
Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu Bergegas Masuk Ke Dalam Kelas Dan Tiba-Tiba Ada Ibu Diana Dosen pelayanan KB Dan Mengucapkan Salam.
"Assalamualaikum WR WB." Ucap Ibu Diana Dosen pelayanan KB.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Sebelum memulai mata kuliah hari ini sebaiknya kita berdoa dan berdoa dimulai." Ucap Ibu Diana Dosen pelayanan KB.
"Rodhitu billahirobba, wabil islaamidina, wabi-muhammadin nabiyyaw warosula.
Robbi zidnii 'ilmaa warzuqnii fahmaa." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Berdoa selesai, ibu akan menjelaskan pelayanan KB ya anak-anak,
Pelayanan kesehatan dalam Keluarga Berencana dimaksudkan untuk pengaturan kehamilan bagi pasangan usia subur untuk membentuk generasi penerus yang sehat dan cerdas melalui upaya promotif, preventif, pelayanan, dan pemulihan termasuk perlindungan efek samping, komplikasi, dan kegagalan alat kontrasepsi dengan memperhatikan hak-hak reproduksi, serta pelayanan infertilitas.
Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kabupaten/Kota bertanggungjawab dan menjamin ketersediaan tenaga, fasilitas pelayanan, obat kontrasepsi, penanganan komplikasi dan kegagalan dalam memberikan pelayanan keluarga berencana yang aman, bermutu dan terjangkau oleh masyarakat.
Pelayanan Keluarga Berencana dilaksanakan di fasilitas kesehatan perorangan dan masyarakat tingkat pertama, kedua dan ketiga.
Pelayanan Keluarga Berencana diselenggarakan setelah calon akseptor mendapat informasi lengkap, sesuai pilihan, dapat diterima, dan diberikan dengan mempertimbangkan usia, jarak kelahiran, jumlah anak, dan kondisi kesehatannya.
Standar pelayanan Keluarga Berencana berpedoman pada peraturan perundang-undangan." Ucap Ibu Diana Dosen pelayanan KB.
"Terus Bu apalagi?." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Jenis pelayanan KB yang diberikan adalah pil, ******, suntik, IUD, dan implan, di tempat pelayanan seperti: Puskesmas, PMB, IMP, Rumah sakit/Faskes, dan pelayanan KB bergerak.
Tujuan Program Keluarga Berencana
Mencegah terjadinya pernikahan di usia dini. Menekan angka kematian ibu dan bayi akibat hamil di usia yang terlalu muda atau terlalu tua. Menekan jumlah penduduk serta menyeimbangkan jumlah kebutuhan dengan jumlah penduduk di Indonesia.
Sudah mengerti kalian?." Ucap Ibu Diana Dosen pelayanan KB.
"Sudah ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke baiklah kalau sudah mengerti dan paham ibu akan memberi pertanyaan kepada kalian semuanya ya." Ucap Ibu Diana Dosen pelayanan KB.
"Baik ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke baiklah dan jawaban kalian benar ya anak-anak." Ucap Ibu Diana Dosen pelayanan KB.
"Iyah ibu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Akhiri saja pertemuan kita hari ini, sebelumnya kita berdoa dulu dan berdoa dimulai." Ucap Ibu Diana Dosen pelayanan KB.
"Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnat tibaa'ah. Wa arinal baathila ba-thilan warzuqnaj tinaabahu." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap Ibu Diana Dosen pelayanan KB.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
Ani Menghampiri Teman-Temannya.
"Teman-teman sekarang bagian apa?." Ucap Ani Tingkat Satu.
"Ilmu kesehatan masyarakat." Ucap Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oh oke siap." Ucap Ani Tingkat Satu.
Tiba-Tiba Ada Dosen Masuk Ke Kelas Dan Mengucapkan Salam.
"Assalamualaikum WR WB." Ucap Pak Dicky Dosen ilmu kesehatan masyarakat.
"Waalaikum Salam WR WB." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Sekarang bagian ilmu kesehatan masyarakat ya anak-anak dan bapak akan menjelaskan tentang kesehatan masyarakat perhatikan baik-baik ya anak-anak." Ucap Pak Dicky Dosen ilmu kesehatan masyarakat.
"Baik pak." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"A. Pengertian Kesehatan Masyarakat
Anda sebagai bidan tentu sudah sering mendengarkan kata kesehatan yang artikan sebagai keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis sedangkan masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, atau dengan istilah lain saling berinteraksi. Arti lain kesehatan menurut WHO (1947) adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.
Sehat menurut UU 23 tahun 1992 tentang kesehatan menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang mungkin hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sehat secara mental (kesehatan jiwa) adalah satu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang-orang lain. Sehat secara sosial adalah perikehidupan seseorang dalam masyarakat, yang diartikan bahwa seseorang mempunyai cukup kemampuan untuk memelihara dan memajukan kehidupannya sendiri dan kehidupan keluarga sehingga memungkinkan untuk bekerja, beristirahat dan menikmati liburan.
