Pacarku Sangat Egois

Pacarku Sangat Egois
Pulang, Telepon Adik Angkatnya Dan Bercerita Tentang Aminah


__ADS_3

Setelah Masuk Lalu Ibu Tania Dan Ani Bergegas Masuk Kedalam Sebuah Market Untuk Membeli Kebutuhan Ibu Tiana Dirumahnya.


"Nak maaf ya ini kertas untuk membeli kebutuhan-kebutuhan Ibu Tiana ya." Ucap Ibu Tania.


"Baik umi." Ucapku.


"Oh iyah nak umi akan tanya-tanya kepada Bianca temanmu, kakak tingkat dua dan kakak tingkat tiga mau nitip apa?." Ucap Ibu Tania.


"Iyah umi, saya mau cari-cari dulu yang ada di kertas ini dan umi mau ikut saya atau diam didepan saja?." Ucapku.


"Hmm emang didepan ada apa?." Ucap Ibu Tania.


"Ada tempat refleksi umi dan murah-murah loh umi!." Ucapku.


"Ya udah antar umi kesana ya, biar nanti kamu fokus cari barang-barang kebutuhan kakak umi dan ini kartu atmnya pinnya umi akan kirimkan ke whatsappmu." Ucap Ibu Tania.


"Iyah umi siap." Ucapku.


"Nanti kalau anak-anak asrama list kebutuhannya mengirimkan pesan whatsapp, ini ada atm untuk kebutuhan anak-anak asrama ya, umi akan kirimkan pinnya ya dan jangan kurang dari 100 juta." Ucap Ibu Tania.


"Iyah umi siap." Ucapku.


"Oh iyah kamu ditemani oleh Ivan ya." Ucap Ibu Tania.


"Iyah umi siap." Ucapku.


"Ivan nanti kamu bantuin Nona Ani ya, soalnya bakal banyak banget belanjanya, karena kemungkinan anak-anak asrama pada habis barang-barangnya dan akan membelinya." Ucap Ibu Tania Kepada Mas Ivan.


"Baik ibu, kayaknya saya mau telepon teman saya, untuk membantu mendorong trolinya dan nona Ani yang memilih belanjaannya." Ucap Mas Ivan Kembali.


"Terserah kamu Van dan ya udah tuh udah jam 9.15 WIB." Ucap Ibu Tania.


"Baik ibu dan kami kesana dulu ya Assalamualaikum WR WB." Ucap Mas Ivan Dan Aku.


"Oke, Waalaikum Salam dan hati-hati." Ucap Ibu Tania.


Mas Ivan Pamit Dulu Untuk Menjemput Temannya Didepan.


"Iyah mas dan jangan lama soalnya waktunya sudah mepet." Ucapku.


"Oke siap." Ucap Mas Ivan.


Aku Berjalan Menuju Rak Bahan Cuci Baju Dan Cuci Piring.


Ternyata Ada Pesan Whatsapp Dari Grup Anak-Anak Asrama Yang Di Kebidanan.


Aku fokuskan Untuk Membeli Bahan Kebutuhan Untuk Ibu Tiana Ibunya Almarhumah Ratu Widianingsih, Temanku Sewaktu Kecilku Dan Selalu Tertekan Oleh Neneknya Ibu Ratih.


Sesudah Ke Bahan Cuci Baju Dan Cuci Piring, Sekarang Ke Bahan Perwangian Yaitu Pewangi Lemari Dan Untuk Mematikan Nyamuk.


Setelah Itu Mas Ivan Dan Temannya Mencariku.


Akhirnya Ketemu Juga.


"Nona kenalkan ini temanku yang dulu kerja di Pak Angga Ryanto adiknya Pak Andrianto." Ucap Mas Ivan.


"Siapa namanya?." Ucap Nona Ani Tidak Ingat.


"Mas Bagas nona." Ucap Mas Bagas.


"Oalah Mas Bagas yang menyukai Nona Ratu Widianingsih kan? Dan bagaimana kabarnya?." Ucap Nona Ani.


"Alhamdulillah Nona baik, oh iyah nona troli saya yang bawa ya! Dan miris banget ya Nona Ratu Widianingsih." Ucap Mas Bagas.


"Hmm iyah mas, kasian banget, malah dibunuh sama om nya dan untungnya Kakeknya Ratu Widianingsih memaafkan kesalahannya omnya." Ucap Nona Ani.


"Ya udah daripada ngerumpi, nanti ibu Tania marah lagi dan ayo memilih barang-barang keperluan rumah tangganya Ibu Tiana." Ucap Mas Ivan Paham.


