
Sampailah Ditempat Parkir Rumah Sakit Umum, Mas Aditya Bergegas Menghampiri Pintu Mobil Depan Dan Belakang Dibukanya Oleh Mas Aditya Nama Samarannya Mas Ivan.
"Silahkan keluar dari dalam mobil Nona?." Ucap Mas Aditya Sembari Membukakan Pintu Mobil Depan Untuk Nona Ani.
"Oke terimakasih mas." Ucap Nona Ani.
"Oke sama-sama, kamu temani ibu ya dan jangan sampai ibu pingsan." Ucap Mas Aditya.
"Iyah mas baik." Ucap Nona Ani Mengedipkan Mata.
"Oke siap, ibu silahkan keluar dari dalam mobil ya dan oh iyah ibu buah-buahan ini ke ibu Tiana kan ya." Ucap Mas Aditya Sembari Menutup Pintu Mobil Depan, Membukakan Pintu Belakang Dan Membukakan Bagasi.
"Oh iyah dan kan kita ke asrama dulu." Ucap Ibu Tania.
"Oh iyah ibu dan ya udah telepon dulu mbak Aminahnya ibu." Ucap Mas Aditya.
"Oke siap Aditya." Ucap Ibu Tania.
Ibu Tania Membukakan Tas, Mengeluarkan Handphonenya, Membuka Handphonenya, Membuka Aplikasi Whatsapp Dan Mencari Kontak Aminah Adikku.
Ibu Tania Mengucapkan Salam Dan Aminah Membalas Salam Dari Ibu Tania.
"Assalamualaikum WR WB adikku sayang, kakak sudah kontrol ke dokter? Dan apa kata dokter?." Ucap Ibu Tania.
"Waalaikum Salam WR WB alhamdulillah mbak sudah kontrol ke dokter, ini sudah ada obat-obatan mbak Tiana dan kata dokter harus tiap minggu kontrol agar kembali sehat." Ucap Aminah.
"Hmm alhamdulillah syukurlah kalau mbak Tiana sudah bisa pulang dan sehat seperti semula." Ucap Ibu Tania.
"Aamiin yra mbak, oh iyah kata dokter mbak harus kesini dan ada yang mau dikatakan sama dokternya." Ucap Aminah.
"Baik adikku sayang, mbak akan keruangan dan tunggu mbak ya." Ucap Ibu Tania.
"Baik mbak, terimakasih ya dan nanti kita acara makan-makannya ya." Ucap Aminah.
"Iyah jadi dong dan tapi kalau acara keluarga nanti saja ya." Ucap Ibu Tania.
"Iyah mbak, soalnya aku belum bisa ngambil cuti dan kalau acara pengajian bisalah soalnya tadi aku dinas pagi." Ucap Aminah.
"Iyah adik enggak apa-apa kok, oh iyah nak kan umi pesan makanan ke Restoran Anggoro Dan Cafe Cantika tau kan." Ucap Ibu Tania Mengobrol Dengan Ani.
"Iyah umi dan cafe cantika aku enggak tau umi." Ucap Nona Ani.
"Ya udah umi akan kirimkan alamatnya lewat whatsapp ya dan ini kartu atm umi." Ucap Ibu Tania.
"Oke umi siap, teh saya permisi dulu ya dan Assalamualaikum WR WB." Ucapku.
"Iyah nona Ani, hati-hati ya dan kalau bisa kamu jangan sama si Ivan nanti pacarmu bisa marah." Ucap Teteh Aminah.
"Iyah juga ya, apa aku minta dijemput saja oleh Aa Jajang dan nanti kalau sudah selesai aku pasti dianterin juga kesini lagi." Ucapku Dalam Hati.
"Iyah teh betul juga, aku minta jemput saja ke Aa Jajang teh dan pasti dia mau." Ucapku.
"Oke silahkan." Ucap Teteh Aminah.
"Ya udah saya permisi dulu ya." Ucapku.
"Iyah hati-hati." Ucap Teteh Aminah Dan Ibu Tania.
Nona Ani Bergegas Kedepan Lorong Rumah Sakit Dan Ternyata Kelihatan Oleh Mas Ivan.
Mas Ivan Bergegas Menghampiri Nona Ani Dan Bertanya.
"Nona?." Ucap Mas Aditya.
"Iyah mas?." Ucapku.
"Kenapa enggak temani ibu? Dan kenapa kamu malah kedepan?." Ucap Mas Aditya Alias Ivan Khawatir.
"Aku diminta ibu untuk membawa pesanan makanan dari resto Anggoro dan juga cafe cantika." Ucapku.
"Ya sudah mas temani ya, nanti mas mau mengambil mobil dulu kesini dan jangan kemana-mana ya." Ucap Mas Aditya.
"Mas enggak aku mau dijemput sama pacarku dan udah terimakasih." Ucapku.
