan papah udah ya nak jangan bicara seperti itu lagi." Ucap Mamah Clara.
"Hmm baiklah mamah kalau begitu dan ayo mamah kita makan." Ucap Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar Kelas 8.
"Baiklah anakku sayang ayo." Ucap Mamah Clara Dan Papah Andra.
Papah Andra, Mamah Clara Dan Cika Anak Keempat Dari Mamah Clara Dan Papah Andra Sekolah Di SMPN 3 Banjar Kelas 8 Bergegas Ke Dapur Dan Ke Meja Makan.
Lalu Mereka Pun Makan Bersama.
Pak Delon Supir Pribadi Kakek Haji Mochamad Endang Suhanda Martowardojo Sampailah Dirumahnya, Sang Istri Ibu Della Menghampiri Suaminya Dan Menyambut Hangat Kedatangan Sang Suami.
"Assalamualaikum WR WB bunda?." Ucap Ayah Delon.
"Waalaikum Salam WR WB ayah baru pulang jam segini?." Ucap Bunda Della.
"Iyah dan nanti juga bakal balik lagi ke rumahnya pak haji." Ucap Ayah Delon.
"Hmm begitu ya Ayah kirain enggak lembur." Ucap Bunda Della.
"Lembur sayang, tetapi ayah pulang dulu mengecek bunda dan oh iyah ini makanan buat kamu." Ucap Ayah Delon.
"Oh begitu kirain enggak lembur dan pengen jalan-jalan sama ayah tapi ayah enggak libur." Ucap Bunda Della.
"Iyah bagaimana lagi ini kerjaan ayah." Ucap Ayah Delon.
"Iyah deh dan bunda mau menghangatkan dulu makanan ini ya ayah!." Ucap Bunda Della.
"Iyah dan nanti ke kamar ya." Ucap Ayah Delon.
"Iyah ayah siap." Ucap Bunda Della Sembari Bergegas Ke Dapur Untuk Menghangatkan Makanannya.
Setelah Selesai Lalu Menuangkan Makanannya Kedalam Mangkuk Dan Piring.
"Hmm aku belum punya anak dari Delon terus ini makanan buat siapa?." Ucap Della Termenung Karena Sayang Banget Makanannya Yang Dibawa Suaminya Banyak Banget.
"Apa aku telepon saudara-saudara aku ya?." Ucap Della Dalam Hatinya.
"Tapi takutnya suamiku tidak mengizinkan aku jemput mereka soalnya mereka ada di randegan dan di balokang hmmm." Ucap Della Dalam Hatinya.
Tiba-Tiba Ada Delon Menghampiri Della Dan Bertanya.
"Bunda kenapa melamun?." Ucap Ayah Delon.
"Hmm sayang banget ini makanan kalau aku yang makan." Ucap Bunda Della.
"Ya udah nanti ayah yang jemput saudara kamu ya." Ucap Ayah Delon.
"Tapi kalau nanti takutnya basi loh Ayah?." Ucap Bunda Della.
"Hmm baiklah kalau bunda maksa dan boleh keluar rumah pakai mobil honda jazz milik ayah kuncinya ada di lemari jangan pakai motor bahaya." Ucap Ayah Delon.
"Oh iyah ayah siap dan oh iyah ayah uang yang dikasih ayah Rp 5.000.000 sudah aku pakai sisanya Rp 3.000.000." Ucap Bunda Della.
"Dipakai apa saja?." Ucap Ayah Delon.
"Bayar listrik Rp 300.000 + Bayar Sampah Rp 100.000 perbulan + Pdam Rp 100.000 perbulan + beli galon Rp 12.000 + Bayar ART Perbulan Rp 500.000 + Beli Kebutuhan Rumah Tangga Rp 988.000 termasuk Gas dan minyak." Ucap Bunda Della.
"Iyah ayah dan ini juga ada 5 macam yang enggak bunda hangatkan." Ucap Bunda Della.
"Tapi nanti ya ayah kan belum berangkat kerja." Ucap Ayah Delon.
"Iyah ayah siap dan oh iyah ayah ayah mau minum?." Ucap Bunda Della.
"Iyah mau dong, oh iyah ayah ketaman belakang dulu ya dan ditungguin ya." Ucap Ayah Delon.
"Iyah ayah siap dan bunda kedapur dulu ya Assalamualaikum WR WB." Ucap Bunda Della.
"Iyah bunda Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ayah Delon.