"Oke siap dan sudah selesai tinggal pembayaran ya?." Ucap Mas Bagas.


"Iyah, tapi antar lagilah, soalnya anak-anak bidan tingkat satu, dua dan tiga pada butuh banget barang-barang." Ucap Nona Ani.


"Oke aku sebutin nomorku ya takutnya nona butuh." Ucap Mas Bagas.


"Oke mas siap, aku udah kirimkan list pesanan dari tingkat satu, dua dan tiga ya." Ucap Nona Ani.


"Oke baik." Ucap Mas Bagas Dan Mas Ivan.


"Aku tunggu didepan kasir ya." Ucap Nona Ani.


"Oke siap." Ucap Mas Bagas Dan Mas Ivan.


Setelah Itu Mereka Pun Mengambil Barang Pesanan Nona Ani Dan Semuanya.


Selesai Sudah Tugas Dari Nona Ani, Mas Bagas Dan Mas Ivan Bergegas Menghampiri Nona Ani.


"Nona sudah selesai!." Ucap Mas Bagas Dan Mas Ivan.


"Oke siap dan ya udah Mas Bagas yang menunggu troli ya." Ucap Nona Ani.


"Terus aku?." Ucap Mas Ivan.


"Tunggu didepan Marketlah." Ucap Nona Ani.


"Oke siap nona." Ucap Mas Ivan.


"Eh enggak jadi dah, kamu aja yang menjaga troli ini, simpan disana ya dan tata yang benar." Ucap Nona Ani.


"Oke siap." Ucap Mas Bagas Dan Mas Ivan.


"Barang yang ini berapa mbak?." Ucap Nona Ani.


"Totalnya Rp 50.000.000 nona." Ucap Mbak Kasir A.


"Oke dan ini kartu kreditnya mbak." Ucap Nona Ani.


"Silahkan isi pinnya nona." Ucap Mbak Kasir A.


"Oke mbak dan sudah ya." Ucap Nona Ani.


"Oke sudah nona dan tinggal yang satunya lagi." Ucap Mbak Kasir A.


"Oke mbak siap." Ucap Nona Ani.


"Sudah selesai nona dan tinggal dihitung ya mbak." Ucap Mas Bagas.


"Oke siap." Ucap Nona Ani.


"Jadi semuanya Rp 65.550.000 nona." Ucap Mbak Kasir A.


"Oke mbak ini kartunya." Ucap Nona Ani.


"Baiklah nona dan ini silahkan isi pinnya." Ucap Mbak Kasir A.


"Oke mbak." Ucap Nona Ani.


"Terimakasih ya nona sudah belanja di market kami." Ucap Mbak Kasir A.


"Iyah sama-sama." Ucap Nona Ani.


Nona Ani, Mas Bagas Dan Mas Ivan Bergegas Menghampiri Ibu Tania.


"Sudah semuanya ibu?." Ucap Mas Bagas Dan Mas Ivan.


"Oke Bagas dan van terimakasih." Ucap Ibu Tania Yang Tidak Mengerti Perasaan Mas Bagas Dan Mas Ivan.


"Iyah sama-sama ibu." Ucap Mas Bagas Dan Mas Ivan.


"Oh iyah bagas dan van ini uang untukmu." Ucap Ibu Tania.


"Terimakasih ya ibu." Ucap Mas Bagas Dan Mas Ivan.


"Kirain lupa wkwk." Ucap Nona Ani Dalam Hatinya Sembari Tersenyum.


"Iyah sama-sama, sudah jam 12.00, tapi umi ada perlu dulu dan naik ke atas yuk." Ucap Ibu Tania.


"Baik umi yuk." Ucap Nona Ani.


"Oke siap, oh iyah bagas sama Ivan kamu tunggu didepan aja ya dan nanti saya hubungi lagi." Ucap Ibu Tania.


"Baik ibu." Ucap Mas Bagas Dan Ivan.


Nona Ani Dan Ibu Tania Bergegas Naik Ke Lantai Atas Untuk Mencari Baju Kesukaan Beliau.

__ADS_1


Sesudah Memilih Baju Dan Lalu Membayarnya.


Ibu Tania Menghampiri Nona Ani.


"Hmm kamu enggak memilih baju?." Ucap Ibu Tania.


"Kayaknya enggak dulu umi dan nanti saja saya memilih dilain waktu." Ucapku.


