Pacarku Sangat Egois

Pacarku Sangat Egois
Pulang Ke Asrama, Dandan Dan Sampailah Dirumah Lita


__ADS_3

Setelah Itu Teman Bidan Tingkat Satu Dan Semua Kakak Tingkat Dua Bergegas Masuk Ke Dalam Rumah Asrama.


"Assalamualaikum WR WB." Ucap Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua.


"Waalaikum Salam WR WB, kemana aja kalian dan kok tidak memberitahukanku?." Ucap Ibu Asrama.


"Maaf ibu saya sudah izin kepada kakak Ana, via telepon dan boleh." Ucap Kakak Amanah Kakak Tingkat Dua Dan Ani Adik Tingkat Satu.


"Oh iyah tadi juga ada chat whatsapp kepada ibu, maaf ya enggak balas whatsappnya soalnya ibu tidak memfokuskan ke handphone dan jadi begini deh." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah ibu tidak apa-apa dan ibu sudah makan?." Ucap Semua Anak-Anak Tingkat Satu Dan Semua Kakak Tingkat Dua.


"Sudah tadi dirumah dan kalian boleh pergi kemanapun tapi asalkan jangan sampai lewat magrib pulangnya." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah ibu baik dan kami ke kamar dulu ya ibu Assalamualaikum WR WB." Ucap Semua Anak-Anak Tingkat Satu Dan Semua Kakak Tingkat Dua.


"Iyah Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ibu Asrama.


Ani Bergegas Masuk Ke Kamar Asrama, Membawa Handuk Ke Tempat Penjemuran Baju Dan Lalu Bergegas Kembali Masuk Ke Pintu Belakang Dapur.


Setelah Itu Ani Lalu Bergegas Masuk Ke Kamarnya, Tetapi Di Kamar Mandi Ada Kakak Tingkat Dua Yang Sedang Mandi, Setelah Selesai Lalu Ani Bergegas Masuk Ke Kamar Mandi Dan Membawa Baju Daster Andalannya.


"Alhamdulillah akhirnya seger juga." Ucapku Dalam Hati.


Setelah Selesai Mandi Dan Lalu Aku Mengambil Air Wudhu Meskipun Bukan Waktunya Shalat.


Lalu Membuka Pintu Kamar Mandi.


Setelah Selesai Membuka Pintu Kamar Mandi, Ani Keluar Dari Dalamnya, Aku Membuka Lemari Dan Aku Mengambil Alat Makeup.


Setelah Itu Ani Berdandan, Kakak Tingkat Dua Menyukai Ani Berdandan Dan Berkata Ani Jangan Sampai Mantanmu Menyukaimu Lagi.


"Ani jangan sampai mas budi menyukaimu loh?." Ucap Kakak Tingkat Dua Yang Sekamar.


"Iyah enggaklah kakak, ya udah aku lanjut dandan dulu ya kakak dan aku salah ya kakak datang ke tempat tunangan temanku tanpa Aa Jajang?." Ucap Ani.


"Salah banget dan seharusnya enggak mau diajak tapi sudah terlanjur menerima ajakan mantanmu ya bagaimana lagi." Ucap Kakak Tingkat Dua Yang Sekamar.


"Pakai hak tinggi ini." Ucap Teman Bidanku Yang Sekamar.


"Terimakasih ya dan aku berangkat dulu." Ucap Ani.


"Iyah sama-sama." Ucap Teman Bidanku Yang Sekamar Dan Kakak Tingkat Dua Yang Sekamar.


Ibu Asrama Termenung Tidak Mengenali Wajahku Sama Sekali.


"Ini kamu Ani?." Ucap Ibu Asrama.


"Iyah ibu ini aku dan aku mau ke undangan tunangan temanku ya ibu." Ucap Ani.


"Iyah, jangan sampai ketahuan juga sama pacarmu dan ibu enggak mau urusan dengan keluarga Anggoro yang akan berakibatkan fatal dengan kampus ini." Ucap Ibu Asrama Menasihatiku.


"Iyah bu siap dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Ani Tanpa Dosa.