Bunda Della Bergegas Menuju Dapur Dan Membuatkan Teh Panas Untuk Suaminya.
Setelah Selesai Lalu Bunda Della Bergegas Menghampiri Ayah Delon Dan Berkata.
"Ayah ini teh panasnya dan kuenya." Ucap Bunda Della Tersenyum.
"Baik istriku sayang, teh panasnya yang kamu mana bunda? Dan terimakasih ya." Ucap Ayah Delon.
"Ini ada dan enak banget ayah kuenya." Ucap Bunda Della.
"Iyah itu kue ulang tahun pernikahan Tuan Agus Dan Nyonya Aprilia." Ucap Ayah Delon.
"Alhamdulillah ya ayah udah kerjasama dengan keluarga pak haji dan enggak canggung lagi didekat mereka." Ucap Bunda Della.
"Iyah pastinya, setelah selesai santai tolong buatkan ayah air panas ya untuk mandi dan soalnya ayah sebentar lagi mau kesana." Ucap Ayah Delon.
"Iyah Ayah dan ayo kita masuk duduk disofa dulu." Ucap Bunda Della.
"Iyah bunda siap." Ucap Ayah Delon.
Bunda Della Menyiapkan Air panas Untuk Membersihkan Kaki Suaminya Dan Tetapi Ayah Delon Menolak.
"Bunda membersihkan kaki aku nanti saja setelah aku selesai mandi dan tolong maaf siapkan saya mandi." Ucap Ayah Delon.
"Hmmm baiklah ayah dan airnya sudah ada ayah dikamar mandi." Ucap Bunda Della.
"Baiklah terimakasih bunda, maaf siapkan kemeja berwarna dan celana levis panjang ya istriku sayang." Ucap Ayah Delon.
"Baik ayah dan saya segera menyiapkannya." Ucap Bunda Della.
"Oke Assalamualaikum WR WB." Ucap Ayah Delon.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Bunda Della.
Bunda Della Bergegas Ke Kamarnya Dan Juga Menyiapkan Pakaian Suaminya.
Setelah Itu Selesailah Dan Ayah Delon Bergegas Masuk Kedalam Kamar.
"Wah bagus juga ini kemejanya? Dan kamu beli 2?" Ucap Ayah Delon.
"Baju couple ini ayah." Ucap Bunda Della.
__ADS_1
"Iyah tau ini beli?." Ucap Ayah Delon.
"Iyah beli enggak inget apa ayah?." Ucap Bunda Della.
"Oh iyah ini kan pas pemberian ayah ya waktu itu kita masih pacaran?." Ucap Ayah Delon.
"Iyah betul ayah heee dan ayo ayah kita berangkat." Ucap Bunda Della.
"Bunda?." Ucap Ayah Delon.
"Kenapa ayah?." Ucap Bunda Della.
"Cantik banget kamu istriku?." Ucap Ayah Delon.
"Hmm masa sih ayah dan perasaan bunda biasa aja?." Ucap Bunda Della.
"Nanti aja kita pacaran dulu mumpung belum punya anak." Ucap Ayah Delon.
"Ya udah ayo kita duduk disofa sembari melihat televisi." Ucap Bunda Della.
"Iyah bunda." Ucap Ayah Delon.
"Yuk kita siap-siap, jangan lupa tas kamu dibawa, kita pakai couple warnanya dan aku bawa kunci duplikat ya." Ucap Bunda Della.
"Hmm oke bunda dan kunci mobil sudah dibawa dilemari?." Ucap Ayah Delon.
"Sudah kok ayah dan tinggal berangkat." Ucap Bunda Della.
"Oke deh bunda kalau gitu, ayah pergi dulu ya dan sampai ketemu nanti Assalamualaikum WR WB." Ucap Ayah Delon.
"Waalaikum Salam WR WB hati-hati ayah." Ucap Bunda Della.
Ayah Delon Pergi Dari Rumah, Sampailah Dirumahnya Tuan Agus Dan Nyonya Aprilia.
Beberapa Jam Kemudian Della Sampailah Dirumah Erina Adiknya.
Erina Pun Menyambut Kedatangan
Kakaknya.
"Mamah kakak Della datang?." Ucap Erina.
"Iyah sayang tungguin saja dia datang kerumah kita." Ucap Mamah Fania.
Della Pun Turun Dari Dalam Mobil, Mengunci Mobilnya Dan Mengucapkan Salam.
"Assalamualaikum WR WB mamah dan adikku yang cantik?." Ucap Della.
