
2.5. Teknik penyimpanan obat
Aktivitas beberapa jenis obat akan hilang karena cahaya; contoh obat-obat tersebut adalah efedrin, adrenalin, amfoterisin, dan natrium nitroprusid. Karena obat-obat ini disimpan untuk keperluan emergensi, kondisinya selama penyimpanan harus dicek secara teratur.Ada juga beberapa jenis obat yang harus di simpan dalam suhu tertentu (lemari pendingin) untuk mempertahankan kefektivitasnya, misalnya: sintocinon, dan sintometrine.
2.6. Prinsip-prinsip Kewaspadaan baku dan Pencegahan Infeksi yang berhubungan dengan prasat medikasi intravena :
- Setiap orang (pasien ataupun petugas kesehatan) sangat berpotensi menularkan infeksi.
- Cuci tangan : tindakan yang paling penting dalam pencegahan kontaminasi silang (orang ke orang atau benda terkontaminasi ke orang).
- Pakai sarung tangan (kedua tangan) sebelum menyentuh kulit yang terluka, selaput lendir (mukosa), darah atau duh tubuh lainnya atau instrument yang kotor dan sampah yang terkontaminasi, atau sebelum melakukan tindakan invasive. Pemakaian sarung tangan pada perasat IV dianggap perlu dengan jenis yang dianjurkan adalah sarung tangan pemeriksaan dan jenis yang diterima adalah sarung tangan DTT bedah (Tietjen, Cronin dan McIntosh 1992).
- Pertahankan asepsis saat tindakan dilakukan.
- Memegang jarum suntik dan spuit dengan aman yaitu dengan menggunakan teknik one hand (satu tangan) saat akan menutup kembali jarum suntik.
- Petunjuk keselamatan mempergunakan spuit dan jarum :
1) Mempergunakan tiap-tiap jarum dan spuit hanya sekali pakai.
2) Jangan melepas jarum dari spuit setelah digunakan.
3) Jangan menyumbat, membengkokkan, atau mematahkan jarum sebelum dibuang.
4) Lakukan dekontaminasi atas jarum dan semprit sebelum dibuang.
5) Buanglah jarum dan semprit di wadah khusus anti bocor.
- Pembuangan sampah. Benda-benda tajam sekali pakai termasuk jarum suntik memerlukan penanganan khusus karena benda-benda ini dapat melukai petugas kesehatan dan juga masyarakat sekitarnya jika sampah dibuang ditempat pembuangan sampah.
2.7. Jenis – jenis pemberian medikasi melalui intravena
Secara langsung
Adalah pemberian obat melalui vena secara langsung, diantaranya melalui media cubitus/chepalica (daerah lengan), vena saphenous (tungkai), vena jugularis (leher). Tujuannya agar reaksi berlangsung cepat dan langsung masuk kedalam pembuluh darah.
A. Prosedur Pemberian Obat Melalui Intravena langsung
1) Fase Orientasi
a) Salam tereupetik
b) Evaluasi atau validasi kondisi klien
c) Kontrak : Topik / waktu / tempat
2) Fase Kerja
Persiapan alat :
a) Kartu pengobatan
b) Spuit steril yang berisi larutan obat
c) Bak Instrument
d) Kapas alcohol
e) Tornikuet
f) Handschoond steril
Cara Kerja
a) Memberitahu dan menjelaskan pada klien tentang tindakan yang akan dilakukan.
b) Mempersiapkan peralatan.
c) Membawa alat-alat ketempat pasien.
d) Mencuci tangan.
e) Memasang sarung tangan Steril.
f) Tentukan vena yang akan digunakan untuk memasukkan obat, pasang tornikuet.
g) Bersihkan daerah yang akan ditusuk dengan dengan kapas alcohol.
h) Siapkan spuit yang berisi obat dan keluarkan udara dari dalam tabung spuit.
i) Menegangkan Kulit pasien dengan tangan non dominan, lalu masukkan jarum kedalam vena dengan lubang jarum mengarah keatas sejajar dengan vena.
j) Lakukan aspirasi, bila terhisap darah, lepas tornikuet dan dorong obat secara perlahan sampai habis.
k) Meletakkan kapas alcohol diatas jarum, menarik jarum dan spuit sambil memegang pangkal jarum.
l) Bekas tusukan ditekan dengan kapas alcohol.
m) Merapikan pasien.
n) Membereskan alat.
o) Mencuci tangan.
p) Mendokumentasikan hasil tindakan.
