Pacarku Sangat Egois

Pacarku Sangat Egois
Lanjutan Di Perjalanan Ke Tasikmalaya Dan Nyampe


__ADS_3

"Emang dan papimu itu selalu mengatakan kami maling ya wajar saja adikku membalas d*nd*m." Ucap Pak Andrianto.


"Tapi kan sekarang wajar, papiku sudah meminta maaf padamu dan adikmu ya kan." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Iyah betul dan kan tapi aku itu membela keluarga kalian." Ucap Pak Andrianto.


"Udahlah soalnya papiku tidak memperpanjang kok masalah ini dan anak-anaknya kakakku lagi dimana?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Masih dirumah papimu dan nanti kalau kakakmu sudah pulang kerumah baru kita temenin tapi kayaknya jangan muncul aku deh." Ucap Pak Andrianto.


"Oke." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Iyah ibu takutnya trauma lagi beliau." Ucap Ani.


"Iyah nona betul dan saya takut banget." Ucap Pak Andrianto.


"Iyah." Ucap Ani.


"Baiklah suamiku dan alhamdulillah akhirnya sampai juga di toko bunga." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Apakah betul ini tokonya nona? Dan saya minta maaf ya sudah membuat nona melihat kejadian b*n*h m*mb*n*h." Ucap Pak Andrianto.


"Iyah dan disangkanya aku yang membunuh temanku padahal om yang m*mb*n*h temanku." Ucap Ani.


"Tapi untungnya ada saksi mata kan dan pak supir kamu." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Iyah dan akhirnya supir pribadiku menelepon segera polisi setempat." Ucap Ani.


"Ya sudah kalau begitu papap dan mamah mau beli bunga khusus untuk kakak tercintaku." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Oke istriku sayang hati-hati, papap mau kerja dulu ya, kamu sama Ani tungguin disini dan nanti supir papap yang jemput." Ucap Pak Andrianto.


"Oke papap siap." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama Sembari Berpamitan.


"Nona maaf ya merepotkan kembali dan titip ya." Ucap Pak Andrianto.


"Iyah pak." Ucap Ani.


"Assalamualaikum WR WB." Ucap Pak Andrianto.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama Dan Ani Sembari Bergegas Menghampiri Toko Bunga.


Pelayan Toko Bunga A Menghampiri Nona Ani.


"Nona Ani apa kabar?." Ucap Pelayan Toko Bunga A.


"Baik alhamdulillah, saya lagi antar ibu asrama mau membeli bunga hidup dan kayak bunga mawar putih gitu." Ucap Nona Ani.


"Mari masuk dulu nona dan ibu." Ucap Pelayan Toko Bunga A.


"Kalau import an Australia ada?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Ada ibu dan ini harganya cuma 400 juta." Ucap Pelayan Toko Bunga A.


"Bisa diskon?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Bisa ibu dan mau?." Ucap Pelayan Toko Bunga A.


"Kalau yang nasional harganya berapa?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Harganya 50 juta ibu." Ucap Pelayan Toko Bunga A.


"Ya udah keep yang putih 10 tangkai ya dan yang merah 10 tangkai ya tapi yang nasional ya." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Oke siap dan nona sekalian belanja dong!." Ucap Pelayan Toko Bunga A.


"Hmm oke deh, aku mau bunga mawar merah 10, putih 10, pokonya bunga-bunga yang lucu importan mau ya dan pisah kantong plastiknya ya." Ucap Nona Ani.


"Oke baik nona dan saya mau panggil dulu Bos Ari nya ya." Ucap Pelayan Toko Bunga A.


"Oke boleh dan silahkan." Ucap Nona Ani.


Malahan Tiba-Tiba Ada Yang Punya Tokonya Menghampiri Nona Ani.


"Assalamualaikum WR WB nona?." Ucap Bos Ari.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Nona Ani.