"Waalaikum Salam WR WB anakku, apa kabar? Dan kemana suamimu?." Ucap Mamah Fania.
"Suamiku kerja lagi mamah, alhamdulillah aku bahagia? Dan kemana papah?." Ucap Della.
"Kan papah kita kerja kakak di Perusahaan Anggoro tapi di Bandung." Ucap Erina.
"Oh iyah sudah dan ayo siap-siap kerumah kakak!." Ucap Della.
"Kirain kamu yang menginap disini!." Ucap Mamah Fania.
"Maaf mamah aku enggak bisa ninggalin rumahku." Ucap Della.
"Egois banget suamimu Della, kenapa dia enggak boleh menginap dirumah ini dan rumah ini kan rumahmu juga Della." Ucap Mamah Fania.
"Ya udahlah mamah daripada berantem terus, kita kesana ayo dan kita menginap dirumah kakak." Ucap Erina.
"Hmmm oke deh dan nanti mamah mau siap-siap dulu." Ucap Mamah Fania.
"Kakak aku besok kerja ya dan kasian mamah Fania." Ucap Erina.
"Hmm memangnya kamu kenapa Erina? Kok kamu minta kerja? Dan coba cerita sedikit ke kakak?." Ucap Kakak Della.
"Sebenarnya papah itu kerja di Bandung, ternyata posisi papah itu jadi satpam bukan sekertaris, keinginan mamah tidak diturunkan jabatan papah tapi ternyata mamah mencuri uang dari Aden Jajang Dwi Anggoro mungkin papah masih di posisi aman yaitu pemantauan pabrik dan enak kerjanya." Ucap Erina.
"Ya allah kakak turut prihatin ya de sama papah Elang." Ucap Kakak Della.
"Iyah kakak Della aamiin aamiin yra, sebenarnya kita kesusahan karena uang gaji papah dipotong kakak, yang seharusnya mendapatkan Rp 30.000.000, eh karena diturunkan jabatannya jadi Rp 15.000.000 kakak dan kasian papah." Ucap Erina.
"Ya udahlah doakan saja papah disana baik-baik saja adikku sayang, jangan kencang-kencang nanti mamah dengar dan bisa memarahi kamu." Ucap Kakak Della.
"Baik deh kakak kalau gitu dan ayo ke kamar kakak dulu." Ucap Erina.
"Iyah adikku kakak mau ke kamar dulu ya dan soalnya ada barang kakak yang ketinggalan dikamar ini." Ucap Kakak Della.
"Oke kakak baik dan Erina ke kamar dulu ya Assalamualaikum WR WB." Ucap Erina.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Kakak Della.
Mamah Fania Selesai Makeupan, Memanggil Kakak Della Dan Erina.
"Della dan Erina ayo cepat." Ucap Mamah Fania.
"Iyah mamah bentar, aku mau bawa dulu baju yang ketinggalan disini dan aku mau donasikan untuk yang membutuhkan." Ucap Kakak Della.
"Buat apa di donasikan baju-baju pemberian papahmu ini, lebih baik kamu jual baju-baju itu dan uangnya berikan kepada mamah." Ucap Mamah Fania.
"Buat apa sih mamah uang?." Ucap Kakak Della.
"Iyah mamah, mamah sadar enggak sih papah itu lagi kesusahan loh di tempat kerjanya dan harus jaga-jaga kantor juga." Ucap Erina.
"Papah itu enggak lagi kesusahan tau enggak, papah itu baik-baik saja dan kenapa?." Ucap Mamah Fania.
"Stop Erina dan mamah Fania cukup jangan berantem begini." Ucap Kakak Della.
"Baiklah kakak dan Della maafin kami." Ucap Mamah Fania Dan Erina.
"Oke baiklah Della dan kakak maafin jangan mengulang lagi Della tau kok keadaan papah bagaimana!." Ucap Kakak Della.
"Baiklah kakak dan anakku sayang maafkan mamah yang tidak mau mengerti keadaan papahmu nak." Ucap Mamah Fania.
"Ya udahlah sekarang kan tau keadaan papah seperti apa, mamah harus berubah ya jangan seperti keadaan papah yang udah kayak bos itu dan sekarang kita membuka lembaran baru ya mamah." Ucap Kakak Della.
"Iyah della dan ayo kita pergi kerumahmu." Ucap Mamah Fania Dengan Bersemangat.
__ADS_1
"Baiklah mamah ayo." Ucap Kakak Della.