
Sampailah Didepan Kedai Bakso Dan Supir Pribadiku Bergegas Turun.
"Nona silahkan keluar dari dalam mobil." Ucap Mang Eko Supir Pribadiku Sembari Membuka Pintu Mobil Depan.
"Terimakasih mang dan oh iyah bukakan pintu belakang ya." Ucap Nona Ani.
"Sama-sama nona dan baik." Ucap Mang Eko.
Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua Bergegas Menghampiriku.
"Ayo masuk." Ucap Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua.
"Oke siap." Ucap Ani.
"Oke dan kamu dulu yang memesannya." Ucap Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua.
"Kenapa kalian enggak memesan baksonya?." Ucap Ani.
"Nanti saja, kami masih ada urusan dulu sebentar ya dan boleh minjam mobilnya?." Ucap Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua.
"Hmm ya boleh." Ucap Ani.
"Mereka kenapa ya?." Ucap Ani Dalam Hatinya.
Tiba-Tiba Ada Mobil Kakak Jajang Dan Memarkirkan Mobilnya Didepan Mobilku.
Tetapi Ani Tidak Memikirkan Apapun Tentang Kedatangan Kakak Jajang Itu Dan Ani Bergegas Menghampiri Mbak Tukang Baksonya.
"Mbak saya mau pesan mie bakso tauge mentah ya 1 dulu dan enggak tau tuh temanku mau pesan apa." Ucap Ani.
"Baik nona." Ucap Mbak Tukang Bakso.
Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua Bergegas Menghampiri Mbak Tukang Baksonya Dan Memesan Bakso.
"Mbak kami pesan mie bakso campur 59 orang ya dan nutrisarinya 59 ya." Ucap Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua.
"Baik nona ditunggu ya." Ucap Mbak Tukang Baksonya.
"Oke." Ucap Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua.
"Oh iyah mbak saya teh botol pakai es ya." Ucap Ani.
"Oke nona siap." Ucap Mbak Tukang Bakso.
Tetapi Dalam Hati Ani Menggerutu.
"Kenapa aku membenci Aa Jajang sih?." Ucap Ani Dalam Hatinya.
Tetapi Tiba-Tiba Kakak Jajang Mengagetkan Ani.
"Sayang kenapa sih kamu?." Ucap Kakak Jajang.
"Enggak apa-apa." Ucap Ani.
"Kamu masih marah sama yang?." Ucap Kakak Jajang.
"Enggak dan buat apa sayang marah ke yang." Ucap Ani.
Tetapi Para Supir Pribadiku Malah Menasehati Kakak Jajang.
"Aden jangan seperti itu pada nona Ani." Ucap Para Supir Pribadiku.
"Memangnya saya salah ya?." Ucap Kakak Jajang Aneh.
"Memang salah, Aden tidak ada kabar dari kemarin dan membuat kecewanya Aden malah dekat-dekat dengan sekertaris barunya." Ucap Para Supir Pribadiku.
"Ya allah maafkan aku sayang dan kirain sayang enggak akan marah." Ucap Kakak Jajang.
"Iyah dan ya udah yang pesan aja bakso." Ucap Ani.
"Baiklah." Ucap Kakak Jajang Sembari Bergegas Kedepan Untuk Memesan Bakso.
"Seperti biasa ya aden dan enggak suka sayuran sama persis kayak almarhumah neneknya Ani." Ucap Mbak Tukang Bakso.
"Iyah mbak dan teh botol pakai es ya." Ucap Kakak Jajang.
"Oke siap dan kalian mau bakso tidak." Ucap Mbak Tukang Bakso Menawarkan Kepada Para Supir Pribadiku.
"Sebentar ya." Ucap Mereka Serempak.
"Oke siap dan keburu kehabisan loh baksonya." Ucap Mbak Tukang Bakso.
"Iyah mau pokonya campur dan ada sayurannya ya." Ucap Para Supir Pribadiku.
"Minta teh hangatnya juga ya mbak." Ucap Ani.
"Oke nona siap semuanya kok dan jadi 70 orang kan." Ucap Mbak Tukang Bakso.
"Oke ditunggu ya mbak pesanan kami." Ucap Ani, Kakak Jajang, Teman Bidanku, Semua Kakak Tingkat Dua Dan Para Supir.
"Baiklah Aden, Nona dan pak." Ucap Mbak Tukang Bakso.
__ADS_1
Pelayan 1 Bergegas Memberikan Es Nutrisari Kepada Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua.
"Ini es Nutrisarinya nona-nona dan ini teh panasnya." Ucap Pelayan 1 Tukang Bakso Ojolali.
"Oke terimakasih ya a." Ucap Teman Bidanku Dan Semua Kakak Tingkat Dua.
"Iyah sama-sama." Ucap Pelayan 1 Tukang Bakso Ojolali Sembari Bergegas Masuk Ke Dapur Untuk Memberikan Es Teh Botol Untukku, Kakak Jajang Dan Para Supir Pribadiku.
Setelah Selesai Lalu Memberikan Es Teh Botol Kepada Aden Jajang Dan Nona Ani.