"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ibu Asrama, Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua.


Ani Bergegas Menghampiri Mobil Alphardku Dan Mang Eko Menyerahkan Kunci Mobilnya.


Mang Eko Pulang Dengan Supir Pribadiku Yang Lainnya.


"Maaf ya lama dan ini untuk kalian." Ucap Nona Ani Sembari Memberikan Uang Sekitar Rp 2.000.000 Ke Tangan Mang Eko.


"Iyah enggak apa-apa dan terimakasih ya nona sudah memberikan kebahagiaan untuk kami." Ucap Mang Eko.


"Iyah sama-sama dan kalian pulang sana." Ucap Nona Ani.


"Oke baik nona." Ucap Mang Eko Sembari Menaiki Mobil.


Setelah Mang Eko Pergi Lalu Nona Ani Melajukan Mobilnya Dan Menjemput Sang Mantan.

__ADS_1


Mas Budi Celingak-Celingukkan Melihat Mobil Ani Terparkir Di Rumah Kontrakannya.


Ani Membukakan Jendela Kaca Depan, Menyapa Mas Budi Dan Mengucapkan Salam.


"Assalamualaikum WR WB dan mas ini aku Ani toh." Ucap Ani.


"Waalaikum Salam WR WB kirain bukan kamu dan ya sudah mas yang nyetir." Ucap Mas Budi Kegirangan.


"Ya udah ini." Ucap Ani.


"Kirain mau pakai mobil honda jazz yang aku punya." Ucap Mas Budi.


"Enggak usah mas dan biar enggak berabe pula kan." Ucap Ani.


"Oh iyah dan oke deh yuk." Ucap Mas Budi.


Ani Bertanya.


"Mas rumah temanku itu di daerah batulawang enggak apa-apakan?." Ucap Ani Lupa.


"Iyah enggak apa-apa, kan calon suaminya itu kerja di tempat mas tau dan masa atasannya enggak datang ya meskipun Manager aku ini." Ucap Mas Budi.


"Oke baiklah mas." Ucap Ani.


"Soalnya kan mas masih baru ini, jadi enggak tau lah jalan-jalannya jadi mas ngajak kamu itu dan ternyata Lita calon istrinya Lukman itu temanmu juga." Ucap Mas Budi.


"Hampir aku memikirkan hal aneh-aneh kepada mas loh." Ucap Ani Jujur.


"Dasar mantanku enggak punya hati ngomong kayak gitu dan aku kan enggak tau kalau daerah sini." Ucap Mas Budi.


"Oh iyah mas maaf ya." Ucap Ani.


"Iyah enggak apa-apa kok." Ucap Mas Budi.


Beberapa Menit Kemudian Sampailah Dirumah Lita, Mas Budi Membuka Pintu Supir, Lalu Membuka Jendela Kaca Supir, Menutup Pintu Supir Dan Membukakan Pintu Depan.


"Terimakasih ya mas." Ucap Ani.


"Iyah sama-sama dan boleh memegang tanganku." Ucap Mas Budi.


"Baik mas." Ucap Ani.


Tante Andrianti Bergegas Menghampiriku Dan Menyambutku Dengan Hangat.


"Terimakasih ya nona Ani sudah mau hadir menghadiri acara tunangan Lita dengan Lukman." Ucap Tante Andrianti.


"Iyah sama-sama." Ucap Nona Ani Dan Mas Budi Manager Yogya Toserba.


"Yuk masuk." Ucap Tante Andrianti.


"Terimakasih tante." Ucap Nona Ani Dan Mas Budi Manager Yogya Toserba.


"Sama-sama." Ucap Tante Andrianti.


Mamah Lily Dan Papah Jaya Bergegas Menghampiriku Dan Menyambutku Hangat Seperti Keluarga Besar Saja Aku Disambutnya.


"Selamat datang anakku cantik." Ucap Mamah Lily Dan Papah Jaya.


"Iyah terimakasih mamah dan papah maaf lambat kesininya." Ucap Ani.


"Iyah enggak apa-apa kok dan ini siapa?." Ucap Mamah Lily Dan Papah Jaya.