"Hmm baiklah, tetapi mas melihat dari kejauhan ya dan mas enggak tenang kalau kamu pulang sendirian." Ucap Mas Aditya.
"Iyah mas siap." Ucapku.
Aku Membuka Tas, Mengambil Handphone, Membuka Handphone, Membuka Aplikasi Whatsapp Dan Mencari Kontak.
"Akhirnya ketemu juga nomor whatsapp aa Jajang dan aku telepon dulu Aa jajangnya." Ucapku Dalam Hati.
Aku Mengucapkan Salam Dan Membalas Salamku.
"Assalamualaikum WR WB yang lagi apa? Sudah makan? Dan lagi dimana?." Ucapku.
"Waalaikum Salam WR WB lagi ke restoran mau menyiapkan pesanan ibu Tania, belum, pengen ketemu kamu dan kata ibu Tania kamu udah nungguin aku didepan?." Ucap Aa Jajang.
"Iyah nih yang, lama banget angkat teleponku, kirain kemana? Dan aku tunggu didepan rumah sakit atau di smp?." Ucapku Bete.
"Heee maaf sayang yang lagi dijalan, ya udah aku kerumah sakit sekarang dan jangan kemana-mana tetap didepan rumah sakit." Ucap Aa Jajang.
"Oke siap dan ya udah hati-hati yang dijalannya." Ucapku.
"Iyah siap sayang." Ucap Aa Jajang.
__ADS_1
Aku Telepon Asistenku Dan Mau Memberitahukan Takutnya Dia Belum Tau.
"Assalamualaikum WR WB Mas Arman lagi dimana?." Ucapku.
"Waalaikum Salam WR WB lagi di cafe Nona Ani, soalnya Ibu Asrama memesan makanan yang begitu banyak banget dan sudah siap semuanya." Ucap Mas Arman.
"Hmm baiklah kalau begitu mas, aku dan Aa Jajang mau kesana tetapi mau ke restoran dulu soalnya sama ibu asramaku memesan makanan yang begitu banyak." Ucapku.
"Oke siap nona Ani dan seperti biasa kan nona akting." Ucap Mas Arman.
"Iyah betul dan ya sudah aku akhiri dulu teleponnya ya mas." Ucapku.
"Iyah nona." Ucap Mas Arman.
Aku Mengangkat Telepon Dari Kakek Haji.
"Assalamualaikum WR WB cucuku sayang, gimana kamu sudah di Acc oleh Pak Andrianto? Dan bagaimana hasilnya?." Ucap Kakek Haji.
"Waalaikum Salam WR WB iyah kakek haji berkasnya sudah di Acc, mau dikirimkan lewat email perusahaan dan alhamdulillah berhasil." Ucapku.
"Syukurlah kalau begitu dan kamu harus selalu temani ibu Tania ya." Ucap Kakek Haji.
"Baik kakek siap." Ucapku.
"Ya sudah kabari kalau dia mau pertemuan dengan perusahaan kita." Ucap Kakek Haji.
"Katanya tidak usah dan mereka sudah mengirimkan dana untuk produk-produk kita." Ucapku.
"Oke siap dan kerja yang bagus harus sukses." Ucap Kakek Haji.
"Iyah kakek siap." Ucapku.
"Ya sudah, kalau kamu baik-baik saja dan ya udah kakek lagi banyak pasiennya nanti lagi ya." Ucap Kakek Haji.
"Baik kakek dan Assalamualaikum WR WB." Ucapku.
"Oke Waalaikum Salam WR WB." Ucap Kakek Haji.
Aa Jajang Menelepon Ani.
"Oalah pacarku sudah datang toh." Ucapku Dalam Hati.
Ani Melihat Kesana-Kesini Mencari Mas Ivan.
Mas Ivan Pun Mengerti Aku Masuk Mobil.
Ternyata Diperhatikan Oleh Aa Jajang Dan Semoga Saja Enggak Melihat Aku Senyumin Mas Ivan.
"Sayang dan aku kangen." Ucap Aa Jajang Manja.
"Iyah yang sama aku juga, kita ke restoran kamu aja ya dan asistenmu sudah menyiapkan semuanya kan." Ucapku.
Beberapa Menit Kemudian Sampailah Direstoran Anggoro, Disambut Oleh Semua Karyawannya Dan Aku Memeriksa Pesanan Ibu Tania.
"Pelayan apakah sudah semuanya? Dan periksa kembali listnya ya!." Ucapku.
"Baik Nona Ani, sepertinya sudah selesai membuatkan makanan dan minuman yang dipesan Ibu Tania." Ucap Pelayan A Pelayan Restoran Anggoro.
"Oke baik dan tempat kateringnya sudah?." Ucapku Memastikan.
"Sudah nona." Ucap Pelayan A Pelayan Restoran Anggoro.
"Ya sudah saya mau ke kasir dulu ya." Ucapku.
"Baik nona." Ucap Pelayan A Pelayan Restoran Anggoro.
