Pacarku Sangat Egois

Pacarku Sangat Egois
Tidur Bersama Dan Pagi Harinya


__ADS_3

Setelah Selesai Teleponan Dengan Aa Jajang Tetapi Tiba-Tiba Ada Ibu Asrama.


"Ani?." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah ibu ada apa?." Ucapku Kaget.


"Besok temenin ibu ke rumah sakit ya." Ucap Ibu Asrama.


"Hmmm mau ngapain ibu kerumah sakit?." Ucapku Penasaran.


"Ibu merasakan pusing nak dan gatal-gatal." Ucap Ibu Asrama.


"Ibu tidak usah kerumah sakit, kita ke dokter ya dan kita checkup saja ke dokter." Ucapku.


"Tapi ini uang kas kalian loh nak?." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah tidak apa-apa loh ibu, bisa ibu pakai dulu dan besok aku yang antar ya tapi pakai mobil iyah." Ucapku.


"Tidak usah nak dan takut merepotkan kamu nak." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah enggak merasa direpotkan kok ibu, saya ini anak-anak ibu saat disini dan kita harus menjaga ibu mau ya ibu di check kesehatannya ke dokter." Ucapku.


"Baiklah nak kalau begitu, kamu boleh enggak temenin ibu tidur disini? Dan pijitin ibu." Ucap Ibu Asrama.


"Baik ibu, saya akan meminta izin dulu kepada kakak tingkat dua yang sekamar dengan saya dan mau ke kamar mandi dulu ya ibu." Ucapku.


"Iyah silahkan Ani dan ibu tunggu ya." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah ibu Assalamualaikum WR WB." Ucapku.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ibu Asrama.


Ani Bergegas Membuka Pintu Kamarnya, Lalu Menutupnya, Setelah Itu Memasuki Kamar Mandi, Cuci Muka, Sikat Gigi, Cuci Tangan, Buang Air Kecil Dan Cuci Kaki.


Setelah Itu Kakak Tingkat Dua Yang Berada Dikamar Nya Bertanya Kepada Ani.


"Ani ada yang aneh enggak sama ibu asrama?." Ucap Teman Bidan Sekamar Dan Kakak Tingkat Dua.


"Memang aneh kakak, tetapi aku penasaran juga aku akan tidur bareng bersama beliau dan apakah dia hantu?." Ucapku Asal.


"Kamu ini, ibu Asrama ini masih hidup tau, masa disamain dengan hantu dan emang sih dia punya saudara kembar." Ucap Teman Bidan Sekamar Dan Kakak Tingkat Dua.


"Masa sih kakak? Dan saudara kembarnya kemana?." Ucapku.


"Ada, tapi semenjak ibu asrama tania disini ibu Tamarina kakaknya ibu Tania entah kemana? Dan jadi kamu harus selidiki ya kasus ini." Ucap Teman Bidan Sekamar Dan Kakak Tingkat Dua.


"Baiklah dan saya akan menyelidiki kasus tersebut." Ucapku.


"Oke nanti bayarannya besok ya." Ucap Teman Bidan Sekamar Dan Kakak Tingkat Dua.


"Baik kakak, aku permisi dulu ya dan Assalamualaikum WR WB." Ucapku.


"Iyah hati-hati dan Waalaikum Salam WR WB." Ucap Teman Bidan Sekamar Dan Kakak Tingkat Dua.


Ani bergegas Kekamarnya Ibu Asrama Dan Mengucapkan Salam.


"Assalamualaikum WR WB Ibu?." Ucapku.


"Waalaikum Salam WR WB kenapa kamu tegang begitu? Ibu ini orang nak dan bagaimana kamu mau tidur disini?." Ucap Ibu Asrama.

__ADS_1


"Iyah ibu mau, tapi jawab pertanyaanku ya ibu dan ibu jawab jujur ya." Ucapku.


"Oke pertanyaan pertama?." Ucap Ibu Asrama.


"1. Ibu, kami tau kan ibu tuh punya kembaran? Kok sekarang kembaran ibu enggak ada kemana beliau ibu?



Kenapa saat kami ada diruangan rapat ibu enggak hadir?


Hari ini kan nanti malam 17 kan mau ada acara menyalakan obor dan kita upacara kenapa ibu suka pakaian adat sunda coba?


Ibu pas ibu beli makanan kok makanan selalu tidak habis kenapa ibu?." Ucapku.


"Pertanyaan 1 ibu akan jawab ya nak, sebenarnya kakaknya ibu itu ada dirumah sakit jiwa dikarenakan sakit, terganggu mentalnya dan dikarenakan waktu itu anak-anak perawat selalu kepo dengan semua kakak ibu pakai, 2. Ibu itu tadi habis mandi dan tidak tau kalau kalian ada macam-macam seperti jadi penguji ujian, 3. Ibu menghormati semuanya, dikarenakan nenek moyang ibu beliau adalah pahlawan dan ke 4 ibu selalu ingat sama adik ibu jadi selalu tidak habis bukan pengabdi setan ya nak." Ucap Ibu Asrama.


"Oh begitu ya ibu ceritanya, hee maaf enggak tau soalnya selalu wangi bunga melati dan jadi merinding." Ucap Ani.


"Ibu soalnya senang sama bunga melati nak dan jadi selalu menyimpan bunga dirumah ini." Ucap Ibu Asrama.


"Memangnya kakak ibu kenapa kena mental?." Ucapku.


"Ceritanya kakak ibu ini ibu asrama macam ibu, terus digoda oleh mantan akper, mereka saling jatuh cinta dan menembaknya." Ucap Ibu Asrama.


"Terus ibu?." Ucapku Kepo.


