
"1. Input adalah subsistem yang akan memberikan segala masukan untuk berfungsinya sebuah sistem pelayanan kesehatan, salah satunya ialah...
Dibawah ini yang termasuk faktor yang mempengaruhi pelayanan kesehatan adalah...
Peran Dan Fungsi Perawat yaitu sebagai, kecuali....
Dalam memberikan pelayanan kesehatan harus memandang pada tingkat pelayanan kesehatan yang akan diberikan salah satunya yaitu health Promotion, spesifik protection. Adalah tingkah pelayanan kesehatan menurut....
Salah satu cakupan terkait kegiatan upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) oleh dinas kesehatan adalah, kecuali....
Semua keadaan diluar sistem tetapi dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan adalah pengertian dari....
Anak-Anak di desa B telah banyak menderita penyakit Rakhitis yang penyebab utamanya adalah kekurangan vitamin D, Namun kekurangan kalsium yang memadai dalam diet juga dapat menyebabkan Rakhitis (Kasus diare berat dan muntah dapat menjadi penyebab kekurangan), Namun kejadian ini dibiarkan saja oleh masing-masing anggota keluarga karena tidak kemampuan membiayai pengobatan...." Ucap Pak Dicky Dosen ilmu kesehatan masyarakat.
"1. Potensi Masyakarat
Ekonomi
Kolaborator
Leavel & dark
Rehabilitasi
Lingkungan
Ekonomi." Ucap Ani, Bella, Cika, Deva, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Ririn, Rani, Shinta, Talitha Dan Ulfah Tingkat Satu.
"Oke baiklah jawaban kalian benar dan jelaskan." Ucap Pak Dicky Dosen ilmu kesehatan masyarakat.
"Baik pak
Bentuk-bentuk pengembangan potensi masyarakat tersebut bermacam-macam, antara lain sebagai berikut :
Pertama, tokoh atau pimpinan masyarakat (Community leader)
Kedua, organisasi masyarakat (community organization)
Ketiga, pendanaan masyarakat (Community Fund)
Keempat, material masyarakat (community material)
Kelima, pengetahuan masyarakat (community knowledge)
Keenam, teknologi masyarakat (community technology)
Ekonomi itu ialah masalah finansial atau keuangan yang tidak memadai
Kolaborator ialah peran penting petugas kesehatan yang memberikan pelayanan yang terbaik
Menurut leavell dan clark (1965), dari sudut pandang kesehatan masyarakat, terdapat 5 tingkat pencegahan terhadap penyakit, yaitu : 1.promotion of healt 2.specifik protection 3.early diagnosis and prompt treatment 4.limitation of disability dan 5.rehablitation
Memberi kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke dan sangat bagus kalian." Ucap Pak Dicky Dosen ilmu kesehatan masyarakat.
"Iyah pak." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Akhiri saja mata kuliah hari ini dan Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh anak-anak." Ucap Pak Dicky Dosen ilmu kesehatan masyarakat.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG Dosen Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal Memasuki Kelas Dan Mengucapkan Salam.
"Assalamualaikum WR WB anak-anak perkenalkan nama saya Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG dinas di suatu Rumah Sakit." Ucap Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG Dosen Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal.
"Waalaikum Salam WR WB salam kenal juga ibu dokter." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Kamu ini cucunya pak haji Moch Endang Suhanda ya." Ucap Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG Dosen Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal.
"Iyah ibu dokter." Ucap Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo.
"Salam kepada kakek mu ya." Ucap Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG Dosen Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal.
"Siap Bu dokter." Ucap Ani Cantika Melani Febrianti Martowardojo.
"Oke baiklah kalau begitu, kita akan membahas pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal ya." Ucap Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG Dosen Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal.
__ADS_1
"Baik Ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Upaya Safe Motherhood
Perkembangan Di Dunia Internasional
Tahun 1996, WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu per tahunnya meninggal saat hamil atau bersalin.
Lalu Pada Tahun 1990 ada world Summit for children di New York, A. S., yang membuahkan tujuh tujuan utama, diantaranya menurunkan angka kematian ibu menjadi separuh pada tahun 2000.
Tahun 1994, diadakan pula Internasional coference on Population And Development (ICPD) di Kairo, Mesir, yang menyatakan bahwa kesehatan reproduksi pria dan wanita sangat vital bagi pembangunan sosial dan pengembangan SDM.
Pada tahun 1999 WHO meluncurkan strategi MPS (Making Pregnancy Safer), didukung oleh badan-badan internasional seperti UNFPA, UNICEF Dan World Bank.
Pada dasarnya, MPS meminta perhatian pemerintah dan masyarakat di setiap negara untuk:
Menempatkan Safe Motherhood sebagai prioritas utama dalam rencana pembangunan nasional dan internasional,
Menyusun acuan nasional dan standar pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal,
Mengembangkan sistem yang menjamin pelaksanaan standar yang telah disusun,
Memperbaiki akses pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal, keluarga berencana, aborsi legal, baik publik maupun swasta,
Meningkatkan upaya kesehatan promotif dalam kesehatan Maternal dan Neonatal serta pengendalian fertilitas pada tingkat keluarga dan lingkungannya,
Memperbaiki sistem monitoring pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal.
