
farah sangat bimbang ia begitu bingung keputusan apa yang harus ia ambil.dia tidak mungkin menolak karena kondisi maminya yang sangat ia khawatirkan.
" tapi, mami masih belum sembuh mi...farah maunya tunggu mami sembuh dulu.biar farah juga tenang nantinya " ucap farah yang berusaha mengelak.desi pun melepaskan tangannya yang menggenggam tangan farah dan juga vino.
" tante desi, yang di bilang farah benar.lebih baik tunggu tante sembuh saja " ucap vino.
" mami gk pa pa farah...vino.mami baik baik aja kok.pokoknya seminggu lagi kalian harus menikah " ucap desi kukuh.
" kamu bilang baik baik saja, tapi kamu banyak keluar darah tadinya dan sempat koma.itu yang kamu bilang baik baik aja " ucap rita yang merasa khwatir.john pun mendekati istrinya dan mengelus pucuk kepala istrinya.
" baiklah kalau itu memang kemauan kamu sayang " ucap john, yang membuat farah ataupun vino membelalakan matanya.
" tapi pii, mami kan belum sehat " ucap ferli yang merasa khawatir.
" john, tidak baik mengadakan acara di saat keadaan desi belum sembuh total " ucap jessi mamanya alex.suaminya gani pun menganggukan kepalanya.
" pernikahannya kan hanya di adakan sederhana dan juga hanya kerabat terdekat saja yang di undang.jadi, tidak masalah.aku akan selalu menjaga desi. " ucap john seraya memerhatikan istrinya desi dan membelai rambut istrinya.farah pun hanya pasrah akan takdir yang tak ia inginkan sama sekali.
" ya sudah nanti kita atur pernikahannya, dan desi kamu harus tetap istirahat " ucap rita.
__ADS_1
" mmmh sepertinya kami harus pulang dulu, soalnya ada kerjaan.nona desi semoga cepat sembuh " ucap gani.gani dan jessi pun keluar untuk pulang.
" saya juga harus pulang, banyak kerjaan di kantor.saya permisi dulu " ucap vino.
" sepertinya saya juga, reina apa kamu mau pulang sekarang ?? " tanya david pada adiknya.reina pun menggelengkan kepalanya.
" tidak kak, aku masih mau di sini nemani reina " ucap reina sambil tersenyum
" vino mama bareng kamu aja ya nak.aku pulang dulu ya desi...john " ucap rita. vino, david, dan juga rita keluar dari ruangan tersebut.
" kamu tidak pulang nak ?? " tanya john pada ferli.ferli pun menggelengkan kepalanya
" gk pa pa sayang aku nemani kamu aja disini." ucap david seraya mengelus kepala istrinya.
" gk boleh gitu, kamu harus pergi kerja.nanti pulangnya jemput aku disini.aku bakal baik baik aja kok " ucap ferli
" ya bener kata ferli nak " sambung desi
" yasudah aku kerja dulu ya, aku bakal bentar aja kok.abis itu aku langsung jemput kamu " alex pun mengecup pucuk kepala istrinya.lalu berlalu pergi.
__ADS_1
" mii...pii...kak...aku keluar dulu ya.mau jalan jalan sekitar rumah sakit " ucap farah.
" aku ikut ya " ujar reina.farah pun menganggukan kepalanya.
" ya sudah pergilah.tapi, kalau pulang izin dulu ya sayang " ucap john.farah dan reina pun keluar dari ruangan tersebut.
*********
farah dan reina pun mengunjungi taman mini yang ada di tengah tengah rumah sakit.disana penuh dengan orang orang sakit yang memakai kursi roda.mungkin mereka butuh udara segar.farah dan reina pun duduk disalah satu bangku yang ada di rumah sakit itu.farah terlihat murung, reina pun menyadari hal itu.
" aku mengerti kau kenapa.farah...aku selalu ingin melindungimu, tapi sekarang aku sama sekali tidak bisa membantumu. " ucap reina seraya memegang tangan temannya itu.farah pun menatap reina.
" kenapa hidupku seburuk ini ?? " tanya farah lirih.reina pun memeluk sahabatnya itu.farah tak kuasa menahan air matanya yang akhirnya jatuh juga.
" di dunia ini tidak ada jalan yang lurus, begitu juga dengan kehidupan.selalu saja ada lika likunya.tapi di balik itu semua pasti ada jalan yang begitu lurus dan tempat yang begitu nyaman " ucap reina.ia merasakan juga sakit yang di rasakan oleh sahabatnya.
*******
hai semuanya maaf ya telat up nya๐๐kalo ada typo author juga minta maaf๐๐semoga kalian suka ya, dan bagi yang mau kasih masukan boleh tulis di kolom komentar ok๐
__ADS_1
jangan lupa like ya ๐๐ป๐๐ป๐๐ป agar author semangat untuk up setiap hari, dan kalo bisa vote ya guys๐gk maksa kok