"Ini aden dan nona minuman teh botolnya." Ucap Pelayan 1 Tukang Bakso Ojolali.
"Terimakasih ya a." Ucap Aden Jajang Dan Nona Ani.
"Oke sama-sama." Ucap Pelayan 1 Tukang Bakso Ojolali Sembari Bergegas Menghampiri Para Supir Pribadiku Dan Memberikan Es Teh Botol.
"Terimakasih ya a." Ucap Para Supir Pribadiku.
"Sama-sama dan selamat menikmati ya." Ucap Pelayan 1 Tukang Bakso Ojolali.
"Oke terimakasih." Ucap Aden Jajang, Nona Ani, Teman Bidanku, Semua Kakak Tingkat Dua Dan Para Supir Pribadiku.
Mereka Pun Menikmati Bakso Dengan Lahapnya Dan Tetapi Tiba-Tiba Ada Mantannya Aa Jajang.
Karnita Namanya Dan Menyapa Aa Jajang.
"Aa Jajang makan bakso disini dan kebetulan banget bisa bertemu dengan aa." Ucap Karnita.
"Oh begitu." Ucap Aa Jajang Cuek.
"Aa kok cuek banget sih kenapa?." Ucap Karnita Malah Mendekati Aa Jajang.
Aku Yang Tadinya Diam Dan Tidak Mau Menganggapi Semua Pertanyaan Karnita Aku Tipali Saja.
"Teh maaf banget Aa Jajangnya lagi makan bakso dan enggak mau tersedak bukannya cuek." Ucap Ani Sopan.
"Oh saya ini nanya ke pacar kamu bukan ke kamu mengerti." Ucap Karnita.
"Tapi pacarku tidak merespon jawaban kepada teteh?." Ucap Ani Kesal.
Tetapi Aa Jajang Menjawab.
"Maaf ya Karnita saya ini lagi makan bakso, kan kamu lihat sendiri saya lagi makan bakso dan kamu pesan saja gih baksonya." Ucap Aa Jajang.
"Oh iyah maaf ya dan soalnya aku kesal sama kamu tidak menjawab." Ucap Karnita.
"Tadinya kalau kamu tidak menjawab pertanyaanku dan akan ku bongkar semua tentang keluargamu mas Jajang." Ucap Karnita Dalam Hatinya.
"Baik mas dan maaf ya." Ucap Karnita.
"Oke siap." Ucap Aa Jajang.
Nona Ani Sebal Karena Merespon Pertanyaan Dari Karnita Si Mantannya Yang Begitu Kepo.
"Sayang makan ya baksonya jangan enggak habis dan tapi kalau enggak habis baksonya yang habiskan kok." Ucap Aa Jajang.
"Iyah habis kok." Ucap Ani.
"Mas Karnita bungkus 6 bakso ya." Ucap Karnita.
"Baiklah Karnita." Ucap Aa Jajang.
"Karnita enggak sekalian 10 bakso kurang loh itu dan keluargamu kan banyak sekali." Ucap Ani Lantang.
"Aduh hampir lupa, mbak pesan 4 lagi ya di bungkus sama kayak tadi dan pengen kerupuk 2 bungkus ya." Ucap Karnita.
"Iyah silahkan." Ucap Ani.
"Terimakasih ya dan saya tidak akan ganggu kalian lagi." Ucap Karnita.
"Mau kemana?." Ucap Aa Jajang.
"Mau pergi ke Lombok a dan bekerja disana." Ucap Karnita.
"Oh iyah yang jauh ya dan jangan pernah dekati pacarku ya." Ucap Ani.
"Tidak akan kok, maaf ya atas perlakuanku tadi dan soalnya aku enggak ikhlas kalau sama kamu tapi sekarang aku lihat Aa Jajang bahagia bersamamu Ani." Ucap Karnita.
"Pastinya dong teteh Karnita, ya deh ya dan sebenarnya aku muak sama sikap teteh tidak menghargaiku." Ucap Ani.
"Iyah neng, mbak juga enggak nyangka kamu begitu tidak punya etika loh dan marah-marah enggak jelas ke nona Ani." Ucap Mbak Tukang Bakso Ojolali.
"Iyah maaf mbak dan saya permisi ya Assalamualaikum WR WB." Ucap Karnita Sembari Berpamitan Tanpa Berpegangan Tangan Kepada Aa Jajang.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Semua Pengunjung Yang Jijik Melihat Perlakuannya Karnita.
Ani Sudah Selesai Memakan Bakso Dan Tidak Meminum Minuman Yang Dipesan Nona Ani Tanpa Perkataan.
Setelah Selesai, Lalu Aa Jajang Bergegas Menghampiri Mbak Tukang Bakso Ojolali Dan Tetapi Malah Nona Ani Yang Membayarkan.
"Mbak jadi berapa?." Ucap Nona Ani.
__ADS_1
"Bakso jadi 80 orang ya." Ucap Mbak Tukang Bakso Ojolali.