Berdasarkan dua pengertian kesehatan tersebut, dapat disarikan bahwa kesehatan ada empat dimensi, yaitu fisik (badan), mental (jiwa), sosial dan ekonomi yang saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan pada seseorang, kelompok, atau masyarakat. Oleh karena itu, kesehatan bersifat holistik atau menyeluruh, tidak hanya memandang kesehatan dari segi fisik saja. Misalnya: seseorang kelihatan sehat dari segi fisiknya, akan tetapi ia tidak mampu mengendalikan emosinya ketika sedih maupun senang dengan mengekspresikan ke dalam bentuk perilaku berteriak atau menangis keras-keras, atau tertawa terbahak-bahak yang membuatnya sulit untuk bisa kembali ke kondisi normal, maka orang tersebut tidak sehat.
__ADS_1
Begitu pula orang yang kelihatan sehat dari segi fisiknya, akan tetapi tidak mampu memajukan kehidupannya sendiri dengan belajar, bekerja, ataupun berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya, maka orang tersebut tidak bisa dikatakan sehat.
Berikut ini beberapa definisi kesehatan masyarakat menurut profesor Winslow dan Ikatan Dokter Amerika, AMA (1948) : Ilmu kesehatan masyarakat (public health) menurut profesor Winslow (Leavel & Clark, 1958) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat (Ikatan Dokter Amerika, AMA, 1948). Kesehatan masyarakat diartikan sebagai aplikasi dan kegiatan terpadu antara sanitasi dan pengobatan dalam mencegah penyakit yang melanda penduduk atau masyarakat. Kesehatan masyarakat adalah kombinasi antara teori (ilmu) dan Praktek (seni) yang bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan penduduk (masyarakat).
Kesehatan masyarakat adalah sebagai aplikasi keterpaduan antara ilmu kedokteran, sanitasi, dan ilmu sosial dalam mencegah penyakit yang terjadi di masyarakat. Bagaimana pendapat Anda tentang pengertian tersebut? Apakah dengan membaca pengertian itu Anda sudah dapat membayangkan tentang kesehatan masyarakat? Apakah Anda sudah dapat menjelaskan, apa itu kesehatan masyarakat dan bagaimana cara mencapainya kesehatan tersebut. Jika pertanyaan tersebut sudah dapat Anda jawab, berarti Anda sudah dapat menjelaskan pengertian kesehatan masyarakat.
B. Tujuan Kesehatan Masyarakat
Tujuan Kesehatan masyarakat baik dalam bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif adalah tiap warga masyarakat dapat mencapai derajat kesehatan yang setingitinggi baik fisik, mental, sosial serta diharapkan berumur panjang. Adapun tujuan umum dan tujuan khusus kesehatan masyarakat adalah sebagai berikut:
Umum
Meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan masyarakat secara menyeluruh dalam memelihara kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan secara mandiri
Khusus
a. Meningkatkan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam pemahaman tentang pengertian sehat sakit.
b. Meningkatkan kemampuan individu, keluarga kelompok dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan.
c. Tertangani/terlayani kelompok keluarga rawan, kelompok khusus dan kasus yang memerlukan penanganan tindak lanjut dan pelayanan kesehatan.
Bagaimana pendapat Anda tentang tujuan tersebut? Apakah dengan membaca tujuan itu Anda sudah dapat membayangkan tugas yang akan dilaksanakan? Apakah Anda sudah dapat menjelaskan, tujuan dari kesehatan masyarakat dan bagaimana cara mencapainya kesehatan tersebut. Jika pertanyaan tersebut sudah dapat Anda jawab, berarti Anda sudah dapat menjelaskan tujuan kesehatan masyarakat. Sebelum melanjutkan ke kegiatan pembelajaran berikutnya ada baiknya Anda mempelajari “sejarah kesehatan masyarakat”. Yang merupakan awal ditemukannya penyakit dan cara pengobatannya”.
Berdasarkan kalimat tersebut, muncul pertanyaan apa yang dimaksud dengan sejarah kesehatan masyarakat?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka uraian di bawah ini akan menjelaskan sejarah kesehatan masyarakat dan bagaimana perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia .
C. Sejarah Kesehatan Masyarakat
Toko ini lebih mengutamakan tindakan preventif atau pencegahan penyakit. Berdasarkan cerita mitos Yunani ASCLEPIUS dan HEGEIA, muncul dua aliran atau pendekatan dalam menangani masalah-masalah kesehatan, yaitu:
Kelompok pertama (aliran I), cenderung menunggu terjadinya penyakit. Oleh karena itu kelompok ini dikenal menggunakan pendekatan kuratif (pengobatan). Pendekatan kuratif pada umumnya:
a. Dilakukan terhadap sasaran secara individual, kontak terhadap sasaran (pasien) pada umumnya hanya satu kali saja
b. Jarak antara petugas kesehatan (dokter, dokter gigi, psikiater dan praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan penyakit) dengan pasien atau sasaran cenderung jauh,
c. Cenderung bersifat reaktif, artinya kelompok ini umumnya hanya menunggu masalah datang
d. Cenderung melihat dan menangani klien atau pasien lebih kepada sistem biologis manusia atau pasien dilihat secara partial.
Kelompok ke dua (aliran II), yang cenderung melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit (preventif) dan meningkatkan kesehatan (promotif) sebelum terjadinya penyakit. Pendekatan preventif pada umumnya:
a. Sasaran atau pasien adalah masyarakat (bukan perseorangan)
b. Masalah yang ditangani pada umumnya juga masalah-masalah yang menjadi masalah masyarakat, bukan masalah individu atau perseorangan
c. Jarak antara petugas kesehatan masyarakat dengan masyarakat lebih bersifat kemitraan, tidak seperti antar dokter-pasien
d. Lebih menggunakan pendekatan proaktif, artinya tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi harus turun ke masyarakat
e. Melihat klien sebagai manusia yang utuh, dengan pendekatan yang holistik. Terjadinya penyakit tidak semata-mata karena terganggunya sistem biologi, individual, akan tetapi dalam konteks yang luas seperti aspek biologis, psikologis dan sosial
Setelah Anda mengetahui sejarah tentang 2 toko mitologi Yunani dan dua aliran atau pendekatan dalam menangani masalah-masalah kesehatan yang merupakan sejarah dalam ilmu kesehatan masyarakat. Di bawah ini akan di jelaskan mengenai perkembangan kesehatan masyarakat.
D. Perkembangan Keshatan Masyarakat
__ADS_1
Perkembangan kesehatan masyarakat di bagi dalam tiga periode:
Periode Sebelum Ilmu Pengetahuan
Upaya untuk menanggulangi masalah-masalah kesehatan dan penyakit telah dilakukan oleh negara-negara dengan kebudayaan yang paling luas yakni pada zaman Babylonia, Mesir, Yunani dan Roma, pada zaman tersebut juga ditemukan dokumen-dokumen tertulis bahkan peraturan- peraturan tertulis tentang pembuangan air limbah, drainase, pengaturan air minum, pembuangan kotoran. Pada Zaman Romawi kuno telah dikeluarkan peraturan yang mengharuskan masyarakat mencatat tentang pembangunan rumah, binatang-binatang yang berbahaya bahkan ada keharusan pemerintah kerajaan untuk melakukan supervisi atau peninjauan kepada tempat minum masyarakat, warung makan dan tempat-tempat prostitusi.
Pada abad ke tujuh kesehatan masyarakat makin dirasakan kepentingannya karena berbagai penyakit menular makin menyerang sebagian besar penduduk dan telah menjadi epidemi bahkan dibeberapa menjadi endemi misal penyakit kolera. Pada abad ke 14 mulai terjadi wabah pes di India dan China, namun upaya pemecahan masalah kesehatan masyarakat secara menyuruh belum dilakukan oleh manusia yang hidup dalam zamannya.
Periode Ilmu Pengetahuan
Bangkitnya ilmu pengetahuan akhir abad ke 18 dan awal abad ke 19 mempunyai dampak yang luas terhadap aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan. Kalau pada abad-abad sebelumnya masalah kesehatan khususnya penyakit hanya dilihat sebagai penomenal biologis dan pendekatan yang lakukan secara biologis dan sempit, maka mulai abad ke 19 masalah kesehatan adalah masalah yang kompleks. Pada abad ini mulai ditemukan berbagai penyebab penyakit dan vaksin sebagai pencegah penyakit. Louis Pasteur menemukan vaksin untuk mencegah penyakit cacar, Josep Lister menemukan asam karbor untuk sterilisasi, William Marton menemukan ether untuk anastesi.
Pada tahun 1832 dilakukan penyelidikan dan upaya-upaya kesehatan masyarakat oleh Edwin Chadwiech dkk, pada saat itu masyarakat Inggris terserang penyakit epidemi wabah kolera, laporan hasil penyelidikannya adalah masyarakat hidup dikondisi sanitasi yang jelek, sumur penduduk berdekatan dengan air kotor dan pembuangan kotoran manusia, air limbah mengalir terbuka tidak teratur, makanan yang dijual di pasar banyak dikerubung lalat di samping itu ditemukan sebagian besar masyarakat miskin tidak mampu membeli makanan yang bergizi.