"Jadi Rp 56.870.000." Ucap Kasir Restoran Anggoro.
"Baiklah ini ATMnya." Ucapku.
"Silahkan isi pinnya." Ucap Kasir Restoran Anggoro.
"Oke sudah." Ucapku.
"Baik nona sudah, ini ada hadiah buat mereka dan pasti mereka suka." Ucap Kasir Restoran Anggoro.
"Satukan aja di mobil box ya." Ucapku.
Aa Jajang Menghampiriku.
"Sayang itu atmnya Ibu Tania?." Ucap Aa Jajang.
"Iyah yang, senang bisa megang keuangan perusahaan Andrianto ini dan kita cek aja kali ya ke atm." Ucapku.
"Ya udah yuk." Ucap Aa Jajang.
Pelayan A Menghampiri Aa Jajang Dan Aku.
"Tuan maaf banget besok saya bisa cuti enggak?." Ucap Pelayan A.
"Hmmm emangnya mau kemana?." Ucap Aa Jajang.
"Mau mengurusi urusan adikku dan mau daftar sekolah." Ucap Pelayan A.
"Hmm iyah boleh kok, 1 minggu saya kasih libur dan tetap gaji kamu enggak akan saya potong." Ucap Aa Jajang.
__ADS_1
"Baiklah Tuan dan terimakasih." Ucap Pelayan A.
"Iyah sama-sama dan saya permisi dulu ya." Ucap Aa Jajang.
"Iyah Tuan silahkan." Ucap Pelayan A.
Nona Ani Menghampiri Dan Memberikan Kode.
"Yang?." Ucapku.
"Hee oke siap dan ayo." Ucap Aa Jajang.
"Iyah siap dan cafe Cantika biasanya dia bayar cash kalau malam." Ucapku.
"Oke dan silahkan masuk sayang kedalam mobil." Ucap Aa Jajang.
"Terimakasih yangku yang romantis banget." Ucapku.
"Oke sama-sama." Ucap Aa Jajang.
Beberapa Menit Kemudian Sampailah Didepan ATM BCA Dan Kami Berdua Pun Turun.
Setelah Itu Mengecek Saldo Dari Ibu Tania.
Mata Menjadi Tercengang Melihat
Saldonya Ibu Tania 189 miliar lagi.
"Sayang waw." Ucapku.
"Iyah yang." Ucap Aa Jajang.
"Ya udah kita ngambil uang cash." Ucapku.
"Ya sudah dan hati-hati sayang." Ucap Aa Jajang Takut.
"Iyah siap." Ucapku.
"Kok masih bisa bawa uang?." Ucap Aa Jajang.
"Ini kartu atm kayak kakek." Ucapku.
"Tanpa batas waktu ya sayang." Ucap Aa Jajang.
"Iyah yang dan ayo." Ucapku.
"Sudah selesai sayang?." Ucap Aa Jajang.
"Iyah yang udah." Ucapku.
Sampailah Di Cafe Cantika Dan Mas Arman Wakilku Menyambut Dengan Hangat.
"Assalamualaikum WR WB mana wakil owner disini?." Ucapku Pura-Pura.
"Waalaikum Salam WR WB Nona saya dan ada apa ya?." Ucap Mas Arman.
"Pesanan Umi Tania sudah disiapkan?." Ucapku.
"Sudah Nona, ini pesanannya dan baiklah segera dikirimkan kemana?." Ucap Mas Arman.
"Belum tahu, ini kartu nama kampus kita mas dan kirinkan kesana ya." Ucapku.
"Baik dan silahkan bayar dulu ke kasir ya." Ucap Mas Arman.
"Oke siap dan jadi berapa?." Ucapku Sembari Mengedip.
"Baik Nona, saya hitung dulu ya makanannya dan minumannya total Rp 62.700.000." Ucap Mas Arman.
"Oke ini uangnya." Ucapku.
"Apa cuman Rp 55.000.000 dan enggak bisa dong." Ucap Mas Arman.
"Disini Ada Gerai ATM?." Ucapku.
"Tidak ada Nona." Ucap Mas Arman.
"Enggak bisa pakai atm kah?." Ucapku.
"Bisa Nona maaf dan maaf kartunya mana?." Ucap Mas Arman.
"Oke ini." Ucapku.
"Oke silahkan mengisi pinnya Non." Ucap Mas Arman.
"Iyah dan sudah." Ucapku.
"Sisanya menjadi Rp 7.700.000 iyah nona." Ucap Mas Arman.
"Oke mas siap." Ucapku.
"Oke terimakasih dan akan segera ke kampus stikeskan ya." Ucap Mas Arman.
"Oke sama-sama dan ditunggu ya." Ucapku.
"Oh Iyah Nona nanti jam 16.00 WIB ya makanan sudah jadinya." Ucap Mas Arman.
__ADS_1
"Baiklah." Ucapku.
"Oke siap." Ucap Mas Arman.