"Oh ini atasannya Lukman papah dan mamah." Ucap Ani.


"Mas Budi pak dan ibu." Ucap Mas Budi Manager Yogya Toserba.


"Iyah mamah dan papah dia managerku." Ucap Lukman Menjawab.


Mas Budi Tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih ya pak sudah mau menghadiri acara pertunangan saya dan calon istri saya." Ucap Lukman.


"Iyah sama-sama dan jangan panggil saya bapak panggil saja mas Budi." Ucap Mas Budi Manager Yogya Toserba.


"Iyah mas." Ucap Lukman.


"Ya sudah yuk mari." Ucap Mamah Lily Dan Papah Jaya.


"Iyah baik." Ucap Mas Budi Dan Nona Ani.


"Alhamdulillah acaranya lancar dan tidak ada halangan ya sayang." Ucap Lukman Kepada Lita.


"Iyah alhamdulillah dan Ani kapan kamu di lamar oleh mas budi." Ucap Lita.


"Saya masih mau fokus terhadap karirku dan mau membahagiakan kedua orangtuaku apalagi kan Ani sedang kuliah jadi harus fokus." Ucap Mas Budi Menenangkanku.


"Hmm baiklah, mas budi makan sana dan aku mau cerita sama Ani ya." Ucap Lita.


"Nanti saja dan silahkan kalian mau cerita-cerita tentang kamu." Ucap Mas Budi.


"Oke baik mas." Ucap Lita.


Lita Menarik Lengannya Ani.


"Kakak." Ucap Lita Dengan Mode Serius.


"Apaan sih?." Ucap Ani.


"Tau enggak mas Lukman dia pernah cerita, katanya mas budi cerita enggak mau diputusin kakak dan lihat saja jawaban dia kaku banget kan." Ucap Lita.


"Hmm ya bagaimana lagi usia dia dan aku terpaku jauh loh Lit mana mungkin aku mau sama dia dia duda loh punya anak pula." Ucap Ani.


"Iyah juga, tapi lebih baik sama mas budi daripada aa Jajang dan tapi dia." Ucap Lita Terbata.


"Apaan sih lita kamu jangan bicarain tanpa bukti loh." Ucap Ani Membela Aa Jajang.


"Bukannya begitu dia itu tidak tulus mencintai kakak loh dan mana tau ada dendam dihati dia." Ucap Lita.


"De please ya jangan pernah bicarain tentang bisnis Anggoro dan tidak ada kaitannya dengan hubunganku dan Aa Jajang." Ucap Ani Hampir Melotot.


"Iyah maaf kakak, soalnya seorang adik khawatir akan kehadiran beliau dan maaf ya." Ucap Lita.


"Iyah ya udah yuk ah kakak mau menemani dulu mas Budi dan kamu menemani Lukman ya." Ucap Ani.


"Iyah kakak siap." Ucap Lita.


Ani Dan Lita Bergegas Menghampiri Pasangan Masing-Masing.


Tante Andrianti Menatapku Bahagia.


"Mas aku temani ya ngambil makanannya." Ucap Ani.


"Iyah yuk dan udah ngomong apa aja dia?." Ucap Mas Budi.


"Iyah dia enggak nyangka di lamar oleh pujaan hatinya dan memang dia itu adik tapi tidak sekandung tetapi selalu bersama dengan dia." Ucap Ani.


"Banyak rintangannya ya Ani?." Ucap Mas Budi.


"Iyah mas dan ayo takutnya kesorean pulangnya." Ucap Ani.


"Oke dan Ani aku bawain kado untuk Lukman bagus enggak." Ucap Mas Budi Sembari Memperlihatkan Handphonenya.


"Terlalu mewah mas." Ucap Ani.


"Iyah enggak apa-apa dan ini tidak seberapa mas lihat Lukman orangnya rajin." Ucap Mas Budi.


"Iyah sudah terserah mas aja dan ayo mengambil makan." Ucap Ani.


"Iyah ayo." Ucap Mas Budi.

__ADS_1


__ADS_2