Pada tahun 1955 pemerintah Amerika telah membentuk Departemen Kesehatan yang pertama kali yang berfungsi untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi penduduk. Pada tahun 1872 telah diadakan pertemuan orang-orang yang mempunyai perhatian terhadap kesehatan masyarakat di New York dan menghasilkan Asosiasi Masyarakat Amerika (American Public Health Association)
Perkembangan di Indonesia
Sejarah perkembangan masyarakat di Indonesia dimulai sejak pemerintahan Belanda pada abad ke 16. Kesehatan masyarakat di Indonesia pada waktu itu dimulai dengan adanya upaya pemberantasan cacar dan kolera yang sangat ditakuti oleh masyarakat pada waktu itu. Pada tahun 1851 didirikan sekolah dokter di Jawa untuk pendidikan dokter pribumi selanjutnya pada tahun 1913 didirikan sekolah dokter di Surabaya.
Kedua sekolah tersebut mempunyai andil yang sangat besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga dokter yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia. Kemudian pada tahun 1888 didirikan laboratorium pusat di Bandung yang mempunyai peranan sangat penting dalam dalam langkah menunjang memberantas penyakit malaria, lepra, cacar dan malaria bahkan untuk bidang kesehatan masyarakat yang lain seperti gizi dan sanitasi. Pada zaman kemerdekaan Indonesia salah satu tonggak penting perkembangan masyarakat di Indonesia adalah dengan diperkenalkannya konsep Bandung pada tahun 1951 oleh dr. Y. Leimena dan dr Patah, dalam konsep ini mulai dikenal konsep kuratif dan preventif.
Ringkasan
Selamat Anda telah menyelesaikan Topik tentang pengertian kesehatan masyarakat, tujuan kesehatan masyarakat dan sejarah kesehatan masyarakat. Dengan demikian Anda telah dapat menyimpulkan dari topik satu ini. Pengertian kesehatan menurut WHO (1947) adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Sehat menurut UU 23 tahun 1992 tentang kesehatan menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang mungkin hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Ilmu kesehatan masyarakat (public health) menurut profesor Winslow (Leavel & Clark, 1958) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Tujuan kesehatan masyarakat adalah baik dalam bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif adalah agar setiap warga masyarakat dapat mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya baik fisik, mental, sosial serta diharapkan berumur panjang Hal-hal penting yang telah Anda pelajari dari sejarah kesehatan masyarakat adalah sebagai berikut:
Dalam ilmu kesehatan masyarakat dikenal 2 toko Yunani yaitu ASCLEPIUS dan HIGEIA ASCLEPIUS dikenal melakukan pengobatan penyakit setelah penyakit tersebut terjadi pada seseorang sedangkan HIGEIA lebih menganjurkan kepada pengikutnya dalam pendekatan masalah melalui hidup seimbang, menghindari makanan/minuman beracun, makan makanan yang bergizi, cukup istirahat dan melakukan olah raga .
Perkembangan kesehatan masyarakat pada periode sebelum ilmu pengetahuan. Pada abad ke tujuh kesehatan masyarakat makin dirasakan kepentingannya karena berbagai penyakit menular makin menyerang sebagian besar penduduk dan telah menjadi epidemi bahkan dibeberapa menjadi endemi misal penyakit kolera.
Perkembangan kesehatan masyarakat periode ilmu pengetahuan. Pada abad 19 Louis Pasteur menemukan vaksin untuk mencegah penyakit cacar, Josep Lister menemukan asam karbor untuk sterilisasi, William Marton menemukan ether untuk anastesi
Perkembangan di Indonesia, pada tahun 1888 didirikannya laboratorium pusat di Bandung yang mempunyai peranan sangat penting dalam langkah menunjang memberantas penyakit malaria, lepra, cacar dan malaria bahkan untuk bidang kesehatan masyarakat yang lain seperti gizi dan sanitasi.
Kesehatan masyarakat adalah sebagai aplikasi keterpaduan antara ilmu kedokteran, sanitasi, dan ilmu sosial dalam mencegah penyakit yang terjadi di masyarakat dan bagaimana kalian sudah paham apa yang saya jelaskan?." Ucap Pak Dicky Dosen ilmu kesehatan masyarakat.
"Sudah pak." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
"Oke baiklah dan bapak akan memberikan soal untuk kalian ya." Ucap Pak Dicky Dosen ilmu kesehatan masyarakat.
"Iyah pak." Ucap Ani, Bella, Bianca, Cika, Deva, Devi, Dina, Endah, Eka, Fani, Gita, Hena, Hamidah, Indah, Marsya, Nita, Oktara, Pina, Rani, Ririn, Shinta, Sofia, Sonya, Tata, Talitha, Tiara, Tina, Ulfah, Willy Dan Wulan Tingkat Satu.
__ADS_1