"Ya allah nona, ini barang-barangnya coba di cek kembali ya dan enggak apa-apa harganya lebih mahal?." Ucap Bos Ari.


"Iyah enggak apa-apa." Ucap Nona Ani.


"Jadi semuanya 12 miliar nona dan yang nona aja." Ucap Bos Ari.


Iyah ini uangnya dan sekalian saja hitung punya ibu asramaku ya." Ucap Nona Ani.


"Baik bos." Ucap Bos Ari.


"Apaan sih bos-bos." Ucap Nona Ani.


"Iyah emang bos kan." Ucap Bos Ari.


"Jaga sikap deh dan jadi berapa?." Ucap Nona Ani.


"Nona enggak apa-apa, biarkan saya yang bayar dan bagi dua saja bagaimana?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama Enggak Enak Hati.


"Baiklah ibu dan kalau ibu maunya seperti itu." Ucap Nona Ani.


"Jadi Rp 12.450.000.000 nona." Ucap Bos Ari.


"Oke, mana nomor rekeningmu koko? Dan saya akan kirim." Ucap Nona Ani.


"2030449100 ya." Ucap Bos Ari.


"Oke saya udah kirimkan uangnya ya." Ucap Nona Ani.


"Oke siap nona, ada hadiah dari saya tunggu bentar dan jangan kemana-mana dulu." Ucap Bos Ari.

__ADS_1


"Oke siap koko dan saya akan tunggu." Ucap Nona Ani.


Beberapa Jam Kemudian Bos Ari Kembali Dengan Membawa Makanan Khas Jambi Dan Hadiah Lainnya Untuk Nona Ani.


"Nona maaf lama dan ini ada hadiah dariku karena sudah belanja ke toko bunga kami." Ucap Bos Ari.


"Iyah tidak apa-apa." Ucap Nona Ani.


"Nona Ani sudah ya, ibu mau telepon dulu supir saya ya dan kita beli buah-buahannya disini saja ya Nona?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Iyah ibu terserah ibu aja." Ucap Nona Ani.


"Pelayan Bella nanti obrolkan ya ke pak cakra tolong bantuin bawa barang-barang nona Ani dan ibu ini iya." Ucap Bos Ari.


"Baik koko." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga A.


"Hmm kalau kamu mau beli buah-buahan jangan beli dekat mayasari ya tapi di pasar dan nanti saya kirimkan lewat pesan whatsapp ya." Ucap Bos Ari.


"Terimakasih ya koko dan sudah ada alamatnya." Ucap Nona Ani.


"Oke sama-sama nona." Ucap Bos Ari.


"Bentar ya ibu mau ke pak Supir Andri dulu." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Iyah ibu." Ucap Nona Ani.


Ibu Tania Ibu Asrama Bergegas Menghampiri Supir Andri Dan Andri Pun Menghampiri Ibu Tania Ibu Asrama.


"Assalamualaikum WR WB ibu maaf telat menjemput soalnya saya baru selesai mengantar bapak ke kantor perusahaan." Ucap Andri Supir Kantor.


"Waalaikum Salam WR WB, oh iyah enggak apa-apa, masuk dulu kedalam toko dan bantuin pelayan toko bunganya ya." Ucap Ibu Tania.


"Baik ibu." Ucap Andri Supir Kantor.


"Mas ini iyah barang-barang saya dan ditata dengan rapih." Ucap Nona Ani Kepada Pelayan Toko Bunga.


"Baik nona dan sudah saya siapkan ya." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


"Ini yang nona Ani ya mas?." Ucap Andri Supir Kantor.


"Iyah saya sudah pisahkan, soalnya bunga ini sangat mahal harganya dan jangan sampai hancur ya." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


"Baiklah mas dan siap mas bawa yang ibu ya." Ucap Andri Supir Kantor.


"Oke baik." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


"Terimakasih ya mas." Ucap Andri Supir Kantor.