"Oke yuk dan kita pulang kayaknya gak ada waktu deh kita masak mening umi pesen cetring aja." Ucap Ibu Tania.


"Alhamdulillah akhirnya Umi mengerti." Ucapku Dalam Hati.


"Kenapa umi?." Ucapku.


"Karena kasian sama anak-anak bidan dan ya udahlah kita pesan saja di restoran Anggoro pacarmu itu." Ucap Ibu Tania.


"Ya udah ibu pesan saja dan kira-kira kita datang jam berapa?." Ucapku.


"Okelah, umi akan menelepon Jajang dulu dan yuk kita ke tempat lobby mall." Ucap Ibu Tania.


"Oke yuk ibu." Ucapku Senang.


Ibu Tania Membuka Handphonenya, Membuka Aplikasi Whatsapp Dan Mencari Nomor Handphonenya Jajang Dwi Anggoro.


Ibu Tania Menelepon Jajang Dan Diangkatnya.


"Assalamualaikum WR WB Aden?." Ucap Ibu Tania.


"Waalaikum Salam WR WB iyah ibu ada apa?." Ucap Aden Jajang.


"Boleh minta daftar menu dan kirimkan ya ke ibu." Ucap Ibu Tania.


"Baik ibu, sudah ada? Dan oh iyah masih di tasikmalaya ibu?." Ucap Aden Jajang.


"Masih kok, ibu sudah membacanya dan nanti ibu kirimkan pesanannya lewat whatsapp ya." Ucap Ibu Tania.


"Baik ibu siap dan saya akan mengantarkan makanan itu ke asrama." Ucap Aden Jajang.


"Ah biasa kamu mah dan pastinya kamu mau ketemu Ani kan." Ucap Ibu Tania.


"Iyah dong ibu, oh iyah ibu nanti ibu beli kue-kuenya di tasikmalaya dan pada enak-enak loh ibu." Ucap Aden Jajang.


"Wah masa sih." Ucap Ibu Tania.


"Tanya aja Ani ibu, dia tau kok alamatnya dan apalagi kalau ibu di Asia Plaza udah ketemu tuh kue-kue lezatnya." Ucap Aden Jajang.


"Oke deh, terimakasih informasinya Aden, ibu mau ke atas dulu lagi dan mau lihat-lihat kue-kuenya." Ucap Ibu Tania.


"Oke ibu sama-sama, ditunggu ya pesanannya dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Aden Jajang.


"Oke siap." Ucap Ibu Tania Sembari Mencari Nomor Handphonenya Mas Ivan Kayaknya.


Ibu Tania Mengucapkan Salam Dan Dibalas Ucapkan Salam Oleh Mas Ivan.


"Assalamualaikum WR WB Ivan kesini masuk?." Ucap Ibu Tania.


"Waalaikum Salam WR WB ibu iyah baik." Ucap Ivan.


Mas Ivan Bergegas Menghampiri Ibu Tania.


Mas Ivan Bertanya Kepada Ibu Tania.


"Iyah ibu ada apa?." Ucap Ivan Sembari Melirik Nona Ani.


"Oh iyah tolong bawakan belanjaan ibu ya, yang dibawa sama ibu itu belanjaan ibu ya dan ditangan nona Ani milik ibu Tiana ya." Ucap Ibu Tania.


"Hmm baiklah ibu." Ucap Ivan Sembari Melirik Kembali Kepadaku.


"Kenapa melirik Nona Ani?." Ucap Ibu Tania Tidak Suka.


"Tidak ibu." Ucap Ivan.


Ani Mengeluarkan Handphonenya Dan Membaca Pesan Whatsapp Mas Ivan.


"Assalamualaikum WR WB Nona maaf sekali tadi aku melihatmu seperti itu, ya karena aku tidak suka kalau ibu Tania ini tidak tepat menjemput Ibu Tiana dan kasihan juga ibu Tiana harus menunggu lama adiknya menjemput." Isi Pesan Whatsapp Dari Mas Ivan.


"Waalaikum Salam WR WB mas, kirain kenapa mas melihatku seperti itu, kayak yang enggak suka aku dan nyatanya ke Umi." Balasan Whatsappku Seperti Itu.


"Waduh kok bisa lupa ya dan udah dulu ya takutnya curiga ibu." Balasan Whatsappku.


Sampailah Ditempat Toko Kue Yang Di Rekomendasikan Oleh Aa Jajang.


Ibu Tania Memulai Obrolan Denganku.


"Kayaknya enggak ada 500 orang deh makan-makanannya." Ucap Ibu Tania Kepadaku.