Perkembangan Di Indonesia
Tahun 1988 diadakan lokakarya Kesejahteraan Ibu yang merupakan kelanjutan konferensi tentang kematian ibu di Nairobi Setahun Sebelumnya.
Tahun 1990-1991, Departemen Kesehatan dibantu WHO, UNICEF Dan UNDP melaksanakan assessment safe motherhood.
Sasarannya adalah menurunkan AKI dari 450 per 100.000 kelahiran hidup pada 1986, menjadi 225 pada tahun 2000.
Awal Tahun 1996, Departemen Kesehatan mengadakan lokakarya Kesehatan Reproduksi yang menunjukkan komitmen Indonesia untuk melaksanakan upaya kesehatan reproduksi sebagaimana dinyatakan dalam ICPD di Kairo.
Empat Pilar Safe Motherhood
Safe motherhood
⬇️
KB ➡️ Asuhan Antenatal ➡️ Persalinan Bersih Dan Aman ➡️ Pelayanan Obstetri Esensial
⬇️
Pelayanan Kebidanan Dasar
⬇️
Pelayanan Kesehatan Primer
Dalam Pelaksanaan Operasional, Sejak tahun 1994 diterapkan strategi sebagai berikut:
Penggerakan Tim Dati II (Dinas kesehatan dan seluruh jajarannya sampai ke tingkat kecamatan dan desa, RS Dati II dan pihak terkait) dalam upaya mempercepat penurunan AKI sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing,
Pembinaan daerah yang intensif di setiap Dati II, sehingga pada akhir pelita VII:
- Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan mencapai 80% atau lebih,
- Cakupan penanganan kasus Obstetri (Risiko tinggi dan komplikasi Obstetri) minimal meliputi 10% seluruh persalinan,
- Bidan mampu memberikan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan obstetri Neonatal dan puskesmas sanggup memberikan pelayanan Obstetri-neonatal esensial PONED yang didukung oleh RS Dati II sebagai fasilitas rujukan utama yang mampu menyediakan pelayanan Obstetri-neonatal esensial komprehensif ponek 24 Jam
Penerapan Kendali Mutu Layanan kesehatan ibu,
Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE)
Pemantapan Keikutsertaan Masyarakat dalam berbagai kegiatan
Keterlibatan Lintas Sektor
__ADS_1
Gerakan Sayang Ibu (GSI)
Kelangsungan hidup, perkembangan dan perlindungan ibu dan anak
Gerakan Reproduksi Keluarga Sehat ( GRKS)
Pemantauan Dan Evaluasi
Indikator tersebut antara lain:
Cakupan penanganan kasus Obstetri,
Case Fatality Rate Kasus Obstetri yang ditangani,
jumlah kematian absolute,
Penyebaran fasilitas pelayanan Obstetri yang mampu ponek dan PONED
Persentase bedah sesar terhadap seluruh persalinan di suatu wilayah
Sudah paham kalian?." Ucap Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG Dosen Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal.
"Sudah ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke baiklah kalau sudah paham dan ibu dokter akan memberikan kalian soal ya." Ucap Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG Dosen Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal.
"Baik ibu dokter." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Jawaban kalian benar, akhiri saja mata kuliah hari ini dan Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG Dosen Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
Ibu Dr Cantika Rahayu Kertawiguna SpOG Dosen Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal Keluar Dari Ruang Kelas, Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu Mengikuti Karena Sudah Waktunya Istirahat.
"Sekarang nabung yuk." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Mulainya Senin aja ya Ani." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke sekarang makan di teraktir aku ya." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Oke siap dan terimakasih enggak usah Ani." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Ih enggak apa-apa kok teman-teman." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Oke baiklah dan nanti bagian kami ya." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke siap." Ucap Ani Tingkat Satu.
Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu Bergegas Ke Mushola Untuk Melaksanakan Shalat Dzuhur Dan Setelah Selesai Melaksanakan Shalat Dzuhur Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu Bergegas Ke Kantin Dan Mengucapkan Salam.
"Assalamualaikum WR WB Ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Waalaikum Salam WR WB anak-anak tingkat satu." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Ibu masak apa?." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Nasi Putih, Pepes Ayam Biasa, Pepes Ayam Kampung, cah genjer, cah tahu kulit, tahu goreng, tempe goreng dan sambal lalapan." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Nasi putih 20, pepes ayam biasa 19, pepes ayam kampung 1, cah kangkung 4, tahu goreng 20, tempe goreng 20, sambal lalapan 20 dan air teh panas 20 ya." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Bentar ya ibu hitung dan jadi Rp 624.000 neng." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Oke baiklah ini ibu uangnya." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Ini kembaliannya Rp 76.000." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Oke baik Bu." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Terimakasih sudah makan disini dan selamat menikmati." Ucap Ibu Ranti Ibu Kantin Kampus.
"Oke sama-sama." Ucap Ani Tingkat Satu.
Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu Mengucapkan Terimakasih Kepada Ani Sudah telaktir mereka semua Dan Berdoa Untuk Ani.
"Terimakasih ya Ani semoga panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rezekinya dan slalu ada dalam lindungan Allah SWT aamiin ya Allah ya Robbalamin." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Terimakasih juga doanya aamiin ya Allah ya Robbalamin." Ucap Ani Sembari Tersenyum.
__ADS_1