3) Fase Terminasi
a) Evaluasi respon klien :
- Evaluasi subjektif
- Evaluasi objektif
b) Tindak lanjut klien
· Sikap
- Hati-hati
- Sabar dan jangan tergesa-gesa
- Bersikap sopan dan ramah
- Teliti dan cermat dalam menjaga sterilitas
Melalui wadah intravena (secara tidak langsung)
Tindakan ini merupakan prosedur memberikan obat dengan menambahkan obat kedalam wadah cairan infus (intravena). Tujuannya adalah untuk meminimalkan efek samping dan mempertahankan kadar terapeutik obat dalam darah.
A. Prosedur pemberian obat melalui wadah intravena
1) Fase Orientasi
a) Salam terepeutik
b) Evaluasi atau validasi kondisi klien
c) Kontrak : Topik / waktu / tempat
2) Persiapan alat
a) Spuit dan jarum sesuai dengan ukurannya
b) Obat dan tempatnya
__ADS_1
c) Wadah cairan (kantong/botol)
d) Kapas alcohol
3) Prosedur kerja
a) Cuci tangan.
b) Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dikerjakan.
c) Periksa identitas pasien, kemudian ambil obat dan masukkan kedalam spuit.
d) Cari tempat penyuntikan obat pada daerah kantong/botol.
e) Lakukan desinfeksi dengan kapas alcohol dan stop aliran.
f) Lakukan penyuntikan dengan memasukkan jarum sputi hingga menembus bagian tengah dan masukkan obat perlahan-lahan kedalam kantong/wadah cairan.
g) Setelah selesai, tarik spuit dan campur larutan dengan membalikkan kentong cairan secara perlahan-lahan dari satu ujung keujung lainnya.
h) Periksa kecepatan infus.
i) Cuci tangan.
j) Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu, dan dosis pemberian obat.
4) Fase Terminasi
a) Evaluasi respon klien :
- Evaluasi subjektif
- Evaluasi objektif
b) Tindak lanjut klien
· Sikap
- Hati-hati
- Sabar dan jangan tergesa-gesa
- Bersikap sopan dan ramah
- Teliti dan cermat dalam menjaga sterilitas
Melalui selang intravena
Tindakan ini merupakan prosedur pemberian obat melalui selang infus/intravena.
A. Prosedur pemberian obat melalui selang intravena
1) Fase Orientasi
a) Salam tereupetik
b) Evaluasi atau validasi kondisi klien
c) Kontrak : Topik / waktu / tempat
2) Persiapan alat
a) Spuit dan jarum sesuai dengan ukurannya
b) Obat dan tempatnya
c) Wadah cairan (kantong/botol)
d) Kapas alkohol
3) Prosedur kerja
b) Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dikerjakan.
c) Periksa identitas pasien, kemudian ambil obat dan masukkan kedalam spuit.
d) Cari tempat penyuntikan obat pada daerah selang infus (pada bagian selang yang berkaret).
e) Lakukan desinfeksi dengan kapas alcohol dan stop aliran.
f) Lakukan penyuntikan dengan memasukkan jarum spuit hingga menembus bagian tengah dan masukkan obat perlahan-lahan kedalam selang intravena.
g) Setelah selesai, tarik spuit.
h) Periksa kecepatan infus.
i) Lakukan observasi terhadap reaksi obat.
j) Cuci tangan setelah prosedur selesai.
k) Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu, dan dosis pemberian obat.
4) Fase Terminasi
a) Evaluasi respon klien :
- Evaluasi subjektif
- Evaluasi objektif
b) Tindak lanjut klien
· Sikap
- Hati-hati
- Sabar dan jangan tergesa-gesa
- Bersikap sopan dan ramah
- Teliti dan cermat dalam menjaga sterilitas
2.8 Lokasi atau Tempat cara Pemberian obat melalui Intra Vena
· Pada lengan (vena basalika dan vena sefalika)
· Pada tungkai (vena saphenous)
· Pada leher (vena jugularis)
· Pada kepala (vena frontalis atau vena temporalis)
2.9 Teknik Pemberian Obat secara Intra Vena
A. Persiapan Alat
Spuit dan jarum steril
Obat yang diperlukan ( vial atau ampul )
Bak spuit steril
Kapas alkohol
Kassa steril untuk membuka ampul ( bila perlu )
Karet pembendung atau tourniquet
__ADS_1
Gergaji ampul ( bila perlu )
2 bengkok ( satu berisi cairan desinfektan )
Pengalas ( bila perlu )
Sarung tangan steril
Daftar / formulir pengobatan
B. Cara Kerja
Cek instruksi / order pengobatan
Perawat mencuci tangan
Siapkan obat, masukkan obat dari vial atau ampul dengan cara yang benar
Identifikasi klien (mengecek nama)
Beritahu klien / keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan serta tujuannya
Bantu klien untuk posisi yang nyaman dan rileks / berbaring dengan tangan dalam keadaan lurus
Membebaskan area yang akan disuntik dari pakaian
Pilih area penyuntikan yang tepat (bebas dari edema, massa, nyeri tekan, jaringan parut, kemerahan / inflamasi, gatal)