"Iyah mbak, teh botol jadi 12, Nutrisari 59 dan kerupuk 10 biji." Ucap Nona Ani.
"Jadi Rp 1.397.000 nona." Ucap Mbak Tukang Bakso Ojolali.
"Mbak ini uangnya." Ucap Aa Jajang.
"Kembaliannya Rp 3.000 Aden." Ucap Mbak Tukang Bakso Ojolali.
"Oke mbak dan terimakasih." Ucap Aa Jajang.
"Sama-sama." Ucap Mbak Tukang Bakso Ojolali.
"Assalamualaikum WR WB." Ucap Aden Jajang, Nona Ani, Teman Bidan Tingkat Satu, Semua Kakak Tingkat Dua Dan Para Supir Pribadiku.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Mbak Dan Tetehnya Tukang Bakso Ojolali.
Lalu Aden Jajang, Nona Ani, Teman Bidan Tingkat Satu, Semua Kakak Tingkat Dua Dan Para Supir Pribadiku Bergegas Menghampiri Mobil, Membukakan Pintu Untukku Dan Juga Teman-Temanku.
"Terimakasih." Ucap Nona Ani, Teman Bidan Tingkat Satu Dan Semua Kakak Tingkat Dua.
"Sama-sama dan silahkan masuk." Ucap Para Supir Pribadiku.
Lalu Supir Pribadiku Memberiku Pesan Singkat Whatsapp Grup.
"Assalamualaikum WR WB nona kita antarkan mereka ke asrama ya?." Ucap Isi Pesan Whatsapp Dari Supir Pribadiku Yang Lainnya.
"Waalaikum Salam WR WB ya dan bareng saja aku juga mau pulang ke asrama dulu mau memakai gaun dari mantanku heee." Ucap Balasan Whatsapp Dari Nona Ani.
"Baiklah nona siap." Ucap Balasan Whatsapp Dari Supir Pribadiku Yang Lainnya.
Tetapi Mang Eko Mengagetkanku Kembali.
"Nona?." Ucap Mang Eko Supir Pribadiku.
"Iyah mang kenapa?." Ucap Nona Ani.
"Nona Aden Jajang mengikuti mobil nona loh tuh." Ucap Mang Eko Supir Pribadiku.
"Hmm oh iyah tadi aku cuek 😁 dan ya udah aku mau menemuinya dulu." Ucap Nona Ani.
"Baiklah nona, tunggu sebentar dan saya mau membuka pintu untuk nona." Ucap Mang Eko.
"Tidak usah mang aku saja yang buka dan karena dia enggak mau kalau aku diratukan oleh pria lain maaf ya mang eko." Ucap Nona Ani Tersenyum Kepada Mang Eko.
"Iyah baiklah nona." Ucap Mang Eko.
Ani Bergegas Menghampiri Aden Jajang.
"Yang maafkan sayang ya yang cuek tadi." Ucap Ani.
"Iyah enggak apa-apa tadinya yang mau pamit ke kantor soalnya masih ada pekerjaan dan kata karnita tadi dia memberikan undangan kepada kita undangan syukuran kalau dia pergi." Ucap Aa Jajang.
"Oh iyah dan jam berapa?." Ucap Ani.
"Jam 4 sore mau ya." Ucap Aa Jajang Memohon.
"Iyah mau dan tadi enggak usah menjajani sayang." Ucap Ani.
"Tidak apa-apa kok sayang dan harganya cukup murah." Ucap Aa Jajang.
"Oke deh yang dan sana pergi sayang sebentar lagi mau masuk ke asrama." Ucap Ani.
"Iyah sayangku dan i love you." Ucap Aa Jajang.
"I love you too." Ucap Ani.
Aa Jajang Langsung Memelukku Erat Dan Sampai Aku Mengeluarkan Air Mata Kesedihan.
Ani Pun Berkata Dalam Hati.
"Ya allah jahat banget aku jadi pacar, teman tunangan malah dengan mantan pacarku yang datang bersamaku dan calon suaminya pun temannya dia." Ucap Ani Dalam Hati Sampai Sedih.
"Kenapa sayang yang bikin sedih ya?." Ucap Aa Jajang Bertanya-Tanya.
"Enggak bikin sedih kok dan ya udah hati-hati kerjanya jangan banyak melamun ya." Ucap Ani Santai.
"Oke terimakasih sayang, kalau sudah beres kerjaannya yang kabari ya dan Assalamualaikum WR WB." Ucap Aa Jajang.
Tetapi Semua Supir Pribadiku Bergegas Memarkirkan Mobil Dan Lalu Mengklakson Tandanya Dia Pamit Tanpa Terkecuali Mang Eko Yang Masih Ada.
"Untung saja dia percaya dan alhamdulillah." Ucap Ani.
Nona Ani Bergegas Menghampiri Mang Eko.
"Mang aku mau dandan yang cantik dulu ya soalnya mau ketemuan sama mantanku." Ucap Ani.
"Iyah nona Ani jangan lama-lama loh keburu jam 4 sore." Ucap Mang Eko.
"Oke siap." Ucap Ani.
__ADS_1