"Ada kok umi dan tuh dapurnya." Ucapku Santai.


"Oh oke deh, kok pelayan-pelayan sini enggak melayani kita sih dan duh bingung." Ucap Ibu Tania.


"Ya ampun, tinggal ngambil apa susahnya dan memilih contohnya." Ucapku Dalam Hati.


"Umi aku contohkan ya dan panggil pelayan itu dan pasti akan mengambil makanan sesuai permintaan." Ucapku.


"Oh iyah siap dan pelayan ambilkan kue-kue ini ya." Ucap Ibu Tania.


"Baik ibu." Ucap Pelayan Toko Kue.


"Oh iyah nak ada rekomendasi enggak makanan yang enak dimana?." Ucap Ibu Tania Kepadaku.


"Kayaknya ada ibu dan banyak pokonya." Ucapku.


Tiba-Tiba Ada Pelayan Toko Kue Dan Memperlihatkan Pesanan Ibu Tania.


"Seperti ini kan ibu?." Ucap Pelayan Toko Kue.


"Oke betul, yang lima ini dimasukkan beda-beda ya dan bikin 500 bungkus bisa?." Ucap Ibu Tania.


"Oke bisa ibu dan sudah kok saya siapkan karena nona Ani sudah menghubungi kami." Ucap Pelayan Toko Kue.


"Hmm oke deh siap dan mau dibayar." Ucap Ibu Tania.


"Ini notanya ya nona." Ucap Pelayan Toko Kue.


"Siap mas." Ucapku.


"Nak, ini kartu kreditnya dan pinnya sudah umi kirimkan ya." Ucap Ibu Tania.


"Iyah siap umi." Ucapku.


"Semoga saja umi tidak memikirkan makanan dalam benaknya." Ucapku Dalam Hati.


"Aduh aku hampir lupa lagi kalau disini harus membawa cash." Ucapku Dalam Hati.


"Nona Ani kenapa?." Ucap Kasir.


"Hee lupa, biasalah kalau lupa bagaimana lagi dan pasti bisalah pakai card?." Ucapku Nyengir.


"Ya allah bisa asalkan cardnya BCA." Ucap Kasir.


"Astagfirulloh mbak ini pesanan bukan untuk saya heee dan nanti dulu aku mau ngomong ke ibunya ya." Ucapku Malu.


"Ya udah nona ke ibunya dulu." Ucap Kasir.


"Oke." Ucapku.


Nona Ani Bergegas Menghampiri Umi Tania.


"Assalamualaikum WR WB umi maaf cardnya enggak bisa." Ucapku.


"Waalaikum Salam WR WB ini card BCA nya dan ya udah sana." Ucap Ibu Tania.


"Baik umi siap." Ucapku.


Aku Bergegas Ke Kasir Dan Mengantri Kembali.


"Semuanya jadi Rp 45.000.000 nona." Ucap Kasir.


"Oke ini cardnya." Ucapku.


"Silahkan pinnya." Ucap Kasir.


"Oke." Ucapku.

__ADS_1


"Sudah dan Mas Gani tolong antarkan ya pesanan Nona Ani nya ke mobil pickup kita." Ucap Kasir.


"Oke siap." Ucap Mas Gani.


Nona Ani Bergegas Menghampiri Ibu Tania.


Nona Ani Bertanya Kepada Ibu Tania.


"Nak sudah selesai? Dan kenapa diantarkan sih?." Ucap Ibu Tania.


"Karena mobil Mas Bagas mau dipakai Bapak Umi." Ucapku Santai.


"Ya udah deh lain kali lagi jajan disini dikota Tasikmalaya." Ucap Ibu Tania Pasrah.


"Iyah umi juga harus ingat loh kakak umi nungguin adiknya jemput." Ucap Nona Ani Ada Benarnya.


"Oalah ya sudah dan yuk kita ke lobby tadi." Ucap Ibu Tania Riweuh.


"Enggak usah riweuh umi biarkan enjoy aja dan enggak usah risau disana juga tempat lobby." Ucapku.


"Iyah sudah yuk." Ucap Ibu Tania.


Sampailah Didepan Dan Ternyata Mobil Pickup Sudah Di Belakang Mobil.


Mas Ivan Bergegas Membukakan Pintu Mobil Depan Dan Belakang Untuk Majikannya.


Aku Mengulas Senyum Dan Aku Juga Bete Banget.