Tentukan dan cari vena yang akan di tusuk (vena basilika dan sefalika)
Memakai sarung tangan
Membersihkan tempat penyuntikan dengan mengusap kapas alkohol dari arah atas ke bawah menggunakan tangan yang tidak untuk menginjeksi
Lakukan pembendungan di bagian atas area penyuntikan dan anjurkan klien mengepalkan tangan
Siapkan spuit, lepaskan kap penutup secara tegak lurus sambil menunggu antiseptik kering dan keluarkan udara dari spuit
Pegang spuit dengan salah satu tangan yang dominan antara ibu jari dan jari telunjuk dengan telapak tangan menghadap ke bawah
Regangkan kulit dengan tangan non dominan untuk menahan vena, kemudian secara pelan tusukkan jarum dengan lubang menghadap ke atas kedalam vena dengan posisi jarum sejajar dengan vena
Pegang pangkal jarum dengan tangan non dominan sebagai fiksasi
Lakukan aspirasi dengan cara menarik plunger, bila terhisap darah lepaskan tourniquet kepalan tangan klienkemudian dorong obat pelan - pelan kedalam vena
Setelah obat masuk semua, segera cabut spuit, bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol
Buang spuit tanpa harus menutup jarum dengan kapnya (guna mencegah cidera pada perawat) pada tempat pembuangan secara benar
Melepaskan sarung tangan dan merapihkan pasien
Membereskan alat - alat
Mencuci tangan
Catat pemberian obat yang telah dilaksanakan (dosis, waktu, cara) pada lembar obat atau catatan perawat.
Evaluasi respon klien terhadap obat (15 s.d 30 menit)
C. Hasil
Letak jarum tepat pada pembuluh vena
Bekerja rapih dan teliti
Memperhatikan prinsip aseptik dan antiseptik
D. Responsi
Relevansi jawaban dengan pertanyaan
Kemampuan berargumentasi
...BAB III...
...PENUTUP...
3.1. Kesimpulan
Obat yang diberikan secara intravena memiliki efek yang paling cepat disbanding dengan cara pemberian yang lainnya.
Mahasiswa bidan harus benar-benar terlatih dalam pemberiannya.
Obat – obat intravena dapat dilakukan melalui cara-cara berikut :
1) Cara bolus atau “dorong”
2) Infus intermitten
3) Penambahan kecairan infus
Sterilitas tetap harus dipertahankan
Pembilasan diperlukan sebelum dan setelah pemberian obat
3.2. Peran dan Tanggung Jawab Mahasiswa Bidan
Secara singkat, peran dan tanggung jawab mahasiswa bidan adalah :
1) Mematuhi kebijakan unit untuk pelatihan dan pemutakhiran keterampilan.
2) Melakukan proses pemeriksaan untuk memastikan obat yang benar diberikan pada pasien yang benar.
3) Mempertahankan teknik asepsis ketat.
4) Melakukan prosedur yang benar, termasuk pengkajian letak kanula dan kecepatan pemberian.
5) Mengobservasi ibu untuk adanya respon yang tidak diharapkan.
6) Melakukan pencatatan yang benar." Ucap Devi Tingkat Satu.
"Oke Devi dan siapa yang mau mengajukan saran?." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.
"Lanjut aja ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke siap dan sekarang Indah." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.
"Oke baik Ibu dan sudah selesai." Ucap Indah Tingkat Satu.
"Oke baik dan Ulfah." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.
"Apakah kalian udah mengerti?." Ucap Ulfah Tingkat Satu.
"Oke siap." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Lanjut?." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.
"Lanjut ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke baik, sampai jam 11.30 WIB ya, Rani, Hamidah, Shinta, Tina Dan Eka." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.
"Oke ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Mengerti semuanya." Ucap Rani, Hamidah, Shinta, Tina Dan Eka Tingkat Satu.
"Mengerti." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Fani, Gita, Hena, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Ririn, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Sekarang kalian boleh mengajukan sarannya Senin depan ya dan melanjutkan diskusi isi powerpoint nya nanti ya Hena, Tata, Endah, Cika, Fani, Sofia, Pina, Tiara, Marsya, Ririn, Bianca, Deva, Dina, Gita, Oktara, Sonya, Talitha, Tiara, Willy, Wulan, Ani Dan Bella." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.
"Iyah ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
__ADS_1
"Oke akhiri saja pembahasan powerpoint hari ini dan Selamat siang." Ucap Ibu Wayan Yuniarti Dosen KDK.
"Oke ibu selamat siang." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.