"Iyah sama-sama mas, eh bentar ada hadiah nona Ani yang belum saya bawa dan tunggu ya mas" Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


"Oh oke." Ucap Andri Supir Kantor.


"Baik, eh nona bantuin juga dan padahal enggak usah." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


"Enggak apa-apa kok mas dan masih banyak tuh hadiah dari koko." Ucap Nona Ani.


"Iyah biar saya membantunya biar cepat." Ucap Andri Supir Kantor.


"Oke mas." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


"Alhamdulillah selesai juga ya mas dan terimakasih ya atas pelayanan toko kalian saya kasih bintang lima." Ucap Nona Ani.


"Iyah sama-sama dan terimakasih juga ya nona selalu berbelanja bunga ditoko kami." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


"Iyah sama-sama mas, oh iyah ini ada sedikit rezeki alias uang tip untuk teman-teman mas dan mas juga." Ucap Nona Ani.


"Ya allah terimakasih, semoga nona Ani sekeluarga sehat selalu, dipanjangkan umurnya, dimudahkan rezekinya dan slalu ada dalam lindungan allah SWT aamiin aamiin yra." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


"Iyah aamiin yra sama-sama dan terimakasih doanya." Ucap Nona Ani.


"Iyag sama-sama hanya doa yang saya berikan tidak bisa dibalas hanya allah yang membalas kebaikan nona." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


"Doa saja sudah cukup mas dan terimakasih ya Assalamualaikum WR WB." Ucap Nona Ani.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Cakra Pelayan Toko Bunga.


Ibu Tania Memulai Perbincangan.


"Nak kamu didepan saja ya dan tunjuk arah buat beli buah-buahan." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Baik ibu siap." Ucap Nona Ani.


"Oke ibu mau istirahat dulu sebentar." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Iyah ibu silahkan." Ucap Nona Ani.


Andri Supir Kantor Pak Andrianto Bertanya.


"Maaf nona mau kemana dulu?." Ucap Andri Supir Kantor.


"Kita ke toko buah-buahan yang alamat ini ya." Ucap Nona Ani.


"Oh baiklah dan dekat dengan toko bunga yang keduanya nona." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Oh begitu ya mas dan soalnya kurang tahu saya." Ucap Nona Ani.


"Iyah tidak apa-apa kok dan toko buah ini dekat dadaha nona tapi sebentar ya nona soalnya macet disini." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Iyah enggak apa-apa mas." Ucap Nona Ani.


"Nona?." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Iyah mas?." Ucap Nona Ani.


"Enak enggak nona jadi orang kaya?." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Enak enggak enak sih heee dan soalnya bete juga sih jadi orang kaya." Ucap Nona Ani.

__ADS_1


"Betenya kenapa nona?." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Iyah dihormati dan tapi enak sih wkwk." Ucap Nona Ani.


"Alhamdulillah ya nona, tapi nona enggak pernah mandang apapun loh dan dari tadi aku lihatin." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Maksudnya apa ya mas?." Ucap Nona Ani.


"Iyah kebaikan nona Ani kepada sesama dan apalagi tukang parkir dikasih 5 ribu." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Terus kenapa?." Ucap Nona Ani.


"Iyah bangga aja sama nona." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Hmm bisa aja kamu mas dan nyampe." Ucap Nona Ani.


"Sebentar aku bukain pintu mobilnya nona." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Oke terimakasih dan sebentar aku bangunin dulu ibu Tania." Ucap Nona Ani.


"Baiklah." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


Nona Ani Bergegas Membuka Pintu Mobil Belakang Dan Membangunkan Ibu Tania.


Ibu Tania Terbangun.


"Sudah nyampe nak?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Sudah ibu dan apakah ibu lapar?." Ucap Nona Ani.


"Hmmm iyah nak ibu lapar sekali, soalnya kalau bareng bapak gitu jawabannya masih kenyang dan jadi terpaksa deh." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Ya sudah kita cari makan aja dulu ya ibu dan daripada ibu pingsan." Ucap Nona Ani.