"Hari ini sangat melelahkan ya nak dan tapi umi senang banget anak-anak mengerti umi." Ucap Ibu Tania.


"Alhamdulillah umi dan syukuri saja." Ucapku.


"Mau kemana lagi ibu?." Tanya Mas Ivan Pura-Pura Padahal Dia Kesal Kalau Majikan Perempuan Suka Banget Berkutat Di Mall.


"Sudah pulang saja dan oh iyah nak tuliskan pesanan makanan-makanan yang ibu mau ya untuk pengajian nanti di Asrama." Ucap Ibu Tania.


"Hmmm baik ibu." Ucapku Kesal.


"Kenapa ibu enggak memesan ke Cafe Cantika dan Astagfirulloh enggak boleh syirik sama rezeki pacarku." Ucapku Dalam Hati.


"Oke dan sudah ya." Ucap Ibu Tania.


"Sudah aku kirimkan umi dan selamat tidur." Ucapku.


"Oke terimakasih." Ucap Ibu Tania.


Nona Ani Memulai Perbincangan Dengan Mas Ivan.


"Mas?." Ucapku.


"Iyah Nona?." Ucap Mas Ivan.


"Boleh kenalan? Dan umur berapa sekarang?." Ucapku.


"Boleh kok, Ivan Syam Maulana Agusta, anak keempat, kakakku yang kesatu kelahiran 1972 umur 43 Tahun (laki²), kakakku yang kedua 41 tahun kelahiran 1974 (perempuan), kakakku yang ketiga kelahiran 1978 37 tahun (perempuan), aku kelahiran 1989 umurku 26 Tahun (Laki²) dan Adikku 2 Tahun mau (laki-laki juga)." Ucap Mas Ivan.


"Banyak banget, tapi udah pada nikah?." Ucapku.


"Alhamdulillah sudah tanpa terkecuali kakakku yang ketiga, keempat dan kelima belum." Ucap Mas Ivan.


"Waduh sudah berusia ya kakak!." Ucapku.


"Iyah Nona, tapi belum ada yang cocok untuk saya dan kakak saya juga." Ucap Mas Ivan Malas Ribet.


"Hee iyah juga ya mas dan mas juga masih muda jadi buat apa mencari pasangan." Ucapku Polos.


"Haaa kamu ini iyah, ya mas juga butuh pasangan dan tapi belum ada yang menerimaku aja." Ucap Mas Ivan.


"Oh iyah dan aku doakan semoga mas mendapatkan pasangan yang menerima mas apa adanya." Ucapku.


"Aamiin aamiin yra." Ucap Mas Ivan.


Ibu Tania Terbangun Dari Tidurnya Dan Bertanya Kepada Kami.


"Ivan dan nak udah nyampe mana?." Ucap Ibu Tania.


"Baru nyampe warung jeruk ibu dan umi." Ucapku Dan Mas Ivan.


"Hmm oke deh, tadinya ibu mau mampir tapi enggak ada banyak waktu dan soalnya nanti malam nak Ani mau upacara." Ucap Ibu Tania.


"Iyah ibu kasian Nona Ani pastinya agak kecapean juga." Ucap Mas Ivan.


"Ya udahlah ayo pulang saja." Ucap Ibu Tania.


"Oh oke ibu." Ucap Mas Ivan.


"Ingat ya ivan, namamu jadi Aditya Syam Raditya dan kamu pura-puranya menjadi supir Nona Ani ya." Ucap Ibu Tania.


"Iyah ibu siap dan agak jawa ya ngomongnya?." Ucap Mas Ivan.


"Iyah harus agak jawa." Ucap Ibu Tania.


"Ya sudah kita kemana dulu ibu?." Ucap Mas Ivan.


"Kita jemput kakakku dan aku akan menelepon dulu perawat jiwa ya." Ucap Ibu Tania.


"Baik Ibu." Ucap Mas Ivan.


Ibu Tania Menelepon Mbak Aminah Perawat Yang Merawat Kejiwaannya Ibu Tiana.


Mbak Aminah Mengangkatnya Dan Membalas Ucapan Salam.


"Assalamualaikum WR WB Aminah kamu lagi bareng kakakku Mbak Tiana?." Ucap Ibu Tania DiTeleponnya.


"Waalaikum Salam WR WB iyah ini baru selesai di checkup oleh dokter jiwanya mbak." Ucap Suster Aminah.


"Kata dokter boleh pulang?." Ucap Ibu Tania.


"Kan sudah saya katakan mbak, kata dokter boleh pulang dan nanti agak siang jam 13.00 an." Ucap Suster Aminah.