"Namanya Pak Reddy nak, tapi beliau malah pulang ke Ciamis, kerja di Ciamis dan tau nak Pak Reddy malah menembak ibu." Ucap Ibu Asrama.


"Wih, terus ibu? Dan ternyata kakak ibu ini kena mentalnya gitu ibu?." Ucapku.


"Bukan, tetapi orangtua kami dan karena orangtuanya pak Reddy ini orang sederhana tidak punya apa-apa." Ucap Ibu Asrama Sedih.


"Tapi ibu jadiankan sama pak Reddy nya?." Ucapku.


"Wih syukurlah ibu." Ucapku.


"Iyah ibu sangat bersyukur mempunyai dia, ternyata dia sukanya sama ibu, menembak ibu dan akhirnya menikah dengan ibu." Ucap Ibu Asrama.


"Bahagia iya ibu sama suaminya?." Ucapku.


"Iyah bahagia dong, ibu dikaruniai anak 4, 1. Laki-laki, anak ke 2. Perempuan, anak ke 3. Perempuan Dan 4. Laki-laki." Ucap Ibu Asrama.


"Alhamdulillah ya ibu, terus kakak ibu jadi gangguan mental? Dan pengobatannya seperti apa ibu?." Ucapku.


"Iyah di therapy nak dan besok pulang." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah sudah besok aku antar ya ibu dan masih tanggl 16 Agustus ini saya." Ucapku.


"Tidak merepotkan nak?." Ucap Ibu Asrama.


"Tidak sama sekali ibu." Ucapku.


"Baiklah nak dan kita tidur yuk." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah yuk bu." Ucapku.



Tetapi Aku Tidak Bisa Tidur Karena Wangi Melati.

__ADS_1


Lalu Beberapa Jam Tertidur Juga Pulas.


Meskipun Tidur Tidak Tepat Waktu, Tetapi Ani Selalu Bangun Dikarenakan Shalat Tahajud Dan Shalat Istikarah.


Ibu Asrama Bertanya.


"Eh nak, kirain kamu tidak akan bangun untuk melaksanakan shalat tahajud dan shalat istikarah." Ucap Ibu Asrama.


"Bangun kok ibu, ini rutinitasku di sepertiga malam dan meskipun aku kurang tidurpun." Ucapku.


"Silahkan ke kamar mandi nak dan ibu akan menunggumu." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah ibu baik, saya ke kamar mandi dulu ya ibu dan Assalamualaikum WR WB." Ucapku.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ibu Asrama.


Ani Lalu Keluar Dari Kamar Mandi, Memakai Mukena Dan Menggelarkan Sajadah Ke Lantai.


Sesudah Itu Lalu Ani Shalat Berjamaah Dengan Ibu Asrama Dan Setelah Selesai Ani Melepaskan Mukena.


Lalu Memakai Kerudung, Pamit Dengan Ibu Asrama Dan Membuka Pintu Kamarnya.


"Ibu saya pamit dulu ya?." Ucapku.


"Baiklah nak, ibu juga mau siap-siap untuk ke rumah sakit jiwa dan berjalan-jalan." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah ibu siap dan Assalamualaikum WR WB ibu." Ucapku.


"Waalaikum Salam WR WB nak." Ucap Ibu Asrama.


Ani Bergegas Membangunkan Teman-Temannya Dan Kakak Tingkatnya.


"Yuk kita bangun semuanya." Ucapku.


"Baik Ani." Ucap Teman Bidan Tingkat Satu, Kakak Tingkat Dua Dan Kakak Tingkat Tiga.


"Kalau sudah bangun, saya tunggu di ruangan rapat ya dan mau berbicara saya." Ucapku.


"Baik Ani." Ucap Teman Bidan Tingkat Satu, Kakak Tingkat Dua Dan Kakak Tingkat Tiga.


Setelah Itu Mereka Pun Selesai Melaksanakan Shalat Tahajud Dan Shalat Istikarah.


Lalu Mereka Bergegas Naik, Membukakan Pintu Ruangan Rapat Dan Mengucapkan Salam.


"Assalamualaikum WR WB Ani dan Ibu Asrama." Ucap Teman Bidan Tingkat Satu, Kakak Tingkat Dua Dan Kakak Tingkat Tiga.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ibu Asrama Dan Ani.


"Maaf ada apa ya ibu kami di panggil?." Ucap Teman Bidan Tingkat Satu, Kakak Tingkat Dua Dan Kakak Tingkat Tiga.


"Baiklah maaf sekali dadakan banget ya, kalian tau kan ibu asrama sebelumnya? Dan alhamdulillah kakak ibu sudah bisa kembali." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah ibu tidak apa-apa? Alhamdulillah kalau begitu ibu dan kami ikut senang ibu." Ucap Teman Bidan Tingkat Satu, Kakak Tingkat Dua Dan Kakak Tingkat Tiga.


"Terimakasih ya, kalian sudah antisipasi, ibu mau mengumpulkan kalian ini, pagi ini saya dan Ani setelah selesai shalat subuh berjamaah dan makan bersama akan menjemput kakak ibu." Ucap Ibu Asrama.


"Alhamdulillah ibu dan sama-sama ibu." Ucap Teman Bidan Tingkat Satu, Kakak Tingkat Dua Dan Kakak Tingkat Tiga.


"Yang kedua ibu dan kakak ibu ke asrama dulu untuk pamit pulang membereskan pakaian kakak ibu." Ucap Ibu Asrama.

__ADS_1


"Iyah ibu baik." Ucap Teman Bidan Tingkat Satu, Kakak Tingkat Dua Dan Kakak Tingkat Tiga.


"Oke." Ucap Ibu Asrama.


__ADS_2