"Iyah nak." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Mas, kerumah makan dekat mesjid agung tasikmalaya ya dan kayaknya ampera saja." Ucap Nona Ani.


"Baiklah nona dan silahkan masuk lagi dalam mobil." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Terimakasih ya." Ucap Nona Ani.


"Oke sama-sama nona." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


Sampailah Didepan Restoran Yang Nona Ani Tuju Dan Andri Supir Kantor Pak Andrianto Bergegas Membuka Jendela Kaca Mobil, Setelah Itu Membuka Pintu Mobil, Lalu Menutupnya Dan Mempersilahkan Keluar Untuk Nona Ani.


"Silahkan keluar dari dalam mobil nona." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Oke terimakasih mas." Ucap Nona Ani.


"Sama-sama nona dan silahkan keluar dari dalam mobil Nyonya." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto Kepada Ibu Tania.


"Oke terimakasih ya mas dan ayo masuk." Ucap Ibu Tania.


"Oke sama-sama dan baiklah ibu saya akan menutup Mobil dulu ya." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Oke siap." Ucap Ibu Tania.


Setelah Itu Mereka Pun Membayar Makanannya Dan Juga Menikmati Makanan Tersebut.


Setelah Selesai Lalu Bergegas Mencuci Tangan Dan Jalan Menuju Mobil.


"Alhamdulillah ya nak dan ibu yang teraktir kamu." Ucap Ibu Tania.


"Iyah ibu dan padahal tidak usah." Ucap Nona Ani.


"Iyah tidak apa-apa kok nak dan kamu didepan terus aja ya." Ucap Ibu Tania.


"Oke ibu baik." Ucap Nona Ani.


"Buah-Buahannya kayanya segar-segar gitu ya nak." Ucap Ibu Tania.


"Harganya murah ibu." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


"Masa Andri?." Ucap Ibu Tania.


"Iyah ibu dan soalnya pak Andra juga suka beli buah-buahan disini." Ucap Andri Supir Kantor Pak Andrianto.


Nama Supir Pribadi Keluarganya Mas Andranto Dan Andrianto Ini Nama Aslinya Ivan Syam Maulana Agusta, Karena Dia Saksi Hidup Kejadian P*mb*n*h*n Waktu Silam Dan Takutnya Kakaknya Tiana Ini Menjadi Trauma kembali.


"Oh." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama Tidak Mentanggapi Obrolan Dari Ivan Syam Maulana Agusta.


"Baiklah tidak apa-apa dijutekin juga." Ucap Ivan Syam Maulana Agusta Dalam Hati.


"Ya udah cepat buka pintunya." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Oke ibu siap, silahkan keluar dari dalam mobil nona dan Ibu." Ucap Ivan Syam Maulana Agusta Bergegas Membuka Jendela Kaca, Lalu Keluar Dari Dalam Mobil, Membukakan Pintu Untuk Nona Ani Dan Nyonya Nya.


"Oke terimakasih ya mas." Ucap Nona Ani Dan Ibu Tania Ibu Asrama.


"Oke sama-sama ibu dan Nona." Ucap Ivan Syam Maulana Agusta.


Setelah Itu Ibu Tania Memilih Buah-Buahan Yang Akan Dibawanya Untuk Membuat Parcel Agar Kakaknya Tiana Bahagia.


"Buah Pear 6, Buah Apel Hijau 6, Buah Lengkeng 6 Dan Buah Anggurnya 6 gantung ya mas." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Oke ibu dan ini notanya bisa bayar ke kasir." Ucap Pelayan Buah.


"Oke jadi berapa mbak?." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Jadi Rp 160.000 ibu." Ucap Pelayan Kasir.


"Oke ini uangnya." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.


"Oke terimakasih ibu dan uangnya pas ya." Ucap Pelayan Kasir.


"Oke sama-sama." Ucap Ibu Tania Ibu Asrama.

__ADS_1


__ADS_2