"Oke siap Aminah." Ucap Ibu Tania.


"Soalnya menunggu obat-obatan dan kita akan meluncur ke depan kalau mbak udah siap." Ucap Suster Aminah.


Pov Suster Aminah.


Namaku Aminah Dwi Margaretha , Tempat Tanggal Lahir: Ciamis, 06 Maret 1982, Aku Anak Angkat Dari Bapak Budi Dwi Juliantoro Dan Ambia Putri Larasati, Aku Mempunyai Kakak Yang Trauma Karena Pemb*n*h*n Kakak Iparku Yaitu Angga Dwi Ryanto Dan Yang Memb*n*hnya Yaitu Kakak Iparku Juga Yaitu Kakak Andrianto Pratama Lesmana.


Sebenarnya Aku Itu Anak Keponakannya Mami Ambia Putri Larasati, Yaitu Mama Clara Dwi Meylani, Tetapi Mama Clara Mempunyai 5 Anak Karena Keturunan Dari Kakek Dan Nenek, Kakekku Bernama Abi Ratno Putra, Lahir 13 Mei 1936, Dan Nenek Bernama Bela Larasati Kartini, Lahir 24 April 1940, Aku Dikuliahkan Keperawatan Oleh Uaku Karena Mamaku Tidak Begitu Berkecukupan Harta, Aku Bekerja Menjadi Perawat Jiwa, Setelah Kakakku Tiana Mengalami Gangguan Jiwa Karena Kehilangan Suami Tercintanya Dan Anak Pertamanya Jadi Saja Aku Dibayar Oleh Keluarga Besarku Dan Juga Pemerintah.


Setelah Lama Bekerja Dan Aku Berfokuskan Dulu Karirku, Setelah Karirku Melejit Dan Aku Menikah Dengan Suami Yang Baik Hati Dan Tulus Menerimaku Apa Adanya, Karena Dulu Dia Kawan Mainku Pas Didesa, Jadi Tahu Akan Semuanya Dan Menerimaku Apa Adanya.


Aku Suka Bingung Kalau Mamaku Merajuk Kalau Dia Kangen, Tetapi Aku Yang Tidak Mengerti Akan Semua Keinginan Mama Dan Aku Tersadar Karena Kecelakaanku Yaitu Di Tabrak.


Mamiku Marah Karena Mobilnya Rusak Parah, Memakiku Dan Akhirnya Aku Pulang Kerumahku Sendiri.


"Tega benar mamiku membentakku, hmm padahal mereka selalu ingin mempunyai anak sepertiku dan tapi mengapa malah aku yang disalahkan padahal aku tidak sering meminjam mobilnya untuk keperluanku ke kampus." Ucapku Dalam Hati.


Aku Pulang Kerumah Dengan Perasaan Sakit Hati Dan Menangis, Tetapi Mamaku Yang Selalu Menghiburku Saat Diriku Terluka Dan Tidak Pernah Mengeluh Atas Sikapku Seperti Itu.


"Anakku alhamdulillah kamu pulang kerumah? Dan kenapa kamu kok menangis?." Ucap Mama.


"Hmm maaf mama, aku pasti berdosa padamu, yang tidak pernah mengganggap kamu ada dan aku telah merusak mobilnya Mami Ambia." Ngeluhku.


"Ya allah anakku sayang, nak dengarkan mama, mama tidak pernah membenci kamu nak, insya allah mamah ikhlas kamu tidak disini, tapi jangan seperti itu ya dan ya allah Ambia." Ucap Mama Marah.


"Sudah mama jangan marah ke Ua, nanti malah kemana-mana dan pastinya membahas biaya pasti mama sakit hati lagi." Ucapku.


"Ya sudah kamu tidur dikamarmu dengan kakakmu ya." Ucap Mama.


"Iyah mama pasti aku tidur dengan kakak yang perempuan." Ucapku Pas Gadis.


Setelah Itu Ua Ambia Meminta Maaf Kepadaku Dan Menyuruhku Kesana.


Akhirnya Aku Kembali Karena Dirayunya Olehnya.


Setelah Itu Aku Menikahi Laki-Laki Yang Baik Hati, Perhatian, Pengertian, Nerima Aku Apa Adanya Dan Sayang Sama Aku.


Lalu Aku Pergi Meninggalkan Kedua Orangtuaku Dan Kedua Orangtua Angkatku.


Aku Sangat Bahagia Diratukan Oleh Suamiku Tercinta.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2